Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan & Penyesalan
...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...
Selamat membaca
''Saya ingin bertanya mengapa Biru mengkonsumsi pil obat penenang!'' Ucap Rezel langsung to the point. Dokter Luis juga terkejut saat mendengar pertanyaan Rezel.
''Apa!'' Jadi Biru masih mengkonsumsi obat itu?'' Ucap Dokter Luis mengulang pertanyaan Rezel.
''Maksud anda?'' Jadi Biru selama ini selalu mengkonsumsi obat itu?'' Tanya Rezel.
''Tunggu dulu,'' Maaf tapi Tuan ini siapa? Dan apa hubungan anda dengan Biru?'' Tanya Dokter Luis. Karena ia sangat penasaran tiba-tiba ada seorang pria yang menanyakan tentang keadaan Biru.
''Saya adalah calon suaminya dok,'' Jawab Rezel.
''Calon suami? Mengapa saya tidak pernah mendengar Biru maupun Varo menyebut tentang calon suami? Apa kau tidak sedang berbohong?'' Selidik Dokter Luis.
''Sungguh dok,'' Namun ada yang lebih penting yang harus saya tanyakan dengan anda tentang Biru. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Biru, dan maksud trauma Biru itu apa?'' Tanya Rezel.
''Sebenarnya, saya tidak berhak menceritakan masalah yang di hadapi Biru selama ini, karena bagaimana pun itu privasinya. Jika anda ingin tahu lebih jelasnya, Lebih baik anda tanyakan langsung kepada Biru. Tapi saya tidak mengira kalau Biru masih menggunakan obat penenang untuk menghadapi traumanya itu. Saya pikir, Seiring berjalannya waktu, Biru sudah bisa melupakan kejadian itu, tapi sepertinya tidak semudah yang saya bayangkan.'' Ucap Dokter Luis.
''Trauma?'' Apakah Biru ada trauma? Dan kejadian apa yang membuat Biru mempunyai trauma'' Tanya Rezel.
Dokter Luis pun memberi tahu, Setelah kecelakaan 15 tahun yang lalu, itulah penyebab Biru menjadi trauma berat. Namun Dokter Luis hanya menceritakan sebagian saja. Karena yang tahu jelas keadaan Biru, ya hanya Biru sendiri.
Setelah selesai berbincang-bincang dengan dokter Luis, Rezel sangat sedih mengetahui jika ternyata selama ini Biru menanggung penderitaannya sendiri. Saat hendak berpamitan dari arah pintu Varo tiba-tiba datang dengan nafas tersengal-sengal. Dokter Luis pun tak mampu menyembunyikan nya lagi. Dokter Luis pun menceritakan keadaan Biru yang sebenarnya.
Biru merasa bersalah atas kematian Ayah dan ibunya, terlebih lagi Varo juga sering menyalahkannya. Meski sehari-hari terlihat biasa saja, namun di waktu tertentu Biru akan merasakan kesedihan dan kesakitan karena menanggung beban itu sendiri. Varo yang mendengar penjelasan Doter Luis langsung lemas tak berdaya, air matanya mengalir tanpa ia bisa bendung lagi. Terlebih salah satu alasan trauma nya Biru adalah dirinya.
Dokter Luis dan Rezel pun menepuk bahu Varo berusaha memberi semangat agar Varo kuat dan bisa membantu Biru keluar dari kehidupan kelamnya itu. Kenyataan yang baru saja ia ketahui, menjadi pukulan terberat dalam hidupnya. Selama ini, Ternyata sikap nya selama ini sangat membuat adiknya terluka.
Setelah berpamitan, Rezel dan Varo pergi kerumah sakit. Disana mereka berdua melihat Biru dari balik kaca pintu ruangan tempat Biru di rawat. Varo tiba-tiba luruh kelantai, kedua tangannya menutup kepalanya.
''Menyesal?'' Tentu saja. Namun apakah penyesalan itu bisa membuat adiknya kembali seperti dulu lagi? Tidak, Varo pun bangkit lalu masuk ke ruangan. Lalu duduk di samping adiknya. Tangan hendak membelai rambut adiknya, Namun berhenti menggantung di udara. Dan di saat bersamaan Biru membuka kedua matanya.
( ''Kakak.'' Kakak sudah kembali?'' Tulis Biru dengan tersenyum.)
Membaca tulisan Biru Varo tak bisa lagi membendung air matanya, Ia pun langsung memeluk adiknya.
(''Kakak kenapa? Mengapa kakak menangis?'' Tulis Biru lagi.)
Namun Varo hanya diam terisak dan masih memeluk Biru. Rezel sangat terharu saat melihat sepasang kakak beradik itu berpelukan. Ia juga sangat menyesal, karena baru bisa menemukan Biru.
(''Kakak,'' Kenapa kakak pulang-pulang malah menangis?'' Tanya Biru. ) Sambil melepaskan pelukannya. Biru merasa kakaknya sangat aneh, baru pulang malah menangis.
''Kakak tidak kenapa-kenapa. Kakak hanya merindukanmu saja.'' Jawab Varo.
(''Benarkah?'' Kakak, apa jangan-jangan kakak bertengkar dengan Rani? Dan Rani meminta putus dengan kakak!'' )
Ooooh,, sungguh pikiran Biru yang menebak-nebak jika belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
''Kau ini berpikir apa!'' Kau menyumpahi kakakmu putus! lebih baik kau perhatikan kekasihmu itu'' Ucap Varo.
( "Memangnya ada apa dengannya?" Tulis Biru.)
"Dia mengatakan kalau kau calon istrinya kepada semua dokter di rumah sakit ini." Ucap Varo. Mendengar perkataan Varo, Rezel bukannya mengelak malah dengan tak tahu maunya mengakuinya.
"Memang kau calon istriku, memangnya kenapa? Toh cepat atau lambat kita akan menikah juga." Ucap Rezel dengan percaya diri lalu duduk di sofa. Biru yang mendengarnya pun langsung melotot. Sungguh ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ternyata bukan hanya mulutnya yang bisu, bahkan hatinya pun sudah tidak mampu membantah ucapan Rezel.
"Dasar Kadal jantan." Ucap Biru. Tanpa ia sadari. Varo tersenyum saat mendengar umpatan Biru seperti loading. Namun tak lama kemudian mereka baru sadar.
"Kau dapat berbicara!" Ucap Rezel dan Varo bersamaan.
-
-
-
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕