Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang ke pesta
Lexsa terus menatap Aluna bingung, membuat gadis yang di tatap itu jadi salah tingkah.
Setelah melihat Aluna datang Bagas segera berdiri dari tempat ia duduk, pria itu tidak mau membuang waktu karena jika melihat tatapan mata lexsa sepertinya membuat gadis ini menjadi cantik memerlukan wantu yang lama.
"Jangan hanya menatapnya lexsa, cepat perkenalkan dirimu lalu kita akan ke butik membeli pakaian setelah itu ke salon," jelas Bagas membuat wanita bernama lexsa itu langsung ikut berdiri.
"Namaku lexsa, saya akan membantu kamu untuk berubah menjadi cantik," ucap lexsa membuat Aluna menjadi bingung.
Apa maksud dari wanita ini, memangnya ia akan kemana? kenapa juga harus di rubah-rubah?
"Baiklah sekarang kita akan ke butik," kata Bagas, lexsa yang mendengar itu langsung mengangguk lalu berjalan ke luar sedangkan Aluna masih berdiri di tempat yang sama.
"Tapi kenapa harus ke butik?" tanya Aluna membuat Bagas mengumpati Alex di dalam hati.
jadi Alex belum memberitahunya tentang hal ini, batin Bagas kesal.
"Iya Aluna, nanti malam kau akan menemani Alex ke pesta jadi kau harus bersiap," jelas Bagas membuat gadis menatapnya.
"Kenapa aku? aku tidak mau," tolak Aluna membuat Bagas mendekat ke arahnya.
"Kau harus mau Aluna, apakah kau tidak ingin membantu Alex setelah ia sudah membantumu banyak hal?" tanya Bagas membuat gadis itu bimbang.
Aluna tidak pernah datang ke pesta besar, ia takut hanya akan membuat Alex malu.
"Tapi, aku tidak tau harus apa di sana, aku takut membuat tuan Alex malu," jelas Aluna membuat Bagas mengangguk.
"Tenang saja, kamu cukup mengikuti kemanapun Alex pergi," ucap Bagas membuat Aluna terdiam.
"Ayolah Aluna, Alex benar-benar membutuhkanmu untuk ikut dengannya ke pesta itu," sambung Bagas membuat Aluna berfikir.
"baiklah," jawab gadis itu akhirnya. syukurlah ia tidak perlu berjuang keras untuk membujuknya.
.....
Mereka bertiga tiba di sebuah butik ternama di kota itu, lexsa yang memang sedari tadi bersemangat langsung turun dari mobil.
"Cepat Aluna," ucap wanita itu, saat melihat Aluna terlihat sangat santai.
Mereka bertiga masuk ke dalam butik tersebut, dan tentu saja di sambut oleh karyawan butik dengan ramah.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu dari mereka.
"Yah, tunjukan aku di mana letak gaun malam terbaik milik kalian," jawab lexsa, sedangkan Aluna hanya terdiam di belakangnya tak tau harus berbuat apa.
"Ke arah sini nona," jawab si karyawan sambil menunjukkan jalan kepada Lexsa dan Aluna.
Sesampainya mereka di sana, lexsa sudah mulai mengambil pakaian sambil menempelkannya ke tubuh Aluna.
"Kau sangat pendek jadi sudah mencari pakaian yang cocok," ucap lexsa membuat gadis itu menunduk.
Lagi-lagi Lexsa menempelkan sebuah gaun malam berwarna merah ke tubuh Aluna, sepertinya ini cocok.
"coba pakai," ucap lexsa memberikan gaun itu kepada Aluna.
Tanpa banyak bicara gadis itu langsung masuk ke ruangan ganti dan menggunakan gaun tadi, setelah selesai ia keluar.
Lexsa tersenyum melihat gaun itu, gaun panjang tanpa lengan berwarna merah hati itu rupanya cocok di tubuh Aluna.
Setelah selesai memilik gaun, Mereka kembali ke mobil di mana si sana ada banyak yang sedang menunggu.
"Sudah selesai?" tanya pria itu saat kedua wanita tadi masuk ke dalam mobil.
"Iya, di dalam gaunnya sangat bagus jadi cukup mudah untuk memilihnya," ucap lexsa membuat Bagas memutar bola matanya. Mudah katanya padahal ia sudah menunggu selama tiga jam.
"Baiklah, sekarang kita akan makan dulu, setelah itu baru ke salon," ucap Bagas, yah mereka memang harus makan terlebih dahulu karena jam makan siang sudah lewat sangat jauh.
"Baiklah," ucap lexsa sedangkan Aluna hanya mengikut saja.
Mereka tiba di sebuah restoran, dan tanpa banyak bicara langsung masuk ke dalam sana.
Lexsa dan Aluna duduk satu meja, sedangkan Bagas memilih untuk duduk di meja lain. entah apa alasannya aku juga tidak tahu.
"Aluna, aku akan mengajarimu cara makan yang baik dan benar," ucap lexsa membuat gadis itu mengangguk.
Cukup lama mereka menunggu, akhirnya makanan pun datang. Lexsa memperhatikan cara Aluna makan, dan akan mengomentari jika gadis itu melakukan hal yang salah.
"ingat jangan terlalu menaruh banyak makanan di piringnya," ucap lexsa,
"Jangan sampai ada makanan yang jatuh dari piringnya, itulah kenapa kau harus makan dengan hati-hati, ikuti caraku tadi," sambungnya kemudian.
Setelah selesai makan mereka kembali ke mobil, mereka harus ke salon sekarang. waktu sudah menunjukkan pukul empat itu artinya dua jam lagi Alex akan berangkat ke pesta tersebut.
Setibanya di salon yang ternyata adalah milik lexsa, Aluna langsung di berikan perawatan untuk kulitnya. Meski sebenarnya kulit Aluna termasuk sehat tapi lexsa ingin agar kulit gadis itu lebih cerah lagi.
Setelah satu jam lebih di poles, Aluna keluar dari salon sambil di gandeng oleh lexsa. Gadis itu terlihat sangat cantik bahkan Bagas pun setuju dengan pendapat itu, buktinya ia menatap Aluna tanpa berkedip.
Yah meski cukup lama berada didalam salon, Aluna yang memang sudah cantik hanya di poles sedikit saja dengan warna natural. Rambutnya di sanggul modern dengan beberapa anak rambut yang di biarkan terjatuh.
"Bagaimana hasil karyaku, aku berhasil kan?" Tanya Lexsa pada Bagas yang masih saja menatap Aluna penuh kekaguman.
Pria itu langsung tersadar lalu mengubah kembali ekspresi wajahnya, "yah kau berhasil, sekarang kita harus pulang, Alex sudah menungguku di rumah."
Lexsa yang mendengar itu jadi kesal, apakah dia tidak tau cara memuji yang baik dan benar?
Aluna mengucapkan terimakasih kepada Lexsa sebelum ia masuk ke dalam mobil, meski terlihat sombong taoi wanita itu cukup baik dalam membantu dirinya.
Di dalam mobil keheningan benar-benar terasa, Bagas terlihat fokus ke jalan meski sebenarnya ia sudah melirik ke bangku belakang.
Setibanya di rumah, rupanya Alex sudah menunggu mereka di depan. pria itu terlihat tampan dengan setelan jas hitam yang sangat pas di tubuhnya, rambutnya juga sudah di tatadengan rapi membuatnya terlihat semakin tampan.
Pria itu langsung masuk ke mobil dan terkejut saat melihat Aluna yang sudah termasuk sangat cantik itu, namun ia tidak menunjukkan.
Alex langsung mengambil tempat duduk di samping Aluna, yang entah mengapa malah membuatnya canggung. Ia tidak bisa berbohong jika saat ini Aluna memang terlihat sangat cantik.
Bagas yang melihat Alex telah masuk ke dalam mobil langsung melajukan mobil meninggalkan istana megah milik Alex itu.
Di dalam mobil Alex sesekali menatap Aluna, membuat gadis itu merasa sedikit canggung dan juga risih.
"Apakah ada yang salah tuan?" tanya Aluna saat pria itu terlihat sedang memperhatikannya.
"Tidak, kamu cantik!"
TBC