Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.
Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu Mentari
Naura tak hentinya mengingatkan Erdana untuk selalu pulang cepat agar Yasmin tak kesepian di apartemen.
"Abang, bagaimana kalau kalian tinggal di rumah saja. Supaya ibu bisa menemani Yasmin kalau kau belum pulang." kata Naura lewat Sambungan telepon tadi pagi.
"Aku nggak bisa, bu. Jarak dari rumah ke kampusnya Yasmin cukup jauh juga. Kalau dari apartemen ini nggak sampai setengah jam. Aku janji akan lebih memperhatikan Yasmin."
"Baiklah. Jaga Yasmin dengan baik ya? Kasihan dia sedang hamil."
Erdana selalu mendengarkan kata-kata itu. Kasihan Yasmin sedang hamil.
Lalu bagaimana dengan dirinya? Apakah orang tuanya juga tak kasihan padanya karena menjalani hubungan tanpa cinta?
Akhirnya Erdana tiba di apartemennya saat jam menunjukan pukul 4 lewat 20 menit. Saat ia membuka pintu apartemen, nampak Yasmin sedang duduk di ruang tamu sambil mengangkat kakinya ke atas meja. Ia sedang melamun.
"Assalamualaikum!" Erdana mencoba menyapanya walaupun ia tahu kalau salamnya selama ini tak pernah dibalas oleh Yasmin.
Yasmin menoleh ke arah Erdana. "Waalaikumsalam."
Langkah Erdana terhenti saat mendengar Yasmin membalas salamnya. Saat ia menoleh ke arah Yasmin, perempuan itu masih seperti gayanya yang semula.
Ada senyum di wajah Erdana. Setidaknya ia tidak berhadapan dengan wajah judes dan tatapan tajam dari Yasmin.
Selesai ganti pakaian, Erdana kembali turun ke bawah. Yasmin masih duduk di tempat tadi namun kali ini ia sudah menyalahkan TV.
Erdana akan melangkah ke dapur. Ia ingin menyiapkan makan malam. Namun langkahnya terhenti saat mendengar berita yang ditayangkan di TV.
"Suatu kebanggan yang boleh kita rasakan bersama, saat desainer muda asal Indonesia Mentari Meftania boleh meraih penghargaan di kanca internasional saat rancangan gaun musim dinginnya menjadi salah satu gaun terbaik pilihan 100 juri dari berbagai negara. Perancang muda yang baru berusia 25 tahun ini terlihat sangat cantik dengan penampilan yang sangat feminim saat menerima penghargaan itu."
Mata Erdana terbelalak saat melihat penampilan Mentari yang lain dari biasanya. Ia mengenakan dress berwarna merah marun (pada hal Erdana tahu kalau Mentari tak suka dengan warna itu), rambutnya digulung ke atas, menampilkan punggung mulusnya (Erdana juga tahu kalau Mentari tak suka mengenakan baju yang terlalu terbuka karena memang Erdana sendiri tak menyukainya) dan Mentari hanya mengenakan sepatu hak yang tak terlalu tinggi, sangat jauh berbeda dengan kebiasaannya yang selalu menggunakan high heels.
Yasmin tersenyum melihat penampilan Mentari. Kak Mentari sangat cantik, walaupun terlihat agak kurus. Seharusnya aku memang tak hadir diantara mereka.
Saat Yasmin menengok ke samping, ia melihat mata Erdana yang bersinar menatap berita itu. Ia tahu kalau Erdana pasti merindukan Mentari, seperti dirinya juga yang selalu merindukan Andre dan diam-diam masih sering melihat Andre yang bermain basket.
Menyadari kalau Yasmin sedang melihatnya, Erdana memilih pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam. Ia sudah tahu dari ibu Gayatri kalau Yasmin sama sekali tak tahu masak. Bahkan masak mie instan saja ia tak tahu. Mungkin karena sejak kecil gadis itu terlalu dimanjakan oleh kakek neneknya karena ia adalah satu-satunya cucu perempuan di keluarga itu. Makanya Selama hampir 3 bulan mereka menikah, Erdana yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam walaupun Yasmin terkadang sudah memesan makanan lewat aplikasi online.
Selama hampir 2 jam Erdana ada di dapur. Begitu selesai, ia hendak memanggil Yasmin namun perempuan itu sudah tak ada di ruang tengah. Erdana berpikir bahwa Yasmin mungkin ada di kamarnya. Namun ia menghentikan langkahnya saat mendengar kalau ada yang berbicara dari balkon ruang tamu. Erdana mendekat. Sebenarnya ia ingin meninggalkan Yasmin sendiri, namun saat mendengar nama Mentari disebut, ia menghentikan langkahnya.
"Ayolah, Sar. Loe kan paling bisa melacak keberadaan orang. Masa sih mencari tahu desainer terkenal seperti Mentari Meftania, loe nggak bisa. Gue akan bayar loe berapapun juga yang loe minta, asalkan loe bisa menemukan di mana kak Mentari. Ok? Bye..."
Erdana cepat-cepat pergi sebelum Yasmin mengetahui kalau ia mendengarkan percakapan itu.
Saat Yasmin masuk, ia mencium bau makanan dan membuatnya lapar.
"Yasmin, ayolah makan!" ajak Erdana yang muncul dari dapur. Yasmin sebenarnya ingin memesan makanan dari luar, namun bau makanan yang dimasak oleh Erdana sangat mengunggah seleranya. Makanya walaupun ia masih kesal melihat wajah Erdana, Yasmin segera ke ruang makan karena ia juga merasa lapar.
Seperti biasa, kedua makan dalam keadaan diam. Sebenarnya Erdana sangat penasaran ingin bertanya mengapa Yasmin meminta orang untuk mencari tahu di mana keberadaan Mentari tapi ada rasa gengsi dalam hatinya.
Yasmin yang lebih dulu selesai makan. Ia mencuci peralatan makan yang digunakannya lalu segera masuk ke kamarnya sendiri.
Melihat Yasmin yang masuk ke kamarnya tanpa bicara, Erdana pun semakin mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ia memilih naik ke lantai dua untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.
***********
Sari Anjani merupakan kakak kelas Yasmin yang memiliki hubungan dengan dengannya. Sari Anjani bekerja di kantor Imigrasi.
"Bagaimana? Dapat nggak keberadaan Mentari Meftania?" tanya Yasmin penasaran.
"Loe kok bersemangat sekali ingin mengetahui keberadaan mantan suami loe. Memangnya mereka masih berhubungan?"
Yasmin menggeleng. "Suami gue aja nggak tahu dimana mantannya berada."
"Memangnya jika loe ketemu Mentari, apa yang akan loe lakukan? Mempersatukan mereka lagi?"
"Kalau benar, kenapa?"
Sari terkejut. "Loe gila ya? Loe kan sekarang sedang mengandung anaknya si tampan itu? Atau, jangan-jangan, ini anaknya si Andre ya?"
"Memangnya loe pikir gaya pacaran gue sama Andre sudah melewati batas? Nggaklah." Yasmin sebenarnya nggak punya alasan yang tepat mengapa ia ingin tahu keberadaan Mentari. Namun, kata hatinya terus berkata bahwa ia harus menemui Mentari.
"Terus alasan apa sampai loe mau ketemu dia?"
"Gue mau minta maaf padanya."
"Untuk apa?"
"Karena perjodohan gue dengan Kak Erdana pasti membuatnya terluka."
Sari hanya bisa mengangkat tangannya. "Bisa saja Mentari terluka karena mereka pacaran sangat lama. Menurut loe, pacaran lama kayak mereka apakah nggak sampai Bobo bareng'? Apalagi mereka sama-sama ada di luar negeri saat itu."
Yasmin menggeleng. "Gue tak tahu. Kalaupun hubungan mereka sudah sangat dalam, pasti kak Mentari akan merasa sangat terluka."
"Mentari ada di Jakarta. Pesawatnya baru mendarat tadi subuh. Jadi ku pikir kalau ia ada di rumah orang tuanya atau di apartemennya. Sebaiknya segeralah kau mencarinya sebelum ia menghilang lagi." .
"Terima kasih ya."
**********
Yasmin berdiri di depan pintu pagar rumah Mentari. Gerbang pagar itu terbuka sedikit dan saat Yasmin mencoba mengintip ke dalam, tak ada satpam yang berjaga di pos keamanan.
Dengan langkah pasti, Yasmin mencoba untuk masuk dan secara kebetulan, Mentari baru keluar dari pintu samping.
"Kak Mentari......!" panggil Yasmin.
Mentari menghentikan langkahnya mendengar suara yang dikenalnya memanggil dirinya. Jantungnya berdetak sangat cepat dan tangannya meremas pinggiran gaun yang dipakainya. Ia memejamkan matanya sebentar, mengatur napasnya agar teratur dan secara perlahan, ia membalikan badannya.
"Yasmin?" Mentari pura-pura terkejut.
"Boleh kita bicara kak?" tanya Yasmin sambil menatap gaun yang dipakai Mentari, sama persis dengan gaun yang dipakainya hari ini hanya saja warnanya berbeda.
Mentari sebenarnya tak ingin bicara dengan Yasmin. Namun ia akhirnya mengangguk.
***********
Apa sebenarnya yang ingin Yasmin bicarakan dengan Mentari?
Dukung emak terus ya guys...
tolong bagikan kisah ini kepada teman-teman sesama pembaca novel ya ??
cakep Thor
barusan tamat baca para juragan
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏