NovelToon NovelToon
The Duality Of My Boss

The Duality Of My Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Kehidupan di Kantor / Cintapertama / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: dehan_

Karena kesepakatannya dengan Eleanor Iva Alexander membuat Mada Jeffrey yang hanya anak pemilik restoran ayam cepat saji menjadi semakin sulit menghapus perasaan tidak tahu dirinya terhadap putri kesayangan keluarga Alexander itu sekaligus atasan di tempatnya bekerja.


Sepertinya Mada harus segera mencari pendamping hidupnya, dan Regita, gadis pemilik restoran di seberang tempat usaha milik keluarga Mada adalah pilihan yang ia rasa tepat. Melihat dari respon gadis itu, Mada menyimpulkan bahwa Regita juga mempunyai perasaan padanya.


Tapi apa semudah itu kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dehan_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

surprise

Jonathan membanting map dan beberapa kertas yang ada ditangannya, dirinya begitu kesal karena sulit sekali mencari tahu indentitas Hera, sudah banyak sekali foto dan identitas Hera yang disodorkan padanya namun belum sama sekali ada cocok dengan wajah Hera yang pernah ia temui. Sebenarnya siapa Hera sebenarnya kenapa sulit sekali menemukannya. Semoga saja takdir mempertemukan mereka lagi. Begitulah harap Jonathan.

Disisi lain Eleanor juga tengah kesal beberapa kali berdecak disebabkan oleh lelakinya yang tidak bisa dihubungi sama sekali. Ayolah malam ini Januar Alexander alias ayah kandung dari Elea menyuruhnya untuk mengikuti perjamuan makan malam bersama lelaki terakhir yang akan di calonkan dengannya. Ayahnya berpikir bahwa Elea tidak perlu membaca profil dari calon yang ini katanya hanya membuang waktu mending langsung bertemu saja, begitulah yang ayahnya katakan.

Kedua orangtuanya dan juga Hendery telah siap tinggal menunggu sang putri yang masih di kamarnya. Sampai saat ini Mada masih susah untuk dihubungi, mau tidak mau gadis itu harus turun kebawah menemui keluarganya yang sudah menunggu. Dengan wajah yang tertekuk gadis itu menuruni satu persatu anak tangga.

"Senyum dong tuan putri kan mau ketemu pangeran." Goda sang kakak cekikikan. Hendery tahu betul adiknya itu hanya belum siap menerima orang asing di hidupnya. Tapi kenapa berbeda dengan Mada, lelaki yang akhir-akhir ini dekat dengan Elea. Mada adalah orang asing juga bagi Elea mereka tidak punya lingkungan yang mengharuskan mereka ada hubungan kecuali kantor. Apakah ada hubungan spesial antara keduanya. Hendery seringkali memergoki keduanya masuk ke bangunan yang sama yaitu apartemen. Setelah Hendery mencari tahu itu tempat tinggal adiknya.

Elea yang diganggu oleh kakaknya itu memutar bola matanya malas, tambah menekuk saja wajahnya.

"Sudah-sudah, Hendery jangan ganggu adikmu ini." Lerai sang ayah.

"Siap salah." Hendery memberi gesture hormat pada sang kepala keluarga. Ibunya yang melihat itu hanya geleng kepala.

"Baiklah sekarang kita berangkat. Tidak enak jika calon besan kita menunggu lama." Ucap sang kepala keluarga itu. Januar Alexander menggandeng lengan sang istri mesra di hadapan kedua anaknya membuat Elea dan Hendery memberi tatapan tidak terima.

"Kalian sih jomblo. Makanya segera menikah atau paling tidak punya pacar biar ada gandengan seperti daddy dan mommy." Kata sang ayah pamer tidak lupa senyuman jahilnya yang ditujukan untuk kedua anaknya itu.

"Sudah Dad, suka sekali mengganggu anak-anakmu ini." Bela sang Ibu untuk anaknya.

"Benar, mom." Adu putri bungsunya dan di angguki oleh si sulung.

...****************...

Jonathan, lelaki itu mengikuti kemana mobil yang Mada dan keluarganya tumpangi. Jonathan berpikir akan pergi kemanakah mereka karena tidak biasanya mereka pergi dengan pakaian yang formal dan rapi pula. Kenapa dirinya tidak diberi tahu? Oh, Jonathan merasa kecewa, sedikit.

Mobil Mada dan keluarganya berhenti di sebuah restoran mewah. Terlihat mereka turun dari mobil lalu memasuki restoran itu. Jonathan pikir pasti ada pertemuan keluarga mungkin? Karena masih penasaran mau tidak mau Jonathan mengikuti mereka, untung saja pakaian yang ia kenakan cukup rapi jadi ia takkan diusir oleh pelayan restoran sana. Jonathan melihat Mada dan keluarganya duduk di meja yang cukup besar kapasitasnya semakin yakin saja pikiran Jonatan bahwa itu adalah pertemuan keluarga. Jonathan memesan beberapa menu untuknya agar tidak disangka orang aneh oleh pelayan restoran jika hanya datang kesana untuk memantau Mada dan keluarganya saja.

Mata Jonathan memicing melihat siapa ikut bergabung di meja yang keluarga Mada tempati, mereka yang ikut bergabung itu juga berempat. Keluarga Alexander. Pertemuan macam apa yang melibatkan keluarga Alexander dan keluarganya Mada, bisnis? Sepertinya bukan. Lelaki itu melihat sosok gadis muda yang tengah duduk diantara Hendery dan ibunya, yang bisa dipastikan itu adalah si bungsu Alexander yanng terlihat cantik dengan riasan yang lembut memperlihatkan sisi anggunnya walaupun ada kacamata yang bertengger di hidungnya tapi tidak mengurangi kecantikannya sama sekali. Tapi wajahnya seperti familiar, pikir Jonathan. Kenapa berbeda sekali dengan waktu itu saat akan makan malam dengannya. Jonathan agaknya menyesal karena telah menolaknya. Nanti saja akan ia tanyakan langsung pada Mada apa yang sebenarnya terjadi lebih baik ia memakan hidangan yang sudah tersaji di meja saja.

Disisi Elea gadis itu terus-terusan merutuk dalam hati, siapa lelaki yang akan di jodohkan dengannya kali ini. Moodnya bertambah buruk karena kekasihnya masih tidak dapat dihubungi.

"Awas saja aku akan merajuk padanya selama seminggu penuh. Aku tidak akan tergoda dengan apapun yang kau lakukan." Dumalnya dalam hati di tujukan untuk Mada tentu saja.

Beberapa orang tampak bergabung ke meja, Elea belum masih menunduk memainkan ponselnya karena masih merasa kesal.

"Maaf kami semua terlambat, Januar." Ucap seorang pria seumuran Ayahnya. Elea mengenal suara itu meskipun jarang sekali ia berbicara dengan pemilik suara itu. Elea mengangkat kepalanya melihat siapa saja yang sudah bergabung itu. Dirinya tidak bisa untuk tidak terkejut dihadapannya sekarang adalah seluruh keluarga Jeffrey artinya kekasihnya juga ada di hadapannya. Duduk tepat dihadapannya.

"Tak apa, Jeff." Sang Ayah menyalami Ayah dari kekasihnya itu. Mereka terlihat begitu akrab seperti teman dekat. Dirinya tidak menyangka sama sekali orang tuanya mengenal orang tua Mada. Setelahnya Ayah  Elea dan Ayah Mada duduk kembali. Mereka berbincang seolah bernostalgia ke masa lalu mereka. Rupanya mereka sudah bersahabat sejak sekolah menengah tapi saat lulus kuliah mereka hilang kontak, pantas saja.

Januar Alexander awalnya melihat kinerja Mada yang berkompeten dan ia kagum pada lelaki yang seumuran dengan anak sulungnya tambahan sikapnya yang begitu baik dan sopan, selalu menghargai setiap orang. Sampai dirinya mempercayakan Mada untuk menjadi bodyguard untuk putri bungsunya saat berlibur ke Paris tanpa sepengetahuan putrinya itu untung saja tidak menolaknya. Januar Alexander tertawa saat mendengar laporan dari putrinya bahwa Elea diikuti oleh orang asing yang adalah Mada, suruhannya. Setelah dijelaskan barulah putrinya itu merasa lega. Namun rupanya hubungan keduanya malah bertambah dekat sejak kepulangan mereka dari Paris. Ia mendapat laporan dari Hendery sering melihat Elea dan Mada pergi ke apartemen yang sama. Dirinya jadi curiga apakah mereka memiliki hubungan yang spesial. Mengingat Elea selalu saja menolak perjodohan yang ia tawarkan padanya. Januar tahu perjodohan itu sengaja Elea gagalkan dengan berbagai alasan dan berbagai cara salah satunya meminta bantuan Mada. Sebenarnya dirinya tidak mempermasalahkan status sosial seseorang dihidupnya. Kalaupun putrinya memiliki hubungan dengan Mada yang kebetulan adalah anak dari sahabatnya Januar tidak keberatan sama sekali malahan ia sangat setuju dengan hubungan mereka. Suatu waktu Januar bertanya kepada Mada bagaimana pandangan Mada terhadap Elea, putrinya. Mada menjawab sebaik mungkin, memuji Elea dan tidak berlebihan. Januar dengan gamblang menawarkan putri bungsunya pada Mada agar di jadikan sebagai istri Mada. Mada tentu saja gugup awalnya tidak percaya sama sekali, Mada menolak secara halus bahwa dirinya merasa tidak pantas untuk putri Alexander. Januar agak kecewa mendapat penolakan itu, tapi dirinya tidak menyerah beberapa kali terus menanyakan hingga Mada mantap dan mau sampai disinilah mereka sekarang mengadakan pertemuan ini.

Elea menatap tak percaya pada seorang Mada yang juga tengah menatapnya juga. Lelaki itu tersenyum tipis, disampingnya ada anak muda berparas tak kalah tampan dari kakak dan ayahnya yang merupakan adik dari Mada juga turut bergabung makan malam.

"Hai." Sapa lelaki itu tanpa suara namun dapat Elea tangkap sapaan itu. Elea tersenyum menanggapinya. Mada terlihat sangat tampan dan berwibawa malam ini. Oh rasanya dirinya berkali-kali jatuh cinta pada sosok lelaki yang bernama Mada itu.

Januar berdehem menyadarkan keduanya dari acara tatap-tatapanya.

"Eh ada yang terkejut ya." Tanya Januar iseng terkekeh. Dirinya melirik ke arah Jeffrey yang ikut ikut tertawa. Mungkin sadar tadi yang Elea dan Mada lakukan. Saling mengagumi.

"Rupanya sudah ada yang jatuh cinta ya." Jeffrey, pria berumur itu ikut menggoda sang anak dan calon menantu.

Elea hanya menatap heran Daddy dan Ayah Mada yang ternyata sama saja. Mommy dan Ibu Mada menyelamatkan keduanya dengan mengalihkan pembicaraan ke inti.

"Jadi anakku Elea, sudah lihat calonmu kan? Bagaimana kau suka?" Tanya Mommy Elea tapi lebih ke menggodanya sih ini. Mommy Elea menatap Elea dan Mada bergantian.

"Mom.." bisik Elea malu, ditambah Mada juga ikut menatapnya. Sementara Hendery hanya menahan senyum jahilnya agar tidak kelepasan tertawa.

"Sudah-sudah, Clar. Malu itu anaknya ditanya langsung begitu. Biarkan saja mereka yang menjalani hubungan, cocok atau tidaknya urusan mereka nanti." Elea menghela nafas lega merasa di bela oleh ibu Mada. Wanita berumur itu menatap Elea penuh sayang membuat Elea mau tak mau ikut tersenyum juga membalas.

...****************...

Elea tidak langsung diijinkan pulang oleh Daddy dan Mommynya. Elea di biarkan pulang berdua dengan Mada. Elea tidak menolak sama sekali toh dirinya senang akhirnya bisa bertemu Mada, kekasihnya. Tapi ia merasa kesal pada Mada kenapa lelaki itu tidak memberi tahunya perihal makan malam ini. Elea ingat dirinya akan melakukan silent treatment pada Mada.

"Hey.. ada yang mau kau tanyakan?" Tanya Mada melihat Elea yang sedari tadi hanya diam seperti memikirkan sesuatu. Pasti Elea merasa dirinya dibohongi oleh Mada.

Elea masih diam tak melirik Mada sekalipun. Elea bahkan menyumpalkan telinganya dengan earphone membuat Mada mendengus kecil. Elea sedang mode merajuk.

"Elea." Tetap tak bergeming.

"Sayang~" deg. Jantung Elea berdetak lebih kencang dirinya belum terbiasa dengan panggilan ini dari Mada yang anti romantic. Elea menipiskan bibirnya berusaha menahan senyum.

"Hey.. Babe~" apalagi ini Mada mengucapkan dengan deep voicenya. Elea tidak kuat. "Aku tahu kau masih bisa mendengarkan apa yang aku ucapkan. Jadi berbaliklah tatap aku!" Ujar Mada.

Gadis itu menyerah, memutuskan untuk berbalik dan menatap lelaki yang beberapa tahun lebih tua darinya. "Kenapa? Tanyanya jutek.

"Kita kemana sekarang? Atau mau langsung pulang saja?" Tanya Mada pada intinya.

"Aku bahkan belum menjawab apapun." Elea mengerucutkan bibirnya.

"Jadi kemana?" Lelaki itu memegang kemudi.

"Aku tidak tahu." Jawab Elea mengedikan bahu. Karena gadis itu merasa lelah hari ini, inginnya sih langsung pulang ke rumah dan tidur tapi Elea masih rindu dengan kekasihnya itu setelah seharian tidak ada kabar. Mada menghela nafas. Lelaki itu menatap Elea penuh kagum dan tersenyum.

"Jangan menatapku seperti itu." Omelnya karena Mada terang-terangan melakukan itu membuat dirinya salah tingkah.

"Baiklah aku akan terpejam saja." Ucap melakukan yang ia katakan. Elea tersenyum mendekatkan wajahnya pada Mada. Gadis itu memberi kecupan kilat di pipi tirus kekasihnya. Sebelum Elea menjauhkan wajahnya Mada menahan tengkuk gadis itu dan menatap manik Elea. "Dasar tukang ambil kesempatan." Setelahnya mata Elea membelalak merasakan benda kenyal diatas bibirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!