Bagaimana jika sosok lembut dan ramah seperti Glow Magnolia Wilson bertemu dengan Zeppelin Blaze Ruiz — seorang ketua geng motor brutal yang memiliki sikap skeptis dan sangat dingin.
Sebuah insiden mempertemukan mereka berdua di mana Glow yang berprofesi sebagai seorang dokter harus menolong Blaze yang tertembak di tengah jalan akibat dari perang antar geng di Madrid.
Bagaimana kisahnya? Apakah Glow mampu merubah kebrutalan Blaze yang sudah berada di ambang batas tertinggi? Yuk simak kisahnya … Jangan lupa follow ig author @zarin.violetta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
16
"Ada apa kau kemari, Aron?" tanya Blaze.
"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja dan tak disuntik formalin olehnya," jawab Aron.
Glow menatap Aron sembari menunjukkan jarum suntik yang dipegangnya padanya. Lalu wanita itu melihat ke arah Blaze dan menyuntik lengannya.
"Berapa kali aku disuntik dalam sehari?" tanya Blaze.
"Sebanyak yang kusuka," jawab Glow random.
"Kalau begitu bolehkah aku menyuntikmu sebanyak yang kusuka juga?" balas Blaze dan membuat Aron tertawa kencang.
Glow menginjak kaki Blaze hingga membuat pria itu terpekik.
"Apakah kau selalu seperti ini pada pasienmu?" tanya Blaze yang kemudian merebahkan dirinya lagi di ranjang.
"Hanya pada pasien menyebalkan sepertimu," jawab Glow yang entah mengapa tak bisa sabar menghadapi Blaze.
"Satu jam lagi makan malam. Kau ingin makan di sini atau di luar?" tanya Glow.
"Di luar. Aron akan menemaniku," jawab Blaze.
"Oke," jawab Glow dan kemudian menyurush Aron berdiri karena ia akan memeriksa luka di perut Blaze.
Perban yang dipakai Blaze sedikit basah karena terkena air ketika pria itu membersihkan tubuhnya di kamar mandi tadi.
Lalu Glow membuka perban itu dan menutupnya kembali setelah memberinya obat. Glow menutupnya menggunakan plester berukuran besar.
Blaze memandangi wajah cantik Glow selama wanita itu mengobati luka di perutnya. Tak bisa dipungkiri bahwa Glow adalah wanita yang sangat cantik dan Blaze terpesona dengan kecantikan itu ditambah dengan wajah sinisnya saat melihatnya.
Dan Blaze yakin jika semua pasien Glow pasti akan merasa tak ingin cepat sembuh jika memiliki dokter secantik dan se-perhatian itu. Aron melihat tatapan mata Blaze yang begitu intens pada Glow dan itu membuatnya sedikit bahagia.
"Glow, kau punya pacar?" tanya Aron to the point.
"Bukan urusanmu," jawab Glow.
"Dia tak punya pacar," jawab Blaze.
Glow menatap mata Blaze.
"Jika pun punya, aku akan membuat mereka putus," lanjut Blaze dengan entengnya.
Aron tertawa mendengar ucapan Blaze yang sangat memancing itu.
"Jadi kau mulai mengakui bahwa kau terobsesi padaku, Tuan Ruiz yang terhormat?" tanya Glow.
"Me? Obsessed with you?" sahut Blaze.
Mereka saling bertatapan sesaat.
"Ya, aku terobsesi padamu," lanjut Blaze akhirnya.
"Tapi sayangnya kau bukan tipeku," jawab Glow dan beranjak berdiri tapi Blaze menahan tangannya.
"Aku sudah menguncimu dan tak akan ada pria mana pun yang berani mendekatimu," ucap Blaze.
"Wowww ... Aku takut," sahut Glow sembari tersenyum smirk lalu melepaskan tangan Blaze.
Aron kembali tertawa dan Blaze tak terlalu menggubris hal itu.
"Aku tak menyangka seorang Ruiz ditolak mentah-mentah oleh seorang wanita. Apakah akan tertulis di buku sejarahmu, Blaze?" ucap Aron yang masih tertawa.
Glow tahu bahwa rasa suka Blaze padanya hanya obsesi sementara karena pria itu adalah tipe pria yang tak pernah serius menjalin hubungan dengan wanita mana pun.
Dan Glow memang tak mau berpacaran karena menurutnya itu akan membuang-buang waktu. Glow hanya akan mempertibangkan sebuah hubungan dengan pria yang langsung melamarnya.
Dan selebihnya, keluarganya lah yang akan menilai apakah pria itu layak untuknya atau tidak. Keluarganya pasti akan mencari latar belakang pria yang dekat dengan Glow dengan sedetail mungkin tanpa ada satu yang terlewat dan untuk saat ini Glow sama sekali tak berkeinginan untuk menjalin hubungan dengan pria mana pun termasuk Blaze.
Tapi dari juga sih Glow yg selalu ingin masuk campur hal Blaze,Yang seharusnya bisa aja dia panggil dokter lain,..