Selamat datang di karya pertama saya 😆
Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰
Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.
Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.
Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.
Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??
Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩❤️💋👨👩❤️👨
#Office Romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Terpesona
"Dug..dug..dug..dug.." terdengar dentuman music yang keras dari ruangan gym, membuat Gaby terbangun dari tidurnya.
"Aaa..larm sapa ituu...~" gumam Gaby yang baru bangun, sambil masih memejamkan mata, lengannya mengelap air liur yang keluar di samping mulut
Dengan mata yang masih agak terpejam ia melihat jam di hp, ternyata masih jam 7 pagi, tapi suara musiknya sangat mengganggu, akhirnya Gaby pun bangun lalu mengikat rambutnya.
sambil mengusap-usap matanya ia berjalan sempoyongan ke ruangan yang bising itu.
"Ceklek.." membuka pintu
"Hey lagi ngapa....." Gaby Terkaget melihat Harris yang sedang berolahraga tanpa menggunakan baju atasan.
"...." Gaby tertegun, matanya langsung membulat tidak teler lagi
Berbeda dari pas awal bertemu dulu, tubuh Harris sekarang jauh lebih berisi, otot dadanya sudah berbentuk, perutnya pun agak kotak-kotak, ternyata bahunya juga sudah lebih lebar dari pada yang dulu, setelah melihat pemandangan ini, Gaby baru menyadari betapa indahnya tubuh berotot seorang pria, ia terus saja berdiri mematung di depan pintu, kedua netra terus memandanginya.
"ASTAGAAA....!!" pekik Harris yang baru menyadari keberadaan Gaby
Namun tiba-tiba Harris langsung memalingkan wajahnya, lalu tampak sedang tersipu malu.
Melihat reaksi Harris, Gaby pun tersadar dari lamunannya, dan baru ingat juga kalau saat ini dia tidak memakai bra.
"Eehh...ya ampun so..sorry !!!" pekik Gaby
langsung menutup pintu
"Blam...!!" pintu di tutup
"Astaga pikun banget sih gua..~" gumam Gaby sambil memakai kembali bra-nya
Karena tidak bisa tidur lagi, Gaby membuka gorden di ruang TV, ternyata ada pintu kaca yang bisa di buka mengarah ke Balkon, Gaby membuka kuncinya dan melangkah keluar. Pagi ini udaranya sejuk dan cukup dingin, Gaby merentangkan kedua tangannya ke atas bersyukur dirinya masih sehat selama masa pandemi ini.
Dari balkon ada tangga yang mengarah kebawah, Gaby menuruni tangga, dan ada kolam renang yang sangat luas, ada air mancur di tengah-tengah kolam renang, ada bapak-bapak petugas sedang membersihkan kolam dari daun-daun yang jatuh. Melihat jernihnya air Gaby jadi ingin sekali berenang.
"Pagi pak Harris.."ujar Bapak-bapak itu menyapa Harris yang baru saja keluar
"Morning pak Udin" ujar Harris menyapa balik sambil tersenyum
Gaby pun langsung naik lagi menghampiri Harris yang baru selesai berolahraga raga.
"Tempat tinggal kamu keren banget deh" ujar Gaby dengan riang
"Sebelum beli disini, aku sempat review di beberapa tempat, dan ini tempat yang paling cocok sama aku" ujar Harris sambil melihat sekeliling
Tiga tahun yang lalu Harris membeli rumah ini dengan hasil kerjanya sendiri, dulu ia suka mengandalkan orangtuanya, tapi sekarang ia lebih mandiri dari pada sebelumnya.
Harris dan Gaby jalan berkeliling di taman sekitaran rumah, ada banyak pohon di sekeliling, tamannya juga dihiasi bunga-bunga yang bermekaran.
"Eh..Mas Harris baru kelihatan" sapa seorang ibu-ibu berpakaian baby sitter
"Hai Bu Fitri, iya lagi pingin jalan pagi" ujar Harris menyapa balik
"Oo...ini ya pacar mas Harris, cantik pisan euy.." ujar Bu Fitri sambil tertawa kecil melihat Gaby
"Hahaha..Mari ya bu..~" ujar Harris mengakhiri pembicaraan
"Kamu banyak kenal pekerja-pekerja disini ya" ujar Gaby sambil berjalan di samping Harris
"Karena selama covid gak bisa kemana-mana, aku jadi suka berkeliling ke taman, dan kebanyakan yang kutemui para pekerja disini dari pada penghuni aslinya" ujar Harris
"Tapi dibanding dulu, Harris yang sekarang sudah beda banget loh, bisa bergaul sama ibu-ibu dan bapak-bapak" ujar Gaby sambil tersenyum menunjukan giginya
"Yes.. orang-orang disini jauh lebih ramah dari pada di luar negeri" ujar Harris tersenyum senang
Setelah selesai jalan pagi mereka kembali ke rumah, Harris pergi mandi, Gaby sarapan cereal sambil melihat HPnya.
"Hp Tiara belum aktif ya, pesanku sama sekali gak dia baca sama dia" keluh Gaby
Gaby bingung mau mengerjakan apa, laptopnya sedang berada di apartemen, dia pun kembali ke tempat tidur dan menyalakan TV, mencari-cari film yang bisa ia tonton untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Loh mau nonton lagi?" tanya Harris yang baru saja selesai mandi
"Habisnya aku gak tau mau ngapain" ujar Gaby sambil cemberut
"Kebetulan, ikut aku yuk.." ujar Harris mengajak Gaby
Gaby di ajak ke belakang area dapur, dan betapa kagetnya ada banyak sekali baju yang bertumpuk.
"Buseett...!! lu jarang cuci baju ya.." ujar Gaby
"Makanya bantuin gua ya...~" ujar Harris memohon
Mereka berdua memisahkan baju-baju yang bertumpuk sesuai warnanya, lalu mencucinya di mesin cuci secara bergantian.
"Akhirnya selesai juga" ujar Gaby puas melihat hasil kerjanya
"Tidak berasa udah jam makan siang" ujar Harris melihat jam tangannya
"Tok....tok...tok..." Harris sedang memotong-motong kentang, wortel, dan daging sapi. Ia mau memasak nasi curry jepang siang ini, sedangkan Gaby membantu Harris memasak nasi di rice cooker.
"Hmmm..~ lezat, ternyata Harris pintar masak ya, bisa jadi istri yang baik nih.." ujar Gaby memuji sambil bercanda
"Memuji atau ngeledek nih" ujar Harris sambil makan
Setelah makan Harris mencuci semua piring dan gelas, setelah itu ia membersihkan lantai, dan mengelap meja. Gaby hanya duduk di tempat tidur terkesima melihat Harris yang ternyata rajin membersihkan rumahnya.
"Harris..., kamu lulus jadi istri" ujar Gaby sambil memberikan jempolnya
"Gaby..~ kamu juga lulus kok jadi suami, yang dari tadi cuma diam aja ngeliatin" ujar Harris meledek balik Gaby
Setelah selesai beberes rumahnya, Harris bergabung dengan gaby di tempat tidur.
"Hah...(menghela nafas) selesai juga bersih-bersih hari ini" ujar Harris sambil rebahan
"Sekarang gantian, sini aku pijat, pasti pegal kan" ujar Gaby bersemangat
"Mau dong..~ silahkan pijat aku..~" Ujar Harris dengan gaya manjanya
Harris tengkurap di atas tempat tidurnya, Gaby mulai memijat Harris dengan sekuat tenaga.
"Wow.. badannya lebih keras dari si Justin, pundak Harris ternyata juga lebih lebar dari kak Jerry" Ucap Gaby dalam hatinya
"Hmm..iya sebelah situ agak pegal" Ujar Harris yang merasa sangat nyaman di pijat Gaby
Gaby mulai menggunakan sikunya, agar memberikan tekanan yang lebih maksimal.
"Aduh.duh..duh..!!!" pekik Harris agak kesakitan
"Tahan ya, nanti jadi berasa lebih enteng kok" seru Gaby ingin membalas Budi karena sudah diijinkan numpang tinggal sementara
Sekitar 20 menit Gaby memijat Harris, ia pun ikut rebahan di samping Harris.
"Otot kamu keras semua, nih lihat keringatku banyak, gara-gara pijitin kamu" ujar Gaby sambil melihat Harris di sampingnya
"Jago juga kamu pijatnya, badanku jadi lebih enteng sekarang" ujar Harris sambil merentangkan kedua tangannya
"Di rumah aku sudah terbiasa pijitin abangku, kalau pijitin ibu juga suka dikasih uang jajan tambahan" ujar Gaby sambil melihat langit-langit ruangan
"Kamu masih kesal sama ibumu" ujar Harris tiba-tiba
"......" Gaby terdiam memikirkan perasaannya
"Aku belum bisa lupain kata-kata kasar ibuku" ujar Gaby yang merasa sedih
"Iya aku ngerti kok, aku sendiri juga gak akrab sama ayahku" ujar Harris
"Tapi Beliau gak suka larang kamu kan" ujar Gaby
"Ayahku memang gak suka melarang anak-anaknya, tapi dia selalu menanamkan keinginannya ke semua anaknya, dia selalu takut kalau posisinya sebagai orang terkaya nomor lima bergeser, karena itu kedua kakak perempuanku menikah karena politik, aku sih bersyukur terlahir sebagai anak laki-laki, kalau gak, mungkin sekarang aku udah jadi istri orang" ujar Harris matanya agak sayu
Baru kali ini Harris membicarakan keluarganya, Gaby agak prihatin dengan keluarga Harris, bergelimang harta tapi dihantui rasa takut, bisa memiliki apa saja tapi tidak ada kebebasan.
"Dengar cerita kamu aku jadi kangen ayahku deh" ujar Gaby
"Hmm.....ayah kamu kayak gimana orangnya" ujar Harris sambil menopang kepalanya dengan tangan kanannya sambil menghadap Gaby
"Hmm... ayahku sudah sudah 10 sepuluh tahun lebih meninggal, jujur aku aja sudah lupa sama suaranya, yang cuma aku ingat dia suka panggil-panggil aku, trus aku dipeluk, sambil elus-elus kepalaku, tapi aku sudah lupa dia bilang apa" ujar Gaby matanya agak sedih
Melihat mata Gaby yang berkaca-kaca Harris jadi ingin jemarinya meraih kepala Gaby, lalu mengelus-elus lembut rambutnya
Gaby tidak menolak namun hatinya jadi berdebar-debar.
"Gaby-ku sayang..." seru Harris dengan nada yang lembut, sambil tersenyum menatapnya
Sambil berbaring di sebelahnya, Gaby hanya membalas dengan senyuman, lalu memejamkan kedua matanya, berusaha mengingat lagi kenangan waktu ia kecil saat ayahnya masih hidup.
Setelah ayahnya meninggal, ketiga abangnya hampir tidak pernah memeluk Gaby dia sudah tumbuh besar, ibunya juga jarang sekali memberikan perhatian padanya, sibuk mengurus bisnis rumah makan dengan pamannya, sambil memikirkan semua itu, ia pun tertidur lelap.
"Gaby... Gaby..., sini..., anakku sayang" Suara ayah Gaby muncul dalam mimpinya.
Gaby pun tersenyum saat tertidur.
"Dih... senyam-senyum sendiri..." gumam Harris terkekeh, melihat tarikan bibir yang menggemaskan, saat Gaby sedang tertidur lelap disampingnya
Takut ada setan penggoda lewat, Harris langsung cepat-cepat masuk kedalam selimutnya, lalu membalikan badannya memejamkan mata, berusaha untuk tidur, agar tidak berbuat macam-macam.
Bersambung~
...****************...
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
tadi aja marah2'in Gabby.
si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
aku jadi rindu padamu
tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈
🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
padahal Gabby yang salah paham