NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Malam yang Tak Terlupakan

Malam semakin larut. Cahaya bulan purnama bersinar terang, menerangi kamar tidur Liora dengan siluet perak yang lembut. Udara di dalam ruangan terasa hangat, bercampur dengan aroma anggur yang masih tersisa di napas Liora.

Liora masih tertidur di atas tempat tidur. Napasnya sedikit cepat, dan wajahnya masih merah karena efek alkohol. Ia bergerak-gerak gelisah di atas kasur, sesekali menggumamkan kata-kata yang tidak jelas.

Alex masih duduk di kursi di samping tempat tidur, menatap Liora dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia sudah menjaga Liora selama berjam-jam. Matanya belum tidur, dan pikirannya terus berputar.

Ia melihat Liora yang tampak begitu rapuh di depannya. Rambut Liora tergerai di atas bantal, dan bibirnya sedikit terbuka. Napasnya yang teratur dan pelan membuat Alex merasa dadanya sesak.

Alex menghela napas panjang. Ia berdiri, berniat untuk kembali ke kamarnya. Namun, saat ia berbalik, sebuah tangan tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.

Alex menoleh. Liora sudah terbangun. Matanya masih sayu, dan tatapannya masih belum fokus. Namun, ia menatap Alex dengan tatapan yang penuh dengan sesuatu—sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

"Alex," panggil Liora, suaranya serak dan pelan. "Jangan pergi."

Alex terdiam. Ia menatap Liora yang masih terbaring di tempat tidur, dengan tangan yang masih menggenggam pergelangan tangannya.

"Liora, kau masih mabuk. Kau harus istirahat," kata Alex, suaranya berusaha tenang.

Tetapi Liora tidak melepaskan tangannya. Ia menarik tangan Alex sedikit lebih dekat. "Tinggal... tinggal di sini, Alex. Jangan tinggalkan Liora."

Alex merasakan dadanya berdegup lebih kencang. Ia melihat mata Liora yang masih sayu, tetapi ada kerinduan di dalamnya. Alkohol telah melonggarkan semua batasan yang biasanya ia buat. Liora tidak lagi menahan diri. Ia membiarkan perasaannya mengalir.

Alex menelan ludah. "Liora, kau tidak tahu apa yang kau minta."

"Aku tahu, Alex," jawab Liora, suaranya pelan tetapi tegas. "Aku tahu apa yang aku minta."

Alex menatap Liora untuk waktu yang lama. Matanya yang biasanya polos, kini berubah menjadi tatapan yang lebih dalam. Ia merasakan perjuangan di dalam dirinya. Selama ini, ia selalu menahan diri. Ia selalu menjadi Alex yang polos, Alex yang tidak mengerti apa-apa. Tetapi saat ini, di malam yang sunyi ini, dengan Liora yang memintanya untuk tetap tinggal, ia tidak bisa lagi menahan dirinya.

Alex duduk di tepi tempat tidur. Tangannya yang besar dan kokoh meraih tangan Liora, dan jari-jarinya saling bertaut.

"Kau yakin, Liora?" tanyanya, suaranya lebih rendah dan lebih dewasa dari biasanya.

Liora mengangguk. "Aku yakin, Alex."

Alex tersenyum. Senyuman yang berbeda dari biasanya. Bukan senyuman polos Alex yang biasa ia tunjukkan. Senyuman ini adalah senyuman seorang pria dewasa yang akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan.

Alex menunduk, dan perlahan ia mencium bibir Liora. Ciuman itu lembut, tetapi penuh dengan perasaan yang sudah lama ia pendam. Liora membalas ciuman itu, tangannya meraih leher Alex dan menariknya lebih dekat.

Ciuman itu semakin dalam. Alex merasakan bibir Liora yang lembut dan hangat, dan ia merasakan napas Liora yang berpadu dengan napasnya.

Alex perlahan melepaskan ciumannya, dan menatap Liora dengan tatapan yang penuh gairah. "Malam ini, Liora, aku akan menunjukkan siapa aku sebenarnya."

Liora menatap Alex, dan ia melihat sesuatu yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Sebuah sisi dari Alex yang selalu ia sembunyikan. Sisi yang dewasa, sisi yang kuat, sisi yang penuh dengan hasrat.

"Tunjukkan padaku, Alex," bisik Liora.

Alex tersenyum. Ia mulai melepas kemejanya, satu per satu, memperlihatkan tubuhnya yang kokoh dan bidang. Liora menatapnya, dan ia merasakan jantungnya berdegup semakin kencang.

Alex menunduk dan mulai mencium leher Liora, menciptakan jejak-jejak ciuman yang membuat Liora menggigil. Tangannya yang besar mulai meraba tubuh Liora, melepas pakaiannya dengan perlahan dan hati-hati.

Liora merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasakan sentuhan Alex yang hangat, ia merasakan napas Alex yang berdesah di telinganya, dan ia merasakan hasrat yang mulai membara di dalam dirinya.

"Alex..." desah Liora.

Alex menatap Liora, dan matanya berkilau di dalam gelap. "Kau milikku, Liora. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu."

Mereka bersatu dalam keheningan malam. Gerakan mereka perlahan, tetapi penuh dengan perasaan. Alex memperlakukan Liora dengan sangat lembut, seolah ia takut merusaknya. Namun, di balik kelembutannya, ada gairah yang tidak bisa ia sembunyikan.

Liora merasakan dirinya larut dalam Alex. Ia merasakan setiap sentuhan, setiap desahan, dan setiap kata bisikan Alex di telinganya. Alkohol mungkin telah memulai semua ini, tetapi yang terjadi sekarang adalah sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang sudah lama tertanam di hati mereka berdua.

Malam itu, mereka menjadi satu. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Alex akhirnya menunjukkan sisi aslinya—sisi yang selama ini ia sembunyikan dari Liora.

Dan Liora, dalam kepolosannya, menemukan bahwa Alex bukan hanya suami yang polos. Alex adalah seorang pria yang penuh dengan rahasia, tetapi juga penuh dengan cinta.

Saat fajar mulai merekah, Alex dan Liora masih terlelap dalam pelukan satu sama lain. Keringat masih membasahi tubuh mereka, dan napas mereka masih teratur dan pelan.

Malam itu adalah malam pertama mereka sebagai suami istri yang sebenarnya. Dan meskipun Liora masih belum sepenuhnya mengerti siapa Alex sebenarnya, ia tahu satu hal: ia tidak akan pernah menyesali malam ini.

Di dalam tidurnya, Alex tersenyum. Dan di dalam tidurnya, Liora juga tersenyum.

Malam itu, semua rahasia mungkin belum terungkap. Tetapi cinta mereka, untuk pertama kalinya, telah benar-benar bersatu.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!