NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Prang!

Suara cangkir porselen yang hancur berkeping-keping menggema di dalam ruangan asrama elit akademi. Pecahan keramik tajam berserakan di atas karpet merah mahal beserta tumpahan teh yang masih panas.

Zhao Wei berdiri dengan napas memburu dan mata memerah menahan amarah yang meledak-ledak. Tetesan darah segar menetes dari telapak tangannya yang baru saja menghancurkan cangkir tersebut.

"Ulangi sekali lagi apa yang kau lihat di hutan bambu tadi." perintah Zhao Wei dengan suara bergetar menahan murka.

Seorang murid kurus berlutut gemetar di depan Zhao Wei dengan wajah pucat pasi. Dia adalah mata-mata yang diam-diam mengikuti Su Lin dan Yang Zhen sore tadi.

"S-saya melihat Nona Su Lin berlatih berdua dengan Yang Zhen, Tuan Muda." jawab murid itu terbata-bata. "Mereka terlihat sangat dekat, bahkan Yang Zhen menyentuh tangan Nona Su Lin saat mengajari teknik bela diri."

Brak!

Zhao Wei menendang meja kayu di depannya hingga terbelah menjadi dua bagian. Urat-urat di lehernya menonjol keluar seperti cacing kepanasan.

"Beraninya sampah jalanan itu menyentuh calon istriku!" raung Zhao Wei penuh kebencian. "Aku akan mencabik-cabik tubuhnya menjadi ribuan keping besok pagi!"

"Tenanglah sedikit, Tuan Muda." ucap seorang pemuda jangkung yang duduk di sofa sudut ruangan. "Jika Anda membunuhnya secara diam-diam, Su Lin pasti akan membenci Anda seumur hidup."

Pemuda jangkung itu adalah Han Sen, penasihat licik yang selalu mengikuti Zhao Wei ke mana pun. Ia memiliki otak yang cerdas untuk merencanakan kelicikan di balik layar.

"Lalu apa yang harus aku lakukan, Han Sen?!" bentak Zhao Wei tidak sabar. "Apakah aku harus diam saja melihat tikus itu mencuri wanitaku?!"

"Tentu saja tidak." jawab Han Sen sambil tersenyum sinis. "Kita akan menggunakan aturan akademi untuk menghancurkan Yang Zhen secara legal dan di depan mata Su Lin sendiri."

Zhao Wei mengerutkan keningnya, mulai tertarik dengan ide licik bawahannya itu.

"Besok adalah jadwal evaluasi tanding bulanan untuk kelas elit, bukan?" lanjut Han Sen menjelaskan rencananya. "Gunakan pengaruh keluarga Zhao untuk mengatur agar Anda bertanding melawan Yang Zhen di arena utama."

"Hmmm... Kedengarannya bagus." gumam Zhao Wei sambil menyeringai kejam. "Di atas arena resmi, kecelakaan sering kali terjadi dan tidak ada yang bisa menyalahkan pihak lawan."

"Benar sekali." Han Sen menganggukkan kepalanya puas. "Anda bisa mematahkan keempat tulang tubuhnya dan merusak Dantiannya dengan dalih tidak sengaja."

"Aku akan membuatnya memohon kematian di depan semua orang." ucap Zhao Wei sambil mengepalkan tangannya yang berdarah. "Pergi dan atur pertandingannya sekarang juga, Han Sen."

Han Sen berdiri dan menundukkan tubuhnya dengan hormat sebelum berjalan keluar dari ruangan itu. Malam itu, rencana pembantaian di atas arena telah disusun dengan sangat rapi.

Keesokan paginya, suasana di Akademi Bela Diri Awan Merah jauh lebih bising dan kacau dari biasanya. Ratusan murid berkerumun di depan papan pengumuman besar yang terletak di halaman tengah sekolah.

"Apakah kalian melihat pengumuman evaluasi tanding hari ini?" tanya seorang murid perempuan dengan nada heboh.

"Aku melihatnya, ini benar-benar tidak masuk akal!" sahut murid di sebelahnya. "Tuan Muda Zhao Wei dijadwalkan bertanding melawan Yang Zhen dari kelas kita!"

"Yang Zhen? Si sampah Tingkat Satu itu?" seorang murid senior tertawa terbahak-bahak mendengar berita itu. "Ini bukan evaluasi tanding, ini adalah eksekusi mati secara terang-terangan!"

"Pasti Yang Zhen sudah menyinggung keluarga Zhao secara diam-diam." timpal murid lainnya dengan nada kasihan. "Kudengar Zhao Wei sudah mencapai Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Delapan minggu lalu."

Berita tentang duel berat sebelah itu menyebar seperti api liar yang tertiup angin kencang. Dalam waktu singkat, seluruh penjuru akademi hanya membicarakan nasib malang yang menimpa Yang Zhen.

Di sudut kantin yang sepi, Yang Zhen sedang asyik memakan roti dagingnya dengan sangat tenang. Ia sama sekali tidak terganggu dengan tatapan aneh dari puluhan murid yang lewat di sekitarnya.

"Yang Zhen, berhentilah makan dan cepat berkemas!" rengek Wang Hao yang duduk di hadapannya. "Kita harus segera lari keluar dari kota ini sekarang juga!"

"Kenapa aku harus lari dari akademi kesayanganku ini?" jawab Yang Zhen santai dengan mulut penuh makanan.

"Kau benar-benar gila atau pura-pura bodoh?!" Wang Hao mengacak-acak rambutnya sendiri dengan panik. "Zhao Wei menantangmu di arena utama siang ini!"

"Dia adalah kultivator Tingkat Delapan, sedangkan kau bahkan belum lulus ujian dasar!" oceh Wang Hao tanpa henti. "Satu pukulannya saja bisa membuat kepalamu meledak seperti semangka jatuh!"

"Hao, roti daging hari ini rasanya sangat enak." ucap Yang Zhen sambil menyodorkan piringnya. "Kau mau mencobanya setengah?"

Wang Hao menghela napas panjang dan menjatuhkan kepalanya ke atas meja kantin dengan pasrah. Ia merasa berbicara dengan Yang Zhen saat ini sama saja dengan berbicara pada batu bata.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki ringan terdengar mendekati meja mereka berdua. Su Lin berdiri di sana dengan wajah sedingin es, menatap lurus ke arah Yang Zhen yang masih santai mengunyah makanan.

"Kau sengaja membiarkan murid suruhan Zhao Wei melihat kita kemarin sore, bukan?" tanya Su Lin langsung pada intinya.

"Aku tidak tahu apa maksudmu." jawab Yang Zhen berbohong dengan wajah polos tanpa dosa.

"Jangan mempermainkanku, Yang Zhen." desis Su Lin dengan nada kesal. "Aku tahu indera perasa milikmu jauh lebih tajam dariku."

"Jika kau memang tahu, untuk apa bertanya lagi?" Yang Zhen tersenyum tipis dan meletakkan sisa roti dagingnya.

"Kau menggunakan diriku sebagai umpan untuk memancing amarah Zhao Wei." tebak Su Lin dengan akurat. "Kau sengaja ingin bertarung dengannya secara terbuka di depan umum."

Wang Hao mengangkat kepalanya dari meja dan menatap Yang Zhen dengan mulut menganga lebar.

"K-kau sengaja merencanakan duel bunuh diri ini?!" teriak Wang Hao histeris. "Biar kubawa kau ke ruang medis sekarang, sepertinya otakmu mulai bergeser!"

"Duduklah diam, Hao." perintah Yang Zhen dengan tatapan mata yang tiba-tiba menajam.

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!