Mengandung kata kata kasar.
Salah paham yang berujung di cap sebagai pelakor. Davina Brigita gadis yang menyukai tantangan itu memilih bermain main dan mengikutinya dibanding dengan menyangkal semuanya.
Siapa sangka semuanya menjadi kenyataan ketika satu minggu menjelang pernikahan, tiba tiba sang tunangan yang begitu ia cintai lebih memilih menikahi sahabatnya.
Davin memilih pergi menjauh, rasa sakit yang ia terima membuatnya benar benar menjadikan dirinya pelakor hanya karena sebuah dendam.
Empat tahun kemudian dia datang membawa kejutan untuk membalas dendam. Bagaimana cinta Davina akan berakhir? akankah dia bahagia setelah menghancurkan pernikahan mantan tunangannya?
Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Menyakitkan
Davin merasa tubuhnya lemas, dua hari ini dia begitu lelah dan mual. Ia baru sadar sudah melewati periode bulanannya. Davin segera mengambil alat tes kehamilan yang memang sempat dia beli lalu mencobanya. Dia memang membeli alat itu untuk berjaga jaga, karena dua kali mereka menghabiskan malam, dirinya dalam masa subur. Setelah menunggu beberapa saat, Davin melihat dua garis pada alat tersebut, dia tersenyum bahagia, dimasukkannya alat itu dalam tas. Davin bergegas pergi ke rumah Marchel, pernikahan mereka akan berlangsung seminggu lagi, namun hadiah sudah mereka dapatkan. Marchel pasti akan senang sekali.
*******
"kamu mau membatalkan pernikahanmu dengan Davin? jangan bercanda Marchel pernikahan kalian kurang satu minggu lagi, semua sudah siap"
"aku tidak bercanda ma, aku sungguh tidak bisa menikahi Davin, ada perempuan lain yang lebih membutuhkan aku"
"apa maksudmu!!"
"Syeila, ternyata selama ini dia mencintaiku, dia mengalami kecelakaan saat akan mengejarku yang saat itu akan menemui Davin, dan karena kejadian itu dia harus kehilangan rahimnya" ucap Marchel menunduk, setelah berperang dengan bathinnya Marchel memutuskan untuk menikahi Syeila, karena wanita itu lebih membutuhkannya, sedangkan Davin, Marchel yakin pasti suatu saat ada laki laki yang akan menerimanya dengan tulus
"tapi kenapa harus menikahinya Chel?"
"ma, coba bayangkan jika mama jadi Syeila, siapa yang mau menikah dengan perempuan yang tidak bisa memberikan suaminya keturunan"
"lalu kamu sendiri bagaimana? apa kamu tidak ingin memiliki anak? mama ingin memiliki cucu Chel" Ria sudah berkaca kaca,
"kita akan memikirkannya nanti ma"
"tapi mama menginginkan cucu Chel, pasti ada laki laki lain yang mau menikahinya"
"siapa ma? siapa yang mau melakukan itu, tidak ada! kecuali pria itu benar benar mencintai Syeila, dan selama kami sebagai sahabat, Syeila tidak pernah memiliki pacar dan dekat dengan pria manapun"
"kamu yakin dengan keputusanmu ini, apa kamu tidak mencintai Davin lagi?"
"ma, aku sangat mencintai Davin, aku hancur ma, aku hancur, tapi aku juga penyebab semua hal yang di alami Syeila, aku harus bertanggung jawab"
"lalu bagaimana dengan Davin, dia akan terluka jika kamu membatalkan pernikahan ini"
Bug......Davin menjatuhkan tas yang dia bawa hingga semua isi tadnya keluar.
"Davin...." ucap Marchel dan Ria bersamaan, keduanya tampak pucat dan pias
"apa yang barusan aku dengar itu benar Chel?"
Marchel terdiam, inilah yang tak sanggup ia lihat, ia harus berhadapan dengan Davin.
"jawab!!!"
"maaf"
Davin tersenyum sinis, tidak ada luka berdarah namun ini beribu ribu lebih menyakitkan daripada sayatan pisau.
"kenapa?"
"a...aku..akan menikahi Syeila sahabatku"
Deg......jantung Davin seperti berhenti berdetak, dia dicampakkan dalam kondisi hamil hanya untuk menikahi perempuan lain. Hebat!!!
"kenapa kamu membawaku ke langit jika akhirnya kamu menghempaskanku ke tanah Marchel!!!!" Davin berteriak, dia sakit, sakit
"maaf Vin, maafkan aku" Marchel menunduk
"apa maafmu bisa mengobati luka hatiku?" seketika Marchel mendongak, dia menatap wanita yang begitu dicintainya, hatinya hancur, hancur bahkan tidak dapat disatukan lagi.
"Vin, Marchel melakukan semua karena satu alasan, maukah kau mendengar penjelasannya?" ucap Ria
Davin tersenyum getir, lagi lagi dia kecewa, bahkan wanita yang ia anggap mamanya sendiri membela putranya yang akan meninggalkannya untuk menikahi wanita lain.
"baiklah jika itu keputusanmu, aku ucapkan selamat, tapi ingat satu hal tuan Marchelian Pratama dan juga anda Ibu Rianti Amelia yang terhormat, aku Davina Brigita, kau sudah menorehkan luka yang begitu dalam di hatiku, aku bersumpah kau tidak akan pernah mendapatkan keturunan dari wanita manapun selain aku, kau hanya akan hidup dalam bayang bayang masa laluku, dan suatu hari nanti kalian akan datang dan mengemis bahkan menangis darah kepadaku" Marchel dan Ria memucat mendengar sumpah Davin yang begitu terdengar mengerikan. Davin mengambil barang barang yang jatuh dari tas nya, tanpa dia sadari tespeck yang akan dia tunjukkan pada Marchel terjatuh di bawah sofa. Davin beranjak pergi dan tepat saat berada di depan pintu Davin berkata "berbahagialah semampu yang kau bisa Marchel, terima kasih telah mencampakkan kami" gumam Davin pelan namun samar samar didengar oleh keduanya, Marchel dan Ria saling pandang, mereka masih belum mengerti arti ucapan Davin. Davin berlalu meninggalkan rumah yang memiliki begitu banyak kenangan didalamnya. Dia tidak menangis, mungkin karena sudah kebal dengan kehidupannya yang sudah banyak makan asam garam, Davin hanya kecewa pada Marchel dan Rianti, Davin bersumpah dia akan membalas semua yang Marchel lakukan beribu ribu kali lipat lebih menyakitkan daripada ini.
*****
piye piye, kurang serukah?