NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: enny76

Kisah cinta dua anak kembar yang memiliki nasib dan cinta berbeda. Vano dan Vana yang terlahir dari keluarga besar Mahesa, memiliki kekuasaan dan kekayaan turun termurah dari sang Daddy. Sosok dua saudara kembar ini memiliki sifat yang hampir sama, sama-sama memiliki ilmu bela diri dan pendirian yang kuat.

Zevana Alea Mahesa jatuh cinta pada Pria tampan bermata biru yang tak lain adalah Nathan. Hubungan mereka tidak lah berjalan mulus dan di tentang sang Daddy, sebab Nathan anak dari musuh bebuyutan kedua orang tuanya di masa lalu. Bagaimana kah cara Vana meyakinkan sang Daddy dan Mommy Delena?

Sementara Zevano Hendra Mahesa, Pria tampan bertubuh atletis ini banyak di gandrungi kaum hawa. Pembawaan nya yang Cool, dingin namun bersahaja mampu membuat wanita keplek-keplek. Kisah cinta nya mengalami dilema, dua wanita yang hadir dalam hidupnya membuat Zevano harus memilih. Siapa kah wanita yang akhirnya Vano pilih? Lalu bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?

Yuk ikuti terus kisahny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Buta

Susu di dalam gelas sudah tandas ia minum, lalu Vana memecahkan gelas ke lantai. Vana benar-benar sudah putus asa, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, bahkan setan pun tertawa bahagia. Seharusnya Vana bahagia dengan kehadiran Nathan Cinta pertamanya, Namun, melihat Pria tampan bermata biru itu malah membuatnya merasa bersalah pada dirinya sendiri.

Vana mengambil pecahan gelas dari lantai dengan tangan bergetar. dan ia mulai menyayatkan ke pergelangan tangannya.

"Selamat tinggal mommy, Daddy, kak Vano, Savira, Zidane. Maaf aku harus pergi, tidak ada gunanya lagi aku hidup." airmata Vana terus berjatuhan bersama goresan di pergelangan tangannya yang terasa nyeri.

Vana merasakan kepalanya berat, dan matanya gelap gulita, nafasnya sudah tercekat di tenggorokan. Tubuhnya luruh ke lantai dengan bersimbah darah.

Sementara Nathan sedang menerima kedatangan Dokter Alvin, dokter yang akan menangani kondisi Vana. Pria itu sudah menghubungi nya saat sudah sampai Bali tadi subuh.

"Bagaimana keadaan gadis itu?!

"Dia dinyatakan lumpuh sementara, saya mendengar nya saat tak sengaja lewat ruangan Dokter Agung, dokter yang menangani kondisi Alea."

"Boleh aku lihat kondisinya?"

"Tetapi...." Nathan tidak meneruskan kata-katanya, ia mendesah panjang.

"Kenapa?!

"Kondisinya sedang tidak baik, ia mengalami perubahan saat tahu kakinya lumpuh dan kecewa padaku karena telah membawanya kemari."

Alvin yang ternyata sahabatnya masa SMA. Hanya menggeleng lemah seraya menepuk pundak Nathan "Kau terlalu berani ambil resiko."

"Ayo kita lihat kondisinya."

Nathan mengangguk dan melangkah kearah kamar utama, tangannya mengetuk pintu dahulu sebelum membukanya, sebab ia takut Vana masih marah padanya dan mengusir kembali.

Tok, tok, tok...

"Alea, boleh aku masuk."

Tidak ada Jawaban atau suara isakan Vana di dalam kamar.

Tok, Tok, Tok...

"Alea....!!

"Lebih baik buka saja Pintunya, takut terjadi apa-apa. padanya" perintah Dr Alvin, seakan memiliki insting yang kuat.

Nathan membuka pintunya perlahan, ia pun mulai merasakan tidak enak hati sejak tadi.

JEGLEK!

"ALEA!!!!! pekik Nathan saat melihat Vana sudah tergeletak di lantai dengan pergelangan tangan berdarah. Nathan terlihat panik dan ketakutan, ia menggendong tubuh Vana yang mulai dingin keatas ranjang.

"Ya Tuhan Alea, kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau jadi nekad dengan melukai pergelangan tangan mu sendiri?!

"Alvin! cepat lakukan pertolongan untuk Alea ku! teriaknya dengan nafas tersengal dan perasaan gusar.

"Aku juga sedang melakukan nya. Ambil tas kerja ku di sofa."

Gegas Nathan keluar kamar dan mengambil tas dinas milik Alvin, lalu kembali lagi ke kamar dan memberikan pada Dokter muda itu. Alvin mulai sibuk menangani kondisi Vana yang memprihatinkan. Dengan cepat ia membalut luka pergelangan tangan Vana dengan perban, lalu memberikan infusan.

Dua puluh menit kemudian, Dokter Alvin sudah selesai mengobati luka dan menangani Vana dengan cepat dan telaten. Sementara Nathan hanya menatap nanar wajah wanita yang di cintai seraya menggenggam tangan Vana yang tidak terluka. Bola matanya mulai berkaca-kaca, perasaan bersalah terus menghantam jiwanya.

"Bagaimana kondisi Alea? tanya Nathan cemas.

Dokter Alvin menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskan perlahan "Untung saja kita tidak terlambat datang. Goresan lukanya tidak sampai dalam dan masih bisa diselamatkan, Namun sangat menghawatirkan dengan sikis nya yang mulai terganggu, sepertinya ia mengalami depresi, tekanan darahnya sangat rendah.

Nathan menoleh kearah Vana dan mengusap lembut kepalanya, sudut matanya mulai berair dan berjatuhan.

"Apa Alea sudah tidak apa-apa? ia masih belum sadarkan diri."

"Sabar bro! sudah ku bilang darah nya rendah, sudah pasti ia sangat lemas, apalagi tadi mengeluarkan banyak darah. Air infusan itu membantu untuk memulihkan daya tahan tubuhnya."

"Kalau begitu aku keluar dulu, kalau ada apa-apa panggil aku!"

Nathan mengangguk dan membiarkan Alvin keluar dari kamarnya. Nathan terus berada di samping Vana tanpa ingin beranjak dari ranjang.

"Sayang... ma'afkan aku, sungguh aku tidak berniat untuk menyakiti dan melukai mu. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak berniat menjauhi mu dari kelurga Tuan Reno Mahesa, tetapi aku hanya ingin menjaga dan melindungimu." Nathan membiarkan airmata nya terus berjatuhan, lalu ia ikut berbaring di samping Vana seraya menggenggam erat tangan gadis putih berparas cantik itu, walau tanpa makeup sekalipun.

Tiba-tiba Nathan merasakan hawa tubuh Vana dingin dan tangannya membeku. ia menyelimuti seluruh tubuh Vana hingga batas dada. Nathan begitu telaten menjaga gadisnya dan tidak ingin kehilangan cintanya lagi, walaupun dunia menentang nya ia tak peduli, Walau Reno akan membunuhnya kembali saat tahu anak gadisnya di culik, ia akan menentangnya, kini Nathan tidak peduli dengan hidupnya selama ia masih bisa mempertahankan cintanya💜

@Cinta itu buta, Cinta tidak pernah kita minta. namun ia datang dan pergi sesuka hati. kata orang cinta itu tidak ada logika nya. tetapi banyak orang yang terluka dan tergila-gila karena cinta 🥰

💜💜💜

@Mana nih dukungannya, Bunda nulis udah kaya kereta api loh... dua bab hari ini cin🥰

@BERSAMBUNG_____"

1
Anonymous
Ucapin selamat buat adik saja ngga… atau minta maaf dgn semua yg sdh terjadi… face to face
MRYSS
jujur Thor gua bosen bngt baca cerita vana yg ini JD maaf bngt y thorr kalau aku skip bbrp episode
MRYSS
jujur y thor bosan bgt baca tentang vana lagi latihan Ama ikut turnamen samurai🥱
MRYSS
njirr lah gua agk risih baca nya gara" nama vana selalu di bilang Zee" knp g vana aj
Debie Sidik Harizon
sedih deh... knp hak dilanjut sih... kecewa deh saya
Pipin Prihatini
kenapa klw cerita soal nathan selalu😭😭
1304 Siti Rusilawati
thank Thor suka
elena grace
keren ceritanya, bikin esmosi
Wiwin
kk teks ny ngulang ny jng kebanyak an dong masa iya bulir ke bawah msih crita yg sma sampe separo sndri
Samuel Hermanto
luar biasa , saya suka sekali saya tunggu kelanjutan nya.❤❤
Yati Alwayss Lealy
Kecewa
Yati Alwayss Lealy
Buruk
Ifah Ifah
tetap semangat yah thor 😘😘😘
Ifah Ifah
duuhh,, mudhan vano ga nyalahin safira yah kecelakaan yg menimpa bella 😭😭😭😭
Ifah Ifah
aamiin allahuma aamiin thor 😘😘😘
Ifah Ifah
aamiin allahuma aamiin thor 😘😘😘
Ifah Ifah
bella ohh bella knp kamu msh ga percaya sama cinta ny vano
Ifah Ifah
siaaapp bun thor 😘😘😘😘
Ifah Ifah
😭😭😭😭😭
Ifah Ifah
ko aq yg deg degan yah thor 😭😭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!