NovelToon NovelToon
My Sexy CEO

My Sexy CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintamanis / Contest / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Dea Anggie

"Kaulah keberuntungan terbesar dalam hidupku, El. Jika sebelumnya kau sudah menolongku, sekarang izinkan aku untuk melindungimu. Aku akan berada di sisimu selamanya."

*****
Keberuntungan Hansel memang bagus. Ia yang kesusahan mencari pekerjaan akhirnya bisa mendpaatkan pekerjaan yang layak. Menjadi seorang Asisten pribadi seorang CEO muda yang cantik jelita. Hidupnya tak lagi dipandang hina dan rendahan.

Balas dendam dimulai. Siapa saja yang dulu menghinanya akan mendapatkan balasan satu per satu. Tentu saja, itu semua atas perintah sang CEO, Micheline Robert. Yang selalu memberikan semangat dan dukungan pada Asisten kesayangannya.

Bagaimana aksi balas dendam Hansel pada orang-orang yang merendahkannya?

Apakah ada benih cinta antara Hansel dan Micheline?

Kepoin yuk. Jangan lupa Favoritkan, like dan komentar guys~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MSC 15 - Malam Yang Manis

Perhatian!

Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.

*****

Micheline dan Hansel makan malam bersama. Mereka juga menikmati wine terbaik yang dimiliki Micheline. Tidak ada perbincangan serius, mereka hanya sering diam. Mereka lebih menikmati lezatnya hidangan makan malam dan manisnya wine.

Sekitar tiga puluh menit kemudian. Keduanya selesai makan malam. Micheline mengajak Hansel pergi ke ruang kerjanya untuk melanjutkan minum wine. Hansel tidak menolak, karena ingin menyampaikan sesuatu hal pada Micheline.

Sepanjang perjalanan pulang, Hansel memikirkan sesuatu. Ia ingin berterus terang pada Micheline mengenai identitasnya sebagai informan bagi Alfonzo. Namun, ia takut jika ia langsung dihabisi oleh Micheline. Mengingat Micheline tidak menyukai kebohongan dan pengkhianatan. Saat makan malam pun, Hansel berpikir keras apakah ia harus melakukannya atau tidak. Pada akhirnya, keputusannya sampai dititik akhir. Ia berniat untuk berterus terang hari itu juga.

*****

Di ruang kerja Micheline. Micheline dan Hansel berdiri di teras ruang kerja Micheline. Keduanya menikmati indahnya langit malam. Micheline memejamkan mata merasakan sepoi angin yang menerpanya. Micheline menyadari kegelisahan hati Hansel. Mungkin karena kesalahannya yang mencium Hansel secara tidak sengaja.

"Hans..." panggil Micheline membuka mata karena ingin meminta maaf.

"Ya, Bu?" jawab Hansel.

"Maafkan aku soal yang tadi. Itu... soal aku yang menciummu tiba-tiba. Aku tidak bermaksud melakukannya. Entahlah, mengapa aku lakukan hal memalukan itu. Maaf dan lupakan saja," kata Micheline yang langsung meneguk habis wine dalam gelasnya dengan sekali minum.

Hansel menemukan cela berbalik menggodai Micheline, "Apa hanya cukup dengan meminta maaf? bukankah ini sudah termasuk tindakan pelecehan?" jawab Hansel.

"Pelecehan apa? itu 'kan haya kecupan ringan saja. Kau ini bicara apa," sahut Micheline tidak mau disalahkan.

Hansel mendekati Micheline, "Jadi... Anda menolak mengganti rugi, Bu CEO?" bisik Hansel di telinga Micheline.

Micheline merasa telinganya panas karena hembusan naaps Hansel. Micheline langsung berbalik menatap Hansel. Wajah keduanya begitu dekat, mereka saling memandang lekat.

Deg... Deg... Deg...

Jantung Hansel berdegup. Hansel merasakan perasaan yang aneh saat ia dekat dengan Micheline. Terlebih lagi, saat Micheline sudah mencuri untuk mencium pipinya. Begitu juga yang dirasakan Micheline. Ini pertama kalinya ia begitu dekat dengan laki-laki. Biasanya Micheline tidak akan mau dan tidak merasa nyaman saat harus berdekatan dengan laki-laki asing.

Mereka saling larut dalam pemikiran masing-masing. Hal tidak diduga pun muncul, mungkin karena sudah banyak minum juga mereka jadi sedikit mabuk dan hilang kesadaran. Wajah mereka semakin dekat dan keduanya saling berciuman. Hansel mengsap tengkuk Micheline dan merangkul pinggang Micheline. Micheline mengalungkan kedua tangannya ke leher Hansel. Keduanya menikmati manisnya sensasi ciuman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Hansel memperdalam ciumannya, ia merasa ketagihan menciumi bibir Micheline yang lembut. Begitu juga Micheline yang tidak ingin menghentikan ciumannya. Justru ia menginginkan hal lebih. Micheline melepas ciumannya dan menarik Hansel menuju kamarnya. Dengan langkah cepat, Micheline dan Hansel berpindah dari ruang kerja Micheline ke kamar tidur Micheline.

Di kamar, ciuman kembali terjadi. Kali ini ciuman mereka lebih memanas. Hansel sudah dibutakan oleh hasrat dan nafsunya. Sebagai laki-laki dewasa yang normal, ia tidak mungkin tidak menginginkan hal lebih dari sekedar ciuman bibir. Hal yang sama dirasakan Micheline. Micheline dengan berani langsung membuka semua kancing kemeja Hansel dan meraba-raba dada bidang Hansel. Micheline bisa merasakan otot perut dan dada Hansel yang keras.

Dalam sekejap mata, Hansel dan Micheline melakukan hal gila lainnya. keduanya menanggalkan pakaian mereka masing-masing untuk selanjutkan melakukan hal panas.

*****

Hansel dan Micheline terlelap tidur setelah melakukan hal gila yang tidak sepenuhnya mereka sadari. Karena mereka sama-sama dalam keadaan mabuk. Micheline dan Hansel saling berpelukan tidur.

Tiba-tiba saja, Micheline menangis tersedu dengan mata yang masih terpejam. Ia bermimpi buruk, bermimpi saat ia dipaksa masuk dalam lemari oleh Papanya. Saat dalam lemari itulah, Micheline menyaksikan kedua orangtuanya meninggal dibunuh oleh Pamannya sendiri. Hal tragis yang tidak akan pernah bisa dilupakan Micheline dalam hidupnya.

Saat itu, Micheline ingin berteriak. Namun, ia tidak sanggup mengeluarkan suara dan hanya bisa meneteskan air mata. Ia tidak menyangka jika Pamannya akan melakukan hal sekeji itu.

"Papa... Mama..." terisak Micheline memanggil kedua orangtuanya.

"Jangan... jangan Paman..." kata Micheline lagi yang tanpa sadar mencengkram kuat lengan Hansel.

"Tidak, jangan lakukan itu! Jangan..." teriak Micheline membangunkan Hansel yang terlelap tidur.

Mandapati Micheline yang mengigau, Hansel akhirnya membangunkan Micheline agar terjaga dan bangun dari mimpi buruknnya.

"Micheline... bangunlah," panggil Hansel lembut mengusap pipi Micheline.

"Micheline..." panggil Hansel lagi.

Micheline membuka mata dan kaget, ia langsung bangun. Deru naapsnya baik turun tidak beraturan. Keringan bercucuran membasahi kening dan wajah Micheline. Hansel memberikan minum, dengan tangan gemetar Micheline menerima gelas air minum. Karena tidak tega, Hansel membantu memegangi gelas dan membantu Micheline minum.

"Apa sudah tidak apa-apa?" tanya Hansel, mengusap keringat Micheline.

Micheline menatap Hansel dengan wajah sedih dan langsung memeluk Hansel. Micheline menangis dalam pelukan Hansel. Ia tidak ingin bermimpi buruk itu lagi. Namun, mimpi itu selalu datang seperti hantu yang terus menghantuinya.

"Tidak ada apa-apa. Jangan menangis," kata Hansel mencoba menenangkan Micheline.

"Mimpi itu datang lagi," kata Micheline terisak.

Hansel melepas pelukan, "Mimpi?" tanya Hansel menyeka air mata Micheline.

Micheline mengangguk, "Ya. Mimpi buruk yang terus menghantuiku. Yang membuatku gila," jawab Micheline serak.

Hansel mengusap rambut Micheline dan mencium lembut kening Micheline. Hansel kembali memeluk Micheline. Entah mengapa, rasanya Hansel bisa merasakan apa yang dirasakan Micheline.

"Mimpi itu akan pergi, El. Jangan menangis lagi," kata Hansel, lagi-lagi menenangkan hati Micheline.

Micheline melepas pelukan Hansel dan menyeka air matanya sendiri. Ia bergerak untuk pergi ke kamar mandi. Saat ingin turun dari tempat tidur, Micheline mendesis kesakitan.

"Ouch... sshh..." desis Micheline.

"Kenapa?" tanya Hansel.

Micheline sadar akan sesuatu, Ia meraba selimut dan melihat dalam selimut. Ia menatap Hansel dan melihat Hansel yang tidak mengenakan pakaian. Hal itu membuat Micheline terkejut, karena ia baru menyadari jika ia sudah tidur bersama Hansel, Asisten pribadinya sendiri.

"Apa aku sudah gila?" batin Micheline memaki diri sendiri.

"Eline..." panggil Hansel.

Micheline mengernyitkan dahi, "Eline?" ulang Micheline memandang Hansel.

Hansel bingung, "Ya. Bukankah kau memintaku memanggil dengan namamu semalam. Apa aku salah dengar?" tanya Hansel.

Micheline menunduk, "Kita bicarakan ini nanti, Hans. Aku ingin cuci muka dulu," jawab Micheline.

Micheline turun dari tempat tidur dan langsung mengenakan kimono tidurnya. Ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Hansel juga beranjak dari tempat tidur, ia keluar dari selimut. Saat ia membuka selimut, ia melihat ada bercak merah di alas tempat tidur. Hansel terkejut, sekaligus merasa bersalah.

"Sial... bagaimama ini? apa aku akan dibunuh olehnya? ya, jika aku matipun. Aku akan meminta mati dengan cara yang layak. Aku tidak mau disiksa seperti orang yang di gudang itu," batin Hansel. Hansel pergi mengikuti Micheline ke kamar mandi.

*****

Di kamar mandi, Micheline melapas kimono tidurnya dan menyalakan shower. Micheline mengusap rambutnya yang basah. Samar-samar ia mengingat malam panas yang dilewatinya bersama Hansel. Ia masih bisa merasakan napas hangat Hansel, merasakan sentuhan Hansel juga sensansi nikmat yang diberikan Hansel.

"Ahh... Kau sudah gila rupanya, El. Bagaimana kau bermain dengan Asistenmu sendiri," gumam Micheline.

Micheline merasakan ada sesuatu menyentuh perutnya. Ia mematikan shower, dan meraba sesuatu itu. Ia mendapati tangan seseoarang. Ya, itu adalah tangan Hansel.

"Hans..." panggil Micheline.

"Hm," gumam Hansel mencium bahu Micheline, "Aku mendenhar gumamanmu, Eline. Kau tidak puas denganku?" bisik Hansel.

Micheline melapas tangan Hansel dan berbalik, "Apa yang kau lakuakan? kenapa masuk ke dalam kamar mandi?" tanya Micheline sedikit kesal.

Hansel tidak mempedulikan pertanyaan Michrline dan langsung mencium bibir Micheline. Dipeluknya erat pinggang Micheline sehingga tubuh Micheline menempel pada tubuhnya. Micheline hanya bisa mencengkram kuat lengan Hansel, ia tidak berdaya melawan Hansel karena tubuhnya terasa lemas.

"Laki-laki ini. Beraninya dia seperti ini padaku," batin Micheline.

"Aku tidak akan melewatkan kesempatan sekecil apapun itu. Karena aku tidak tahu bagaimana nasibku kedeoannya. Aku sudah merelakan hidupku untukmu, Eline. Sepertinya aku sudah gila karenamu," batin Hansel.

Hansel semakin liar. Ia tidak hanya mencium bibir Micheline. Ia bahkan memberikam banyak jejak ciuman di tubuh Micheline. Ocehan Micheline tak didengar Hansel, yang ia ingin lakukan adalah berusaha menarik perhatian dan meluluhkan hati Micheline agar tidak marah padanya. Ia tidak ingin mati di tangan Micheline begitu saja.

...*****...

1
Ran Aulia
wow sueru author , alur ceritanya bagus 😍😍
terimakasih author👍👍👍
marBowo yuNi
Luar biasa
Nora♡~
Semangat.., terus.., thor... tahniah dan teruslah... berkarya.,.
Mohd Taufi
how
Mohd Taufi
hhhhh saya suka permainan ANDA mst asisten 🤣🤣🤣
Mohd Taufi
wow keren bnget trskn 🥰💪💪💪
Mohd Taufi
sungguh romantis baru kali ini novel yang q baca sangat keren smngat thor 🥰🥰🥰💪💪💪
devaloka
seram amat thor namanya annabel 🤣
Sri Wahyuni
sangat bagus .....hoby baca novel tersalurkan...klo harus beli novel baru bisa baca novel
Susi Andriani
aku kayak berasa nonton drakor ya😃😃
Susi Andriani
salam kenal ya
Dea Anggie: hallo kak, salam kenal jg😊 terima kasih sudah mau mampir baca karya saya ya..
total 1 replies
Desiana Trimuliawati
okr
Alfarez Jersey
okee
Elly Supriaty
masih kangeen thor ,tau tau udah tamat ....
seru bangèet baca nya.....makasih ya thor smg sll sukses sll sehat bahagia ...
Bravo author😘
✰͜͡v᭄pit_hiats
#naha bisa kitu eta🙄🙄
Dirah Guak Kui
masih bingung knp antara paman/keponakan bisa berdendaman, terus masalah apa dgn keluarganya CEO/Hans
Dirah Guak Kui
waw sdh mendekatin ke omnya CEO nih geraknya😟
Dirah Guak Kui
berarti CEO punya dendam pribadi yg amat sangat terhadap omnya
Dirah Guak Kui
masih bingung yg jahat CEO/omnya
Dirah Guak Kui
sebenarnya yg jahat itu keponakan/omnya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!