NovelToon NovelToon
Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / CEO / Cinta Lansia
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Pada usia 44 tahun, Donatella terjebak di titik terendah dalam hidupnya setelah mengalami lebih dari 20 tahun penderitaan mental. Ini memberi pukulan yang menghancurkan pada perasaannya, tetapi dia sudah muak akan semua ini dan telah bangkit kembali, meski dia tidak yakin apa yang akan terjadi.

Leonardo, seorang duda tampan dan misterius, seorang pengusaha yang dikejar banyak orang, telah berubah menjadi pria yang dingin dan tanpa ampun setelah mengalami penderitaan dan pengkhianatan.

Namun, takdir suka memberikan kejutan dan menempatkan kita dalam situasi yang tidak biasa, dan begitulah cara mereka bertemu…

Ikuti aku! Mari kita mulai perjalanan yang penuh dengan perjuangan, keberanian, dan cinta. Tentu saja, dengan sedikit komedi juga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dan Suasananya Memanas Sekali...

Donatella

Kami tiba di vila miliknya. Di pos jaga mereka sudah menunggu kedatangan kami. Kami masuk, Tuan Leonardo turun dari mobil, lalu berkata,

"Bantu aku buka pintunya. Ini, ambil kartu kuncinya," ujar Leonardo.

"Wah! Mewah sekali. Tapi mengecewakan. Kukira rumah Anda terbuka pakai perintah suara. Bayangkan, itu pasti keren."

"Bisa saja. Tapi kalau ada yang berhasil memakai suaraku, anak-anakku jadi tak terlindungi," jawab Leonardo.

"Maaf, tapi Anda ini terlalu penuh curiga. Dan panas apa ini?" ujar Donatella sambil menempelkan kartu dan membuka pintu.

"Panasnya wajar. Itu efek obat! Yang aku telan, dan kau, karena ikut campur, ikut menelannya juga," ujar Leonardo.

"Aku tak bisa membantah, Anda benar sekali. Aku memang harus menenggak benda itu. Bodohnya aku..." ujar Donatella.

Dia tersenyum.

"Kau ini tidak begitu normal, Donatella," ujar Leonardo.

"Aku? Anda sendiri yang punya sindrom merasa ada orang mau membunuh Anda. Entah apa namanya," ujar Donatella.

"Aku tak punya sindrom apa pun. Sebentar lagi kau akan mengerti kenapa aku sebegitu waspada," ujar Leonardo sambil melepas kemejanya dan duduk di sofa.

Donatella

Aduh, aduh, aduh... perutnya berotot, ototnya banyak, dia seksi, aku sudah lama kering kerontang, dan yang bikin makin parah, aku minum obat tanpa sengaja, obat yang membakar!

"Suka dengan apa yang kaulihat?" tanya Leonardo.

"Apa? Tidak! Tidak, aku cuma sedang memandang Anda, ampun deh... Anda mau sesuatu lagi? Aku harus pulang," ujar Donatella.

"Hmm, kelihatannya kau memandangiku dan..."

"Tolong, Tuan Leonardo, ini pelecehan, dan... dan... aku sedang terbakar. Anda sudah aman, aku mau pulang ke rumah," ujar Donatella sedikit linglung sambil mengipas-ngipas dirinya.

"Tunggu! Ambilkan aku sedikit air. Kau pasti tahu di mana dapurnya, aku tahu kau tadi minum kopi bersama Renata," ujar Leonardo.

Donatella memutar bola matanya, dan sebelum pergi,

"Maaf, aku terpaksa harus melepas jaket ini atau aku bakal pingsan kepanasan," ujar Donatella.

Leonardo bersandar dengan kepala terkulai ke belakang di sofa. Dia hanya mengacungkan jempol tanpa menoleh, matanya terpejam.

Donatella

Ganteng, seksi, paranoid, kasar, dan astaga panas sekali. Ampun, ini apa, benda sialan ini, benda panas...

Kesempatan bagus, kuminum sedikit air, kubasahi tubuhku, rasanya aku mau meleleh... lalu kubawakan untuk si sok berkuasa itu.

"Ini airnya, Tuan Leonardo," ujar Donatella sambil menyerahkan air kepadanya.

Dia meminumnya, mengembalikan gelas, lalu menatapnya.

"Kau selalu tidur begini?" tanyanya.

Donatella

Aduh, aku lupa! Aku masih pakai piama! Sial, seribu kali sial, dan yang membuatku lupa memang benar-benar obat sialan. Mau bagaimana lagi, tak ada tempat untuk kabur.

"Iya, memangnya kenapa? Jangan bilang Anda tidak pakai piama," ujar Donatella.

"Tidak, aku tidur hanya bercelana dalam," ujar Leonardo sambil melepas celananya.

Donatella

Aduh! Ui! Mampus aku. Waduh, sehat sekali...

"Eh, gila, jangan. Anda ini di ruang tamu, bukan di kamar. Lebih baik Anda ke kamar dan aku pulang ke rumah. Aku pergi," ujar Donatella hendak beranjak, tapi sebelum ia sempat keluar, Leonardo menariknya.

"Tenang, mari kita selesaikan masalah kita, besok tak satu pun dari kita akan ingat," ujar Leonardo.

"Anda ini mesum! Tidak sudi. Masalahku akan kuselesaikan di bawah pancuran air dingin, dan Anda sebaiknya melakukan hal yang sama," ujar Donatella.

"Kau benar. Barang sialan yang mereka berikan padaku ini membuatku gila. Lebih baik segera pergi dari sini, sebelum akal sehatku lenyap," ujar Leonardo sambil melepaskan tangannya.

"Aku pergi!" Ia membungkuk untuk mengambil jaket yang terjatuh ke lantai, dan karena ia tak memakai bra, dengan piama bertali tipis berenda, tanpa sengaja ia memperlihatkan sedikit lebih banyak dari sekadar bajunya...

"Itu sudah keterlaluan, Donatella," ujar Leonardo.

Saat ia bangkit, Leonardo menariknya, membuatnya jatuh ke pangkuannya, dan mulai membelai tubuhnya.

Keduanya saling menatap.

Donatella

Aku sedang benar-benar terangsang, bajingan ini memang seksi, dia menarikku dan ui, seluruh tubuhku merinding, dia menatapku seolah hendak melahapku, dan persetan dia bosku, yang akan memberiku perhitungan. Aku sudah tak tahan lagi, dan dia juga...

Kucium dia, dan dia menolak?...

"Aku tidak berciuman, aku tak melakukan itu," ujar Leonardo.

"Tapi aku berciuman, dan aku suka," ujar Donatella sambil menciumnya.

Leonardo

Persetan, aku suka ciumannya. Dan kau tahu, aku sedang gila oleh gairah, dan dia perempuan yang seksi.

"Untuk seseorang yang tak suka berciuman, ciuman Anda enak, Tuan Leonardo," ujar Donatella.

"Akan kutunjukkan apa lagi yang bisa kulakukan tanpa terlalu berbaik hati," ujar Leonardo.

Donatella

Dia membaringkanku di sofa, merobek habis piamaku, ya! Merobeknya! Kalau saja aku tak sedang naik pitam karena gairah, dia pasti akan menerima balasannya...

Dia menurunkan ciumannya menyusuri tubuhku yang mengigau oleh gairah. Berhenti di dadaku, tempat ia menjilat, mengisap... aku hampir klimaks hanya oleh belaian-belaiannya itu.

Dia terus turun sampai mencapai bagian intimku, dan mulai menjilat, tahu persis titik yang tepat. Apa ini? Aku tak tahan, gairahku begitu memuncak sampai aku hancur lebur oleh kenikmatan...

Dia naik lagi dan aku mau lebih banyak ciuman. Dia membalas, dan kali ini giliranku yang akan bermain-main sedikit dengannya dan si besar yang sudah keras dan luar biasa gede itu.

Kubalik keadaan dan kubaringkan diriku di atasnya. Kumanfaatkan, kucium, kuturun menyusuri lehernya, berkali-kali kubelai perut kotak-kotak itu, uii, nikmat.

Kucium dan kulepas celana dalamnya, temannya melompat keluar dan wah! Ukurannya sempurna, nikmat. Aku masih sangat panas, dan kusambut dia dengan mulutku.

Leonardo

Perempuan macam apa ini, gila. Perempuan apa dia ini? Gairahku tak terkendali, aku tahu ini karena obat yang mereka berikan padaku, tapi dia terlalu menggairahkan dan aku harus memasukinya sebelum...

Donatella

Kami berdua sudah gila, benar-benar gila, obat sialan ini murni api! Dia menarikku, membalikkan tubuhku, dan memasukiku sekaligus, dengan liar, hmmm nikmat. Akhirnya kutumpangkan kedua kakiku di bahunya, dan dalam beberapa detik kami berdua mengerang oleh kenikmatan, klimaks bersama...

Kami berguling jatuh dari sofa dan mendarat di lantai, di atas karpet besar yang empuk, mencoba menenangkan diri... beberapa menit kemudian kami sudah saling menyerang lagi...

1
💕Rose🌷Tine_N@💋
otorrr....kpn upadate nih...
jgn bilang mau hoitus yaaa😅
please...ini seru kok ceritanya👍
Ciklin Md Noh
jalan cerita menarik, isu dan isi luar jangkaan.teruskan /Good/
Woro Purwanti
menarik
Woro Purwanti
menarik up yg banyak dong thor
💕Rose🌷Tine_N@💋
wow🤪
Mary Lambu
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!