🙂🙂 Sulit
menceritakan kisah Keyra si gadis cantik yang sejak kecil terpisah dengan ibunya dan itu membuatnya hidup tanpa aturan.
Keyra selalu terlihat kuat dan begitu tangguh, tapi, siapa yang tau isi hatinya bahwa sebenarnya dia adalah gadis rapuh yang selalu menginginkan untuk cintai.
Dicintai oleh ibu, bapaknya. Namun, Keyra tidak mendapatkan itu dan satu-satunya orang yang dapat menjadi sandarannya adalah pamannya.
Bagaimana perjalanan hidup Keyra yang harus bergantung pada pamannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Saja
Sayangnya, orang suruhan Dan tidak dapat menemukan keberadaan Zahra dan Keyla, tentu saja itu semua karena Zafran yang melindungi keduanya.
"Eyla, kamu ke kamar dulu, ya. Om mau ada perlu sama Mama kamu," kata Zafran dan Keyla yang berdiri di depan pintu itu menurut, ia meninggalkan Zahra dan Zafran yang masih ada di teras.
"Untung kamu cepat memberitahu ku sehingga aku dapat mengecoh orang suruhan Zidan," kata Zafran seraya menatap Zahra yang terdiam.
"Aku hanya ingin sekedar melihat, Zaf," timpal Zahra seraya menoleh kearah lawan bicaranya.
"Aku tau, tapi belum saatnya, Zahra." Zafran benar-benar khawatir pada sahabatnya dan meminta padanya untuk berhati-hati.
"Baiklah, terima kasih sudah mengingatkan ku," kata Zahra terdengar lesu.
"Aku pamit dulu," kata Zafran seraya bangun dari duduk.
"Iya, hati-hati," kata Zahra yang ikut bangun dari duduknya.
"Tidak usah perhatian jika kamu belum bisa menerimaku," lirih Zafran tanpa melihat kearah Zahra.
"Aku sahabat mu, jangan lupakan itu," kata Zahra yang kemudian masuk ke rumahnya, tidak lupa mengunci pintu.
****
Di rumah Bram, Ele baru saja kembali dari liburannya bersama Omah dan Opah.
Gadis kecil itu menatap Keyra yang juga baru kembali dari jalan-jalan bersama Dan, melihat kebersamaan itu tentu saja membuat Ele cemburu, mengira kalau Dan hanya sayang pada Keyra.
Karena itu, Ele segera berlari ke arah Dan berdiri, ia menarik lengan Dan supaya ikut bergabung bersama dengan yang lain.
Ya, begitulah Ele yang menginginkan semua menjadi miliknya.
Sementara itu, Keyra yang lelah lebih memilih segera ke kamar, ia berbaring dan karena sangat mengantuk ia pun seger terlelap.
Di lantai bawah, Zulaikha melihat sendiri bagaimana Celine tidak perduli dengan anak suaminya.
Karena hari sudah malam, sekarang semua orang pamit. "Bunda pamit dulu," kata Zulaikha pada Celine.
"Iya, Bun." Celine ikut bangun dari duduk, ia mengantar Zulaikha dan yang lain ke depan rumah.
Zulaikha yang berjalan belakangan itu mengajak Celine bicara lebih dulu, "Nak, jangan terlalu membedakan antara Ele dan Key, dia juga anakmu, anak suamimu anakmu juga."
Karena Celine tak ingin memperpanjang, ia pun menjawab singkat, "Iya."
"Jangan cuma iya doang, Kak," timpal Dan seraya menatap Celine membuat Celine merasa gerah dan terpojokan.
"Urus saja urusanmu, bocah menyebalkan," kata Celine dalam hati. Setelah keluarganya pergi, Celine segera masuk dan menuju ke kamarnya.
Celine duduk di sofa yang tersedia, ia mengambil rokoknya dan otaknya yang lincah itu mulai membuat rencana.
"Kalau Arsen bahagia, aku juga mau bahagia," kata Celine dalam hati.
Dan Celine yang sudah menyiapkan sesuatu untuk Bram itu tersenyum, ia segera mencampurkan sesuatu ke minuman untuk menyambut suaminya pulang.
Sayangnya, rencana Celine tak berjalan lancar karena nyatanya malam ini Bram tidak pulang.
"Astaga, hidupku hampa sekali," kata Celine yang kemudian berbaring di ranjang.
"Susahnya tinggal bareng mertua, semua seperti diawasi dan dibatasi," gumam Celine yang kemudian memejamkan matanya.
Dan ketika pagi hampir menjelang, Celine sudah harus membuka mata karena terkejut juga senangnya, ia menatap Bram yang akhirnya Bram mulai bereaksi dengan obat perangsangg yang Celine campurkan dengan minumannya.
"Pelan-pelan, Mas," lirih Celine seraya menahan dada bidang Bram.
"Obat apa yang kamu berikan padaku?" tanya Bram seraya terus beraksi.
Dan olahraga menjelang subuh ini menjadi olahraga sangat panas yang selama Celine tunggu-tunggu.
"Kamu hanya perlu menyalurkan hasrat, Mas. Tidak perlu tau apa yang ku siapkan untukmu," jawab Celine.
"Jalangg, manusia ular!" kata Bram yang terus bergoyang tak berhenti.
Dalam hati, Bram merutuki dirinya sendiri, tetapi, Bram juga tidak dapat mengelak saat terjebak dalam permainan Celine.
****
Di rumah Zahra, ia sedang membuat kopi, tanpa sengaja menjatuhkan panci yang ia pegang sehingga air panas itu sedikit banyak mengenai kakinya.
"Astaghfirullah, aku kurang berhati-hati," kata Zahra yang kemudian ke kamar mandi yang ada di dapur untuk menyiram kakinya menggunakan air dingin.
Apakah tersiramnya kaki Zahra adalah sebagai pertanda terbaginya air kenikmatan Bram pada wanita lain?
****
Singkat cerita, sekarang, Zafran yang sedang dalam perjalanan mengantarkan Keyla ke sekolah itu mengalami mogok.
Zafran pun turun dari mobil untuk mengeceknya. "Tunggu sebentar, Ey!" perintah Zafran pada Keyla.
Seraya menunggu, Keyla membuka buku dongeng yang baru saja Zafran berikan.
Zafran yang sedang mengecek mobil itu merasa senang karena Keyla selalu menyukai pemberiannya.
Lalu, Zafran tertegun saat mendengar suara yang tidak asing, suara itu adalah milik Marini.
"Lama tidak melihatmu," kata Marini yang sudah berdiri di belakang Zafran.
Zafran menoleh dan setelah melihat jelmaan iblis yang berdiri di belakangnya, Zafran berdoa dalam hati supaya Keyla tidak keluar dari mobil.
Ya, Zafran takut keberadaan Keyla dan Zahra akan tercium.
"Aku kira kamu sudah pergi dari kota ini," lanjut Marini, wanita berpakaian kasual itu melipat tangannya di dada.
"Saya masih dini, Nyonya." Zafran menjawab.
"Sekarang bekerja untuk siapa?" tanya Marini seraya memperhatikan gadis kecil yang ada di mobil Zafran.
"Dia putriku," kata Zafran yang menyadari kalau Marini memperhatikannya.
"Cantik," puji Marini, setelah itu, Marini menawarkan tumpangan dan tentu saja Zafran menolaknya.
Setelah itu, Marini menawarkan pada Zafran untuk kembali menjadi orangnya dan kali ini Marini menawarkan jabatan pada Zafran.
"Tidak, aku sudah nyaman seperti ini," jawab Zafran seraya menatap Marini.
Dan karena Marini bukan tipe orang yang suka memaksa, ia pun hanya bisa mengangguk, kemudian Marini yang memiliki perjanjian itu harus pergi.
Setelah kepergian wanita itu, Zafran merasa lega, tetapi hanya untuk sesaat, karena nyatanya Zafran takut kalau nenek sihir itu akan menyingkirkan Zahra untuk ke dua kalinya.
****
Di sekolah Keyra, pagi ini Dan lah yang mengantarnya sesuai permintaan Keyra.
Karena ada Dan tentu saja membuat Celine menitipkan Ele padanya.
Sesampainya di sana, Dan mencium kening Ele dan Keyra pun meminta hal yang sama.
Dan pun mengecup kening gadis itu satu persatu.
"Sekolah yang semangat," kata Dan.
Keyra dan Elena pun mengangguk. Lalu, sebelum turun dari mobil Keyra memanggil Dan, "Paman."
"Ya, ada apa?" tanya Dan seraya menoleh.
"Jangan lupa jemput," kata Keyra.
"Oia, Key. Paman akan sibuk untuk dua minggu ke depan, Paman tidak bisa menjemput," jawab Dan.
"Sibuk apa, Paman?" tanya Keyra.
"Kelamaan, keburu masuk jam pelajaran!" ketus Ele yang kemudian menutup pintu mobil Dan.
Sepertinya Ele cemburu dengan kedekatan keduanya.
Sementara Dan, ia tidak dapat menjelaskan karena baginya ini adalah urusan orang dewasa.
Ya, Dan akan membuka lembaran baru dengan wanita yang Zulaikha pilihkan.
Apakah Keyra akan tersisih dari sisi Dan?
aku suka banget...
tanggung jawab gak hayooo aku kehabisan tisu ini😭😭