Hope memutuskan untuk tinggal di rumah kakeknya di desa Bibury—Inggris Selatan, setelah ia dipecat dari pekerjaannya. Di sana, Hope bertemu dengan Blue Hawkins. Pria muda, kaya dan bertalenta yang memilih untuk mengurung diri di rumah almarhum kakeknya.
Pertemuan pertama mereka tidak berjalan dengan baik. Blue tidak suka diganggu oleh orang asing dan Hope berusaha masuk ke dalam hidup Blue.
Saat Blue Hawkins bertemu dengan Hope Miller, di situlah ia sadar bahwa beberapa rencana dalam hidup tidak akan berjalan sesuai rencana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sin Cera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16: Membersihkan Diri
[Kau harus membersihkan diri agar terlihat tampan.—Hope Miller]
Blue menatap bergantian ke arah Hope dan kakeknya dengan tatapan tak percaya. "Aku tidak pernah bilang ingin Hope memotong rambutku," katanya sambil mengusap wajahnya frustasi.
"Kau mengatakannya tadi," kata Hope.
Samuel menganggukkan kepalanya setuju. "Kau tadi jelas mengatakan; ya, sebelumnya."
"Aku tadi hanya refleks mengatakannya," ujar Blue yang berusaha menjelaskan.
"Biasanya perkataan spontan adalah perkataan paling benar dan jujur," Hope membalas perkataan Blue dengan bijak.
Setelah perdebatan yang panjang dan melelahkan akhirnya di sinilah Blue duduk. Di kamar mandinya dan duduk di atas kursi dengan selembar kain licin yang menutupi tubuhnya. Blue membuang napasnya lelah. Ia akhirnya harus merelakan Hope memangkas rambutnya.
Sejujurnya ia memang sudah tidab betah dengan rambut gondrongnya yang kusut. Namun, ia terlalu malas untuk memangkasnya. Apalagi jika harus sampai pergi ke salon.
Hope dan Kakek Sam, sangat tangguh dalam membujuknya. Sehingga ia tak mampu lagi untuk menolak. Kakek Sam sudah pulang ke rumahnya sejak tadi. Semenjak ia berhasil membujuk Blue untuk merapikan rambutnya dengan memangkasnya.
Blue sudah bilang akan ke salon saja. Akan tetapi, mereka berdua tak percaya dengan perkataanya. Mereka sangat yakin bahwasannya Blue tidak akan memangkas rambutnya ke salon.
Baiklah. Blue akui, memang ia mengatakan hal tersebut hanya agar Hope dan Kakek Sam berhenti memaksanya memangkas rambut. Namun, tanpa di duga, Hope dan Kakek Sam seperti dapat masuk ke dalam kepalanya sehingga tau rencananya.
"Baiklah, aku akan memulai," ujar Hope memecah lamunan Blue.
Blue mengangkat satu tangannya. Memberi isyarat agar Hope tak melakukan pekerjaannya terlebih dahulu.
Hope mengernyit. "Kenapa?"
"Kau yakin sudah mahir dalam hal ini?" tanya Blue sedikit ragu. Karena jujur ia tak bisa mempercayakan sepenuhnya kepalanya yang berharga kepada gadis yang baru dikenalnya beberapa hari.
Hope nampak berpikir sejenak. Hidungnya berkerut sementara matanya menatap ke atas seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu. "Em.... Biar kuingat lagi.... Sejujurnya..."
Hope menatap wajah Blue yang mengadah ke arahnya. "Aku pernah merusak rambut adikku hingga dia tidak mau pergi ke sekolah. Aku juga pernah melukai wajah adikku dengan mesin pencukur," terang Hope.
Blue bergidik ngeri. "Aku tidak ingin kau memangkas rambutku kalau begitu."
Blue beranjak berdiri namun Hope menahan pundaknya untuk kembali duduk ke kursi. "Tenang saja, aku sudah mahir sekarang. Tak perlu khawatir," katanya sambil menyeringai.
"Seringaimu membuatku tidak bisa tenang," komentar Blue yang kembali berusaha berdiri, namun Hope kembali mendorong pundaknya hingga terduduk lagi.
"Tidak perlu takut. Aku bersumpah bahwasannya aku sudah mahir. Hanya saja... ada satu kunci yang dapat menyelamatkanmu dari kesalahan yang bisa saja kubuat."
"Apa?"
"Kau harus diam dan jangan banyak bergerak," jelas Hope.
Blue pun menuruti perkataan Hope dan hanya diam di kursinya tanpa protes sama sekali. Ia benar-benar tak rela jika rambutnya harus rusak.
Hope tersenyum puas melihat Blue yang diam dan menuruti perkataannya. Ia pun segera mengerjakan perkerjaannya di rambut Blue.
Blue baru saja selesai mandi untuk membersihkan dirinya dari debu-debu dan keringat yang memenuhi tubuhnya. Ia menatap pantulan dirinya di depan kaca yang terpasang di dinding tepat di atas washtafel kamar mandinya. Selembar handuk nampak terlilit di pinggangnya. Rambutnya sudah tertata rapi. Hope sudah memangkasnya dengan sangat bagus.
Hope sudah pulang dari rumah Blue sejak tadi. Semenjak ia selesai melakukan pekerjaannya. Yaitu , memangkas rambut Blue. Hope bilang; hari sudah semakin sore dan ia harus segera lulang untuk membersihkan dirinya sendiri. Tubuhnya rasanya sudah terasa sangat lengket karena sudah dipenuhi keringat.
Blue menyentuh janggut dan kumisnya yang sudah lama tidak ia bersihkan. Hope benar wajahnya benar-benar kacau. Karena rambutnya sudah lebih rapi dari pada sebelumnya, rasanya kurang pas jika dia tidak membersihkan wajahnya sekalian. Tidak ada salahnya juga ia membersihkan diri.
Blue mengambil cream pencukur dan alat pencukur miliknya di laci kamar mandi. Ia segera meratakan cream ke bagian jangut dan kumisnya. Ia lalu mencukur bersih wajahnya. Setelahnya, ia mencuci wajahnya. Blue mengambil selembar handuk kecil dan mengelap wajahnya sambil menatap pantulan dirinya di depan kaca.
Wajahnya terlihat bersih dan lebih segar. Rasanya lebih menyenangkan melihat dirinya bersih seperti ini dari pada sebelumnya. Sebelumnya, jujur saja, ia terlihat seperti gelandangan. Blue tersenyum puas. Harusnya ia melakukan hal ini sejak lama.
Blue baru saja membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Kamarnya sekarang sudah jauh lebih bersih. Ia lelah karena berkerja seharian. Namun, suara bel rumahnya terus berbunyi. Membuatnya mau tak mau harus beranjak dari kasurnya. Karena ia yakin bahwa Hope tidak akan berhenti menekan bel rumahnya sampai ia membukakan pintu.
Blue membuka pintu dan tak terkejut sama sekali melihat Hope yang berdiri di hadapannya dengan cengiran khasnya.
"Wah, sudah kubilang. Kau akan terlihat tampan jika kau membersihkan diri," kata Hope dengan mata berbinar tat kala pintu baru saja terbuka dan menampakkan sosok Blue di hadapannya.
buat author nya, terimakasih untuk karya cantiknya
huwaaa hu-hu-hu 😭😭😭😭😭🤧😤
😭😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧
masa' iya datang ke pernikahan mantan cuman ajak teman atau ngaku bw tetangga, hi-hi-hi. nggak lucu atuh Hope, ketahuan jomblo nya, wkwkwk 😂🤣🤣🤣
💕💕💕
can't we wish them together with love
semangat ya ka💪💪👍
baperrr kok marah-marah neng....
🤪🤪🤪
auto ngakuin perasaannya sama Blue ☺️🙈🙈🙈
Blue : "tentu Hope... jika aku masih punya waktu dan harapan, tentu aku akan menangkap hatimu." 💕💕💕🥰
i hope so
Will punya kekasih baru dan sekarang pasti memutuskan hubungan dengan Hope
jangan-jangan dia sudah punya pacar yang lain