NovelToon NovelToon
Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Mas bilang jatah uang belanja Nisa dipotong dua juta untuk Sisil. Nisa pikir, kalau Sisil sudah dapat uang tunai dua juta dari Mas Rian, buat apa lagi dia pakai kartu kredit atas nama Nisa? Lagi pula, Nisa kan cuma wanita bodoh yang nggak punya penghasilan. Nisa takut nggak sanggup bayar tagihan kartu kredit itu bulan depan."


Demi cinta yang ia kira tulus, Annisa yang baru berusia 24 tahun itu rela menyembunyikan identitas aslinya. Ia berpura-pura cuma gadis yatim piatu biasa saat dipersunting Rian, pria yang kini berumur 28 tahun. Annisa cuma ingin menguji—apakah Rian benar-benar mencintainya atau cuma mengincar hartanya.

Dan suatu hari, jawaban dari ujian itu makin jelas kelihatan.

Tiga tahun pengorbanannya. Tiga tahun penyamarannya. Tiga tahun kesabarannya menahan hinaan mertua dan ipar demi menjaga harga diri Rian ... semuanya dibalas dengan pengkhianatan murahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Langkah Pertama Balas Dendam-2

Kamera televisi langsung menyorot sosok wanita yang melangkah anggun dari samping panggung menuju tengah podium. Sorotan lampu kilat kamera langsung membahana bagaikan kilatan petir di malam hari.

DEG!

Jantung Rian serasa berhenti berdetak saat itu juga. Darahnya mendadak membeku di dalam pembuluh darahnya.

Di layar televisi raksasa itu, wajah Annisa Septiani terpampang sangat jelas. Sangat cantik, sangat berkuasa, sangat anggun, dan memancarkan aura kemewahan yang tak terjangkau. Di belakangnya, berdiri Fandi Prasetyo dengan senyuman berwibawa, bertepuk tangan memberikan penghormatan penuh.

"N-Nisa ...?" gumam Rian dengan suara yang hampir tak terdengar. Matanya melotot selebar-lebarnya, seolah hendak melompat keluar dari kelopak matanya.

Seluruh staf di lobi kantor anak perusahaan mendadak riuh oleh gema pekikan kaget dan bisik-bisik histeris.

"Hah?! Itu Mbak Annisa?! Istrinya Pak Rian?!" seru salah satu staf pemasaran dengan nada tak percaya.

"Gila! Ternyata istrinya Pak Rian itu anak tunggalnya Pak Yusuf Al Ghazali?! Pemilik Vantara Group?!" timpal staf lainnya. "Berarti selama ini Pak Rian itu cuma numpang di rumah anaknya bos besar?!"

Eriska yang berdiri di samping Rian mendadak lemas. Ponsel pintar di tangannya terlepas dan jatuh membentur lantai marmer hingga layarnya retak. Wajah cantiknya berubah menjadi pucat bagaikan kertas.

"M-Mas Rian," panggil Eriska dengan suara gemetaran hebat, menatap Rian dengan pandangan horor. "I-istri kamu ... anaknya pemilik Vantara Group...?"

Rian tidak mampu menjawab. Lidahnya serasa kelu dan membatu. Seluruh kebohongan, kesombongan, dan rasa bangganya sebagai "Manager sukses" yang selama tiga tahun ini ia bangun di hadapan ibu, adik, dan selingkuhannya .. hancur lebur tanpa sisa dalam hitungan detik di depan layar siaran langsung nasional.

Di layar siaran langsung, Annisa memegang mikrofon podium, menatap lurus ke arah kamera dengan sepasang mata indahnya yang dingin dan tajam.

"Terima kasih kepada Dewan Direksi dan mitra bisnis kami dari Prasetyo Group," ucap Annisa dengan suara yang terdengar sangat merdu, tenang, namun penuh ketegasan di layar televisi.

"Langkah pertama saya sebagai Komisaris Utama Vantara Land adalah melakukan pembersihan total atas segala bentuk penyimpangan, penggelapan dana, dan tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh oknum manajemen internal. Saya memastikan, proses hukum pidana akan berjalan tanpa ampun bagi siapa pun yang berani mengkhianati kepercayaan perusahaan ini."

Kata-kata Annisa yang ditayangkan secara nasional itu seolah menjadi vonis eksekusi mati bagi karier dan masa depan Rian.

Belum sempat Rian mencerna rasa syok yang menghantam jiwanya, tiga orang pria bertubuh tegap bersetelan jas dari tim hukum pusat Vantara Group—dipimpin langsung oleh Pak Danu—melangkah masuk ke dalam lobi anak perusahaan, didampingi oleh dua orang penyidik kepolisian berseragam dinas.

Langkah kaki mereka berhenti tepat di hadapan Rian dan Eriska.

"Selamat pagi, Saudara Rian dan Saudari Eriska Wijaya," tegur Pak Danu dengan suara datar yang dingin.

Rian mendongak terhuyung-huyung, matanya menatap Pak Danu dengan pandangan hampa. "P-Pak Danu ..."

Pak Danu mengeluarkan lembaran surat penetapan tersangka dan surat perintah penahanan dari kepolisian.

"Atas laporan resmi dari Komisaris Utama Vantara Land, Mbak Annisa Septiani, beserta bukti hasil audit penyalahgunaan dana operasional sebesar lima ratus lima puluh juta rupiah dan penggelapan klaim barang pribadi," ujar Pak Danu tegas. "Hari ini pihak kepolisian secara resmi menahan Saudara Rian dan Saudari Eriska Wijaya untuk proses penyidikan pidana."

"A-apa?! Penahanan?!" jerit Eriska histeris, langsung mundur ketakutan. "Nggak! Saya gak tahu apa-apa! Ini semua gara-gara Mas Rian! Mas Rian yang beliin saya gelang itu! Saya cuma menerima!"

"Saudari Eriska, pasal tindak pidana penadahan dan pencucian uang (money laundering) juga terikat pada barang-barang bukti yang ada pada Saudari," potong salah satu petugas kepolisian dengan dingin.

Dua borgol besi berkilat dikeluarkan dari pinggang petugas. Klek! Klek!

Dalam hitungan detik, kedua pergelangan tangan Rian dan Eriska telah terikat oleh besi dingin di depan seluruh anak buah dan rekan kerja kantor mereka. Eriska menangis meraung-raung meminta ampun, sementara Rian hanya bisa menundukkan kepala dengan air mata penyesalan yang menetes membasahi kemeja leceknya.

Di atas panggung Auditorium Vantara Tower, Annisa Septiani menyaksikan siaran penangkapan Rian dan Eriska melalui monitor kecil di samping podium.

Ia menarik napas panjang, menghembuskannya dengan mantap, lalu menyunggingkan senyuman paling anggun dalam hidupnya.

Aksi pertama pembalasannya telah usai. Rian dan Eriska telah resmi masuk ke dalam perangkap hukum, sementara Bu Rini dan Sisil telah terlempar ke jalanan.

Annisa menoleh ke arah Fandi Prasetyo yang berdiri di sampingnya, memberikan anggukan penuh keyakinan. Langkah pertama telah tuntas, dan kini Annisa Septiani siap melangkah menuju babak baru—menghancurkan sisa-sisa kesombongan mereka hingga tak ada satu pun yang tersisa.

Bersambung...

1
Wiek Soen
Eriska Eriska kapokmu kpn mulane dadi wong wedok Ojo murahan... pelakor pisan nauzubillah
Wiek Soen
😁😁😁😁sesama pasangan selingkuh saling cakar cakaran
Wiek Soen
kayaknya seru mom ceritanya,
Wiek Soen
nyesel ya Rian 😁😁😁😁
Wiek Soen
yah Bu Rini, GK terima ya makanya Bu klo lagi naik daun jangan blago klo jatuh sakitnya kemn mn
Kar Genjreng
kalau lihat keadaan nya Mak Rini sebenarnya kasian,,,bila di ingat tiga tahun kebelakang begitu angkuh penuh penghinaan bahkan segala hal ga cuma Mak Rini putra dan putri nya pun sama jadi
tega coba baik sedikit ,,, tidak memperlakukan buruk menantu pasti ada
rasa belas kasih dan Rian tidak selingkuh,,
Sugiharti Rusli
meskipun Annisa memaafkan mereka, proses hukum akan tetap berjalan juga dan tidak menghilangkan status si Rian sebagai tersangka korupsi,,,
Sugiharti Rusli
apalagi karakter asli mereka itu sombong dan suka meremehkan orang yang mereka pikir lebih rendah dari mereka
Sugiharti Rusli
percuma bu Rini dan si Sisil berlutut kepada mantan menantu dan kakak iparnya sekarang sih,,,
Sugiharti Rusli
sudah jadi tersangka kasus korupsi dan pencucian uang dengan ancaman penjara entah berapa lama, proses perceraiannya pun juga berjalan,,,
Sugiharti Rusli
ni dia yang dibilang sudah jatuh tertimpa tangga pulak tuh Rian sekarang yah,,,
Sugiharti Rusli
kalo sekarang apapun ungkapan perasaan penyesalan kamu ga ada gunanya dan yah kamu tinggal nanti menunggu vonis hakim saja sih,,,
Sugiharti Rusli
karena selain berselingkuh, kamu korupsi uang perusahaan buat menyenangkan kekasih dan juga keluarga kamu yang bahkan tidak pernah menghargai istri kamu
Sugiharti Rusli
mau kamu nangis darah di hadapan Annisa sekarang juga percuma sih Rian😏😏😏
Sugiharti Rusli
istilahnya mah ga mungkin kan si Rian memberikan hadiah cuma" ke si Eriska tanpa imbalan apa" dulu,,,
Sugiharti Rusli
entah sudah sejauh apa hubungan mereka dulu yah, apa sudah terlampau jauh bahkan sampai si Eriska berani meminta barang" mewah ke Rian,,,
Sugiharti Rusli
yah begitu deh pada akhirnya kedua pesakitan saling membuka aibnya masing" di ruang sidang mereka,,,
Sugiharti Rusli
pada dasarnya mereka memang setipe sih yah, yang satu suka pamer dan satunya memanfaatkan kedudukannya dengan menuntut barang" mewah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi pada saat sidang sekarang baik Rian dan kekasih gelapnya saling berbalas tuduhan satu sama lain,,,
Sugiharti Rusli
apa dulu dia malu kalo beberapa saat menikahi si Rian langsung bercerai, ucapan ayahnya terbukti kalo Rian laki" ga benar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!