Seyra Adlina, wanita muda 23 tahun sosok cantik dan elegan, menjalani kehidupan ganda yang menarik. Di siang hari dia bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe kecil dan di malam hari bertransformasi menjadi pelayan di sebuah club malam. Hubungannya dengan sang pacar harus berakhir karena pengkhianatan yang ia saksikan sendiri. Perasaan patah hati dan marah, membuatnya melakukan tindakan tidak masuk akal dalam keadaan mabuk
Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang CEO yang mengetahui identitas dan latar belakangnya yang selama ini disembunyikan. Situasi tak terduga memaksa mereka untuk menikah kontrak dengan tujuan masing-masing.
Mampukah benih-benih asmara tumbuh diantara mereka setelah melewati berbagai tantangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Istri
Kini Seyra sudah terbebas, masih dengan keadaan lemas tak berdaya pucat, bekas tangan Kevin yang mencekiknya terlihat jelas dilehernya memerah. Bajunya yang sudah robek berusaha ia tutupi dengan tangannya. Virsha yang melihat itu, langsung membuka jaketnya dan memakaikannya ke Seyra. Lalu mereka berjalan meninggalkan ruangan itu dan kembali ke mobil.
"Sey, maaf kita datang terlambat" ucap Virsha di dalam mobil. Virsha, Seyra dan Joya duduk di kursi penumpang dengan posisi Seyra yang duduk di tengah, sedangkan Agung dan Riven di kursi depan dengan posisi Riven yang mengemudi mobil
"Gapapa, malahan gue bersyukur kalian datang tepat waktu. Kalau gak, mungkin gue sudah dilecehin sama Kevin"
Mendengar pernyataan Seyra, tangan Virsha mengepal lagi, mungkin dia marah atas tindakan Kevin.
"Itu beneran Kevin?" tanya Joya, memastikan
"Iya, katanya dia dendam sama gue karena nolak dia dulu" jelas Seyra, menaikkan sebelah sudut bibirnya, tak menyangka
Tentu ketiga pria yang ada bersama mereka di dalam mobil, sedikit terkejut dengan pernyataan itu juga. Mereka tidak tahu kalau Kevin dulu satu sekolah dnegan Seyra dan Virsha.
"Tunggu, jadi kalian saling kenal sama penguntit itu?" tanya Agung terheran-heran, mengerutkan dahinya
"Iya, dulu kita satu sekolah sama dia" jawab Joya, dan seyra hanya melempar senyum seolah-olah berkata (iya, itu benar)
Mereka sudah sampai di Kafe Joy. Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam. Joya mengajak Seyra turun dari mobil dan menuntunnya untuk berjalan. Saat hendak membuka pintu dan masuk ke dalam kafe, Virsha keluar dari mobilnya menghampiri Seyra.
"Semuanya sudah selesai, sekarang kamu istirahatlah!" seru Virsha tiba-tiba memeluk Seyra
Seyra yang dipeluk oleh Virsha, kaget dengan matanya melotot. Bagaimana bisa, orang asing yang tiba-tiba datang di kehidupannya menjadi orang yang sangat dekat dengannya sekarang, bahkan bisa memeluknya. Suara deheman Joya, sontak melepaskan pelukan Virsha.
"Kalo gitu, saya pulang dulu, permisi" pamit Virsha yang balik ke mobil dengan telinga yang memerah
Seyra yang sadar akan hal itu, hanya bisa terkekeh pelan melihat Virsha salah tingkah.
"Ayo Sey, awas nanti bibir lo gak bisa balik semula lagi karena kebanyakan senyum gitu" goda Joya
"Ih apasi lo" mendengar itu Seyra juga terlihat salah tingkah dan memukul pelan lengan Joya saat melewatinya di pintu yang sudah dia buka.
...***...
"Sha, lo suka ya sama Seyra" tanya Agung di dalam mobil
Virsha tidak menjawab pertanyaan Agung, tapi malah tersenyum lebar hingga giginya yang putih bersih terlihat. Agung dan Riven mengerti dengan reaksi Virsha, mereka berdua mengangguk paham dan ikut terkekeh melihat Virsha.
...***...
Keesokan harinya, aktivitas Seyra masih tetap sama. Ya bekerja di kafe, sekarang ia akan lebih fokus bekerja di kafe dan memiliki waktu luang setelah selesai. Mengingat, tadi malam adalah malam terakhir dia kerja di Club.
"Jo, gue ngundurin diri dari Club" ujar Seyra ke Joya yang lagi membuat pesanan
"Gue dukung semua keputusan lo Sey" Joya menepuk pundak Seyra, menyemangatkan Seyra
Seyra memeluk Joya, ia beruntung di hidup yang kejam ini masih ada Joya yang selalu menemaninya kala susah maupun senang.
Tinggg..(Suara pesan masuk dari ponsel Seyra"
"Seyra, kita bisa ketemu?"
"Nanti siang saya jemput"
Pesan itu dari Virsha. Awalnya Seyra enggan untuk menyetujuinya, tapi karena Virsha terlibat sebagai orang yang membantunya selama ini. Ia berniat untuk menemui Virsha juga untuk berterima kasih.
"Jo, ntar siang gue izin buat makan siang diluar ya" ucap Seyra
"Sama siapa?" tanya Joya
"Sama itu yaa" lanjutnya dengan nada tengilnya meledek Seyra
Seyra hanya tersenyum malu dengan godaan Joya itu. Dan langsung pergi untuk mengantarkan pesanan.
…Sekarang sudah pukul 12 siang, mobil hitam milik Virsha berhenti diluar kafe.
"Saya sudah diluar"
Belum satu menit pesan itu terkirim, dia sudah melihat Seyra baru saja keluar dari kafe. Balutan blus hitam lengan panjang yang elegan, dengan rok putih di atas lutut yang menonjolkan bentuk kaki dengan elegan membuat tampilan Seyra terlihat semakin anggun dan menawan. Seyra berjalan menuju mobil Virsha, dan Virsha sama sekali tidak mengedipkan matanya.
"Hey, Virsha, lo kenapa?" tanya Seyra melambaikan tangannya dari luar kaca mobil
"Lo terpesona sama kecantikan gue kan?" lanjut Seyra lagi dengan percaya diri, menyelipkan rambutnya ke sela telinga
Virsha yang mendengarnya, langsung tersadar dari lamunannya melihat Seyra, mengedipkan cepat matanya dan mengalihkan pandangan ke depan.
"Woy bukain" titah Seyra yang masih berdiri di luar
Virsha pun bergegas membuka pintu mobil itu dar dalam.
"Kita mau kemana?" tanya Seyra sambil memasang sealtbealt atau sabuk pengamannya
"Mau makan" tegas Virsha dan langsung melajukan mobilnya
"Sudah gue duga" gumam Seyra
Virsha mengajak Seyra untuk makan siang di restoran bintang lima yang dulu pernah ia kunjungi bersama Seyra.
"Kita kesini lagi?" tanya Seyra membuka seatbealt
"Iya, gak suka?" tanya Virsha, mendekatkan tubuhnya ke Seyra
"Ye,, gue suka kali" Seyra mendorong Virsha agar menjauh darinya dan langsung keluar dari mobil
Mereka kini masuk ke dalam restoran bersama-sama. Setelah makanan makanannya datang, mereka langsung menyantapnya dengan lahap. Di pertengahan kegiatan makan siang itu, tiba-tiba Virsha memulai pembicaraan.
"Seyra, boleh saya minta tolong?" tanya Virsha, langsung melepaskan garpu dan pisau yang ada ditangannya untuk memotong steak
Seyra yang tengah dengan lahap menyantap makan siangnya, langsung ikut melepas garpu dan pisau ditangannya.
"Of course, minta tolong apa?" tanya Seyra mengelap bibirnya dengan tisu makan
"Jadi calon istri saya"
Seyra yang sudah mengangkat gelas dan hendak meneguk air minum hampir tersedak
"Calon istri?" teriaknya kaget, membuat orang-orang disana melihat ke arahnya
"Tenang, ini cuma bohongan doang kok. Saya cuma mau memperkenalkan seorang calon istri ke kakek saya. Karena saya tidak mengenal wanita selain kamu, jadi saya memutuskan untuk mengajak kamu Seyra" jelas Virsha dengan tenang
Setelah Seyra pikir-pikir, karena ini sebatas bohongan, ia setuju untuk membantu Virsha.
"Oke, gue bisa bantu lo, itung-itung sebagai imbalan karena lo juga udah bantu gue selama ini" ujar Seyra, dan mengambil kembali garpu dan pisaunya untuk menyantap makanannya
"Terima kasih, Seyra" Virsha akhirnya bisa lega karena ia bisa mengenalkan seorang wanita ke kakeknya
Makan siang mereka sudah selesai, kini mereka bergegas untuk mengantar Seyra ke Kafe Joy.
"Virsha, thank you ya buat makan siangnya" ucap Seyra dalam mobil kekenyangan
Virsha hanya terkekeh melihat Seyra yang terlihat kenyang karena makanan tadi. Sesampainya di kafe, Seyra langsung bergegas turun dari mobil Virsha.
"Seyra, nanti saya kabarin lagi ya" Virsha mengingatkan Seyra lagi dari dalam mobil karena Seyra sudah keluar dan berjalan beberapa langkah
"Siap pak Virsha" tegas Seyra mengambil sikap hormat dan melambai ke Virsha, lalu masuk ke kafe