NovelToon NovelToon
Ayah Tiri

Ayah Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:708
Nilai: 5
Nama Author: fazamanmut

Angela Syambega, gadis perpaduan darah Tionghoa dan Jawa yang tumbuh sederhana. Hidupnya pernah berkilau penuh kemewahan saat ayahnya masih sukses, namun semuanya berubah drastis ketika nasib berbalik arah. Ayahnya dipecat, kecelakaan, hingga harus berpulang selamanya, menyisakan Angela dan ibunya yang harus berjuang keras menyambung hidup dari nol. Dari buruh pabrik hingga pelayan kafe, Angela tak pernah lelah berusaha demi satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fazamanmut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 Rumah lucas

Aku memutuskan untuk naik ojol saja.

Aku duduk di kursi belakang ojek daring dengan pandangan kosong. Tangan ini masih dingin. Tatapan Samudra tadi pagi terasa menempel di kulitku, tajam dan membuatku tidak nyaman. Aku mengusap lengan sendiri, seolah ingin menghapus rasa itu.

Tiga puluh menit kemudian, ojek berhenti tepat di depan gerbang rumah Lucas. Rumah besar bercat hitam dan maron dengan halaman luas itu sudah tidak asing. Namun hari ini rasanya berbeda. Dadaku berdebar, bukan karena bahagia, tapi karena takut.

Aku menekan bel. Tak lama, suara langkah kaki terdengar dari dalam. Pagar besi perlahan terbuka.

Yang muncul adalah Pak Dimas, bodyguard kepercayaan keluarga Lucas. Wajahnya yang biasanya tegas kini sedikit melunak saat melihatku.

"Selamat siang, Mbak Angel," sapanya sambil menunduk hormat. "Silakan masuk."

"Terima kasih, Pak," jawabku pelan, lalu melangkah masuk.

Halaman rumah itu luas dan asri. Ada taman kecil di sisi kanan dengan beberapa pot bunga dan bangku kayu. Pepohonan rindang membuat suasana terasa teduh. Namun pikiranku masih kacau.

Di salah satu bangku taman, tampak sesosok nenek duduk sambil menyiram tanaman bougenville. Rambutnya sudah memutih, namun punggungnya masih tegak. Itu neneknya Lucas.

Aku memberanikan diri menghampiri.

"Selamat siang, Nek," sapaku dengan suara pelan.

Nenek itu menoleh. Matanya yang sudah agak rabun menyipit, lalu perlahan mengembang.

"Loh, Nak... kok bisa di sini lagi?" tanyanya dengan nada kaget namun hangat.

Aku tersenyum canggung dan duduk di ujung bangku sebelah beliau. "Iya, Nek. Maaf ngerepotin. Ada janji sama cucu Nenek."

Nenek meletakkan gembornya, lalu menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Senyumnya mengembang.

"Nenek lupa, Ndok," ujarnya sambil tertawa kecil. Dlu nenek mau nanya... namamu siapa?"

Pertanyaan itu membuat dadaku sedikit hangat. Di tengah kekacauan pikiranku, sapaan tulus dari nenek ini rasanya menenangkan.

"Angel, Nek. Nama saya Angel."

"Oh... Angel," ulang beliau pelan, seolah mengingat. "Nama yang indah. Sama seperti wajahmu, Nak. Cantik."

Aku menunduk, pipiku terasa panas. "Terima kasih, Nek."

Kami terdiam beberapa detik. Nenek Ratna masih menatapku, seolah menilai sesuatu. Tatapannya lembut, tapi entah kenapa aku merasa beliau bisa melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres denganku hari ini.

Belum sempat aku bicara lagi, terdengar suara langkah kaki dari arah teras.

"Angel?"

Suara itu. Suara yang selalu membuatku merasa aman.

Aku menoleh. Lucas berdiri di anak tangga teras dengan kaos putih dan celana bahan hitam. Wajahnya biasanya tenang, tapi kini alisnya bertaut. Matanya langsung mengamati wajahku, dari mata yang sembab sampai tanganku yang masih meremas tali tas.

"Dari kapan kamu di sini?" tanyanya, nadanya rendah namun terdengar khawatir.

Aku berdiri. "Baru saja, Luc..."

Lucas menatapku lama. Lalu pandangannya beralih sebentar ke Nenek, seolah meminta izin dengan tatapan.

"Nek, saya antar Angel masuk dulu ya," ucapnya sopan.

Nenek Ratna mengangguk dan tersenyum. "Iya, Le. Kasihan anaknya kelihatan capek."

Lucas kemudian berjalan menghampiriku. Tanpa berkata apa-apa, ia menuntunku masuk. Genggaman tangannya hangat, berbeda jauh dengan dingin yang sejak tadi mengikutiku.

Begitu pintu rumah tertutup, suasana langsung hening. Hanya ada suara jam dinding.

Lucas menutup pintu pelan, lalu berbalik menghadapku.

"Ceritakan," kataku

Lucas menatapku lama. Matanya menyapu wajahku yang pasti masih pucat. Ia menghela napas, lalu menuntunku duduk di sofa ruang tamu.

Ia menuangkan air putih ke gelas dan menyodorkannya padaku. Tanganku masih sedikit gemetar saat menerimanya.

Setelah aku meletakkan gelas, Lucas duduk di hadapanku. Punggungnya tegak. Rahangnya mengeras. Ada sesuatu di sorot matanya yang belum pernah kulihat sebelumnya. Marah? Khawatir? Atau keduanya.

Keheningan itu pecah oleh suaranya.

"Kenapa ibumu bisa menikah dengan Samudra?" tanyanya langsung. Nadanya datar, tapi aku bisa merasakan ada tekanan di baliknya.

Pertanyaan itu membuatku terkejut. Aku mengusap rambutku yang terurai, gugup. "Itu... dianjurkan sama Bibi Wijaya, sih," jawabku pelan.

Lucas mengerutkan kening. "Bibi Wijaya?"

Aku mengangguk. "Iya. Bibi Wijaya. adek Ayah. Dia yang memperkenalkan Ibu sama... sama Pak Samudra."

Lucas diam. Ia menyandarkan punggung ke sofa dan mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Gerakannya terlihat lelah dan kesal.

"Bibi Wijaya," gumamnya lagi. "Sejak kapan?"

" Sepertinya sejak 5 bulan yang lalu," jawabku. Suaraku semakin kecil. "Awalnya Ibu menolak. Tapi Bibi bilang Pak Samudra orangnya baik, mapan, bisa jaga Ibu. Lama-lama Ibu luluh."

Lucas menatapku lagi. Kali ini tatapannya lebih dalam, menelusuri setiap ekspresiku.

"Dan kamu? Kamu setuju?" tanyanya.

Aku menggeleng. Rambutku jatuh menutupi sebagian wajah. "Aku... aku cuma nurut, Luc. Demi Ibu."

Seketika rahang Lucas mengeras. Ia mengepalkan tangannya di atas paha.

"Angel," panggilnya. Suaranya berat. "Kamu tahu tidak, siapa sebenarnya Samudra?"

Aku mengangkat wajah. Jantungku berdegup kencang.

"Maksud kamu?"

Lucas berdiri. Ia berjalan ke arah jendela, membelakangiku beberapa detik sebelum akhirnya berbalik.

"Dia bukan orang baik, Angel."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!