NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: febyanti

Kiran, gadis cantik yang selalu setia menemani kekasihnya dalam suka mau pun duka. Ia mampu berdiri di belakang kekasihnya yang bernama Devgan, seorang pria yang berprofesi sebagai pengamen. Karena Kiran ia mampu membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya layak menjadi pendamping sang pujaan hati.

Suatu ketika, Devgan yang kerap dipanggil Dev itu berhasil menjadi orang terkenal dengan lagu-lagu yang diciptakannya, menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak kecil. Tapi, disaat ia berhasil, pertahanan kesetiaannya mulai goyah karena ada seorang gadis yang selalu mengisi kesibukannya di dalam dunia hiburannya. Tanpa ia sadari bahwa itu hanyalah godaan dalam kariernya yang tengah melejit.


Lalu, mampukah Kiran mempertahankan kekasihnya itu? Atau malah pergi karena tak ingin menghancurkan nama baik kekasihnya yang tengah naik daun dengan kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih yang dititipkan oleh kekasihnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Semua para tamu undangan menatap Dev dengan intens, pria itu berjalan menghampiri pelayan yang tengah mengantar minuman. Dev menepuk bahu gadis itu dan pelayanan itu membalikkan tubuhnya.

Keduanya saling tatap, pelayan itu tersenyum dan mengangguk.

"Silahkan, Tuan." Pelayan itu menyuguhkan minuman yang ada di atas nampan, dan Dev menggelengkan kepalanya.

"Tidak, terima kasih," tolak Dev. Dia menghela napas, nyatanya, bayang-bayang Kiran selalu menari-nari di pelupuk mata. Dia kembali menuju panggung, berhentinya menyanyi di tengah-tengah lagu membuatnya tidak enak hati. Apa lagi pada yang punya acara, dia meminta maaf karena sudah salah orang.

***

Jantung Kiran berdegup dengan sangat kencang. Dia tidak menyangka bahwa Dev menghampirinya, dia tak ingin bertemu. Rasa sakit yang dirasakan teramat sakit, lelaki itu seperti kacang yang lupa akan kulitnya.

Kiran ikhlas melepas semuanya, yang dia inginkan saat ini adalah hidup tenang bersama anaknya. Meski hidup susah tapi dia jauh lebih bahagia ketimbang harus bersama Dev tapi menyakitkan, dia dirahasiakan dari publik bahkan sampai saat ini lelaki itu nyaman dengan eksistensinya. Hidup bergelimang harta sampai menutup mata bahwa dia berada di titik seperti ini karena dirinya.

Kiran mendukung setiap langkah yang diambil lelaki itu, bahkan dia rela saat kekasihnya meminta menutupi hubungannya dari publik. Sampai Kiran mengira bahwa itu hanya alasan untuk menjadikannya sebagai idola para wanita.

"Hey, kenapa masih di sini? Cepat antarkan makanan ini," kata kepala chef di dapur.

"Maaf, Tuan. Sepertinya saya sakit perut, saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan sebagai pelayan. Saya di dapur saja," tolak Kiran.

"Ish, lalu siapa yang menggantikan mu? Kalau gitu cari gantinya," pinta kepala chef.

"Maaf, Tuan. Saya ke kamar mandi dulu." Kiran pun pergi, setibanya di toilet dia meneteskan air mata. Cinta yang dia punya nyatanya masih besar, tapi dia coba melawan itu. Dia tak ingin terus berputar di satu titik yang pada akhirnya hanya membuat mood nya berantakan.

Kiran menghapus bulir cairan bening dari sudut matanya, dia tidak boleh menyerah. Hidupnya harus tetap berjalan, dia tak ingin bertemu lelaki itu lagi. Biarkan dia hidup bersama putra kecilnya, hidup susah asal bahagia.

Kiran kembali mencuci piring, lalu dia meminta pada kepala chef untuk meminta makanan sisa dari penyajian para tamu. Ada beberapa potong daging yang ukurannya sangat kecil sehingga tak layak untuk dihidangkan, dan Kiran mengambil beberapa potong daging itu untuk dibawa pulang setelah mendapatkan izin.

"Krish pasti suka aku bawakan daging banyak," gumamnya. Dia pun menggantungkan plastik berisikan daging itu dan akan diambil jika pulang nanti.

***

Dev selesai mengisi acara hari itu, dia hanya beberapa jam mengisi acara di sana. Di sambung lagi dengan penyanyi yang lain. Sebelum keluar dari gedung, dia melihat-lihat bahkan mengelilingi ruangan itu. Dia berharap tak hanya bualan saat melihat Kiran di sana, dia ingin Kiran ada di sini. Tapi kenapa dia melihat Kiran memakai baju pelayan, rasanya itu sangat mustahil. Kiran orang berada, meski diusir orang tuanya gadis itu tidak mungkin hidup susah bukan? pikirnya.

Tanpa dia tahu bahwa Kiran keluar dari rumahnya tak membawa uang sepeser pun. Karena tadinya gadis itu akan menggantungkan hidupnya pada kekasihnya yang telah sukses. Tapi nyatanya? Harapan tidak sesuai dengan apa yang Kiran pikirkan, pria itu tidak datang menemuinya.

Dari situlah Kiran bertekad untuk pergi dari kehidupan lelaki itu, dan dia membuktikannya. Kiran tak mengambil kesempatan bahwa hari ini mereka ada di tempat yang sama. Kiran tak ingin kembali merasakan sakit hati untuk yang kedua kalinya. Karena harta dan ketenaran pria itu lupa dari mana dia berasal.

"Kiran, aku merindukanmu," lirih Dev. Dia kembali teringat dengan perut kekasihnya yang buncit. "Anak kita pasti sudah lahir," sambungnya.

Dev sudah mengitari setiap penjuru ruangan, tapi sepertinya dia memang salah lihat. Kiran tak ada di sana, dia malah mendapati kerubunan para wanita yang ingin berfoto dengannya.

Dan saat itu juga Kiran melihat saat dia hendak keluar untuk membuang sampah. Namun, dia tak ingin melihat itu lebih lama karena itu hanya menambah luka.

***

Dengan rasa kecamuk kesal di dada akhirnya Kiran melewati hari itu. Pekerjaannya sudah selesai dan hari sudah larut. Dia senang karena malam ini membawakan apa yang diangkat anaknya.

"Krish, Mommy pulang." Kiran menjemput Krish di rumah Neha.

Anak laki-lakinya menyambut kepulangan ibunya, terlebih dia menantikan apa yang sudah dijanjikan. Krish menunggu ibunya pulang dan rela tidak tidur lebih dulu demi sepotong daging.

Krish bersorak sorai, gembira karena Kiran membawakan daging untuknya.

"Ayo, Mommy. Kita pulang," ajak Krish.

"Neha, terima kasih sudah menjaga anakku," kata Kiran.

"Sama-sama, pulanglah. Krish tidak sabar menunggumu," kata Neha.

Tiba di rumah, Krish langsung mengambil piring dan membuka plastik yang berisi daging itu. Namun, raut wajah kecewanya tidak bisa disembunyikan. Yang Krish harapkan adalah daging dengan ukuran yang besar juga tebal.

"Kenapa kecil-kecil sekali, Mommy?" tanya Krish.

Kiran langsung bersedih, tapi dia menyuruh anaknya untuk segera makan. Meski hatinya sangat tercubit dengan penuturan putranya itu.

1
Ryy
berasa ntn Mohabbatein
Surati
bagus
Dewi Kasinji
Luar biasa
Dewi Kasinji
si Rohit jahat banget
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Syifa Nur
dari cerita ini aku jadi mengerti bahwa kita gk selamanya di atas dan kita gk selamanya di bawah dan juga aku ngerti kalau kita gk boleh hidup jangan lihat di atas saja karena masih ada orang yg lebih susah dari kita
Febyanti: 🤗🤗🤗
😊😊😊
total 1 replies
Syifa Nur
aku kok ikut sedih ya melihat nasib Kiran 😭😭
Febyanti: cerita ini memang harus siapkan tisu, wkwk
total 1 replies
Majotiku
Luar biasa
Siti Romlah
kenapa Dev tidak tanya nama momy Krish.
Siti Romlah
🤣🤣🤣 sedih X kurasa thoor.
kiran anak orang kaya, hidup miskin dan jadi pelayan.
Kriss anak orang terkenal, cucu orang kaya. tapi mau makan sepotong daging saja tak tersampaikan.
Thoor pertemukan Dev dengan Kiran.
kebahagiaan mereka di ujung jari mu thoor.
semangat terus dan sukses bikin aku mewek trus mbak Febyanti
Porman Siahaan
sambunganx ini mana yathor
Atik Bunga
ceritanya betul2 banyak mengandung bawang
Sky Blue
Apakh ngak ad lagi bonchapnya kx🥺
Novi Yantisuherman
RESTI nama tukang pecel di sini Thor, ( Restu kali thor wkwkwk )/CoolGuy//Facepalm/
Holipah
dih othor terlalu banyak bawang cerita nya 😭😭😭😭😭
Patrick Khan
.smw cerita kak othor selalu sukses bikin q mewek😭😭
Patrick Khan
.dav yg kadi artis..rohit yg sok bgt kyk nya..😅🤔
Maya Ratnasari
IGD kali ya thor, bukan ICU
sweetpurple
ok
Pipit Suciati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!