NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Rumor

Setelah makan, Nathan dan anak-anak berjalan keluar dari restoran. Angin dingin musim salju menyapa kulit mereka begitu melangkah melewati pintu depan.

​Baru saja Nathan berjalan beberapa langkah menggiring anak-anak, pendengarannya yang tajam menangkap suara berisik kerumunan warga yang sedang berkumpul di sudut jalan.

​"Apa kalian sudah dengar? Katanya ada pembunuhan berantai di Distrik 2. Korbannya sudah ada 4 orang dan semuanya adalah anak remaja. Katanya pelakunya bahkan sempat melecehkan tubuh mereka sebelum membunuhnya."

​"Iyyh, menyeramkan sekali ya... Semoga saja dia tidak datang ke distrik kita."

​"Bagaimana sih polisinya?! Kok tidak ditangkap-tangkap ya?"

​Nathan mengernyitkan dahi. Raut wajahnya mendadak berubah menjadi sangat kaku.

Sepertinya ini adalah kabar baru yang baru saja menyebar dan sampai ke area Distrik 1.

​Mengingat ia sedang bersama anak-anak panti asuhan, Nathan memutuskan untuk menahan diri dan mengutamakan keselamatan mereka terlebih dahulu.

Ia mengantarkan anak-anak kembali ke panti asuhan hingga mereka benar-benar aman di dalam rumah.

​Setelah memastikan anak-anak panti dalam kondisi aman, Nathan segera merogoh ponselnya.

Ia menelepon Niko dan Reno, meminta mereka berdua untuk segera bertemu di area taman kota yang sepi.

​Beberapa saat kemudian, ketiganya sudah berkumpul di bawah rindangnya pohon taman.

​Nathan duduk di atas kursi kayu taman dengan wajah yang sangat serius.

Di sampingnya, Niko berdiri tegap sambil bersedekap tangan, sementara Reno duduk berjongkok di atas rumput sembari memakan permen tangkai.

​"Apa kalian sudah dengar kasus di Distrik 2?" tanya Nathan membuka pembicaraan dengan suara rendah.

​Niko mengangguk pelan, raut wajahnya terlihat berat. "Sudah dengar. Aku dengar, katanya mayat korbannya baru ditemukan belum lama ini. Seperti mayat yang satu, ditemukan hanya beberapa hari setelah menghilang. Bisa saja pembunuhnya baru membuang mayatnya setelah disiksa."

​Reno yang sedang mengunyah permennya menggeram marah. Ia membuang stik permennya ke tanah dengan emosi.

"Pembunuh berantai ini seorang pedofil! Rasanya aku ingin menghajar dia sampai mati! Yang jadi korbannya itu semua anak di bawah umur!"

​Nathan yang mendengarkan hal itu merasakan gejolak amarah yang sama di dalam dadanya.

Tangannya mengepal sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Membayangkan penderitaan yang dialami oleh para korban remaja itu saja sudah membuat Nathan merasa ingin menghabisi penjahat itu dengan tangannya sendiri.

​Namun, Nathan mencoba menekan emosinya agar tetap rasional.

​"Untuk sementara, kita harus berdiskusi dahulu dengan Pak Martin," ujar Nathan memberi arahan.

​"Iya, betul," sahut Niko setuju. "Kita belum mendapatkan informasi yang lebih jauh mengenai berkas kasus resminya."

​Setelah menyepakati hal tersebut, mereka bertiga memisahkan diri untuk kembali ke urusan masing-masing.

​Di suatu malam yang larut, Nathan memutuskan untuk bergerak sendiri.

Ia berjalan menyusuri area pemukiman di pinggiran distrik menuju rumah kediaman Komisaris Martin.

​Rumah Martin terletak di sebuah area yang cukup terpencil dari keramaian. Bangunannya cukup besar, tua, namun terasa sangat sepi dan terisolasi dari tetangga sekitar.

​Nathan berdiri di depan gerbang kayu, menatap rumah yang remang-remang tersebut. Ia melangkah maju mendekati pintu depan, lalu memencet bel rumah.

​TING-TONG.

​Di dalam rumah, Martin yang sedang santai rebahan di atas sofa ruang tengah mengangkat alisnya heran. Suara bel di tengah malam yang sunyi itu membuatnya mengernyit.

​"Siapa yang ingin bertamu malam-malam seperti ini?" gumam Martin bingung.

​Ekspresi Martin seketika berubah menjadi sangat serius. Kewaspadaan seorang perwira polisi senior langsung bangkit. "Apa jangan-jangan... orang-orang dari markas pusat atau suruhan para pejabat itu?!" pikirnya dalam hati.

​Martin perlahan berdiri dari sofa. Ia merogoh laci meja dan mengambil senjata api dinasnya sebagai langkah jaga-jaga.

​Dengan langkah kaki yang pelan dan santai tanpa suara, Martin berjalan mendekati pintu depan.

Ia melirik layar monitor CCTV kecil yang terpasang di dinding dekat pintu, lalu mendekatkan matanya ke lubang pengintai pintu.

​Mata Martin seketika membelalak lebar saat melihat siapa sosok yang berdiri tegap di luar teras rumahnya.

​"Hah? Nathan?!" bisik Martin tidak percaya. "Bagaimana dia bisa tahu rumahku? Perasaan aku tidak pernah memberitahu lokasi rumahku pada siapa pun di kantor..."

​Sebelum Martin sempat mencerna rasa terkejutnya, Nathan yang berdiri di luar rumah menyadari keberadaan Martin.

Pengalaman dan pengamatan tajam Nathan membuat dirinya menyadari gerakan tipis dan perubahan bayangan pada lubang pintu tersebut.

​Tanpa menunggu pintu dibuka, Nathan langsung berbicara dengan suara tenang namun tegas.

​"Pak, saya ingin berbicara tentang masalah pembunuh berantai itu."

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!