Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Berhenti bercanda,Alena.Ini sudah hampir terlambat,aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan mu." ucap Toni yang tidak memperdulikan perintah Alena seraya akan duduk tepat disamping Alena.
Namun,belum sempat Toni akan duduk.Alena justru langsung menendang Toni keluar hingga terjatuh.
Buk..
Membuat Toni seketika jatuh tersungkur.Dan ayah Toni begitu terkejut melihat tindakan Alena saat berani menendang anak kesayangannya.
"Kau pikir aku bercanda?" sahut Alena langsung menutup pintu mobilnya.
"Alena,buka pintunya.!!Kau jangan bersikap seperti ini pada ku.!" teriak Toni saat berusaha membuka pintu mobilnya sambil mengetuk-ngetuk.
Tapi Alena justru mengabaikan teriakan Toni dan tidak memperdulikannya.
"Jalan." ujar Alena saat memberi perintah pada ayah Toni.
"Alena,kenapa kau harus bersikap begitu pada Toni?Biarkan Toni berangkat bersama mu.Bukankah selama ini kalian selalu bersama?" sahut ayah Toni yang bertahan tidak menjalankan perintah Alena.
"Sudah ku bilang, jalankan mobilnya sekarang atau aku akan gantikan posisi mu dengan sopir baru??" pekik Alena dengan tegas.
"Ba..Baik Alena.Paman akan mendengarkan mu." jawab ayah Toni yang langsung menyalakan mobil dan meninggalkan Toni begitu saja.
"Dan satu lagi,berhenti memanggilku dengan sebutan nama.Kau harus tahu posisi mu paman Andi." sahut Alena memberi peringatan tegas pada ayah Toni.
"Baik nona,aku mengerti." jawab Andi sambil mengangguk dan melirik datar melalui kaca spion ke arah Alena.
(Gadis sialan.Tunggu saja sampai aku sudah menjadi ayah mertua mu.Akan kubuat hidup tidak akan pernah tenang) batin Andi merasa tidak senang dengan perlakuan Alena padanya.
Toni yang ditinggal begitu saja oleh Alena,hanya bisa memendam kesal.Ia tak mengira jika Alena akan setega itu pada dirinya.
"Ada apa dengan gadis bodoh itu??Dia tidak seperti biasanya." gerutu Toni yang bicara sendiri.
Akhirnya Toni pun berangkat ke kampus seorang diri dengan menggunakan transportasi taxi.
Sesampainya di kampus,Toni langsung turun dari taxi.Dan seorang gadis cantik tiba-tiba datang menghampirinya bersama kedua temannya.
"Toni,kenapa kau baru datang?Kenapa tadi tidak menjemput ku?" sahut gadis itu bernama Jena.Gadis cantik dan pintar yang telah lama disukai oleh Toni.
"Oh,iya maaf Jena.Aku bangun kesiangan.Pelayan ku tidak membangunkan ku." jawab Toni yang berbohong.
"Ah begitu.Lalu dimana mobil mu?kenapa kau naik taxi?" tanya Jena penasaran.Karena yang ia tahu Toni selalu datang ke sekolah dengan menggunakan mobil milik Alena.
"Oh,karena aku terburu-buru aku memilih menggunakan taxi saja.Lagi pula aku sedang tidak ingin berangkat menggunakan mobil." jelas Toni yang kembali beralasan dan berbohong pada Jena.
"Wah, ternyata seorang tuan muda Toni memang orang yang sangat sederhana.Sengaja memilih naik taxi agar tidak terlihat mencolok bahwa diri mu seorang tuan muda." sahut Gea teman dekat Jena yang memuji Toni dengan salut.
"Dan Jena sangat beruntung bisa menjalin hubungan dengan tuan muda Toni.Karena kalian pasangan yang sangat serasi." sahut Tisa yang juga teman dekat Jena.
Membuat Toni seketika merasa bangga dan menegakkan kepalanya.Seolah ia merasa senang mendapat pujian itu.Walaupun semua yang ia katakan hanya karangan belaka.
"Ya sudah,tidak apa-apa.Aku mengerti jika memang seperti itu." ujar Jena sambil tersenyum.
Dan Toni pun mengangguk sambil tersenyum dengan membalas senyuman dari Jena.
Mereka pun akhirnya memasuki area kampus dan menuju kelas.
Saat tiba dikelas,Toni melihat Alena yang sedang duduk santai seorang diri sambil memainkan ponsel.Melihatnya membuat Toni langsung menatap tajam karena ia masih belum terima atas perlakuan Alena tadi.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena
terus si Toni itu gimana, jangan sampe dia berpesta pora di villa yang bukan miliknya. sadar diri Toni kau itu cuma anak majikan berserta kedua ortumu 😏🔥😈🔥😈