Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 15
Jasmine benar-benar merasa lelah, bagaimana ini? Dia harus pergi ke acara tersebut karena dia tidak ingin di sebut pecundang. Bahkan sampai-sampai di sebut belum move on dari laki-laki bajingan itu.
Tidak! Dia tidak menemukan kandidat manapun yang lebih baik tampangnya dari pada dokter Rean.
"Astaga, cara apalagi yang harus aku buat ya Tuhan. Jika ada yang lebih tampan darinya, mungkin aku tidak memaksanya." gumam Jasmine frustrasi.
"Satu-satunya yang bisa menandingi ketampanannya ya cuma kembarannya itu. Tapi masak iya minta bantuin kembarannya, sedangkan kita aja gak kenal." gumamnya lagi semakin frustrasi.
Mau tidak mau dia harus datang! Entah itu sendirian atau berdua, dia tetap harus datang.
Ya! dia bisa mengajukan jika kekasihnya tidak ingin di publish bukan? Ya! Benar, dia harus melakukan ini.
Jasmine bersiap untuk melakukannya. Dia akan melakukan hal ini. Bersiap, dan berdandan Jasmine harus datang ke acara tersebut.
Saat hendak keluar dari apartemen miliknya, sang asisten melihat itu.
"Mau kemana neng? Udah cantik banget." tegur asisten pribadinya.
"Mempermalukan diri harus tetap cantik bukan?" jawabnya asal yang membuat asistennya merasa aneh.
"Datang ke acara reuni SMA dalam keadaan jomblo tetap harus cantik Ayuna. Jadi mending kamu tidur, maskeran atau apa deh. Gak usah ikutin aku!"
"Tapi kata kak Prita-"
"Bisa diem gak? Bos kamu aku atau kak Prita?" ucap Jasmine menatap tajam ke arah asistennya itu.
"Oke, deh iya aku diam nih." jawabnya cemberut.
Jasmine bersiap mengendarai mobil kesayangannya. Mobil merah yang menjadi tonggak popularitasnya sebagai aktris dan model terkenal.
Mengendarai mobil kesayangannya, Jasmine benar-benar terlihat sangat luar biasa sekali malam ini. Bahkan ketika dia datang dan memarkirkan mobilnya, kebetulan ada saingannya disana. Anak dari pengusaha yang cukup besar menurut Jasmine.
Brak!
Jasmine sengaja membanting pintu mobil sport miliknya dengan keras, untuk menunjukkan pada teman SMA nya itu, jika dia bisa menjelaskan segalanya dengan kerja kerasnya. Bukan hasil orang tua, ya walau dia juga bukan berasa dari keluarga miskin. setidaknya dia lebih dari cukup sejak kecil.
Hebat, Jasmine bahkan tidak melirik sama sekali pada sepasang kekasih yang terlihat menjijikan itu.
"Muak banget, sumpah." rasanya Jasmine ingin menjerit saat ini juga. Sungguh, acara ini sangat memuakkan menurutnya.
"Jasmine, apa kabar ya ampun makin cantik aja aktris kita ini." sapa teman sekolahnya dulu ketika melihat dia datang.
"Masak iya sih? tapi aku emang udah cantik dari lahir sih. Jadi menurut aku ya, biasa aja." jawab Jasmine mengandung kesombongan tapi tetap santun untuk di dengarkan.
"Sendirian aja nih, pasangannya mana?" tanya teman satunya lagi melihat dia sendirian.
Inilah, hal yang paling menyebalkan menurutnya. Apalagi melihat pasangan kekasih yang menyebabkan itu.
"Dia lagi praktek, jadi gak bisa datang. Soalnya sibuk." jawab Jasmine asal.
"Mampus, dia gak bakalan tau kan, tuhan?" batinnya menjerit.
"Praktek? emangnya pacar kamu kerja apa?" tanya mereka bergantian.
"Dokter di rumah sakit Medical Internasional." jawab Jasmine tetap teguh pada kebohongannya.
"Oh, cuma dokter." cibir Stefy saingannya itu.
Lebih tepatnya ingin bersaing dengannya. "Setidaknya dia bekerja keras untuk kariernya sendiri. Bukan malah menumpang dengah kehidupan keluarganya." jawab Jasmine semakin tidak karuan berbohongnya.
"Gaji dokter berapa sih?" masih mencibir.
"Setidaknya lebih dari cukup untuk menghidupi kebutuhan kekasih saya."
Deg!
Semua orang terkejut saat melihat ada sosok pria tinggi, putih, tampan dan rupawan. Definisi sempurna di mata mereka.
Semua orang menatap ke arah laki-laki yang baru saja datang dan lihat betapa luar biasanya laki-laki itu.
"Maaf, terlambat. Tadi ada pasien darurat." ucap Rean mendekat pada wanita yang mengganggunya selama satu Minggu penuh ini.
Jasmine sendiri masih menatap tidak percaya pada laki-laki ini. Bagaimana bisa dia datang dan membuat semua orang terdiam begitu.
Ahhhkkk...rasanya dia ingin menjerit saat ini juga, tolong...
Rean mendekat ke arahnya, lalu merangkul pinggul Jasmine hingga membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Jasmine?" panggilnya dengan lembut membuat semua orang menatap kagum ke arah mereka.
"Ah, iya. Ayo duduk. Teman-teman kenalin, ini pacar aku. Namanya Rean." ucap Jasmine dengan penuh kesombongan merangkul lengan Rean dan membuat akting mereka semakin terlihat sangat luar biasa.
Hebat, Rean benar-benar hebat memainkan perannya bersama Jasmine malam ini.
"Halo semua, kenalin. Nama saya Rean Arya Pratama." ucapnya dengan lembut dan tersenyum.
"Tunggu, kayak kenal namanya. Sumpah, gue gak asing banget sama nama ini. Kayak pernah denger juga." ucap salah satu teman laki-laki Jasmine.
"Ah, mungkin itu kembaran saya. Namanya Sean Arya Pratama, dokter bedah saraf yang terkenal itu katanya."
"Nah! Bener. Ini bener banget! Dokter Sean pernah nangani mami gue waktu ada tumor di otaknya dan berhasil. Operasinya berhasil dan dokternya baik, ramah ganteng pula. Pantesan mirip, ternyata kalian kembar." lanjut sosok tersebut membuat Rean hanya tersenyum saja.
Jasmine terlihat semakin sombong karena kehadiran Rean membantunya.
"Tapi maaf sebelumnya, saya kesini hanya untuk menjemput kekasih saya. Kalau begitu kami pamit dulu, semuanya." ucap Rean berpamitan pada mereka semua.
Dia benar-benar menunjukkan taringnya disana. Sekali lagi, Jasmine benar-benar membuat Stefy kalah untuk kesekian kalinya.
"Dimana mobil kamu?" tanya Rean.
"Di bawah, kamu dimana? Atau mah naik mobil aku aja?" tawar Jasmine membuat semua orang penasaran.
Mereka ikut mengantar Rean dan Jasmine ke parkiran.
"Naik mobil aku aja. Mobil kamu nanti biar di ambil supir dari rumah aku." ucap Rean menekan kunci mobilnya, dan hidup sebuah mobil sport hitam legam disana, membuat semua mata tertuju pada mereka.
Duarrr...
Meledak!
Semua orang benar-benar menatap kagum pada pasangan ini. Mereka memang pasnagan yang sempurna.
"Ayo." ajak Rean, membuka pintu mobilnya untuk Jasmine, bahkan melindungi kepala Jasmine dengan tangan besarnya saat hendak masuk ke dalam mobil.
Rean tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sebelum mereka benar-benar pamit dari sana.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh