NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Runtuhnya Kesombongan Taichu

Cahaya dua matahari Primordial menyinari Kota Suci Tianyu. Namun pagi yang seharusnya indah itu tidak mampu mengusir ketegangan yang menyelimuti Aula Utama Istana Penguasa.

Di atas singgasana kristal, Shen Ziyue duduk dengan wajah dingin. Cahaya Pemusnah berderak di antara jemarinya yang mencengkeram sandaran singgasana hingga retak.

Di bawah, Tetua Agung Cang Ming berdiri dengan senyum penuh kemenangan. Di belakangnya, para Ksatria Emas dari faksi Pusat Taichu berdiri dalam barisan rapi.

"Yang Mulia, sebaiknya Anda menerima kenyataan." Suara Cang Ming menggema di seluruh aula.

"Sejak fajar, kami telah mencari Komandan Bintang. Namun hingga sekarang, dia belum juga muncul."

Ia menghela napas, seolah benar-benar prihatin.

"Manusia tanpa Qi tetaplah manusia fana. Setelah menyadari dirinya telah menjadi sasaran Majelis Tetua, mungkin dia memilih melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya."

"Tutup mulutmu!" Tatapan Ziyue menajam. "Xuan tidak akan lari."

"Sayangnya, kenyataan berkata lain." Cang Ming tersenyum tipis.

"Tanpa pelindung pribadi Anda, keamanan Tianyu berada dalam bahaya. Demi keselamatan kekaisaran, Majelis Tetua harus mengambil alih komando militer kota ini."

Ia mengulurkan tangannya.

"Serahkan Segel Komando Militer."

Jemari Ziyue mengepal.

Ia tahu Cang Ming memang menunggu kesempatan ini. Jika ia menolak, armada Taichu yang telah mengepung istana akan memiliki alasan untuk mengambil alih Tianyu dengan kekerasan.

Namun Ziyue tetap percaya Lin Xuan masih hidup.

Pria yang mampu menghancurkan Lie Yan dengan satu pukulan tidak mungkin mati hanya karena dilempar ke dalam Penjara Dimensi Hampa.

Cang Ming menaiki satu undakan lagi. Tangannya hampir menyentuh Segel Komando ketika...

Kraak!

Ruang di tengah aula tiba-tiba terbelah.

Para Ksatria Emas serentak menghunus senjata, sementara Cang Ming mundur dengan wajah berubah.

Retakan hitam terbuka di udara. Tidak ada formasi yang mengendalikannya. Ruang itu seolah dirobek paksa dari dalam oleh kekuatan yang begitu dahsyat hingga kehampaan di sekitarnya ikut bergetar.

Sebuah kaki bersepatu putih melangkah keluar.

"Aku hanya pergi mencari udara segar." Suara tenang terdengar dari balik retakan. "Kenapa kau sudah terburu-buru menganggapku mati, Tetua?"

Lin Xuan keluar dari kehampaan.

Jubah Komandan Bintang masih putih bersih. Tidak ada luka sedikit pun di tubuhnya. Bahkan auranya tampak lebih dalam dibandingkan sebelum ia pergi.

Retakan di belakangnya perlahan menutup.

"Xuan!"

Mata Ziyue langsung berbinar. Ketegangan di wajahnya seketika berubah menjadi kelegaan.

"Aku tahu kau tidak akan lari."

Sebaliknya, wajah Cang Ming memucat.

Mustahil.

Lin Xuan seharusnya masih terperangkap di Penjara Dimensi Hampa. Bahkan seorang Kaisar Dewa Taichu membutuhkan waktu untuk menemukan jalan keluar dari tempat itu.

Namun sekarang, pria itu berdiri di hadapannya tanpa satu luka pun.

Lin Xuan tidak memperlihatkan sedikit pun kegembiraan. Ia hanya menatap Cang Ming dengan tenang sebelum membuka tangan kirinya.

Trang!

Empat topeng hitam jatuh ke lantai.

Lambang Taichu terukir jelas pada permukaannya. Aura kehampaan masih melekat pada keempat topeng tersebut.

Lin Xuan tersenyum tipis.

"Tadi malam, empat tikus mencoba mengganggu tidurku." Tatapannya perlahan beralih kepada Cang Ming. "Mereka membawa artefak ruang yang cukup menarik. Aku menduga benda itu milikmu."

Tubuh Cang Ming menegang.

Lin Xuan melanjutkan dengan suara datar, "Sayangnya, pemiliknya tidak bisa ikut kembali."

Keheningan langsung memenuhi aula.

Ziyue bangkit dari singgasana. Saat kakinya menyentuh lantai, Cahaya Pemusnah meledak dari tubuhnya dan memenuhi seluruh aula dengan tekanan mengerikan.

"Cang Ming!"

Suara sang Putri Mahkota mengguncang ruangan.

"Kau mengirim pembunuh untuk menyerang Komandan Bintang di wilayahku sendiri?"

Cang Ming buru-buru menundukkan kepala.

"Yang Mulia, ini hanya kesalahpahaman. Saya tidak tahu apa pun tentang pembunuh itu."

"Simpan kebohonganmu."

Ziyue turun dari singgasana dan berdiri di sisi Lin Xuan. Tatapannya menyapu seluruh Ksatria Emas Taichu.

"Dengar baik-baik."

Suaranya tidak keras, tetapi wibawa darah kekaisaran membuat seluruh aula terasa sesak.

"Mulai hari ini, Tianyu tidak lagi menerima perintah dari Majelis Tetua Pusat."

Cahaya keemasan berkumpul di telapak tangannya dan membentuk sebuah pedang.

"Aku, Shen Ziyue, menyatakan Kota Suci Tianyu berada sepenuhnya di bawah kekuasaanku."

Tatapannya menjadi dingin.

"Bawa jenius kalian dan armada kalian pergi dari kotaku."

Ia mengangkat pedang cahaya itu dan menunjuk ke arah para utusan Taichu.

"Jika matahari tenggelam dan kalian masih berada di wilayah Tianyu, aku dan Komandan Bintang akan membakar kalian menjadi abu."

Seluruh aula terdiam.

Tidak ada seorang pun yang berani menjawab.

Dengan satu pernyataan, Ziyue telah memutus kendali langsung Ibu Kota atas Tianyu.

Cang Ming menggertakkan gigi, tetapi tetap tidak berani menyerang.

Tatapannya kembali tertuju kepada Lin Xuan.

Entah karena telah menyerap Inti Logam Kosmik atau karena alasan lain, tekanan yang terpancar dari tubuh pria itu kini terasa jauh lebih berat dibandingkan malam sebelumnya.

Cang Ming tidak bodoh. Ia tahu bahwa jika pertempuran pecah sekarang, belum tentu dirinya mampu bertahan.

"Anda akan menyesali keputusan ini, Putri Ziyue."

Suaranya dipenuhi amarah yang tertahan.

"Kaisar Dewa Taichu akan mengetahui semuanya. Ketika pasukan utama Ibu Kota tiba, manusia di sisimu itu tidak akan mampu menyelamatkanmu."

Setelah meninggalkan ancaman terakhir, Cang Ming berbalik.

"Pergi!"

Para Ksatria Emas segera mengikuti.

Tak lama kemudian, armada Taichu meninggalkan langit Tianyu. Tekanan mengerikan yang sejak pagi menyelimuti kota pun perlahan menghilang.

Ziyue menghela napas panjang. Pedang cahaya di tangannya lenyap sebelum ia berbalik dan langsung memeluk Lin Xuan.

"Kau kembali..." Wajahnya bersandar di dada Lin Xuan. "Aku hampir membantai mereka semua jika kau terlambat sedikit lagi."

Lin Xuan membiarkannya memeluk dirinya. Tangannya terangkat dan perlahan mengusap rambut emas sang putri.

Di dalam Lautan Roh, suara Hun Yuan terdengar sambil tertawa.

"Tuanku, wanita ini baru saja memutus Tianyu dari kendali Ibu Kota. Sekarang kita memiliki sebuah kota yang bisa digunakan sesuka hati."

"Benar."

Mata Lin Xuan memancarkan cahaya dingin.

"Faksi Taichu membutuhkan waktu untuk mengirim pasukan utama."

Ia mengepalkan tangannya.

"Dalam waktu itu, kita kuras seluruh perbendaharaan Tianyu. Inti Logam Kosmik juga harus segera aku sempurnakan."

Tatapannya perlahan menjadi tajam.

"Aku akan menerobos ke Tungku Daging Level 11."

Hun Yuan tertawa puas.

Permainan di Alam Primordial telah berubah.

Untuk pertama kalinya, Lin Xuan memiliki wilayah yang dapat dijadikan tempat mengumpulkan kekuatan tanpa harus terus bersembunyi.

Namun ia tahu ketenangan ini tidak akan berlangsung lama.

Ketika Ibu Kota Taichu kembali menoleh ke Tianyu, mereka akan mendapati bahwa manusia yang mereka anggap sebagai mangsa telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!