Mira tidak pernah bermimpi menjadi Ratu. Ia merasa tidak siap, tidak layak, dan takut salah. Ketika nama aslinya dibacakan di hadapan dewan bangsawan, ia justru ingin lari dan bersembunyi. Ia tidak tumbuh dengan pelatihan kepemimpinan sejak lahir ia tumbuh dengan pelajaran melayani. Banyak bangsawan meremehkannya: "Anak penasehat mana tahu cara memerintah?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meraa shuellyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petualangan Dipulau para sekte
Sebelum mereka pergi kesana, mereka meminta izin dulu kepada orang tua mereka masing masing.
Masing masing dari mereka mendapatkan senjata berupa sebuah pedang sesuai dengan elemen utama mereka.
Mereka kemudian berkumpul dilapangan dalam ruangan sambil sesekali belajar dance bersama.
Mereka kemudian mempersiapkan diri untuk pergi kesana, maklum saja mereka khawatir jika yang mereka hadapi bukan lah orang sembarangan.
"misi ini bukan ,misi main main".
"ujar Mira sambil menyiapkan beberapa perbekalan ditasnya".
"kita bisa saja membiarkan nya tapi jika dibiarkan maka akan semakin banyak korban yang berjatuhan ".
"ujar rinka".
"iya aku khawatir,kasihan mereka yang diculik".
"ujar kiko sambil melakukan dance".
"saranku sih,jangan berpisah dan ingat jangan tergiur dengan tawaran apapun yang mereka berikan termasuk makanan enak".
"ujar yoru".
"semua nya lihat !!!!".
"Kaze dan Momo tiba tiba muncul sambil menunjukkan sesuatu ".
"apa itu?".
"tanya yoru".
"ini adalah tiket menuju ke pulau itu yang sudah kupesan secara online,harganya murah".
"jawab Momo".
"iya , sangat mencurigakan gambar pulau nya sangat menjanjikan dan harga nya murah".
"ujarnya sambil membagikan tiket itu kepada mereka masing masing ".
"udh gitu mereka menjualnya diweb online yang mencurigakan ".
"ujar Momo ".
"kau memakai uang mu untuk membeli tiket ini?".
"tanya yoru".
"tidak,saat bayar pakai uang palsu juga hehe".
"jawab Momo".
"huh...ada ada saja ".
"ujar yoru".
"kita akan berangkat menggunakan kapal feri milik ayah ku besok".
"ujar rinka".
"yoshh,aku yang akan jadi kapten nya ".
"ujar Mira".
"kalau itu sih aku kurang setuju,".
"ujar Kaze".
"memang nya kenapa?"
"tanya Mira".
"iya benar, nanti kacau kau kan sejak kecil sudah menjadi anak yang bekerja dipasar dan biasa kalau anak seperti mu...".
"belum sempat Momo melanjutkan pembicaraannya tiba tiba Mira menyela".
"heh jangan samakan aku dengan yang lain".
"ujarnya".
"baiklah..., terserah mu... lagipula tidak ada lagi yang bisa mengetahui rute lautan selain kau disini".
"jawab Kaze".
"baiklah kita akan berangkat pukul 5 pagi besok, karena disaat itu situasi nya masih aman".
"ujar rinka".
"hum".
"Momo hanya terdiam sambil memeluk boneka kelinci nya".
...----------------...
Keesokan harinya mereka pergi dermaga pukul 5 pagi.
Setelah semua hal yang dibutuhkan seperti pedang , persediaan makanan dan minuman serta semua yang telah dibutuhkan
Mereka kemudian menaiki sebuah kapal milik keluarga nya rinka dan berangkat menuju pulau para sekte tersebut.
"siapa yang akan mengendarai kapal?".
"tanya Momo".
"jangan khawatir,aku sudah bawa nahkoda yang telah disewa oleh ayahku dia akan mengantar dan menjaga kita selama perjalanan ".
"ujar rinka".
"yoshhh perjalanan kita keknya bakal cukup panjang".
"ujar Mira ".
"aku harap bekal kita cukup...".
"ujar Kaze".
"jangan khawatir,aku sudah membawa banyak makanan dari negeri ku ".
"ujar Momo".
"hah, baiklah..semua sudah tersedia ".
"ujar yoru".
,
...----------------...
Ditengah perjalanan menuju pulau,Mira termenung sambil menatap lautan.
"ada apa Mira".
"tanya Momo karena penasaran".
"huh tidak apa apa, aku hanya masih bingung".
"jawab Mira".
"bingung kenapa?".
"tanya Momo".
"aku hanya bingung sebenarnya,apa kemampuan ku....aku khawatir kekuatan ku akan menyakiti banyak orang ".
"jawab Mira ".
"jangan khawatir,selama kau masih bisa mengendalikan nya itu tidak akan terjadi percaya lah".
"ujar Momo ".
"huh semoga saja ya".
"Mira tersenyum pasrah".
"Mira!!! Sebenarnya... Apa menjadi seorang ratu adalah keinginan mu".
"tanya Kaze".
"sama sekali tidak...,aku hanya ingin meneruskan tahta mendiang ibuku,lalu kau bagaimana?".
"jawab Mira ".
"huh ,sama seperti mu!!! Aku juga hanya ingin menjadi orang biasa yang hidup normal seperti anak lain andai saja Kaka ku tidak meninggal mungkin aku tidak akan ditunjuk menjadi calon ratu ".
"jawab Kaze".
"huh kalian pikir kalian saja yang tidak menginginkan ini, sebenarnya cita cita ku sejak kecil adalah menjadi seorang dokter tapi karena aku pewaris tahta satu satunya nya ,mau bagaimana lagi demua saudara ku meninggal saat masih kecil dan hanya aku yang selamat dan menjadi harapan terakhir ".
"ujar yoru".
"aku tau ini berat..., kita semua sebenarnya tidak ingin menjadi ratu tapi... Takdir ini seperti nya sulit untuk diubah bahkan mungkin mustahil ".
"ujar kiko".
"diantara kita semua , memang tidak ada yang menginginkan tahta... Tapi... Jika bukan kita yang bisa mengubah negeri kita menjadi lebih baik lagi siapa lagi?".
"tanya Momo ".
"kau benar... Mau bagaimana lagi..."
"ujar rinka".
"semua pegangan yang Erat,badai akan datang ".
"ujar Mira ".
Tiba tiba saja muncul sebuah badai yang membuat kapal mereka Ter ombang ambing.
mereka kemudian berpegangan dibeberapa bagian kapal.
Akan kah mereka selamat dan berhasil sampai ke tujuan atau justru berakhir disini?.
> * to be continued...