NovelToon NovelToon
Bidadari Dalam Sangkar.

Bidadari Dalam Sangkar.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:167.7k
Nilai: 5
Nama Author: ekha dewi

Alyra Almeera adalah gadis sederhana, Setelah kematian sang ibu, membuatnya menjadi wanita yang senang mengurung dirinya di rumah, dia hanya menghabiskan waktu, dengan melanjutkan bisnis usaha kue milik peninggalan ibunya.

Dahulu saat dia baru saja kuliah di pertengahan semester delapan, tiba-tiba harus menghentikan kuliahnya, akibat terhambat biaya yang bentrok dengan biaya kebutuhan sehari-hari, dia malah terus mendorong sang adik untuk terus sekolah kejenjang yang lebih tinggi. Dia berharap sang adik yang akan meneruskan cita-citanya.

Tidak ada kisah cinta sebelumnya, hingga sang ayah sakit, dia rela jadi pembantu demi biaya pengobatan sang ayah yang tiba-tiba harus di operasi.

Dia hanya mengabdi pada ayah dan adik satu-satunya. Semua kasih sayang hanya tercurah untuk keduanya.

Hingga dia bertemu dengan pria yang bernama Bayu Samudra, juga keluarga lainnya, dia tidak menyangka jika pertemuan setiap hari akan membuat keduanya jatuh cinta.



ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ekha dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BDS.Chapter 15(Berabe)

"Hey siapa kalian?"

Wajah Sonia terbelalak, melihat tampilan Murni yang 100 persen berubah, dia tidak mampu menutupi keterkejutan-nya.

Calon adik ipar yang selama ini, dia benci sepelekan berubah wujud, kadang dia dengan trang-trangan menyebutnya gila.

"Kamu!"

"Apa."

Suara Murni terdengar jelas di telinga Sonia, dengan fasih dia menjawab ucapannya. Sonia masih tidak percaya hingga klakson Mobil yang di kemudikan Alyra bergerak dengan kaca depan terbuka.

Sonia makin tidak percaya, Lyra mengemudikan mobil kesayangan Calon tunangan, sekaligus calon Suaminya.

Lyra menekan kelakson hingga tubuh Sonia terpaksa menggeser.

"Si kampungan bisa mengemudikan mobil!" Sonia menggeleng tidak percaya, saat Lyra tersenyum mengangguk. dia kesal bukan main.

"Sial, Cieh.."

Sonia Kesal bukan Main, dia menghubungi kekasihnya langsung. Mengadukan yang dia lihat di depan matanya sekarang.

Menghentakan kakinya dia ingin melabrak tadinya, karena Bayu meminta ijin menikahi Lyra, belum sempat dia mengutarakan unek-uneknya dia malah yang kesal duluan.

Mobil melesat meninggalkan rumah mewah itu, pintu gerbang utama terbuka dan Lyra melambaikan tangannya pada satpam, hingga uang pecahan 20 ribu mendarat di tangan pak satpam.

Dia senang melihat senyum bahagia orang-orang kecil seperti dirinya, di kasih uang yang tidak seberapa, tapi bahagianya luar biasa.

"Terimakasih Nona semoga selamat sampai tujuan."

Suara yang tulus terucap dari satpam yang mencium uang itu.

Tiiinnn

Tiiinnn

"Cepat bukain, Bengong aja, tuli kamu hah.!"

"Masya Allah sopan dikit kek Nona, gini-gini juga aku sudah tua."

Gerutu hati kecil Satpam sambil mengangguk minta maaf, wajah Ketus Sonia nampak di penuhi amarah.

Dia menancap gas tanpa Ampun deru suara Mobilnya terdengar kasar, seperti yang mengemudikannya.

Pak satpam mengusap dadanya.

"Orang kaya memang ada yang seperti itu."

****

"Kak Ly bisa mengemudi, sejak kapan?"

Lyra melirik sebentar, lalu dia mengingat pertama kali dia membawa Mobil sebelum menjual rumah mewahnya.

Dan itu sudah lama sekali.

"Nggak ingat Nona, tapi kalau pertama belajar habis tuh warung jongkok pedagang angkringan pasar malam."

"Hahaha."

"yang betul kak, terus sekarang?"

Belum Lyra menjawab

Ciiiiiiit ban berdecit keraas, Lyra mengerem mendadak membuat Murni terkejut bukan Main.

"Ada apa?"

Suasana cukup sepi, dan dari jauh ada tukang jualan pinggir jalan, namun tidak tahu kalau mereka kena todongan rampok.

Wajahnya Murni tegang, melihat dua preman sangar berdiri di depan mobil mereka, Murni ketakutan dia mulai panik saat preman menodongkan pisau di depan mobil mereka.

"keluarkan barang berharga milik kalian?"

"Tenang Nona Uni?"

Pinta Lyra sambil mengikatkan pashmina yang menjuntai. Lyra turun, dengan tenang, namun hatinya dia juga takut.

kedua preman langsung meminta uang juga tas yang di gendong Lyra.

Saat menyodorkan tangannya, dengan Sigap tangan Mungil Lyra menotok nadi lengan Preman itu, pisau terjatuh kedua Mata preman itu makin nyalang, merasa malu kalah gesit dengan gadis ingusan di depannya.

Entah jurus dari mana, dan sejak kapan Lyra belajar itu semua, gerakan cepat kakinya menginjak ujung pisau hingga pisau melayang di udara, gerakan ringannya dengan sekali hentakan kaki, tangannya berhasil menangkap pisau itu, dan kaki satunya mendarat di mahkota kelamin pria tegap dan sangar itu.

"Aw. ..Apees sia bebenyiit lehoan bobogaan aing di tajong aduuuh."

(Aww Sial kamu bocah ingusan senjata gue di tendang Aduuuh.)

Teman yang satunya, merasa lebih kesal wanita kecil dengan wajah cantik imut menggemaskan bisa melumpuhkan temannya dengan satu serangan.

"Awass ...sia ku aing di bales ."

(Awas... gue bayar loh.)

Nyeruntul memasang serangan, hingga tidak ada kesempatan untuk dia melihat kebawah, dan saat akan memukul wajah Lyra, kakinya tersandung di kaki rekannya yang meraung di bawah.

Bruuuk...badan besar itu ambruk juga, sedikit oleng dan tangannya menyentuh mobil di sampingnya, hingga suara Alarm mobil berbunyi nyaring.

Body mobil itu penyok sedikit, dengan lecet goresan dari hantaman ikat pinggang bergambar tengkorak preman itu.

"Aduuh mobil tuan!"

Lyra menepuk jidatnya, kedua pria itu kembali berdiri sangar, dan pria yang pertama menyerang masih meringis kembali bangun memasang kuda-kuda.

Mereka berdua maju berbarengan akan menghantam gadis itu.

Bulatan tinjuan tangannya terlihat mengerikan, jika itu mendarat di pipi cantik Alyra.

Keduanya menyerang bersamaan, dan beberapa senti lagi akan menghantam pipi Lyra, dia berjongkok menunduk hingga 80 derajat dari ketinggian badannya.

Dukss

Dukss

kedua hantaman kepalan tinjuan itu mendarat di pipi rekannya masing-masing.

"Kunaon maneh ngahantem aing Jabrex."

(kenapa kamu ngehajar gue Jabrex.)

"teu kahaja boss."

(nggak sengaja boss)

Linglung kedua preman penjahat itu pusing, kepalan mereka berdua menghantam rekannya sendiri, dan saling memukul keras pelipis keduanya.

mereka meraung sakit, kesempatan Lyra untuk bertindak.

Secepat kilat tangan mungil itu mengadukan kepala mereka.

Druuuk ..

"Aduuuuh... anak setan sia budak saha?"

(Aduuuuh..Anak setan kamu anak siapa)

Kesal, Malu, Pusing baru kali ini preman kampret mendapat perlawanan dari gadis ingusan hingga mereka tidak bisa menyentuh apalagi menghajar sasaran mereka. Hingga orang orang disana berkerumun, heran ada gadis kecil yang mampu membekuk preman yang meresahkan warga sekitar.

Secepat kilat Lyra masuk kedalam mobil, dia mundur beberapa meter, hingga dia menancap gas meninggalkan preman yang sudah linglung, Lyra buru-buru masuk menghindari warga. Mereka membawa kedua pria si biang onar menuju kantor polisi terdekat, karena memang mereka memang meresahkan warga sekitar.

Murni ternganga melihat Lyra masuk tanpa luka sedikit pun, nampak napasnya saja yang ngos ngosan.

"Jangan katakan apapun pada siapapun oke Nona Uni!"

"Kenapa?"

"Berabe."

Pangkas Lyra sambil menetralkan napasnya, Mobil berhenti di depan Carrefour.

Dengan masih terkejut, dan merasa takjub pada gadis di sampingnya, Murni beranikan diri bertanya.

"Kenapa malah kesini kak Ly?"

"Ayo nanti juga tahu?"

Setelah mobil masuk area parkir, mereka turun, dan tangan Lyra meraih tangan Murni.

"Ayo."

Ada rasa takut, was-was dan minder yang di rasakan Murni. Hingga kaca mata hitam milik Lyra menempel sempurna di hidung si cantik Murni.

"Sekarang mereka tak akan melihat warna bola mata indah mu Ayo."

Memegang erat hingga tangan Murni berkeringat setelah 4 tahun dia tidak melihat dunia luar, kini nampak orang-orang berlalu lalang. dia begitu risih, namun sebaliknya, mereka kagum pada penampilan mereka.

Lyra berjalan buru-buru, tidak jauh dengan gadis cantik di sampingnya.

Terigu berprotein tinggi.

Tepung Maizena, mentega, susu full cream, gula, coklat, SKM, Soda kue, baking powder, butter, susu bubuk, dan seantero alat-alat kue dia beli.

Semua sudah masuk keranjang.

"Mau apa Nona Uni?"

"Aku masih bingung, kakak ini siapa?"

Bukan menjawab Murni malah balik bertanya, dia masih bingung berkali-kali dia mendapat kejutan-kejutan tak terduga dari pembantunya.

"Besok-besok nanyanya, sekarang kita minum dulu yuk?"

Membuka lemari pendingin yang transfaran.

"Nona mau minum apa?"

"Apa aja kak Ly?"

Lyra mengambil dua buah botol teh dingin yang ada di sana. Lalu Lyra membayar dengan uangnya sendiri.

"Kakak kartu ini!"

Murni m dia menyodorkan kan kartu ajaib itu, namun Lyra menolaknya. "Nanti bayarnya kalau kita sudah sukses bikin acara kejutannya."

Lyra membayar semuanya, tatapan kagum dari semua orang, yang melihat mereka begitu akrab, yang satu berkerudung yang satu begitu modis.

Hingga mereka melesat meninggalkan Carrefour dengan hati yang riang, mobil lecet gimana nanti saha, yang penting mereka bahagia, saat ini kedua bidadari dalam sangkar pada keluar bebas.

Merangkai langkah menepis gundah, menghalau resah, mencoba saling menguatkan satu sama lain.

Mereka berhenti di depan Alfamidi. dan Lyra turun dari mobil, semua itu tidak luput dari pengawasan gadis penjaga Alfamidi, Lyra masuk.

"Yura telor satu kilo, dan keju Mozarela satu yang sedang."

"Baik kak?"

"Aku kepo kak, mobil siapa di depan?"

Yura pegawai Alfamidi yang sudah begitu Akrab dengan Lyra, dia tidak segan saat waktu luang dan waktu istirahat mereka selalu nongkrong di kedai kue terlaris disana.

"Majikan kakak Yu!"

"Benarkah, Wow keren kak?"

"Bagaimana rasanya naik mobil mewah, Aku mau nyobain."

Canda Yura dengan menyodorkan telur dan belanjaan Lyra. Lyra tersenyum lalu mengambil semua belanjaannya.

"Terimakasih Yu, kakak pergi dulu."

Lyra keluar dan mendapat anggukan dari Yura. Murni masih di dalam dengan wajah penuh pertanyaan, juga masih bingung, gadis yang tersenyum kearahnya itu sebenarnya siapa?

Nona Ayo turun kita sudah sampai di tokok kue itu, Lyra menunjuk sebrang Alfamidi ada Kedai Aurora Cake.

Murni terkejut begitu sederhana bangunan dan desain tokok kue, yang rasanya mantap itu.

"Assalamu'alamualaikum."

"Wa'alaikum salam?"

Gadis seumuran Luna berdiri menyambutnya, dan Lyra melambai, gadis itu terkejut. "Nona, ayah Nona pulang."

Teriak Gadis itu, yang Lyra belum tahu namanya.

"Kakak Ly?"

"Iya ada apa Nona?"

"Sayang udah pulang lagi?"

Suara ayah menghentikan pertanyaan Murni, dan dia terkejut Murni masih bingung

"Apakah kedai ini punya kakak Ly?"

"Ayah ini Majikan aku, Nona Murni ini ayahku."

Suara Lyra lugas dan Murni menyodorkan tangannya "Halo ayah aku adiknya Kakak Ly!"

Sambutan hangat juga usapan lembut ayah Akbar, mengusap kepala dengan penuh kasih sayang pada gadis di hadapannya.

"Halo juga sayang, bagaimana kerjaan kakak Ly apakah dia nakal?"

"Tidak ayah, dia segalanya untuk kami."

Entah angin dari mana, Murni begitu mudahnya akrab dengan orang lain, mungkin dia rindu sosok seperti itu.

Ayah yang penuh dengan sorot cinta dan kasih sayang.

"Ayo masuk?"

Lyra meraih tangan Murni, sambil menenteng barang belanjaannya.

"Kakak biar aku yang bawa belanjaannya." pinta pekerja Lyra.

"Nggak usah dek, siapa nama kamu sayang?" Lyra menolak, dan malah balik bertanya.

"Aku Ismi kak?"

"Baiklah dek ismi bantuin kakak bikin kue ulang tahun untuk majikan kakak, sebelum Ashar kita harus balik lagi, kita buat dari sekarang."

Murni lebih banyak diam, dia hanya mengamati setiap gerak gerik gadis di hadapannya.

"Bibi Ati kenapa sendiri, kemana Bi Ami?"

"Itu Nona, Ami belum bisa masuk dia masih repot di rumahnya, bibi baru selesai bikin bolu talas permintaan pelanggan, ada yang bisa bibi bantu?"

Lyra mengangguk mulai menyiapkan wadah, dan menuangkan telur juga gula, pengembang, Skm, butter leleh, chocolat bubuk, dia memanaskan Mentega, baking powder /Sp, vanili, setelah semua tercampur, Bi Ati mulai mengocok telurnya, Dan Lyra menatap kedua gadis di sampingnya.

Murni menangis, dia baru mengerti kalau gadis di hadapannya adalah yang selama ini memanjakan Lidahnya.

Adonan black Forest sudah masuk oven dengan suhu I80 derajat Celcius.

Mereka menunggu sambil membuat adonan satu lagi. Lyra mengusap tangan Murni.

"Inilah kakak, rumah kakak, kedai kakak, pundi-pundi uang kakak, hidup kakak penuh dengan tepung setiap hari, dari sinilah kami bergantung hidup."

Murni menangis memeluk Lyra, gadis cantik yang tak pernah lepas hijab itu mengutarakan semuanya.

"Ayah apakah motor ku sudah datang?" tanya Lyra Antusias.

"Ada di garasi sayang, kemarin petugas baru mengantar kesini, dan mereka langsung memesan banyak kue lapis talas dari kedai hari ini."

Lyra bahagia dia berjalan menuju sang ayah, "Ayah jaga kesehatan ya?" Pinta Lyra sambil memeluk sang ayah.

"Agar kita bisa saling mendukung, Aku akan pulang setiap minggu pagi."

"Baiklah sayang, bawa juga jodohmu agar ayah bisa tenang!"

"Ayah ikh.."

"harus sayang."

"Kenapa sih ayah tidak bosan meminta itu." Rutuk Lyra kesal.

"Ayah akan diam jika putri ayah sudah ada yang menanggung jawab."

Pukulan manja mendarat di punggung Sang ayah, "nyebelin" Lyra mencubit manja tangan ayahnya.

Murni meneteskan air matanya, interaksi menyayat hatinya, entah sejak kapan dia berhenti mendapat pelukan hangat seperti itu, Lyra sadar melihat dengan ujung matanya, jika tidak baik-baik saja dengan majikannya.

"Kenapa sayang?"

Lyra mengusap airmata yang meleleh di mata Murni, dia menggeleng, lalu memeluk Lyra erat meluapkan menjadikan tangisan, semua orang terkejut hingga semua orang ikut pilu, bingung kenapa gadis cantik itu menangis.

"Kalian disini?"

1
Zaim Jepara
mau ketawa takut dosa🤭, semangat Thor sudah 2 novelmu ku baca dan semuanya menguras air mata😭
Ria dardiri
bagusss
Nurul
hmmm dah banyak bc crt... tp cerita ni terasa nyata GT...
Ratna Faidilna
jangan pelit up nya thor
semoga aja mey jodoh nya derek
fairy
up lagi dong
Lasmi Kasman
bahagia
Lasmi Kasman
Sonia engak kapok2
Lasmi Kasman
penasaran
Lasmi Kasman
sunguh menyakitkan
Lasmi Kasman
takut di jual jadi bilang TDK perawan
Lasmi Kasman
semangat Kak
Lasmi Kasman
orang jahat
Lasmi Kasman
Bayu kasihan lyra
Lasmi Kasman
sehat terus Alyra
Lasmi Kasman
lucu
Lasmi Kasman
kasihan
Aisyah Yuni Novita
lanjut thor..segera up donk
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧ🥑⃟ⰼ⃞☪ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
Kenapa enggak dilanjut Thor, ayo up lagi
Nur Wahyu
Thor kapan up lagi?
Dini Anggoro
kok di part ini karakter nya alira berubah ya thor.. jd kyk orng gila. td baca di part awal alira aku udh sreg, mungkin di part ini aja kali ya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!