NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Tentu saja penghargaan atas kerja keras saya. Bapak nggak sepelit itu, kan?" kata Sana sambil menyembunyikan rasa bersalah.

Dia memang tipe orang yang sering bicara tidak sesuai isi hati. Seperti sekarang, dia tahu dirinya kurang waspada. Kalau ada orang bermaksud buruk mencoba menyelidiki rahasia perusahaan, dia pasti ketahuan lengah.

Tapi di dunia ini selalu ada orang seperti dia, yang keras kepala sampai akhir. Raksa memberinya dua pilihan, dan tentu saja dia memilih yang menguntungkan dirinya.

"Baik, saya ingat kerja kamu. Sekarang katakan, kamu melihat sesuatu yang janggal?" Raksa terkekeh pelan. Dia tidak bisa menjelaskan alasannya, tapi bicara dengan Sana membuat suasana hatinya jauh lebih baik.

"Bapak sudah menemukan masalah di pembukuan perusahaan?" Sana sempat terpaku melihat senyum Raksa, tapi segera mengalihkan pikiran kembali ke pekerjaan.

Memang, Raksa lebih menawan saat tersenyum. Tapi ini jam kerja, dan dia tidak boleh memikirkan hal seperti itu, apalagi Raksa ayah Langit yang tidak bertanggung jawab.

"Hm." Tanpa menjawab langsung, Raksa meninjau lagi laporan masalah itu sambil menimbang kata-kata Sana.

"Kalau begitu, kenapa Bapak tidak langsung menyelesaikannya begitu ketemu? Piutang tak tertagih perusahaan sekarang sangat tinggi, dan itu secara tidak langsung menurunkan margin laba bersih..."

Sana hanya menyatakan fakta. Dari yang dia pelajari, setiap celah dalam sistem harus segera ditangani. Membiarkannya memburuk sampai tak terkendali baru bertindak itu tidak disarankan, karena justru merugikan dan berbahaya.

"Saya sedang memancing. Memancing ikan yang merasa dirinya paling pintar."

Raksa mengatakan itu tiba-tiba. Alasan dia baru mulai membereskan sekarang adalah karena masalah pembukuan itu sudah lama terjadi. Sebenarnya dia sedang menunggu seseorang menunjukkan wajah aslinya.

"Memancing?" Sana menggeleng, bingung.

Dia masih sangat polos soal dunia kerja. Apalagi ini hari pertamanya, dan pertama kalinya dia melihat langsung operasional perusahaan. Wajar kalau dia tidak mengerti maksud Raksa.

"Nanti kamu paham. Kalau saya jelaskan sekarang, kamu belum tentu mengerti. Tapi ada yang perlu saya minta bantuanmu..." Raksa sadar dia sudah terlalu banyak bicara hal yang tidak direncanakan, jadi dia memutuskan mengakhiri percakapan.

Sana memang tutor Langit dan tidak punya hubungan apa pun dengan Satria. Tapi tetap lebih baik berhati-hati. Kalau tidak, tidak ada jaminan kejadian dengan Sheila tidak terulang.

Mengingat rencana licik Sheila di awal-awal dulu, yang hampir membuat Raksa kehilangan perusahaannya, wajah Raksa mendingin dan senyumnya hilang.

Dia tidak punya waktu memikirkan kenapa dia membandingkan Sana dengan Sheila, dan kenapa dia mempercayai Sana tanpa alasan jelas. Sebab saat ini Sana hanyalah karyawan baru yang baru dia kenal sebentar.

"Apa yang bisa saya bantu?"

Sana merasakan perubahan suasana hati Raksa yang tiba-tiba. Dia tidak mau mengorek isi pikirannya, jadi hanya bertanya apa yang dia butuhkan.

"Tolong saya..." Raksa melirik ke arah kursi Satria. "Kamu pasti tahu semua soal bisnis dan jadwal yang dia tangani."

Raksa tidak menyelesaikan kalimatnya karena mendengar suara Satria kembali. Dia langsung mengubah apa yang hendak dia katakan. Soal meminta bantuan Sana, nanti saja dia bicarakan.

"Setelah kamu analisis laporan-laporan ini, serahkan ke Pak Satria untuk diperiksa. Nanti dia yang menyerahkannya ke saya untuk disetujui." Raksa mengambil beberapa laporan yang sudah disusun Sana dan mendapati isinya sesuai. Lalu dia mengedipkan mata.

Kalau Sana cukup pintar, dia pasti mengerti isyaratnya.

Beberapa laporan itu bermasalah, beberapa tidak. Raksa ingin laporan yang tidak bermasalah diberikan ke Satria, sedangkan yang bermasalah disimpan lalu diserahkan langsung kepadanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!