NovelToon NovelToon
Mutiara Di Balik Lumpur

Mutiara Di Balik Lumpur

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:268.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Season 1

Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.



Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.

Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Meski matahari mulai menyinari merasuk ke dalam celah-celah jendela tak membuat dua pasangan muda itu terbangun. Kehangatan yang mereka rasakan membuatnya enggan membuka mata. Terlihat dari cara sang wanita terus mencari tempat ternyamannya di dalam dekapan prianya.

Bian mendusel-dusel wajahnya merasa nyaman memeluk tubuh Nathan yang ia sangka guling. Aksinya membuat sang empu terganggu sehingga mengerjapkan mata. Pria itu membuka matanya menunduk ingin melihat apa yang di lakukan wanita di dalam dekapannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman tipis, dia menyukainya.

"Nyaman sekali guling ini, hangatnya," gumam Bian mengeratkan pelukannya kian semakin menenggelamkan wajahnya di dada Nathan.

"Sampai kapan kau akan terus memelukku?"

Eh..

(Kenapa ada suara pria?) Bian hanya berucap dalam hati dan masih enggan membuka mata.

"Bian Almeta, masih nyamankah berada di dekapanku?" Nathan berbisik di telinga Bian dan itu membuat sang empu merinding geli.

(Suaranya nyata.) Perlahan Bian membuka matanya, hal pertama yang ia lihat kulit tubuh seseorang. (Kok seperti kulit dada?) gadis itu perlahan mendongak, seketika matanya terbelalak. "Kau.."

"Nyaman ya, hmmm." Nathan tersenyum usil menaik-turunkan alisnya.

Sontak saja gadis itu terkejut kenapa pria ini ada di dekatnya dan juga kenapa dia bisa memeluknya? "Aakkhhh...." jeritnya mendorong tubuh Nathan.

Nathan yang ingin terjatuh kebawah malah menarik pundak wanita itu sebab salah satu tangannya masih menjadi bantal Istrinya.

Bruukk...

Keduanya terjatuh dari atas sofa saling bertumpang tindih dan selimutnya melilit tubuh mereka.

"Kau.. lepasin! Kurang ajar sekali memelukku tanpa seizin ku." Bian berontak berusaha melepaskan lilitan selimutnya.

"Shi*t..! Bisa diam tidak sih! Pergerakanmu membangunkan sesuatu." Umpat Nathan di kala miliknya mulai mengeras akibat gesekan dada dan tubuh Bian di atasnya.

Bian terdiam mencerna ucapan Nathan. Namun, ia merasakan ada yang menonjol di perutnya. "Nathan, ke kenapa di perutku ada yang mengganjal?" dengan polosnya gadis itu malah bertanya.

Nathan berhasil melepaskan tangannya dari balik selimut yang melilit mereka. Pria itu perlahan membuka lilitannya seraya menatap wajah kebingungan gadis di atasnya. "Kau ingin tahu itu apa?" tanya Nathan menyeringai, dan dengan bodohnya Bian mengangguk sebab ia tidak mengerti.

Nathan menggulingkan tubuh Bian sehingga kini dirinyalah yang berada di atas tubuh istrinya.

"Ini senjataku..." bisiknya kemudian mengecup bibir Bian karena merasa hawa panas mulai merasuki jiwanya. Nathan segera bangkit tak ingin bertindak jauh. Gadis itu sungguh membuat dirinya ingin selalu berada di dekatnya dan menyentuhnya.

"Senjata apa? aku tidak mengerti?" tanya Bian bingung lalu bangun mendudukan bokongnya.

Nathan tidak menjawab, pria itu lebih memilih masuk kamar mandi untuk menetralkan kembali nafsunya. "Shi*t..! Kenapa dengan Bian senjataku bangun? sedangkan dengan Eliza dan mantan-mantan ku tidak? meski mereka telanjang di depanku sungguh ku tidak bernafsu padanya tapi dengan Bian, tubuhku tak dapat berjauhan dan senjataku selalu mode on. Mama, ucapanmu menjadi kenyataan jika aku tak akan bernafsu pada wanita yang bukan istriku." lirihnya sambil masuk ke dalam bathtub berendam air hangat.

Nathan memejamkan mata mengingat kembali perkataan Mama kandungnya sebelum tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Mamanya.

"Nathan, kau harus menjaga kehormatanmu sebagai seorang pria. Jika kau memiliki kekasih, jangan melakukan hal semacam berciuman, making out atau making love tanpa adanya ikatan pernikahan. Orang pertama yang mendapatkan itu semua harus istrimu. Jika kau ingin berbuat hal itu maka Mama akan selalu datang berdiri di hadapanmu dan senjatamu akan terus loyo sampai kau menemukan orang yang tepat. Berjanjilah pada Mama!"

"Aku berjanji tidak akan melakukan hal yang di larang agama kita." Setelah berkata seperti itu, keesokan harinya Mamanya kecelakaan dan meninggal di tempat. Saat itu, usia Nathan baru memasuki usia remaja 15 tahun.

Dan ternyata, ucapan seorang Ibu itu nyata. Dirinya selalu kedatangan sang Mama di saat dia hanya sekedar ingin mengecup kekasihnya sampai setiap aksinya tidak jadi. Orang pertama yang mendapat ciumannya ialah Bian istri sahnya.

**********

Ceklek...

Nathan baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya. Dia sempat melirik Bian yang sedang pokus membalurkan pewarna hitam ke ke tubuhnya. Bian hanya memakai tank top crop menutupi bagian dadanya saja di padukan dengan celana hotpants mini duduk dengan pose ideas dan tangannya membalur pewarna itu dari ujung kaki naik ke atas paha. Pose seperti itu justru terlihat sexy dimata Nathan.

"Shi*t..!" Nathan melangkah menuju ruang ganti, pria itu memakai pakaiannya lalu keluar. Matanya kembali melihat Bian yang juga belum selesai.

"Kenapa kau memakai warna itu?" tanyanya penasaran mendekati istrinya duduk di hadapan Bian.

"Untuk menutupi warna kulitku."

"Aku tahu, tujuannya apa?"

"Apa kau pernah menonton film india, dimana pemeran utamanya menutupi kecantikannya menggunakan arang hitam untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang ingin berbuat jahat? Aku pun melakukan itu untuk melindungi diriku sendiri mengingat darimana ku tinggal."

Nathan menatap wanita di hadapannya. "Apa kau masih suci?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya Nathan.

Bian terperangah, dia mematung, matanya terpejam mengingat peristiwa yang hampir menodai dirinya. Meski preman itu tidak berhasil menciumnya, atau merabanya tapi dia merasa jijik pada dirinya sendiri karena sudah di pegang-pegang walau hanya tangannya saja.

"Aku... aku tidak sesuci itu.. aku.. aku sudah kotor.." bibirnya bergetar menahan sesak di dada. Air matanya begitu saja merebes membasahi pipinya.

Nathan menghelakan nafas merasa kecewa, tapi entah kenapa dia merasa iba dan tidak merasa marah. Dia repleks memeluk tubuh Bian memberikan kenyamanan mengusap punggungnya.

"Tenanglah!" Bian menumpahkan rasa sedihnya di pelukan Nathan. Setelah merasa baikan, Bian menguraikan pelukannya menghapus secara kasar air matanya. Dia kembali melanjutkan aktivitasnya sampai benar-benar selesai.

***********

"Than, Papa sudah menyiapkan tiket honeymoon buat kalian berdua di New York." Ujar Abraham ketika semuanya sedang berkumpul di meja makan.

Ukhuuk.. ukhuuk..

Bian sampai tersedak makanan, Nathan segera mengambilkan minuman lalu memberikannya pada Bian.

"Tidak..." Belum juga selesai, Nathan sudah memotong ucapan Bian.

"Tidak menolak. Kami mau honeymoon ke New York. Kita menerimanya." (Sekalian bertemu Eliza.) batin Nathan girang.

Bian menoleh menatap tak percaya, dia melotot meminta Nathan menolaknya. Nathan melirik, dia malah tersenyum menggenggam tangan istrinya. "Kamu setuju kan? siapa tahu dengan kita honeymoon hubungan kita semakin dekat."

"Yang di katakan Nathan benar, Bi. Kalian bisa melakukan pendekatan kalau perlu langsung cuusss buatkan cucu untuk kita." Meta menimpali tersenyum usil, mereka ingin hubungan keduanya semakin dekat.

Bian menghelakan nafas, ingin menolak namun takut mereka marah dan mengecewakannya. Diapun pasrah menerima tapi ia masih bisa membujuk Nathan membatalkannya.

**********

"Nathan, please... tolak permintaan mereka! Aku tidak mau honeymoon!" Bian merengek mengikuti Nathan ke ruangan kerjanya. Nathan menoleh memberhentikan langkahnya.

"Kau pikir aku mau? aku menyetujuinya sebagai alasan untukku bertemu dengan kekasihku."

"Maka dari itu aku tidak mau ikut. Kau boleh menemui kekasihmu tapi jangan ajak aku, aku mau mencari pekerjaan," balas Bian memohon.

"Kalau kau tidak ikut, Papa akan curiga. Lagian kau tidak perlu bekerja karena kau istriku jadi, ku berkewajiban menafkahi mu lahir batin."

Eh.. Nathan malah terdiam menyadari ucapannya. Dia melanjutkan langkahnya duduk di kursi membuka pekerjaan yang sempat tertunda.

"Iisshh..." gadis itu mendesis kesal.

Bersambung....

1
Devi Novita
kyk dr Indonesia ke Amerika aja 19 jam 😂 kyknya pesawatnya bolak balik berhenti deh mknya 19 jam
juwita
mampir
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
lah daddy sendiri datang k pusat pelacuran... bagaimana ngak memberi contoh... 🤭
Yanti Yanti
Luar biasa
Indah Maya Sari
orang tia serakah .. seperri hartax dia bawa mati saja, 🤭
Putri Minwa
Dibalik kesetiaan Nayla mampir ya thor
Def-rehanQu
lanjut
Daniela Whu
jangan" bapkx kandung x bian ini
Unknown
Nevada itu Amerika Thor hahaha, lu kira Nevada itu Meksiko
Unknown
apa bedanya las Vegas sama Amerika serikat Thor 🥴🥴🤣🤣 soalnya las Vegas juga USA
Ashraf Syafikah
wow banyaknyaaaa
Novianti Ratnasari
harus nya Anggelia jangan.mau melakukan hubungan suami istri klw blum nikah
Novianti Ratnasari
kaya nya kekasih nya Sean lg hamil ank orang
Novianti Ratnasari
cinta belum kelar
Novianti Ratnasari
knp ya laki2 pd takut am kecoa ketimbang tikus.
Novianti Ratnasari
tinggal Sean yg nikah am Mila
Novianti Ratnasari
Billi keren
Novianti Ratnasari
jangan2 Aiden mantan nya Nathan
Novianti Ratnasari
gila si Austin.bukan nya menjaga dn melindungi istri ini malah di jadikan pelacur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!