NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Check In Hotel

Rusdhi menemani Ritha sampai di lobby gedung yang sudah sepi. Hanya ada beberapa sekuriti sif malam yang sedang berjaga-jaga. Sebagian lampu sudah dimatikan menyisakan cahaya remang di beberapa sudut gedung.

"Lain kali kamu jangan pernah membantah pak Satya, Rith. Dia baik dan selalu memberi kesempatan karyawannya untuk maju."

Bukannya mengiyakan, Ritha malah merasa punya kesempatan untuk protes pada Rusdhi. Unek-unek yang sejak tadi ditahan akhirnya ambrol, "Bapak seperti menjebak saya tadi. Seharusnya bapak memilih orang yang lebih senior dan kompeten. Asisten struktur dan MEP semua sudah senior dan berpengalaman, kenapa asisten arsiteknya harus saya? Kan timpang nanti jadinya."

"Kita nggak punya orang arsitek lagi, Rith. Sebelumnya pak Dave bekerja one man show, jadi regenerasinya tidak begitu bagus. Lagipula benar apa yang dikatakan pak Satya tadi, kamu nanti bakal lebih banyak bekerja di manajemen proyek. Jadi, pekerjaan utama kamu tidak akan berubah, ya seperti sekarang ini. Asal kamu tahu, pak Dave dulu waktu pertama jadi direktur teknik usianya lebih muda dari kamu dan minim pengalaman pula. Jangan pernah sia-siakan kesempatan, Rith. Yang penting kamu harus percaya diri dan tunjukan bahwa kamu bisa pegang amanat dan berprestasi," kata Rusdhi dengan nada bijak. Ia menepuk bahu Ritha dan menatapnya seolah hendak menularkan keyakinannya lewat media hipnotis.

"Tapi saya belum nyaman dengan pekerjaan saya sekarang, Pak."

"Nikmati saja, lama-lama juga terbiasa dan nyaman. Gitu aja kok repot," jawab Rusdhi santai.

BMW seri terbaru berhenti di depan mereka. "Itu mobil pak Satya. Jarang ada karyawan berkesempatan naik mobil bersama dia. Masuklah! Malam ini kamu beruntung,"

Beruntung? Oh, tidak. Meski Satya luar biasa tampan paripurna tapi Ritha sama sekali tak punya rasa apalagi berambisi menjadi pendampingnya. Justru Ritha merasa berada di pinggir jurang. Jantung Ritha berdebar karena cemas. Apakah nasibnya akan seperti tokoh perempuan lemah di novel-novel picisan yang terpaksa harus tunduk diperbudak sebagai pemuas nafsu bosnya yang sedang marah dan lupa diri? Tuhan, lindungi Ritha. Jangan sampai itu terjadi pada dirinya. Ia di sini murni hanya ingin bekerja.

Ritha membuka pintu depan dengan hati cemas. Sengaja memilih duduk di samping supir.

"Selamat malam, Pak. Terimakasih sudah berkenan mengantar saya," ucapnya dengan bibir gemetar.

"Hm," Satya hanya mendehem. Ia masih meneruskan komunikasinya dengan seseorang yang pastinya berada di luar negeri.

Dari isi perkataan Satya yang terekam telinganya, Ritha bisa menyimpulkan kalau bosnya sedang melakukan penjajakan bisnis dengan pengusaha yang perusahaannya berkedudukan di Norwegia. Tak seperti di ruang rapat tadi, suara Satya kali ini lebih terdengar empuk dan enak didengar. Lelaki itu pandai sekali memainkan vibrato suaranya pada saat lebih rileks. Jika diperhatikan dari gaya bicara, teknik suara vibrato dan pilihan diksi yang sering digunakan, Satya pasti komunikator ulung.

Tak sampai 5 menit, mobil berhenti di sebuah hotel bintang 5 yang letaknya hanya terhalang 3 gedung dari kantornya. Satya menyuruhnya turun terlebih dahulu dengan isyarat mengibas-ibaskan tangannya. Sementara Satya sendiri berusaha menyudahi teleponnya.

"Silakan tunggu di lobby. Nanti pak Pri akan bantu kamu reservasi. Dia harus cari parkir dulu," kata Satya dengan ekspresi datar. Suaranya berubah berat.

Langkah Satya panjang sehingga sebelum Ritha sampai pintu utama hotel, Satya sudah mendahuluinya. Ritha memutuskan untuk mengekor saja. Tak dinyana, 3 orang datang menghampiri Satya ketika Ritha baru saja meletakan bokongnya di sofa single sebelah sofa yang telah diduduki Satya. Ada beberapa sofa yang tersedia di lobby hotel tampak tertata apik. "Halo, Satya. Kenapa baru datang sekarang? Reuni sudah bubar tahu," sapa gadis berambut pirang itu sambil cium pipi kanan dan kiri Satya. Yang dicium tersenyum dingin.

Gadis itu sempat memandang Ritha dengan tatapan jengkel, namun Ritha membalas dengan senyum tipis.

"Sorry, aku baru saja selesai rapat. Ada situasi genting yang harus segera diselesaikan."

"Sompret emang kamu, Sat. Kita ngadain reuni di sini tuh karena dekat kantor kamu. Biar kamu bisa gabung seru-seruan bareng kita lagi." pria modis itu menepuk bahu Satya, menautkan genggaman tangan seperti orang hendak adu panco lalu memeluk sambil memukul-mukul bahu dan tergelak.

"Sorry, Bro. Lain kali aku pasti berusaha datang,"

Teman Satya yang ketiga adalah pria yang menggunakan kaca mata berbingkai kayu dengan model unik. Satya juga melakukan hal yang sama untuk melepas kangen dengan apa yang dilakukannya pada teman keduanya. "Duduk yuk. Kita ngobrol sebentar di sini atau di resto nih? Waktuku hanya setengah jam. Setelah ini aku mesti balik ke apartemen dan istirahat. Besok pagi sudah ada daftar janji bertemu dengan klien."

"Dari dulu kamu selalu sibuk, Sat. Kapan kita punya waktu enjoy bareng lebih lama," keluh sang wanita dengan suara manja. Dia langsung duduk menyilangkan kaki di sebelah Satya. Pahanya yang putih mulus terlihat jelas, seperti sengaja menantang gairah pria di sekitarnya.

"Ohya, kamu siapanya Satya? Kok kita nggak dikenalin sih, Sat" protes pria modis yang sejak tadi berusaha modus mencuri pandang ke arah Ritha.

"Eh iya, dia asisten direktur di GNC. Namanya Ritha. Kami baru selesai rapat dan dia tidak bisa pulang ke tempat kost karena terbentur aturan jam malam."

"Karena itu kamu ajak menemani kamu tidur di sini?" tebak pria modis itu sambil tertawa terbahak-bahak.

Ritha terbelalak. Sumpah, ia jadi takut kalau-kalau ucapan pria itu benar.

"Hush, enggak lah. Aku ke sini itu cuma mau nganterin dia dan bertemu kalian. Cuci dulu dong otak kalian pakai deterjen biar pikirannya nggak kotor melulu. Setelah ngobrol dengan kalian, aku bakal pulang langsung ke apartemen kok," kilah Satya.

"Mau tidur di sini atau di apartemen kita mah nggak peduli, Sat. Asal kita boleh kenalan sama asisten kamu." kata pria berkaca mata kayu itu sambil menatap Ritha

"Hai, Rith. Kenalkan aku Adam dan ini temanku Didit dan Alvi. Kami ini teman SMPnya Satya," si modis yang ternyata bernama Adam itu pun menunjuk seraya menyebutkan nama kedua teman yang bersamanya. Dia juga mengulurkan tangannya di depan Ritha. Namun Ritha agak ragu membalasnya.

"Rith, itu pak Pri sudah di depan meja resepsionis." kata Satya seraya menunjuk supir pribadinya yang telah berada di depan meja resepsionis. Setelah itu, ia mencoba mengalihkan perhatian teman-temannya dengan menaruh map di meja bundar yang ada di hadapannya.

Untunglah pak Pri tidak terlalu lama cari tempat parkir sehingga Satya segera dapat mengusir Ritha menjauh dari teman-teman alumni SMPnya yang rada-rada gila.

"Maaf ya, saya pamit duluan." katanya sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.

Ritha buru-buru menyusul pak Pri ke meja resepsionis. Dalam hati ia berniat segera masuk kamar dan menguncinya dari dalam agar ia dapat langsung membersihkan diri lalu pergi tidur dengan nyenyak. Ia juga perlu menegaskan ke resepsionis agar tidak memberi kunci kepada siapapun selain dirinya. Harus waspada. Mana tahu apa yang dikatakan teman Satya itu benar. Menurut cerita yang ia tahu dari novel dan pembicaraan dari mulut ke mulut, affair cinta satu malam antara bos dan karyawan itu biasa terjadi di kota besar seperti Jakarta. Mengerikan. Sudah pasti karyawan dalam posisi tak berdaya seperti dirinya rawan jadi korban kejahatan cinta macam itu.

Resepsionis menyerahkan kunci kamar 307 sambil menjelaskan fasilitas dan ketentuan hotel. Ritha menerimanya dengan senang hati lalu pamit pergi ke kamar setelah mengucapkan terimakasih pada pak Pri yang masih memproses pembayaran.

"Ohya, tolong sampaikan juga terimakasih saya pada bos besar," serunya sambil melambaikan tangan dan tersenyum riang yang dibalas pak Pri dengan anggukan dan senyum.

Ritha melangkah cepat menuju pintu lift yang ditunjukan resepsionis. Karena sudah tengah malam, lift meluncur cepat tanpa hambatan. Apalagi kamarnya hanya terletak di lantai 3.

Begitu sampai di kamar dengan fasilitas kelas standar bintang lima, Ritha menghela nafas panjang. Insya Allah aman. Ia segera sikat gigi, membersihkan wajah dan mengoleskan krim malam. Selanjutnya menyalakan lampu tidur dan berdoa semoga Tuhan membangunkannya besok dalam keadaan sehat, selamat dan tak kurang satu apapun. Ia terlalu lelah. Tak ingin berpikir apapun, hanya ingin tidur dan mimpi indah.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!