NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Harga Sebuah Nama Baik

"Benar. Tadi pagi aku lihat sendiri. Leher Vira merah, mirip bekas cupang."

"Ya ampun... jadi gosip kalau Vira sering masukin laki-laki ke rumahnya itu benar?"

"Maksudmu... dia berzina?"

"Jangan sembarangan nebak," sela seorang ibu. "Itu cuma tanda merah di leher. Siapa tahu emang benar karena tomcat."

"Iya, tapi aku juga dengar Daril ngomong yang aneh-aneh."

"Aneh gimana?"

"Dia emang gak bilang terang-terangan kalau pernah berhubungan intim sama Vira. Tapi cara bicaranya ngarah ke sana. Seolah hubungan mereka dulu udah lebih dari sekadar pacaran biasa."

"Dari mana Ibu dengar?"

"Semalam aku lewat warung kopi. Kebetulan Daril lagi ngobrol sama teman-temannya."

"Ya ampun... gosipnya makin macam-macam, ya. Mulai dari dibilang gak perawan, katanya hubungan sama Daril kelewatan, sekarang malah dituduh bawa laki-laki ke rumah dan gonta-ganti pasangan."

"Aku sih masih gak percaya Vira kayak begitu."

"Tapi kalau gak ada api, mana mungkin ada asap?"

Kalimat itu membuat rahang Arvin mengeras. Kedua tangannya mengepal kuat.

"Gak mungkin... Vira bukan perempuan seperti itu."

Tanpa berpikir panjang, Arvin melangkah masuk ke dalam warung.

"Ibu-ibu."

Semua orang yang ada di dalam warung langsung menoleh ke arahnya.

Arvin menatap mereka satu per satu sebelum berkata dengan tenang, tetapi tegas, "Kalau gak punya bukti, sebaiknya jangan bicara sembarangan."

Warung seketika menjadi senyap.

"Menuduh seseorang melakukan perzinaan tanpa bukti itu fitnah," lanjut Arvin. "Kalau tuduhan itu sampai merusak nama baik orang lain, bisa masuk kategori pencemaran nama baik. Ada konsekuensi hukumnya, bahkan bisa berujung pidana maupun denda."

Beberapa ibu saling berpandangan. Wajah mereka yang semula bersemangat bergosip perlahan berubah canggung.

"Tapi... kami cuma dengar dari orang lain," ucap salah seorang ibu pelan.

"Justru karena cuma mendengar dari orang lain, jangan langsung dianggap sebagai kebenaran," balas Arvin. "Kalau suatu hari Ibu yang difitnah seperti itu, apa Ibu juga rela nama baik Ibu dihancurkan hanya karena gosip?"

Tak ada yang mampu menjawab.

Arvin melanjutkan, "Apa ibu-ibu gak sadar, gosip yang kalian anggap sekadar obrolan ini bisa berubah menjadi tuduhan yang menyakitkan bagi seseorang."

Suasana warung mendadak dipenuhi rasa canggung. Beberapa ibu menundukkan kepala, sementara yang lain memilih diam.

***

Beberapa hari kemudian, Vira duduk di balik etalase tokonya sambil menatap jalanan di depan rumah.

"Kenapa makin lama makin sepi?" gumamnya pelan.

Padahal, sejak menemukan pemasok grosir yang lebih murah, ia sengaja menurunkan harga jual agar pelanggan semakin banyak. Namun kenyataannya justru sebaliknya.

Yanti yang sedang menyapu lantai mendengar gumaman itu.

"Ra, akhir-akhir ini toko kamu jadi sepi, ya."

Vira mengangguk pelan.

"Coba yang jaga toko aku aja," usul Yanti. "Siapa tahu kalau yang jaga orang lain, pembelinya jadi ramai lagi."

Vira tidak langsung menjawab. Belakangan ini ia memang merasa ada yang aneh.

Setiap kali ada pelanggan datang, beberapa di antara mereka diam-diam mencuri pandang ke arah lehernya. Cara mereka berbicara terasa canggung, sementara tatapan yang diberikan seolah dipenuhi rasa curiga, bahkan jijik.

"Sebenarnya, apa ya terjadi? Apa penyebabnya?"

Tatapannya beralih ke rak-rak toko. "Beberapa stok makanan dan minuman mulai numpuk. Bahkan ada sebagian yang masa kedaluwarsanya tinggal beberapa minggu lagi."

Vira menarik napas berat. "Kalau keadaan ini terus berlanjut, aku bisa merugi."

"Baiklah," ujar Vira akhirnya.

Mata Yanti langsung berbinar. Namun belum sempat ia membayangkan dirinya bebas menguasai toko dan tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan rumah, Vira kembali melanjutkan ucapannya.

"Tapi kamu jaga toko setelah semua pekerjaan rumah selesai."

Senyum Yanti langsung memudar. "Apa?!" Hampir saja Yanti berteriak. Tapi untungnya ia masih bisa menahan mulutnya hingga kata itu tidak keluar. "Jadi aku tetap harus beberes rumah? Habis itu masih disuruh jaga toko?"

Meski kesal, ia buru-buru memasang wajah memelas. "Ra, kalau aku harus beres-beres rumah terus jaga toko juga, aku takut gak sanggup."

Vira mengangkat bahu. "Kalau kamu gak mau, ya udah. Aku cari orang lain."

Mendengar itu, Yanti langsung berubah pikiran. "Enggak, Ra." Ia tersenyum tipis, meski senyum itu tidak sampai ke matanya. "Aku sanggup, kok."

Vira mengangguk pelan. "Besok mulai."

Di dalam hati, Vira sudah mengambil keputusan. "Aku memang mengizinkanmu menjaga toko. Tapi kali ini aku gak bakal lengah."

Setelah kejadian skincare yang dicuri, kepercayaannya kepada Yanti sudah habis. Ia akan mengawasi setiap gerak-gerik sepupunya itu dengan ketat.

"Kalau dia berniat mengutil uang atau barang daganganku, aku gak bakal kasih kesempatan sedikit pun."

***

Arvin melangkah melewati rumah Vira seperti biasanya. Saat pandangannya jatuh ke arah toko, langkahnya sempat terhenti.

Ia menatap beberapa detik, lalu mengembuskan napas pelan. "Aku mau ke sana buat apa?"

Ia memang ingin bertemu Vira. Namun, ia tidak memiliki alasan yang jelas.

"Aku juga gak ada yang mau dibeli. Kalau datang cuma buat nanyain gosip itu..."

Akhirnya Arvin kembali melangkah. Meski begitu, ada sesuatu yang terus mengganjal di hatinya. Ia teringat ucapan Vira beberapa waktu lalu.

"Katanya setiap hari Minggu mau ngajak aku belanja."

Namun, sudah dua minggu berlalu dan Vira tak pernah lagi mencarinya.

"Kalau aku datang sekarang... jangan-jangan dia malah mengira aku nagih janjinya."

Arvin menggeleng pelan. Bukan itu tujuannya. Yang membuatnya gelisah justru gosip yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

Setiap kali mendengar orang membicarakan Vira, ia selalu berusaha menghentikannya.

Ia mengingatkan bahwa menuduh seseorang tanpa bukti adalah fitnah, bahkan bisa berujung tuntutan hukum karena pencemaran nama baik. Namun, ia sadar usahanya tidak banyak berarti.

"Aku bisa membungkam satu atau dua orang... tapi aku gak mungkin membungkam seluruh warga desa."

Sore harinya, sepulang bekerja, Arvin kembali melewati rumah Vira. Kali ini ia berhenti. Tatapannya mengarah ke toko kecil di samping rumah itu.

"Aku sekalian beli beras aja deh."

Setidaknya, ia punya alasan untuk datang. Dan... kalau ada kesempatan, ia ingin memperingatkan Vira tentang gosip yang sedang beredar.

Dengan langkah mantap, Arvin berjalan menuju toko. Namun, begitu sampai di depan etalase...

 

...✨"Banyak orang mengaku membenci kebohongan, tetapi tanpa sadar menikmati cerita yang belum tentu benar."...

..."Ketika prasangka lebih dipercaya daripada fakta, kebenaran kehilangan suaranya."✨...

.

To be continued

1
Wardi's
waduh pd gk kapok ya.. gk ckp sidang desa.. kyk nya pengen sidang d kantor polisi..
Anitha
Ga kapok rupanya kalian masih ingin menghancurkan Vira...

silahkan saja kalo bisa,nanti kalianlah yang akan menyesal...
buat mereka jera Vira
Uthie
Emang dasar manusia yg culas, jahat!! susah di ubahnya dan di sadarkan!! walau kesalahannya telah ditelanjangi publik begitu!!😡😡
Uthie
Pak Kades nya Bijaksana 👍👍👍
Uthie
cecar terus pak Kades 😡👍
Uthie
makin tegang dehh tuhh kalian 😏
abimasta
daril Mirna Yanti sudah salah tidak mau mengakui,bahkan masih punya rencana jahat
Wirad Nyani
Vira hati² ya, soalnya ketiga orang itu akan beraksi
Ari Peny
setan aja gk saling menyakiti tp manusia bisa🤣🤣🤣🤣
kymlove...
gak tau mau komen aja..... sebelum 3 manusia dajjal ini binasa, konflik bakalan terus berkembang, tinggal lihat aja gimana vira menyingkapi dan melawan ke gilaan mereka.
^ã^😉
jauhilahhh orang² yang tak pernah menghargai kebaikan Kita ,
orang yg di beri kesempatan bukan ya berbuat Baik tapi malah semakin jahat ..

keluarga bisa Jadi musuh terbesar dalam ujian hidupmu vira , kamu usir Salah g kamu usir kamu sendiri yg di buat menderita oleh mereka

keep strong vira
semangat buat kak Nana juga
^ã^😉
bukan ya kapok malah membuat rencana yang lain lagi huhh Sadar iblis kalian itu
asih
kalian ber 3 the real setan wujud manusia ..minta maaf di mulut saja ..berharap rencana mereka berbalik menyerang mereka sendiri ..

ra vira usir aja tuh yanti sudah cukop kamu kasih dia kesempatan Dan tempat tinggal ,, jauhilah orang² yang tak pernah menghargai kebaikanmu
LibraGirls
Si vira masih mau nampung di yanti???? usir lah ngapain lagi di tampung 😡😡😡😡😡
Dew666
Kalo Yanti gak diusir betapa bodohnya vira
LibraGirls
Kira² di terima gk ya lamaran hartot sama vira 😂😂😂
LibraGirls
weeehhhhh pak kades dah kayak hakim lebih keren pak kades dr hakim yg lagi viral 😂😂😂😂😂
LibraGirls
Laaahh dia ada duit buat bayar pereman dari pada buat ngisi perutnya sama ibu ny BEGPOOOOOO emosi jiwa baca si benalu gk tau diri 😡😡😡😡😡 pengen tak jambak² rasanya 😂
Anitha
Vira diam bukan berarti kalah,Arvin mau megang tangannya Vira ga jadi,karena ia sadar diri tapi Arvin tetap berada di sisi Vira tidak akan meninggalkan Vira sendirian,semoga Arvin adalah jodohnya Vira yang sudah di takdirkan.

Hayo lo Yanti bentar lagi kamu di usir karena ulahmu sendiri nyari penyakit sama Vira😄
Wardi's
usir aja si yanti.. benalu.
mirna sm daril hukim untuk minta maaf dan denda sejumlah uang.. krn dia sdh menyebabkan usaha vira menurun., dan biarkan hukuman sosiak daru masyarakat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!