NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 — Petaka

Jalanan yang dahulu dipenuhi tawa dan hiruk-pikuk kini berubah menjadi lautan kesunyian.

Tak ada lagi suara langkah kaki, tak ada lagi panggilan para pedagang, bahkan desir angin pun terasa enggan berembus. Yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan, tanah yang retak, serta jejak darah yang telah mengering.

Di tengah reruntuhan itu, seorang bocah berusia sekitar tujuh tahun terbaring tak berdaya.

Tubuh kecilnya dipenuhi luka. Darah terus mengalir dari berbagai bagian tubuhnya hingga membasahi bebatuan di bawahnya.

Perlahan, ia mengangkat kepalanya.

Yang terlihat di hadapannya hanyalah kehancuran. Rumah-rumah telah lenyap. Pepohonan tercabut dari akarnya. Tak ada satu pun manusia yang masih berdiri.

Hanya dirinya...

...sendirian.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, bocah itu memaksa tubuhnya berdiri. Kakinya gemetar hebat, namun ia tetap menatap langit dengan tatapan kosong.

Tak ada rasa takut.

Tak ada kepanikan.

Yang tersisa hanyalah kehampaan. Pikirannya kembali pada kejadian dua jam sebelumnya.

Kala itu, Kota Tai masih dipenuhi kehidupan. Anak-anak berlarian di jalanan, para pedagang sibuk menawarkan dagangan. Orang-orang tertawa bersama keluarga mereka.

Namun semuanya berubah dalam sekejap.

Langit yang semula cerah mendadak terbelah.

Dari balik celah langit itu muncul seorang pria bertubuh kekar mengenakan jubah emas kehitaman. Ia melayang tinggi di udara, memancarkan tekanan yang membuat seluruh dunia seakan berhenti bernapas.

Semua orang mendongak. Mereka mengira seorang Dewa turun untuk memberkati kota.

Namun...

Pria itu hanya mengangkat satu jari.

"Lenyap."

Satu kata! Satu gerakan!

BOOOOM!!

Langit berguncang.

Seluruh Kota Tai langsung hancur berkeping-keping. Rumah-rumah berubah menjadi debu, tanah terbelah, gunung-gunung di kejauhan runtuh.

Ratusan ribu penduduk bahkan tak sempat menjerit sebelum tubuh mereka berubah menjadi abu.

"Aaaaarghhh!!"

"Tolong!!"

"Selamatkan kami!!"

Jeritan putus asa menggema ke seluruh penjuru kota. Namun tak ada seorang pun yang datang menyelamatkan mereka.

Dalam hitungan napas...

Seluruh Kota Tai lenyap dari dunia.

Li Tianxuan berdiri membeku.

Di hadapannya, kedua orang tuanya berubah menjadi abu yang diterbangkan angin.

Kakaknya...

keluarganya...

Seluruh orang yang dikenalnya...

Menghilang begitu saja.

Air matanya bahkan belum sempat jatuh.

Tatapannya hanya terpaku pada sosok Dewa di langit. Itu adalah pertama kalinya ia melihat sosok Dewa.

Saat itulah...

Pandangan mereka bertemu, sosok Dewa tersenyum tipis. Senyuman yang membuat bulu kuduk meremang. Tubuhnya perlahan berubah menjadi cahaya keemasan, lalu melesat menembus udara dengan kecepatan yang mustahil diikuti mata.

Whoosh!

Cahaya itu langsung memasuki dahi Li Tianxuan.

"Aghhh!"

Kesadarannya seketika menghilang. Tubuh kecilnya terlempar dan menghantam puing-puing bangunan yang masih melayang di udara. Darah mengalir dari dahinya.

Lalu... Semuanya menjadi gelap.

****************

Sepuluh tahun kemudian.

Kota Tai masih tetap menjadi kota mati.

Tak ada kehidupan.

Tak ada manusia.

Yang menghuni kota itu kini hanyalah binatang-binatang buas yang menjadikan reruntuhan sebagai wilayah kekuasaan mereka.

Di antara bangunan yang roboh, seorang pemuda berjalan perlahan sambil menggenggam pedang panjang.

Wajahnya dipenuhi bekas luka. Pakaiannya compang-camping. Namun sorot matanya begitu tajam, sedingin es yang tak pernah mencair.

Pemuda itu adalah... Li Tianxuan.

Selama sepuluh tahun terakhir, ia bertahan hidup seorang diri di kota terkutuk itu. Ia memakan apa pun yang bisa dimakan.

Belajar berburu, belajar membunuh, belajar hidup tanpa belas kasihan.

Tiba-tiba langkahnya berhenti. Tak jauh di depan, seekor burung raksasa sedang bertarung melawan harimau besar. Raungan mereka mengguncang reruntuhan kota. Li Tianxuan segera bersembunyi di balik tembok yang telah runtuh. Tangannya menggenggam pedang semakin erat.

Tatapannya tenang, Ia menunggu keduanya kehabisan tenaga, lalu mengambil kesempatan menghabisi keduanya.

Pertarungan berlangsung sengit.

Cakaran burung itu merobek punggung sang harimau. Harimau itu mengamuk. Dengan satu ayunan kaki depan, cakarnya menghantam sayap burung hingga terdengar suara patahan tulang.

Keduanya sama-sama terluka parah.

Tak lama kemudian...

Mereka roboh bersamaan.

Kesempatan itu akhirnya tiba.

Whoosh!

Li Tianxuan melesat secepat kilat.

Satu tebasan.

Sreet!

Kepala burung raksasa terpisah dari tubuhnya.

Tanpa berhenti sedikit pun, ia langsung berbalik.

Sreet!

Kepala harimau ikut melayang.

Pertarungan selesai hanya dalam dua ayunan pedang.

Dengan cekatan, Li Tianxuan memotong bagian-bagian daging terbaik. Lemak dan organ yang tak diperlukan dibuang begitu saja.

Ia memakan sedikit daging mentah untuk mengisi tenaga.

Sisanya disimpan dengan rapi.

"Hm... cukup untuk seminggu."

Untuk pertama kalinya hari itu, sudut bibirnya sedikit terangkat.

Di tepi formasi raksasa yang mengelilingi Kota Tai, Li Tianxuan menyalakan api. Tak lama kemudian aroma daging panggang memenuhi udara. Saat menyantapnya, ingatannya kembali pada masa kecilnya.

Ayahnya selalu memanggang daging. Ibunya akan tersenyum sambil membagikan makanan. Mereka makan bersama, mereka tertawa bersama.

Kini...

Tak ada lagi siapa pun. Tanpa disadari, setetes air mata jatuh ke bara api.

Mendesis pelan.

Li Tianxuan segera mengusap wajahnya.

Pandangannya kemudian beralih ke dinding formasi yang mengelilingi Kota Tai. Formasi yang diciptakan oleh sosok Dewa sebelum berubah menjadi serpihan cahaya. Formasi tersebut sangat unik, orang dari luar dapat masuk. Tetapi siapa pun yang berada di dalam... Tak akan pernah bisa keluar.

Perlahan ia mengulurkan tangan. Ujung jarinya menyentuh permukaan formasi.

Saat itulah...

Di kedalaman lautan jiwanya.

Sebuah singgasana megah berdiri di tengah ruang tak berbatas. Di atas singgasana itu duduk sosok Dewa yang sepuluh tahun lalu menghancurkan Kota Tai. Di belakangnya berkibar dua panji perang.

Sementara lingkaran rune Dao yang tak terhitung jumlahnya berputar perlahan di belakang punggungnya, memancarkan aura yang mampu menekan langit dan bumi.

Perlahan... Sang Dewa membuka matanya.

Tatapannya dingin tanpa sedikit pun emosi.

"Akhirnya..."

Suaranya bergema memenuhi lautan jiwa.

Pada saat yang sama, Li Tianxuan terkejut.

Jarinya seakan melekat pada dinding formasi. Ia mencoba menarik tangannya, namun tak bergerak sedikit pun.

Ketika ia justru mendorongnya ke depan... Tangannya perlahan menembus permukaan formasi itu.

Mata Li Tianxuan langsung membelalak.

"Apa... yang terjadi?"

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!