NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Suasana malam di kediaman Keluarga Liem terasa sedikit sibuk dan berbeda dari biasanya.

Di ruang keluarga, Nana sedang merapikan kerah jas tuxedo berwarna hitam pekat yang dipakai oleh Arif.

"Tuan Arif terlihat sangat tampan malam ini," puji Nana tulus sambil tersenyum lembut.

"Terima kasih Nana, tapi pakaian formal seperti ini rasanya sedikit kaku di bahuku," keluh Arif menggerakkan lengannya pelan.

Dia lebih terbiasa memakai baju linen longgar saat berlatih di gunung bersama gurunya.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah kaki berhak tinggi terdengar menuruni anak tangga utama.

Shinta berjalan turun memakai gaun malam berwarna biru safir yang sangat elegan dan menempel pas di tubuhnya.

Rambut panjangnya dibiarkan tergerai dengan jepitan berlian kecil yang berkilau di sisi kanannya.

Arif menoleh dan menatap gadis itu dari atas ke bawah tanpa berkedip.

"Tumben kau terlihat seperti wanita tulen Nona cerewet," goda Arif menyeringai tipis menutupi kekagumannya.

"Diam kau udik! Aku memang selalu cantik sejak lahir!" ketus Shinta memalingkan wajahnya yang memerah.

Padahal di dalam hatinya, jantung Shinta menjerit kencang melihat ketampanan Arif malam ini.

Brummm.

Sebuah mobil limousin hitam milik Keluarga Liem sudah menunggu di depan pintu utama.

Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melaju membelah jalanan ibu kota menuju Hotel Mahkota Indah.

Sepanjang perjalanan, Shinta terus menatap ke luar jendela untuk menyembunyikan wajahnya yang masih merona.

Setengah jam kemudian, mobil mewah itu berhenti tepat di lobi hotel bintang lima yang sangat megah.

Arif turun lebih dulu dan dengan sangat sopan membukakan pintu untuk Shinta.

Shinta ragu-ragu sejenak sebelum mengulurkan tangan kirinya untuk digenggam oleh Arif saat turun.

Zras.

Sensasi dingin energi Yin langsung mengalir lembut membuat Arif menghela nafas sangat nyaman.

Mereka berdua berjalan berdampingan memasuki ballroom utama hotel yang sudah dipenuhi ratusan tamu VIP.

Kehadiran mereka langsung menjadi pusat perhatian seluruh petinggi bisnis dan sosialita yang hadir.

"Wah, Nona Shinta datang bersama siapa itu? Pemuda itu terlihat sangat berwibawa," bisik para tamu wanita.

"Apakah itu tunangan misterius yang sering digosipkan akhir-akhir ini?" sahut tamu lainnya penasaran.

Di sudut ruangan yang dekat dengan panggung, Reyhan berdiri memegang gelas anggur bersama seorang pria paruh baya.

Pria bertubuh agak tambun itu adalah Hermawan Kusuma, ayah Reyhan sekaligus raja properti di Jakarta.

Mata Reyhan menatap benci melihat tangan Shinta digenggam erat oleh Arif.

"Itu dia orangnya Pa, anak udik yang berani mempermalukanku di kampus tadi siang," lapor Reyhan pada ayahnya.

Hermawan mendengus sinis menatap penampilan Arif dari kejauhan.

"Tenang saja Reyhan, malam ini Papa akan membuatnya mengemis harga diri di depan semua orang," janji Hermawan licik.

Arif dan Shinta duduk di meja VIP yang sudah dipesan khusus atas nama Keluarga Liem.

Acara lelang amal itu akhirnya dimulai dengan pidato singkat dari rektor Universitas Mahkota.

Seorang pembawa acara wanita berpakaian gaun merah seksi naik ke atas panggung untuk memandu lelang.

Beberapa barang antik dan lukisan ternama terjual dengan harga ratusan juta rupiah dengan cepat.

Reyhan dengan sombongnya mengangkat papan lelang membeli sebuah lukisan abstrak seharga lima ratus juta.

Dia sengaja melirik ke arah meja Arif dan Shinta dengan tatapan yang sangat meremehkan.

"Pemuda udik sepertinya pasti tidak pernah melihat uang ratusan juta seumur hidupnya," batin Reyhan bangga.

Shinta yang melihat tingkah norak Reyhan hanya mencibir pelan sambil meminum jus jeruknya.

"Dasar tukang pamer harta orang tua, menyebalkan sekali gaya tengilnya itu," gerutu Shinta pelan.

Arif hanya tersenyum tipis dan tidak terpancing provokasi murahan itu sama sekali.

"Hadirin sekalian, kita masuk ke barang lelang utama malam ini!" seru pembawa acara dengan penuh semangat.

Dua orang penjaga bertubuh besar membawa sebuah kotak kaca yang dijaga sangat ketat ke atas panggung.

Lampu sorot langsung diarahkan ke dalam kotak itu, menampilkan sebuah kalung berlian biru yang sangat menawan.

"Ini adalah kalung Air Mata Samudra, berlian alami yang sangat langka dari tambang Afrika Selatan!"

"Harga pembukaan dimulai dari angka sepuluh miliar rupiah!" teriak wanita pembawa acara itu.

Suasana ballroom langsung riuh rendah menahan nafas mendengar harga pembukaan yang fantastis itu.

Mata Shinta berbinar kagum melihat keindahan kalung yang memantulkan cahaya biru lautan tersebut.

Sebagai wanita dari keluarga kaya, wajar jika dia sangat menyukai perhiasan yang sangat cantik seperti itu.

Arif yang menyadari tatapan kagum Shinta langsung menoleh ke arahnya.

"Kau menyukainya Nona cerewet?" tanya Arif dengan suara pelan.

"T-tentu saja! Gadis mana yang tidak suka berlian seindah itu?" jawab Shinta jujur tanpa menatap Arif.

"Tapi harganya terlalu gila, aku tidak mungkin menghamburkan uang ayahku sebanyak itu untuk sebuah kalung," tambahnya menunduk lesu.

Melihat kesempatan emas untuk pamer, Reyhan langsung mengangkat papan lelangnya tinggi-tinggi.

"Lima belas miliar!" teriak Reyhan lantang menarik perhatian semua orang di ruangan itu.

"Luar biasa! Tuan Muda Reyhan Kusuma menawar lima belas miliar!" seru pembawa acara kegirangan.

Hermawan tersenyum bangga sambil menyesap anggurnya melihat putranya mendominasi acara tersebut.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!