NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:291.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

“Tolongggg!” jerit Kayla sekuat tenaga.

“Diam!” bentak salah satu dari mereka, tangannya menutup mulut Kayla semakin keras.

Kayla menggeleng liar. Air matanya mengalir tanpa bisa ditahan. “Gak mau! Lepas! Tolongggg! Tolongggg!”

Tubuhnya meronta sekuat yang ia bisa. Kuku-kukunya mencakar udara, kakinya menendang asal. Namun tenaganya kalah telak. Mereka bertiga. Sementara Kayla sendirian.

Ketakutan menyelimuti seluruh tubuhnya. Jantungnya berdetak tak karuan, napasnya tersengal, dunia seolah berputar terlalu cepat.

Dan di tengah kekacauan itu—

Suara motor terdengar mendekat.

Lampu motor menyorot ke arah mereka. Salah satu penjahat menoleh kesal. Dari balik cahaya itu, turun seorang laki-laki.

Penampilannya sederhana, memakai koko putih bersih, sarung, dan peci hitam. Helm ia lepas, memperlihatkan wajah tenang dengan sorot mata tajam.

‘’Tolonggg! Tolongg! Mereka begal! Tolonggg!’’

‘’Diemmm!’’

‘’Arrkkhhh!’’ Kayla memekik saat pisau itu berhasil menggores lehernya.

“Lepaskan.” Titah laki laki itu singkat, suaranya rendah tapi tegas.

“Jangan ikut campur! Pergi sana!” bentak salah satu preman sambil mengacungkan pisau.

‘’Mmpphhh—“

Kayla menatap laki-laki itu dengan mata membelalak. Mulutnya masih dibekap, tapi kepalanya menggeleng pelan bukan menolak, melainkan memohon. Ia takut laki-laki itu pergi. Ia takut kesempatan satu-satunya hilang. Laki-laki itu melangkah maju satu langkah.

“Jika kalian lepaskan dia, maka saya juga akan melepaskan kalian.” ucapnya tenang, tanpa teriak, tanpa emosi berlebihan.

Preman itu tertawa mengejek. “Halah, banyak bacot lo!”

Salah satu dari mereka maju lebih dulu. Tangannya terayun, menyerang tanpa aba-aba. Semua terjadi begitu cepat.

Bug!

Laki-laki bersarung itu menghindar dengan gesit. Gerakannya terukur, seperti orang yang terbiasa menghadapi situasi genting. Ia menangkis, memutar tangan lawannya, lalu mendorongnya hingga terjatuh.

“Brengsek!” maki yang lain.

Dua preman lain ikut maju. Pertarungan pecah di tengah jalan sepi itu. Bunyi langkah kaki, desahan napas, dan benturan tubuh terdengar kasar di telinga Kayla.

Meski mengenakan sarung, laki-laki itu bergerak lincah. Setiap serangan ia balas dengan cekatan, tanpa brutal, tapi cukup untuk melumpuhkan. Satu per satu, mereka tumbang. Ada yang tersungkur, ada yang mundur ketakutan.

“Pergi!” hardiknya.

Tanpa berpikir panjang, ketiga penjahat itu kabur, meninggalkan pisau yang terjatuh di aspal.

Sunyi kembali menyelimuti jalanan. Kayla berdiri terpaku beberapa detik. Kakinya terasa lemas. Begitu ia sadar semuanya telah berakhir, tubuhnya tak lagi sanggup menopang dirinya sendiri.

Brug!

Ia jatuh terduduk, lalu luruh sepenuhnya ke aspal. Tangisnya pecah. Bahunya bergetar hebat. Nafasnya tersengal-sengal, seolah baru saja keluar dari tenggelam yang panjang.

Laki-laki itu segera berjongkok di hadapannya, menjaga jarak, suaranya tetap lembut.

“Kamu sudah aman. Mereka pergi.”

Kayla menutup wajahnya dengan kedua tangan. Air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan. Untuk pertama kalinya malam itu, ia benar-benar merasa selamat dan sekaligus sangat rapuh.

Laki-laki itu melepas sarungnya sedikit, menutupkan dengan sopan ke arah Kayla.

“Pakai ini dulu. Jalanan dingin.” Kayla mengangguk kecil, tangannya gemetar saat menerima kain itu.

Di bawah lampu jalan yang redup, dengan koko putih yang sedikit kotor dan napas yang masih terengah, laki-laki itu berdiri seperti sosok yang tak pernah Kayla bayangkan akan muncul dalam hidupnya.

“Hiks… hiks… hiks…”

Tangis Kayla teredam di balik sarung yang melilit tubuhnya. Kain itu terasa hangat, berbau sabun dan sedikit keringat anehnya menenangkan. Namun tubuhnya masih gemetar hebat. Tangannya mencengkeram ujung sarung seolah itu satu-satunya pegangan di dunia.

Laki-laki itu berdiri tak jauh darinya, lalu meraih botol air mineral dari motor. Ia membuka tutupnya dan menyodorkannya dengan hati-hati.

“Minum dulu.”

Kayla mengangkat kepala. Matanya sembab, merah, basah oleh air mata yang tak kunjung habis. Dengan tangan bergetar, ia menerima botol itu.

“T—terima kasih… hiks… hiks…”

Beberapa teguk air masuk ke tenggorokannya. Nafasnya sedikit melonggar, meski dadanya masih terasa sesak.

“Daerah sini lumayan rawan,” ucap laki-laki itu pelan. “Lain kali hati-hati. Kalau nggak ada kepentingan, jangan keluar malam.”

Nada suaranya lembut. Bukan menghakimi. Bukan menyalahkan. Justru itu yang membuat Kayla kembali terisak.

Air mata yang sempat tertahan tumpah lagi. Bahunya naik turun, tangisnya pecah tanpa bisa dicegah. Bukan karena takut semata melainkan karena seseorang akhirnya berbicara padanya dengan kepedulian yang murni.

Laki-laki itu terlihat bingung. Ia menggaruk tengkuknya, menimbang kata-kata, lalu berjongkok agar sejajar dengan Kayla.

“Mbak…” katanya hati-hati. “Rumahnya di mana? Saya antar.”

Kayla menggeleng cepat, sarung di tubuhnya ikut bergeser pelan.

“Rumahku jauh…” suaranya serak.

“Di mana?”

Kayla menunduk. “Jakarta… hiks…”

Laki-laki itu terdiam.

Ia menoleh ke kanan dan kiri. Jalanan benar-benar lengang. Lampu jalan redup. Tak ada mobil lewat. Hanya sesekali motor melintas, itu pun cepat menghilang di tikungan.

Situasi itu tak aman. Terlebih untuk seorang gadis yang baru saja mengalami kejadian mengerikan.

Ia kembali menatap Kayla. Wajah gadis itu pucat. Bibirnya bergetar. Matanya kosong, seperti baru saja ditarik paksa dari jurang yang dalam.

“Maaf…” ucapnya lagi, lebih pelan. “Kamu mau ke mana? Atau dari mana?”

Kayla membuka mulut.

“Aku—” Kalimat itu tak pernah selesai.

Pandangan Kayla mendadak berkunang. Dunia di sekelilingnya seperti berputar, menyempit, lalu menjauh. Suara laki-laki itu terdengar samar, memudar. Kepalanya terasa ringan sekaligus berat, seperti ditarik ke bawah.

Tubuhnya oleng.

Brukkk

“Astaghfirullah!”

Spontan laki-laki itu melangkah cepat, menahan tubuh Kayla sebelum jatuh menghantam aspal. Satu lengannya menopang punggung Kayla, yang lain menahan kepalanya agar tidak terbentur.

Kayla tak sadarkan diri. Napasnya masih ada, pelan, tapi teratur. Wajahnya pucat, bulu matanya basah oleh sisa air mata.

Laki-laki itu menelan ludah. Jantungnya berdegup lebih cepat.

‘’Ya Allah, maafkan hamba. Hamba hanya menolong!’’ gumamnya dalam hati.

1
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
Y dh ia Fatim,,mending pulang ke pondok aja,,,buat nenangin diri,,
biarkan aja si Arfin,,,tinggal aja😁😁😁
Eva Karmita
pergilah Fatim kamu memang butuh waktu ketenangan sendiri tidak perlu memikirkan si Arfin biarkan saja dia berada di dunianya dan kamu perlu memikirkan kewarasan drimu... semoga selamat sampai tujuan Fatim Arash
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 peluk fatim, fiks arfin jahat
Nar Sih
semoga kepulangan mu ke pondok bisa megobati luka yg di toreh lan arfin untuk mu ya fatim ,dan semoga kmu sama arash selamat smpai tujuan
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Arash udah tahu kasih bunga sama cewek🥰🥰🥰
Dra. S
jadi ceritanya nih, fatimah dan arash berdua naik mobil ke surabaya.?? yang benar aja dong mom? 🤔
tapi semoga aja mereka baik-baik aja yah mom, jangan aneh-aneh 😏
IG - @ Mommy_ar29🦋: ke bandara sayang, bandara 😭😭😭😭
total 1 replies
🍎billaacha90🍎
sabar ya Fatimah, biarkan Arfin perang batin dengan hatinya, semoga kesabaran mu dibalas dengan kebahagiaan yang luar biasa nantinya... aku yakin ini kak Author tidak akan membiarkan Fatimah menderita batin terus😭😭
🍎billaacha90🍎
selamat ya Arfin kamu sudah ingkar janji
🍎billaacha90🍎
sungguh teganya😭😭
Rosy
keluarkan semuanya mom..aku sudah siapin timun biar nggak darting sama kelakuan Arfin yg di luar prediksi BMKG 🤣🤣🤣
Rosy
jangan sampai terulang lagi Fatim..sebagai seorang istri harusnya kamu tidak perlu menuntut kepada suami karena itu kewajiban seorang suami memberikan nafkah..bukan cuma nafkah lahir tapi juga nafkah batin..kamu sudah pernah mencoba dan itu sudah cukup..jangan merendahkan diri kamu lagi di depan Arfin..cukup kamu melakukan tugas seperti biasa dan kali ini jangan menggunakan hati
Rosy
kamu bukannya nggak punya kekuatan Fin..tapi kamunya yg nggak ada niat..jadi laki2 gak usah plin plan..kalau kamu pilih Zivana ceraikan Fatimah,begitupun sebaliknya..nggak usah pake alasan Fatimah terlalu suci dan kamu penuh dosa..tidak ada manusia yg sempurna..semakin kamu plin plan,kamu semakin terlihat bringsik dari papa kamu yg menelantarkan Kayla dulu
Rosy
astaghfirullah..sudah setahun loh..kok belum pernah di sentuh sih..si arfin niat nikah cari istri atau cuma nyari babu untuk jagain Arash dong heh..semprul tenan kamu Fin 😤
Nurul Fajriyah
pokok ny fatim hrus kasi pelajaran sma arfin pokok nya
Ainal Fitri
💔💔💔💔💔💔
😭😭😭😭😭😭
sabar bnyak nyak ya fatim kamu dbutuhkan hnya untuk Arashi maka jd lah sperti yg inginkan oleh arfin. biarkan ia larut dengan dunia nya maka kamu pun sibukan diri dengan niat mu. biarkan takdir yg menyelesaikan semua nya 😓😓😓
Yanti Gunawan
Klo mau d buat cerai please buat fatim tetap perawan thor...
Yanti Gunawan: yuhuuui🤣 biar gk rugi" amat thor🤣🤣
total 2 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Tri Hastuti
sabar fatim,,
lanjut mom
Rahmi Miraie
balik kepondok aja fatim atau pergi yg jauh ga usah ijin sama arfin..biarin dia kelimpungan sndiri mncari kmu
arfin udah dosa karena mengingkari jamjinya sama Allah dan abah kmu,bgtu juga janjinya dgn kayla yg akan menjaga kamu
Eka ELissa
anu itu....
pertengkaran sengit Yo mak🤣🤣🤣
GK papa yg pnting fatim jgn lemah Mak....
IG - @ Mommy_ar29🦋: anu, itu loh anu 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!