Lima juta tahun yang lalu, Shen Xuan adalah Leluhur Agung yang berdiri di puncak dunia kultivasi.
Demi menembus alam tertinggi yang bahkan para dewa tidak mampu mencapainya, ia menutup diri dalam kultivasi tanpa akhir dan menghilang dari sejarah.
Seiring berjalannya waktu, namanya berubah menjadi legenda, lalu mitos, hingga akhirnya terlupakan oleh dunia.
Namun ketika Shen Xuantian berhasil mencapai tingkat kekuatan yang melampaui langit dan bumi, ia mendapati dirinya kembali ke masa muda. Dunia yang ia kenal telah berubah.
Kekaisaran telah runtuh, para dewa telah mati, dan keluarga Shen yang dulu berjaya kini hanya menjadi keluarga kecil yang dipandang rendah oleh semua orang.
Saat ancaman datang dari Sekte-sekte kuat, keluarga bangsawan, hingga ras kuno yang bangkit kembali, Shen Xuan memutuskan untuk berjalan sekali lagi di jalan kultivasi.
Dengan pengalaman lima juta tahun, teknik yang telah hilang dari zaman purba, mampukah Shen Xuan membangkitkan Keluarga Shen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian Yang Sia-Sia
Suasana di kediaman keluarga Shen begitu tenang, semua orang tampak fokus pada tujuan masing-masing, yaitu tujuan menjadi lebih kuat, baru selanjutnya mereka akan membangkitkan keluarga Shen dari keterpurukan.
Tua, muda, dan anak-anak. Semua sangat bersemangat demi keluarga Shen, tapi semangat saja tidak cukup, melainkan mereka juga memerlukan banyak sumberdaya, dan disinilah Shen Tian mengambil perannya.
Dia memiliki sumberdaya menggunung di cincin ruangnya, dan semua itu dianggapnya sebagai tumpukan sampah, tapi jika diberikan pada anggota keluarga Shen, itu adalah sumberdaya yang sangat berharga.
"Tuan, ada kawanan tikus datang mendekati tempat ini," ucap Shen Zhu.
Dengan kekuatan yang menjadikannya sosok nomor satu diantara para Binatang, Shen Zhu begitu peka pada keadaan sekitar, termasuk dia yang sudah mengetahui keberadaan kelompok yang berasal dari Kota Qinghe, meski kelompok itu masih berada di kejauhan.
"Abaikan saja, mereka tidak bisa berbuat apa-apa pada tempat ini," ucap Shen Tian.
Dengan tiga lapisan ilusi yang melindungi tanah keluarga Shen, mustahil bagi orang-orang dari Kota Qinghe bisa melakukan sesuatu yang buruk pada kediaman keluarga Shen.
"Hah... padahal aku ingin bermain-main sebentar saja dengan mereka," ucap Shen Zhu kecewa, tapi Shen Tian tau itu hanyalah sesuatu yang dibuat-buat oleh Shen Zhu.
"Mereka terlalu kotor untuk kau permainkan," ucap Shen Tian, sembari menikmati secangkir teh.
Shen Zhu mengangguk mengerti, dan dia sangat setuju dengan pendapat Shen Tian. "Orang-orang itu memang terlalu kotor dan juga menjijikkan!" gumamnya.
Sementara itu...
Ribuan orang yang berasal dari Kota Qinghe, mereka semakin dekat dengan kediaman keluarga Shen, tapi karena tujuan mereka bukan tempat itu, hanya beberapa orang saja yang melirik ke tempat itu, salah satunya adalah Ling Ming Xun.
Ling Ming Xun yang kembali bisa melihat keberadaan kediaman keluarga Shen, ia mengernyit begitu dalam, 'Ini aneh! Bukannya sebelum ini kediaman itu tidak berada di situ?' ucapnya dalam hati.
"Bukannya itu kediaman keluarga Shen?" seru Ling Mingxuan, sang Tuan Muda keluarga Ling yang sebelumnya sempat mendengar kediaman keluarga Shen tiba-tiba menghilang.
"Tuan Muda, itu memang kediaman keluarga Shen, tapi kediaman itu sebelumnya memang tidak terlihat, hanya memperlihatkan tanah kosong tidak berpenghuni," jelas Ling Ming Xun.
Sang Tuan Muda mengernyit dalam. "Kalian berdua pergi cari tau apa sebenarnya yang terjadi di kediaman itu! Jika menemukan hal aneh, segera laporkan padaku!" perintahnya pada dua Ketua yang mengikutinya.
"Baik, Tuan Muda..."
Kedua Ketua pergi ke kediaman keluarga Shen, melihat apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu.
Rombongan yang berasal dari Kota Qinghe terpaksa menunggu kedua Ketua kembali sebelum melanjutkan perjalanan.
Dua Ketua yang berdiri di depan gerbang kediaman keluarga Shen, mereka tidak melihat keanehan apapun. "Sama sekali tidak ada yang aneh. Hanya gerbang usang yang tampak rapuh," ucap salah satu Ketua.
Namun rekannya tidak bicara apapun, dan begitu saja dia mencoba menghancurkan gerbang usang kediaman keluarga Shen dengan kekuatannya.
Sebuah telapak tangan yang terbentuk dari kekuatan atribut petir mengarah lurus ke gerbang kediaman keluarga Shen.
Seharusnya serangan itu dengan mudah menghancurkan gerbang kediaman keluarga Shen, tapi sesuatu terjadi sebelum serangan menghantam gerbang yang tampak usang dan rapuh.
Serangan itu lenyap tanpa jejak, seolah ada kekuatan yang menghapus keberadaannya.
"Keluarga Shen ini, mereka tetaplah sangat misterius seperti ribuan tahun lalu," ucap Ketua yang serangannya gagal menghancurkan gerbang kediaman keluarga Shen.
Belum juga dia mencari tau apa yang sebenarnya ada di depannya, tiba-tiba apa yang dilihatnya menghilang, tidak lagi terlihat keberadaan kediaman keluarga Shen.
Di saat bersamaan, dia merasakan bahaya datang mendekat, dan cepat dia menyeret temannya sesama Ketua yang kurang peka pada keadaan sekitar, melompat sejauh mungkin, menghindari bahaya yang datang mendekat.
"Celaka!" seru Ketua yang melihat adanya ribuan pedang datang dari berbagai arah.
Temannya juga melihat pemandangan serupa, bahkan orang-orang yang hanya melihat dari jauh, mereka juga melihat bagaimana sebuah kediaman tiba-tiba berubah menjadi ribuan pedang.
"Aku merasakan keberadaan formasi yang sangat kuat, dan itu bukan hanya satu. Kemungkinan itu adalah formasi di dalam formasi, dan kemungkinan masih ada formasi ketiga," ucap Kepala keluarga Li yang merupakan ahli formasi.
Sebenarnya ada Wang Shenglian, Kepala keluarga Wang yang juga merupakan ahli formasi, bahkan kemampuannya berada di atas Kepala keluarga Li.
Tetapi kali ini dia hanya diam. Bukan karena tidak ingin menunjukkan kemampuannya, tapi dia sadar bahwa formasi yang terlihat berada jauh di luar jangkauannya.
Menyadari hal itu, Wang Shenglian memilih tidak ingin terlibat masalah dengan keluarga Shen, dan cepat dia memberitahu orang-orangnya untuk tetap diam di tempatnya.
Di sisi lain, Ling Mingxuan menggerakkan giginya, lalu melangkah maju dengan sebuah pedang besar yang entah sejak kapan sudah digenggam erat dengan kedua tangannya.
Sementara itu, dua Ketua yang menjadi target dari ribuan pedang yang bergerak cepat memburu mereka. Keduanya yang merasa percuma menghindar, akhirnya mereka memutuskan melawan, melawan ribuan pedang yang terus bergerak mengikuti pergerakan mereka.
Pedang dilawan dengan pedang, tapi hanya dalam tiga kali benturan kekuatan, pedang yang digunakan kedua Ketua telah hancur berkeping-keping, tidak lagi bisa digunakan.
"Pedang pedang ini terlalu kuat. Mungkinkah keluarga Shen telah membangun formasi mematikan untuk melindungi kediaman mereka?" ucap Ketua yang tangannya tidak berhenti bergetar, efek dari benturan kekuatan yang baru saja terjadi.
Dia kembali mengeluarkan pedang dari kantong ruang miliknya, tapi pedang itu juga tidak bertahan lama, hingga akhirnya sosok Ling Mingxuan turun tangan membantu mereka, diikuti Ling Ming Xun dan orang-orang keluarga Ling lainnya.
Meski mereka sudah mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan yang dimiliki, mereka hanya menyaksikan bagaimana sebuah usaha yang berakhir sia-sia.
"Kenapa pedang pedang ini tidak bisa dihancurkan?" teriak Ling Mingxuan mulai frustasi, apalagi dia baru saja kehilangan pedang kesayangannya yang telah hancur berkeping-keping.
"Mundur! Tinggalkan tempat ini!"
Ling Mingxuan takut hal buruk terjadi padanya. Tidak ingin hal buruk terjadi padanya, cepat dia menjadi orang pertama yang melarikan diri, tapi begitu sudah berurusan dengan formasi yang dibangun Shen Tian, mustahil bagi dia ataupun yang lainnya untuk pergi melarikan diri.
Hanya kematian yang akan membebaskan mereka dari formasi yang melindungi tanah keluarga Shen.
Sama sekali tidak ada bantuan dari orang-orang yang datang dari Kota Qinghe. Ling Mingxuan, Ling Ming Xun, dan orang-orang yang berasal dari keluarga Ling mereka sangat marah.
Kalau saja ada kesempatan, ingin rasanya mereka membunuh orang-orang yang berasal dari Kota Qinghe, tapi sebelum mereka bisa melakukannya, tubuh mereka sudah lebih dulu terpotong oleh ribuan pedang, mati tanpa menyisakan bagian tubuh yang bisa dikubur dengan layak.
"Sungguh kematian yang sia-sia," gumam Wang Shenglian, dan cepat dia membawa orang-orangnya kembali ke Kota Qinghe, diikuti mereka yang sejak awal sadar tidak ikut campur mengusik orang-orang keluarga Shen.
Sumpah karya barumu bikin aku excited banget👍😍🤭🤭🤭🤭
lanjut tar di kasih kopi