Pertemuan di suatu peristiwa yang cukup menegangkan. membuat sang pria yang ditolong jatuh hati pada penolongnya.
Aland Rey Dewantara menklaim bahwa Sera Swan adalab miliknya.
Hai.. readers..
Karya pertama ku dan pengalaman pertamaku..
Semoga suka ya. mau tes duku nih ombaknya.. hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunavery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15 : London
Sera kini sudah berada di dalam pesawat tujuan London. Sebelumnya Sera sudah meminta untuk Nadin mamanya membelikan tiket malam ini juga. Nadin pun tak banyak berkomentar dan langsung mengiyakan.
Ponsel Sera pun setelah mulai take off dia matikan dan memilih untuk tidur. Hatinya merasa sakit saat melihat adegan tadi sore. Meskipun Sera tau bahwa Bianca adalah orang yang pi cik namun tetap saja ada rasa tidak terima saat Bianca mengalungkan tangan kepada Aland.
“Apa aku beneran cemburu?” Serunya.
“Lihat saja kalau dia sampai deketin Aland lagi akan aku bunuh itu cewek.” Tekad Sera.
Setelahnya Sera pun tertidur. Sedangkan Aland sejak semalam mencoba mengetuk pintu unit apartemen Sera tak ada jawaban.
Davin datang dan segera membawa Bianca. Aland pun membereskan semuanya dan mencoba menghubungi Sera. Hingga setengah jam tak ada jawaban akhirnya Aland menghubungi Nadin dan mengatakan jika Sera sudah pergi.
‘Maaf tante kami sedikit ada cekcok makanya saya ingin menyusul Sera. Bisakah tante mengirimkan alamat rumah di London?’
‘Baiklah. Akan tante kirim tapi tante minta jangan sampai Sera sedih lagi ya..’
Setelah mendapatkan alamatnya Aland mengganti penerbangan paling pagi yang ada. Karena tidak ingin Sera terlalu lama marah dengannya. Semuanya harus segera di jelaskan.
*****
Hampir 17 jam perjalanan udara akhirnya Sera sampai di tanah kelahirannya. Dimana dulu dirinya memimpikan akan terus memiliki keluarga yang cemara disini namun hal itu sirna. Dan setelah 6 tahun lamanya pindah Sera pun kembali kesini.
Nadin sudah menyiapkan sebuah apartemen disini sehingga Sera tak perlu datang dan tinggal di mansion daddynya.
Sera pun segera pulang untuk istirahat sejenak sebelum dirinya akan berjalan jalan dan bernostalgia sebentar.
Sebelum naik menuju unitnya Sera mampir ke toko roti favoritnya dan membeli beberapa camilan namun saat masuk Sera menabrak seorang pria jangkung yang akan keluar dari tokonya.
“Aarrghh” Sera terduduk di lantai merasakan sakit pada bokongnya.
“I’m sorry. Are you okay?” tanyanya sambil mengulurkan tangan kepada Sera.
Sera melihat pria itu sambil berdiri sendiri tanpa bantuan sang pria.
“I’m okay. Bye..” jawab Sera tanpa melihat lagi dia pun melanjutkan untuk membeli beberapa roti.
Sang pria itu tanpa sadar tersenyum melihat tangannya tak disambut oleh Sera.
‘You’ll be mine’ batinnya.
*****
Sera masuk dan menuju kamarnya lalu membaringkan tubuhnya. Merasa sangat lelah dan jet lag. Sera teringat akan ponselnya. Dia pun mengambil di tas kecil miliknya mengganti kartu roaming dan saat menyala ponselnya tak berhenti berdering.
Banyak notifikasi yang masuk. Terutama dari Aland. Panggilan tak terjawab hingga beberapa chat yang menanyakan dirinya.
Hingga mata Sera menangkap sebuah pesan terakhir yang dikirimkan Aland.
‘Jika kamu tidak mempercayaiku maka aku akan segera menikahimu di depan daddy mu langsung Sera.. safe flight my love.. i’ll see you soon..’
“Ini termasuk posesif apa gimana ya.. bucin banget nih anak..” ucap Sera lalu segera mengabaikannya dan menelpon Nadin bahwa dirinya telah sampai.
****
Setelah cukup tidurnya Sera segera memakan roti yang dimakannya dan bersiap untuk pergi. Tujuannya adalah jembatan london.
Setelah Sera sampai dirinya tersenyum senang melihat kota kelahirannya itu masih sama. Hanya ada beberapa yang berubah.
Sera teringat dulu daddy sering mengajak menyusurui kota london dan itu adalah salah satu kenangan masa kecil Sera yang sangat dirindukannya.
Hampir 30 menit berkeliling dan menikmati lampu lampu malam kota London Sera dikejutkan dengan seseorang yang dia temui di toko roti.
Pria itu menyamakan langkahnya dengan Sera. Namun Sera mengabaikannya dan memakai earphone miliknya tanpa peduli pada pria itu.
Pria itu hanya tersenyum dan tetap mengikuti Sera hingga dia beriri tepat di depan Sera.
(Untuk bahasa yang dipakai kita translatenya bahasa ya.. jiar lebih mudah di mengerti)
“Ada keperluan apa anda dengan saya?” tanya Sera menatap kesal
“Aku hanya ingin berkenalan. Namaku Paul kalau kamu siapa?”
Sera menggeleng pelan, “Sakit nih orang” desisnya pelan.
“Siapa?” tanya Paul.
“Nama aku Juminten.bye..”
“Apa benar itu nama kamu?” tanya Paul lagi.
Sera tak menjawab dan memilih berjalan meninggalkan Paul. Saat Sera sudah menjauh Paul ingin mengejarnya namun seseorang lagi lagi menghadang Sera. Paul hanya melihat dari jauh.
‘Dia sudah datang’ batinnya.
****
Saat menuju sebuah halte bus, Mata Sera menangkap sosok yang familiar dan sedang menatapnya dengan sengit.
Sera pun mengacuhkannya lalu pria itu mendekati Sera dan menahan lengannya.
“Aku tau kamu melihatku.. kenapa pergi duluan dan tak mengabariku?”
“Pengen jalan jalan sendirian..” jaeab Sera seadanya.
“Untuk yang kemarin aku tidak melakukan apapun dengan Bianca. Aku hanya membantunya hingga Davin menjemputnya Sera.”
Mereka berdua tetap berjalan dengan Aland yang masih setia menjelaskannya.
“Trus kenapa harus sampe kamu yang gendong dia sampai ke lantai 15. Keenakan ya kamu...” Sera menjawab dengan menyolot.
“Keadaannya gak memungkinkan Sera. Dan gak mungkin aku ninggalin dia di parkiran.”
Sera cukup terhibur karena Aland tidak lelah untuk menjelaskannya, “Kalau begitu aku mau kamu pecat dia..”
“Baik akan aku lakukan..” Aland seera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
Saat sambungan telpon Aland langsung bicara, “Davin tolong kamu urus pemecatan Bianca. Atau kamu bisa membantunya untuk mencari pekerkan lainnya karena saya ingin memiliki Sekretaris baru. Sera Swan Alexander.”
Sera terkejut namanya disebut dan memilih langsung menaiki sebuah bus yang akan menuju unit apartemennya. Aland pun mengekori langkah Sera dan duduk bersampingan di bus.
“Apalagi yang kamu mau?” tanya Aland saat Sera kembali mengabaikannya.
“Aku mau kamu jangan pernah coba coba untuk menghianatiku atau aku akan pergi dan hilang tanpa kabar apapun.”
Yah Sera mengakui dirinya kini menyukai Aland. Dan sekalinya Aland menjadi miliknya tidak boleh ada yang mengganggu miliknya.
Aland tersenyum dan menarik Sera ke pelukannya. Betapa bahagianya Sera akhirnya luluh dan membalas perasaannya.
“Lalu challenge apa yang ingin kamu lakukan?”
Sera membisikkan sesuatu sambil tersenyum.
“Oke aku setuju dan pemenangnya boleh meminta apapun.”
Sera mengangguk dan setuju.
seharusnya,
"Berhenti disana atau kami tembak?"
kamu harus tau arti sinopsis dan prolog. dan itu pengenalan tokoh lebih baik dibedakan bab lainnya, biar enggak campur begini.