Cerita ini adalah sequel dari cerita duda ketemu janda.
Disini,author akan menceritakan tentang Reyhan dan Refa.
Yang sudah baca cerita saya sebelumnya, pastinya sudah mengenal mereka bukan?.
Bagi yang belum membaca Duda ketemu janda, disarankan untuk membacanya lebih dulu, biar dapet gregetnya dan juga bisa nyambung ceritanya😊
Apakah Reyhan dan Refa berhasil memutus mata rantai percintaan dalam satu keluarga itu?
Ataukah mereka akan terjebak,dan saling jatuh cinta seperti:
Dimas ❤️ Anggia
Desy ❤️ Rangga
Anggara ❤️ Fatma
Penasaran?Yuk ikutin kisahnya.
Jangan lupa Vote,like dan komentarnya ya.🤗
Bagi yang gak suka dengan cerita ini, jangan dibaca ya, dan gak usah nyinyir juga🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Jeny
Hari ini seperti biasanya Reyhan dan Refa berangkat bersama. Reyhan mengantarkan Reva kekampus, setelah itu dia berangkat ke kantor.
Sesampainya dikantor, dia menyapa beberapa rekan pengacara yang lain. Dia lalu duduk di meja kerjanya.Tak lama kemudian ada seorang klien yang ingin bertemu dengan Reyhan.
Reyhan segera menemuinya. Dia cukup dibuat terkejut, saat tahu kalau kliennya itu ternyata tante Jeny, calon mertuanya yang tidak jadi. "Tante?." Seru Reyhan.
"Apa kabar Reyhan? Maaf kalau tante menggangu waktu kamu."
"Alhamdulillaah tante, kabar saya baik. Bagaimana kabar tante sekeluarga?." Tanya Reyhan. Dalam hatinya Reyhan ingin sekali menanyakan kabar Rachel, karena semenjak hari batalnya pernikahan mereka, Reyhan tidak pernah bertemu, atau berkomunikasi dengan Rachel. Dia tahu Rachel kembali ke Jerman pun, dari berita gosip yang dia lihat di televisi.
"Kabar tante juga baik. Apa tante mengganggu waktu kamu?."
"Tidak kok tante, kebetulan saya tidak terlalu sibuk hari ini. Ada apa ya tante?. Apa ada yang bisa saya bantu?." Tanya Reyhan.
"Iya Reyhan, tante datang kesini karena tante butuh bantuan kamu."
"Kalau begitu silahkan tante katakan, saya akan dengarkan, dan insya Allah saya akan membantu semaksimal mungkin."
"Tante datang kesini, karena tante ingin kamu menemui om Arnes "
"Maksud tante menemui?."
Apa tante Jeje ingin menggugat cerai om Arnes?. Batin Reyhan.
"Tante minta kamu temui om Arnes dirumah sakit. Dia ingin bertemu kamu. Dia ingin meminta maaf sama kamu Reyhan."
"Om Arnes dirumah sakit? Sakit apa tan?." Tanya Reyhan.
"Darah tinggi, dan jantung. Kamu tahu Reyhan, sejak hari batalnya pernikahan kalian, suami tante sepertinya sangat merasa bersalah. Dia sering melamun dan murung, apalagi semenjak Rachel pergi ke Jerman.
Dia seperti menanggung beban yang sangat berat, hingga akhirnya dia banyak pikiran, dan mulai sakit-sakitan.Tensi darahnya sering naik. Dan kemarin dokter mengatakan kalau om Arnes mengalami gejala penyakit jantung. Dia ingin sekali bertemu kamu Reyhan, dia ingin meminta maaf."
"Saya sudah memaafkan beliau tante. Dan saya sudah melupakan semuanya."
"Kalau begitu, kamu mau kan menemui dia?." Tanya Jeny
"Insya Allah, kalau ada waktu saya akan usahakan." Jawab Reyhan
"Tante sangat berharap kamu menemui dia Reyhan.Tante takut, sewaktu-waktu Tuhan memanggilnya.Tante tahu dia tidak akan tenang sebelum meminta maaf secara langsung sama kamu."
"Saya sudah katakan tante, kalau saya sudah memaafkannya.Tapi kalau bertemu langsung, sepertinya saya tidak bisa."
"Sebaiknya kamu temui dia Reyhan. Kamu harus tahu alasan sebenarnya, kenapa suami saya membatalkan pernikahan kamu dan Rachel."
"Saya sudah tidak memikirkan hal itu lagi. Saya sadar, mungkin kami memang tidak berjodoh."
"Baiklah kalau begitu.Tante terpaksa mengatakannya sama kamu. Walau seharusnya om Arnes yang mengatakannya langsung. Dengar Reyhan, om Arnes terpaksa membatalkan pernikahan kamu dan Rachel, karena kalian tidak boleh menikah. Hubungan kalian adalah hubungan terlarang."
"Apa maksud tante?." Tanya Reyhan tak mengerti.
"Kamu dan Rachel tidak boleh menikah karena kalian bersaudara. Kalian kakak adik."
"Apaaa??Tante jangan bercanda. Mana mungkin kami kakak adik."
"Tante tidak bercanda.Tante mengatakan yang sebenarnya. Kamu dan Rachel kakak adik. Dia adik kamu Reyhan."
"Enggak...gak mungkin. Tante pasti bohong. Gak mungkin aku dan Rachel bersaudara."
"Tante tahu, pasti kamu kaget dan tidak percaya, tapi itulah kenyataanya. Awalnya tante juga tidak percaya sama seperti kamu.Tapi sayangnya itu benar. Kalian saudara satu ayah. Om Arnes papa kandung kamu Reyhan."
"Enggak...aku nggak percaya. Mana mungkin om Arnes itu papa kandungku."
"Kamu harus percaya Reyhan, karena om Arnes tahu semua itu dari mama kamu. Dan dia sudah membuktikannya sendiri. Diam-diam, om Arnes sudah melakukan tes DNA, dan hasilnya, kamu memang benar-benar anak kandungnya." terang Jeny, tapi Reyhan masih tidak percaya.
"Om Arnes dan mama kamu pernah menjalin hubungan, sampai akhirnya mama kamu hamil, tapi om Arnes tidak tahu hal itu. Dia pindah ke Jerman dan bertemu tante, lalu kami menikah. Sedangkan mama kamu menikah dengan papa kamu, dokter Dika.
Tante tidak tahu, apa dokter Dika tahu kalau mama kamu itu sudah hamil saat mereka menikah." Imbuhnya, Reyhan masih tampak terkejut dan syok mendengar semua itu.
" Tante tahu, kamu pasti berat menerima kenyataan ini. Om Arnes juga tidak menyangka sama sekali, kalau kamu ternyata anak kandungnya. Oleh sebab itu dia membatalkan pernikahan kamu dan Rachel.
Sekarang kamu sudah tahu yang sebenarnya. Tante harap, kamu bersedia menemui dia Reyhan. Bagaimana pun juga dia papa kandung kamu." Jeny menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Umur tidak ada yang tahu. Walau kamu tidak bisa menerimanya sebagai papa kamu, paling tidak, temui lah dia, dan katakan kalau kamu sudah memaafkannya.Tante tahu, kamu anak baik. Tante dan om Arnes, maksud tante, papa kamu, akan selalu menunggu kedatangan kamu."
Jeny lalu pergi dari sana, meninggalkan Reyhan yang masih tidak percaya apa yang dia dengar.
Reyhan mendudukkan diri di kursi kerjanya. Dia sangat shock mendengar semua ucapan Jeny. Dia tidak ingin mempercayai semua itu, dan meyakinkan dirinya kalau Jeny mungkin saja membohonginya. Atau bisa saja Arnes sengaja mengarang cerita itu. Namun entah mengapa, hati kecilnya mengatakan kalau semua yang dia dengar adalah kebenaran.
Dia ingat dulu Chintya pernah mengatakan, kalau Dika bukan papanya. Saat itu Reyhan tidak terlalu menanggapi ucapan Chintya, karena mungkin saat itu, Chintya sedang stres.
Apa benar om Arnes itu adalah papa kandungku? Kalau itu benar, berarti aku ini bukan anak papa Dika. Enggak...nggak mungkin. Ini pasti salah. Aku bukan anak om Arnes. Aku anak papa Dika. Batin Reyhan.
Reyhan beranjak, lalu pergi ke sebuah tempat. Dia akan pergi menemui Chintya di penjara, untuk menanyakan langsung kebenarannya.
pasti bakalan kangen sama jargonnya papa Dika malam pertama 😁😁😁🤭
akhirnya sampai juga di akhir cerita
terima kasih untuk karya yang keren ini mom😘😘😘😘
omes nya Reyhan mirip papa Dika 😄😄😄
sepertinya bakalan ada yang CLBK nih