Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Satu tahun sudah Kara berada di London saat dia akan merasakan bahagia bersama pria yang dia cintai nya, tuhan berkehendak lain dalam perjalanan ke sebuah Apartemen Kara, Kevin mengalami kecelakaan, dan tidak bisa di selamat kan, disitu Kara harus menelan kembali rasa pahit hancur yang teramat dalam kehilangan pria yang dia cintai nya, pernikahannya dalam jangka waktu dekat ini dengan Kevin O'Leary telah pupus.
"Tuhan ...!!! apa aku tidak pantas untuk bahagia hiks...hiks....hiks.." teriak Kara di tengah-tengah kesunyian malam di atas balkon Apertemenya.
Kara pun menangis di tengah dinginnya malam tanpa kehadiran para sahabat-sahabat hanya satu sahabat yang selalu setia menemani Kara walaupun jarak jauh yang tidak bisa dijangkau dalam 1jam hanya ponsel yang bisa dia merasakan dekat walaupun kenyataannya jauh.
"Kara are you okay" tanya Leo melalui saluran telpon nya.
"i m okay" Jawab Kara walaupun hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"lu harus sabar Kar ini sudah takdir kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu sendiri"
Kara merasa bersalah atas kecelakaan Kevin sebab malam itu Kevin sebelum kecelakaan Kevin berniat untuk datang ke Apartemen Kara untuk mengantar kan gaun yang sudah di pesan kan oleh Kevin, Malam itu Kara udah melarang Kevin untuk datang karena hari sudah malam, tapi Kevin bersikeras untuk datang agar Kara mencoba gaun yang sudah di pesankan.
"Tapi ini salah ku juga Leo, seandainya malam itu aku tidak terima telpon dari Kevin mungkin Kevin mengira aku sudah tidur, dan pasti dia tidak akan datang" Ujar Kara.
Hiks...Hiks..Hiks. Kara menangis sejadi-jadinya di dalam percakapan telepon bersama Leo.
"Kara apa perlu aku datang untuk menemanimu?" Kata Leo sahabat Kara yang selalu ada untuk nya, setelah di tolak Kara, Leo tak pernah lagi mengungkapkan perasaannya dia pun sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan menjadi sahabat Kara yang akan selalu melindungi Kara.
"Tidak usah Leo mungkin bulan ini aku akan pulang ke Indonesia, jadi tunggu aku disana banyak cerita yang akan aku bagi untuk mu"
"Ok Kar aku tunggu sekarang kamu istirahat ya tenangkan pikiran mu"
Percakapan pun selesai dan Kara melanjutkan istirahat sebisa mungkin Kara memejamkan matanya walaupun kenyataannya ia tidak bisa bayangan Kevin selalu menjadi pikiran buat Kara.
Tempat lain, Indonesia pukul 9 malam, bayi mungil yang baru dua bulan itu menangis terus-menerus kekurangan asi membuat nya menangis.
"Sabar ya sayang nenek buatkan kamu teh, maafkan nenek, tadi nenek tidak sempat membelikan susu" Si nenek pun pergi memanaskan air untuk membuat teh, tiba-tiba ketukan pintu terdengar oleh nenek.
"Assalamu'alaikum..Ni Tok...Tok... Tok."
Siapa malam-malam datang ke rumah" gerutu Nenek.
"Assalamu'alaikum..."
Terdengar lagi oleh nenek.
"Wa'alaikumsalam...." Jawab nenek sambil melangkah kan kakinya ke arah pintu.
Nenek pun menarik pintu yang terbuat dari Anyaman.
Krek..., Nak Asep ada apa malam-malam datang nak, silahkan masuk.,"
"Terimakasih nek saya masuk ya"kata Asep.
"Iya nak silahkan duduk Nenek buatkan minuman dulu ya"
"Tidak usah nek saya datang kemari ingin memberikan ini"
Asep membawa bingkisan plastik hitam dan menyerahkan bingkisan itu ke nenek.
"Ini apa Nak Asep?" tanya nenek penasaran nenek pun segera membuka bungkusan terlihat box susu formula untuk Satria putra Angel yang baru di lahir kan lalu di tinggal kan tanpa pesan oleh Angel.
Angel pun entah kemana tidak meninggalkan pesan apa pun, si nenek yang bekerja sebagai jasa urut kemana pun selalu nenek bawa agar bisa ke kota untuk membeli susu untuk sang bayi.
"Semoga bermanfaat ya nek" kata Asep.
"Alhamdulillah nak terimakasih banyak sama nak Asep sudah repot-repot membawa susu untuk satria." Ujar nenek.
Si Asep pun mengembalikan semua uang yang pernah nenek titip kan untuk membelikan susu karana usia nenek sudah terlampau tua kadang tidak mampu untuk berjalan jauh, kadang pula setiap orang yang lewat depan rumah untuk pergi ke pasar nenek selalu menitip untuk membeli susu, jarak pasar lumayan jauh harus mengunakan angkutan umum, saat nenek ke pasar belanja nenek terjatuh dari situ nenek selalu menitip setiap orang yang akan pergi ke pasar.
"Tidak usah nak, ini uang untuk beli susu cicit nenek"
"Nek tolong ambil ya, nenek bisa gunakan uang ini untuk keperluan yang lain" Ujar Asep yang merasa simpati dengan nenek yang hanya tinggal sendiri.
Nenek menitikkan air matanya merasa terharu atas pemberian dari putra karang taruna.
Oek.... Oek...Oek..., Satria kembali menangis.
"Nek seperti nya satria nangis"
"Iya nak mungkin harus, nenek buatkan susu dulu ya"
"Saya pamit saja ya nenek"
"Oh ya sudah kalau seperti itu, terimakasih banyak ya nak"
"Sama-sama nek, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam..."
Setelah Asep pulang nenek membuat susu untuk satria.
Kadang perjalan hidup penuh dengan teka-teki sulit untuk di tebak di kemudian hari kita akan ada itu hanya tuhan yang tahu.
Berjuang lah jika itu terbaik untuk hidup kita kedepannya tinggalkan jika di membuat mu tak nyaman.
...----------------...
Terimakasih 🙏
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah