Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.
Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.
Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Semenjak hari perombakan penampilan Kael di warnet, hubungan antara Raka, Budi, dan Kael berjalan semakin akrab.
Raka secara serius mulai menyusun rencana untuk menerjunkan Kael ke skena kompetitif.
Karena modal uang cukup, Raka memutuskan untuk mendanai tim kecil mereka.
Raka menyewa beberapa slot PC berspesifikasi tinggi di warnet langganan mereka untuk dijadikan tempat latihan rutin.
Untuk melengkapi anggota tim yang kurang, Kael mengajak dua orang teman online-nya yang punya kemampuan lumayan.
Sedangkan posisi kapten sekaligus pengatur strategi dipegang langsung oleh Raka, meskipun secara mekanik jari-jarinya sering kalah cepat dari anak-anak muda itu.
Budi sendiri ditunjuk oleh Raka sebagai manajer operasional sekaligus seksi sibuk yang mengurus konsumsi dan kebutuhan moral tim.
"Rak, aku beneran bingung loh. Kamu kok sekarang malah fokus ngurusin tim game begini?" tanya Budi suatu sore saat mereka sedang berjalan menuju warnet.
Raka terkekeh sambil merangkul pundak Budi. "Ini namanya investasi masa depan, Om. Tenang aja, bentar lagi tim kita bakal mulai menghasilkan duit gede."
Dua bulan berlalu dengan latihan yang intens. Raka fokus membenahi cara komunikasi tim dan makro strategi mereka, sementara Kael bertugas sebagai ujung tombak eksekutor di dalam game.
Kesempatan yang ditunggu akhirnya tiba ketika sebuah pusat perbelanjaan di kota menggelar turnamen lokal berskala regional dengan total hadiah puluhan juta rupiah.
Hari pertandingan pun tiba. Suasana di atrium mall bener-bener ramai dan bising oleh teriakan penonton serta suara komentator yang menggema lewat pelantang suara.
Puluhan tim dari berbagai daerah berkumpul, rata-rata mengenakan jersey tim yang kompak.
Sementara itu, tim Raka hanya memakai kaos oblong hitam polos yang dibeli lusinan di pasar.
Budi kelihatan menjadi orang yang paling gugup di antara mereka semua.
Dia mondar-mandir sambil membawa beberapa botol air mineral dan sekotak tisu untuk mengelap keringat anak-anak tim.
"Aduh, Kael, kamu grogi gak? Jantungku yang malah mau copot rasanya ngelihat panggung gede begitu," ucap Budi panik. "Kamu tenang aja ya di atas panggung nanti. Kalau kamu haus atau laper, langsung bilang ke aku. Aku udah siapin semuanya di bawah meja."
Kael yang penampilannya sudah jauh lebih rapi dengan rambut pendek model undercut hanya tersenyum tenang. "Aman, Om Budi. Berkat Bang Raka yang sering marahin gua pas latihan, mental gua sekarang udah setebal tembok proyek."
Turnamen dimulai dari babak penyisihan.
Di sinilah strategi makro yang diajarkan Raka dari masa depan benar-benar menunjukkan taringnya.
Di tahun 2015, kebanyakan tim lokal masih bermain secara asal-asalan dan hanya mengandalkan kemampuan individu.
Merekq sama sekali belum paham konsep map control, manajemen ekonomi di dalam game, ataupun rotasi objektif yang efektif.
Raka yang bertindak sebagai kapten langsung memberikan komando yang presisi lewat headset. "Kael, lu tahan posisi di area kanan. Jangan maju dulu sebelum gua kasih aba-aba. Biar tim lawan kepancing masuk ke jebakan kita."
"Siap, Bang!" sahut Kael fokus.
Begitu tim lawan masuk ke area eksekusi, Kael langsung bergerak dengan kecepatan jari yang tidak masuk akal.
Karakter gamenya meliuk-liuk menghindari serangan lawan, lalu dengan akurasi gila membantai seluruh anggota tim musuh dalam hitungan detik.
TRIPLE KILL!
WIPED OUT!
Penonton di sekitar panggung langsung bersorak heboh melihat aksi mekanik dewa dari Kael.
Bahkan komentator turnamen berkali-kali meneriakkan nama Kael lewat mikrofon karena takjub dengan permainannya.
Di pinggir panggung, Budi melompat-lompat kegirangan sampai tidak sengaja menyenggol kursi plastik di dekatnya. "Hebat! Kamu hebat banget, el! Raka, lihat itu! Tim kita menang lagi, kan?!" teriak Budi histeris saking senangnya.
Tim amatir bentukan Raka berhasil melaju mulus tanpa kekalahan hingga ke babak final. Di babak penentu, mereka berhadapan dengan
tim unggulan kota yang sudah sering menjuarai turnamen lokal.
Pertandingan sempat berjalan sengit karena Raka sempat melakukan kesalahan posisi akibat jarinya yang kaku.
Namun, koordinasi tim yang solid dan insting tajam Kael berhasil membalikkan keadaan di menit-menit akhir.
Setelah pertempuran sengit selama tiga puluh menit, layar monitor tim Raka menampilkan tulisan besar: VICTORY.
Mereka resmi keluar sebagai juara pertama. Kael langsung berdiri dari kursinya dan berteriak lepas, melepaskan seluruh emosi kegembiraannya.
Raka tersenyum puas dan langsung memeluk anak-anak asuhnya itu.
Saat penyerahan piala dan hadiah simbolis di atas panggung, Budi bahkan sampai meneteskan air mata saking terharunya melihat anak-anak muda itu memegang trofi juara.
Satu pekam setelah kemenangan di turnamen lokal, nama tim mereka mulai dikenal di komunitas game regional.
Beberapa sponsor lokal bahkan mulai melirik untuk memberikan tawaran kerja sama kecil-kecilan.
Kael pun kini menjadi idola baru di warnet tempatnya biasa nongkrong, membuat rasa percaya dirinya di dunia nyata meningkat drastis.
Hubungannya dengan orang tuanya pun sedikit membaik setelah dia membawa pulang uang hadiah turnamen senilai belasan juta rupiah sebagai bukti bahwa hobi main gamenya bisa menghasilkan uang.
Di sisi lain, Raka memanfaatkan waktu luangnya di rumah untuk kembali mengecek perkembangan aset digitalnya melalui PC.
Selama beberapa bulan terakhir, Raka secara konsisten menyisihkan sisa uang hadiah sistem dan keuntungan dari proyek untuk dibelikan beberapa saham teknologi dan aset kripto potensial yang dia ketahui dari masa depan.
Ketika Raka membuka akun portofolionya, matanya langsung berbinar melihat angka-angka yang tertera di layar.
"Gila... grafiknya naik tajam bener," gumam Raka sambil geleng-geleng kepala. "Aset kripto yang gua beli kemarin harganya udah naik hampir tiga kali lipat dari harga pas gua beli. Saham e-sport yang gua cicil juga mulai menunjukkan tren positif seiring berkembangnya industri game tahun ini."
Dengan perkembangan finansial yang luar biasa ini, Raka tahu dia tidak perlu lagi bekerja keras memeras keringat di tempat proyek atau pabrik sepatu untuk menghidupi Nadia dan Reno.
Duit miliknya sekarang sudah lebih dari cukup untuk membeli rumah yang jauh lebih layak dan menjamin seluruh fasilitas hidup keluarganya.
Sembari Raka tersenyum puas memandangi layar monitor PC-nya, sebuah suara familier yang sudah lama tidak terdengar mendadak berdering di dalam kepalanya.
Ding!
Sebuah jendela hologram transparan muncul otomatis di depan wajah Raka, menampilkan pembaruan data dari sistem.
[Analisis Perubahan Garis Waktu Berhasil Dihitung]
Hubungan komunikasi internal keluarga Anda kini berada dalam status: Sangat Stabil.
Potensi kehancuran masa depan akibat pihak ketiga (Riko) berhasil ditekan hingga: 0%.
Bakat legendaris masa depan (Kael) berhasil di percepat dan diselamatkan dari jalur depresi dan kini berada di jalur karier yang tepat.
Kondisi finansial keluarga mengalami lompatan masif.
[Progres Misi Utama: 77%]
Catatan Sistem: Anda berjalan di jalur yang sangat tepat. Perubahan takdir di masa lalu mulai membentuk pondasi masa depan yang jauh lebih megah.
Raka bersandar di kursi kerjanya sambil menghela napas lega.
Angka 77% itu menjadi bukti nyata kalau semua tindakannya selama beberapa bulan ini, mulai dari baku hantam dengan Riko di tengah hujan deras, menata ulang komunikasi dengan Nadia, hingga membimbing bocah culun di warnet, tidak ada yang sia-sia.
"Tinggal dua puluh tiga persen lagi," batin Raka penuh keyakinan. "Gua bakal pastiin kalau pas gua balik ke tahun asal gua nanti, nasib keluarga gua dan orang-orang di sekitar gua bener-bener udah berubah total jadi jauh lebih bahagia."