NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Dibalik sikap ceroboh dan somplak di antara ketiga sahabatnya, Zahra menyimpan kisah hidup yang cukup memilukan. Masa kecil bersama Yudha di sebuah Panti Asuhan, membuat Zahra menganggap Yudha sebagai kakak bahkan Zahra sangat mengagumi lelaki itu dan berharap bisa menjadi pendamping hidup Yudha selamanya—kelak.

Di satu sisi, Zahra berusaha menghindar dari Arga karena tidak ingin 'sial' jika berada di dekat lelaki itu. Setelah sebuah penolakan terlontar dari mulut Zahra, Arga memilih untuk pergi.

Namun, bagaimana jika sebuah rahasia tentang Yudha terkuak dan hal itu membuat Zahra kecewa? Akankah Zahra bisa memaafkan Yudha, atau mengejar cinta Arga yang pernah dia tolak sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

"Mas, aku pengen."

Rasya merengek sembari menggoyangkan tubuh suaminya. Beberapa saat kemudian, mata Pandu terbuka dengan berat. Lelaki itu baru tidur setengah jam lalu dan Rasya sudah membangunkan lagi. Melihat bibir Rasya yang maju beberapa centi, Pandu dengan gemas menarik tubuh Rasya supaya masuk dalam dekapannya.

"Kamu mau apa, hm?" Pandu mencium puncak kepala Rasya penuh cinta.

"Pengen martabak," jawab Rasya. Menunjukkan rentetan gigi putihnya.

"Martabak?" Pandu mengulangi dan Rasya mengangguk cepat. "Kalau begitu aku telepon Arga biar membelikan untukmu."

"Aku enggak mau Kak Arga yang nyari. Aku pengennya kamu." Rasya kembali merengek seperti anak kecil.

"Ra ...." Ucapan Pandu terhenti di tenggorokan. Dia yakin jika menolak saat ini, pasti Rasya akan menangis kencang. Pandu melirik jam dinding yang hampir menunjuk pukul sepuluh malam.

"Kamu tidak kasihan padaku?" tanya Pandu lembut agar Rasya tidak tersinggung. Rasya tidak menjawab dan justru terdiam saat Pandu mengusap kedua pipinya yang mulai terlihat sedikit lebih berisi.

"Maafin aku, Mas. Kalau begitu lebih baik kamu istirahat saja," ujar Rasya. Menurunkan tangan Pandu lalu mendorong tubuh lelaki itu supaya kembali tiduran. Pandu hanya menurut, tetapi tatapannya tidak sedikit pun terlepas dari gerak-gerik Rasya.

"Kamu mau ke mana?" tanya Pandu saat melihat Rasya turun dari tempat tidur.

"Aku pengen susu hangat." Rasya berlalu begitu saja tanpa menoleh kepada Pandu.

Pandu beranjak bangun dan merasa curiga dengan tingkah istrinya. Dengan terburu Pandu turun dari tempat tidur dan menyusul Rasya yang sedang menuruni tangga.

"Ra, tunggu!" teriak Pandu, tetapi Rasya seolah menulikan telinganya dan tetap berjalan dengan tenang.

"Kumala Rasya Putri!" Suara Pandu meninggi, tetapi Rasya masih tetap tidak peduli.

Ketika Rasya sampai di tangga terbawah, di saat itu pula Pandu mencekal tangan Rasya hingga langkah wanita itu tertahan. Menyadari sikap Rasya yang menunjukkan kemarahan, Pandu menarik tubuh Rasya masuk dalam dekapannya. Namun, Rasya justru meronta.

"Kamu mau susu hangat? Biar aku yang buatkan untukmu." Pandu menawari.

"Aku enggak mau dibuatin kamu. Enggak enak," ujar Rasya sembari bersidekap.

"Aku yakin kali ini pasti enak," ucap Pandu, tetapi Rasya justru mendengkus kasar.

"Aku ngambek sama kamu, Mas." Rasya memalingkan wajahnya. Pandu yang melihat itu justru menjadi gemas sendiri.

"Kenapa mesti ngambek? Kamu mau apa?"

"Martabak spesial seperti kamu yang sangat spesial di hatiku," sahut Rasya asal. Pandu tergelak keras saat mendengarnya.

"Kamu juga spesial untukku." Pandu menangkup wajah Rasya lalu mendaratkan ciuman di bibir wanita itu.

"Aku enggak percaya." Rasya menyingkirkan tangan Pandu lalu berjalan cepat menuju ke dapur. Pandu yang melihat itu dengan tergesa menyusul di belakang.

"Jangan berjalan terlalu cepat. Ingat, kasihan anak kita," ucap Pandu setengah berteriak.

"Kamu enggak kasihan padaku, Mas?" Rasya merengek. Pandu mengacak rambutnya kasar. Jika Rasya sudah bersikap seperti ini maka kesabarannya mulai di uji.

"Aku tidak kasihan padamu, tapi aku sangat mencintaimu."

"Sekarang aja bilang cinta, dulu kamu kegedean gengsi." Bibir Rasya mengomel, sedangkan tangannya sibuk membuat susu hangat.

Pandu berjalan mendekat lalu memeluk Rasya dari belakang. Pandu mengecup tengkuk Rasya hingga menciptakan gelayar aneh yang mampu membuat tubuh Rasya meremang. Sementara tangan Pandu mengusap perut Rasya dengan perlahan. Lelaki itu merasa sangat bahagia dan tidak sabar ingin segera memeluk buah cinta mereka.

"Mas, geli."

1
kaki novel
/Good//Good//Heart//Heart/
kalea rizuky
kok be kena aids
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙪𝙙𝙖, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙘𝙗 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙢𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙙𝙝𝙖 𝙟𝙙 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙢𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝2𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙧𝙥𝙙 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙪𝙙𝙪𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙖𝙨𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙟𝙡𝙨 𝙟𝙜 𝙩𝙖𝙧 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙟𝙙 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪.
Marlina Malla Cessa
bagusss cerita nyah ga ngebosenin 🥰🥰
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
congrats Arga n Zainab 🌹
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆
pipi gemoy
Arga mulai baper seperti si panu😆😆😆👻
pipi gemoy
ya ampun nih si Zainab minta di sleding 😂😂😂😂😂
pipi gemoy
ortu Arga noh👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
Yudha memenuhi janjinya dengan menjaga Zahra sampai akhir hayat 🥀
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sempat sempat menjadikan Arga tumbal setan👻👻👻
pipi gemoy
mulut mereka semua nga ada rem nya😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
suit suit Arga nih ye...😂😂😂😂
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!