NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Ngedate

Celia dan Alfian ternyata tidak langsung pulang, mereka mampir di salah satu jajanan yang tersusun rapi di pinggir jalan gerobak-gerobakan abang-abang dengan menu yang sangat banyak, tetapi pilihan Celia membawa Alfian ke tempat salah satu pedagang sate.

"Lo ngapain lagi sih ngajak gue ke tempat kayak gini, ada-ada saja tahu," ucap Alfian dengan mood-nya tampak berantakan.

"Kita makan sate dulu, ini itu tempat makanan sate paling enak," jawab Celia.

"Mang dua porsi ya satu jangan pedes," Celia langsung memesan kepada penjual tersebut.

"Ayo duduk!" Celia mengajak Alfian duduk di salah satu bangku yang panjang dengan meja yang tersedia.

Tidak lama pedagang sate tersebut memberikan pesanan keduanya.

"Huhhhhh, nikmat apa yang telah didustakan selain nikmat makanan yang benar-benar lezat ini," ucapnya tampak begitu excited sekali melihat tusukan sate tersebut yang menggugah selera.

Sementara Alfian terlihat biasa saja yang saat ini mengeluarkan Vape nya dari sakunya dan ingin mengisapnya tetapi tidak jadi ketika ditarik oleh Celia.

"Lo nggak sayang sama paru-paru loh hah," tegas Celia memberi peringatan.

"Lalu bagaimana dengan lo, memangnya lo pikir makan makanan seperti ini dan juga makanan favorit lo bakso, seblak atau apapun itu tidak merusak lambung hah!" Alfian membalas kata-kata Celia.

"Beda, itu makanan yang dikonsumsi di perut dan terakhirnya dibuang tanpa tersisa, lagi pula nih ya gue setiap pagi itu minum teh rimpang, teh tradisional yang terbuat dari sereh, jahe dan kunyit, untuk membersihkan usus-usus gue dari makanan-makanan yang gue makan satu harian, dan beda sama asap rokok seperti ini, ini akan tertinggal di paru-paru dan nanti paru-paru lo bisa kotor, sesak nafas, ginjal lo bisa berbahaya, nanti ujung-ujungnya lo bakalan cuci darah!" ucap Celia dengan perkataannya yang cukup mengerikan.

"Bukan dokter aja sok tahu," sahut Alfian.

"Memang bukan Dokter tetapi calon dokter, dan tahapan-tahapan seperti ini sudah gue pelajari," sahut Celia menyombongkan diri.

"Sebelum mempelajari tahapan-tahapan mengenai kesehatan, lebih baik pelajari dulu tahapan dasar-dasar kesenian, dasar-dasar bahasa agar ujian tidak peringkat terakhir," ucap Alfian secara tidak langsung memberi sindiran membuat Celia menatap kesal Alfian.

"Mentang-mentang peringkat pertama, sombong!" sahut Celia dengan kesal.

"Makanya jangan kebanyakan teori, belajar yang benar," sahut Alfian.

"Heh Alfian, lu jangan kepedean dulu, ini baru permulaan dan nanti gue juga bakalan bisa mengalahkan lo, gue datang ke sekolah ini akan menjadi saingan lu dan lihat aja gue yang akan peringkat pertama, gue akan menjadi ancaman besar untuk lo," ucap Celia dengan percaya diri dan yakin pada dirinya sendiri.

"Kita lihat aja nanti," sahut Alfian tampak menantang.

"Lihat aja nanti," sahut Celia.

Celia mulai menikmati sate tersebut dan terlebih dahulu sudah diracik dengan perasan jeruk nipis agar semakin segera.

Celia harus menunda makannya ketika Alfian tampak bingung dari mana harus memulai makanan itu.

"Astaga hanya diperas seperti ini aja harus berpikir, heh orang kaya juga pernah kali makan sate dan hanya saja bedanya yang dimakan orang kaya namanya sate taichan dan bukan sate bakaran seperti ini, tetapi bumbunya sama aja tahu," ucap Celia meracik milik Alfian

"Ayo cepat dimakan jangan hanya diliatin kayak gitu!" ucap Celia.

Alfian mulai menikmati sate tersebut.

"Bagaimana? rasanya enak bukan?" tanya Celia.

"Lumayanlah," jawab Alfian

"Lo sering makan di tempat seperti ini?" tanya Alfian.

"Iya, memang kenapa? tapi bukan berarti ya gue tidak pernah makan di restoran, buka juga makan di restoran kalau ayah pulang dari Luar Negeri," sahut Celia.

"Luar Negri?" tanya Alfian.

"Ya dia pulangnya jarang, mungkin hanya 2 tahun sekali atau setahun sekali dan bahkan semenjak gue masuk SMA belum pernah kembali, biasalah namanya juga bapak-bapak punya keluarga yang harus diurus," ucap Celia.

Alfian menatapnya dengan serius, memperhatikan Celia yang berbicara tampak santai tetapi seperti ada luka di matanya.

"Nyokap sama bokap lo sudah nggak bareng lagi?" tebak Alfian.

Dia bukan laki-laki yang suka mencampuri urusan orang lain, tapi tiba-tiba saja penasaran.

"Entahlah, itu urusan orang tua, gue juga nggak pernah nanya, tetapi sejak kecil gue sudah tidak punya bokap, Om gue yang gue anggap sebagai bokap, tetapi beliau pernah datang sesekali saja dan mungkin sampai saat ini usia gue sudah 16 tahun mungkin masih terhitung jari kapan datang," jawab Celia tampak sampai bercerita dengan mengunyah makanannya.

"Makanya lo harus bersyukur masih memiliki orang tua yang lengkap, sayang sama lo, ngingetin dalam hal apapun dan jangan terus bikin orang tua marah sampai-sampai mau dikirim ke luar negeri hanya karena tidak menuruti peraturan orang tua," ucap Celia.

"Lo juga bukannya seharusnya bersyukur, nyokap lo ada setiap saat, makan saja selalu dibuatkan, tidak melibatkan orang lain dalam urusan pribadi anaknya," sahut Alfian.

"Memang lo nggak kayak gitu di rumah?" tanya Celia membuat Alfian menggelengkan kepala.

"Mama dan papa memiliki kesibukan, mereka hanya bekerja bekerja dan bekerja, tidak tahu berangkat kapan dan tidak tahu pulang kapan, masih mending lo yang ketemu sama bokap hanya hitungan jari karena memang beliau tidak ada di Indonesia dan gue yang tinggal satu rumah dan belum tentu juga bertemu setiap hari dan bisa jadi hitungan bulan hanya bisa bertemu satu kali dan itu pun jika ada panggilan dari sekolah," jawab Alfian.

Alfian juga terlihat santai tanpa beban bercerita tentang kehidupannya selama ini yang jauh dari kasih sayang orang tua.

"Ternyata bener ya, kayak di sinetron-sinetron, orang-orang kaya itu kebanyakan tidak memiliki waktu untuk anak-anaknya, tidak menyangka ternyata lo jadi korban," ucap Celia dengan geleng-geleng kepala.

"Tetapi bokap sama nyokap lo baik tahu, mungkin saja mereka sebenarnya perhatian tetapi hanya saja orang tua itu memiliki cara untuk menunjukkannya, nyokap lo juga dokter yang sudah pasti urusan rumah sakit itu tidak bisa disesuaikan dengan waktu dan keluarga, seharusnya jika nyokap lo tidak punya waktu untuk lo dan apa salahnya lo pulang sekolah daripada nongkrong mending ke rumah sakit nyamperin nyokap tuh ketemu," ucap Celia tiba-tiba saja memberi saran.

"Dan ngomong kuliah di luar negeri agar bisa bertemu dengan bokap lo setiap hari?" tebak Alfian.

"Nggak juga, gue aja nggak tahu bokap gue di luar negeri di mananya dan di negara apa dan lagi pula tujuan gue ingin kuliah di Australia Universitas Perth," ucapnya.

"Gimana bisa masuk Universitas favorit, jurusan kedokteran lagi lo aja punya nilai peringkat terakhir," sahut Alfian meremehkan.

"Ini belum ada apa-apanya Alfian, gue akan terus belajar dengan giat, mengikuti berbagai tes yang diadakan di sekolah dan memanfaatkan fasilitas sekolah agar gak bisa lulus di Universitas favorit gue dan masuk kedokteran, gue bakalan jadi dokter hebat suatu saat nanti dan lo bakalan datang ke gue sebagai pasien, doa-doa aja hubungan kita baik-baik saja sebelum gue jadi dokter dan jika kita seperti ini terus mungkin gue akan langsung suntik mati lo," ucap Celia dengan mulutnya yang tidak berhenti mengoceh yang membuat Alfian geleng-geleng kepala belum apa-apa Celia sudah punya dendam kepada Alfian jika suatu saat nanti dia menjadi dokter.

Bersambung.....

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!