NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Lampu ekor taksi yang membawa Olivier Martinez membelah malam Chicago, meninggalkan Stone Hospital yang perlahan tenggelam di balik megahnya gedung-gedung pencakar langit.

Di kursi belakang, Olivier menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin. Di luar, lampu-lampu jalanan kota berpendar seperti coretan cahaya yang kabur, persis seperti isi kepalanya saat ini yang berantakan tanpa arah.

Ucapan King Stone di hadapan Mommy Emmeline beberapa jam lalu masih terus terngiang, berputar-putar seperti kaset rusak yang merongrong kewarasannya.

“Dia adalah Olivier Martinez, Mom. Mantan kekasihku saat di high school dulu.”

Olivier mengepalkan tangannya di atas pangkuan, mencengkeram erat tali tas kerjanya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Pria berengsek," desisnya lirih pada kegelapan di dalam taksi. Tenaga dan fokus yang ia kerahkan seharian penuh di ruang operasi dan saat menghadapi polah Evelyn Vance mendadak menguap, digantikan oleh rasa lelah yang teramat sangat.

King selalu melakukan apa pun sesuka hatinya, tanpa pernah memikirkan bagaimana kalimat serampangan itu bisa mengundang badai besar dari klan Stone untuk menghancurkan hidupnya.

Taksi akhirnya melambat dan berhenti di depan sebuah kompleks apartemen berarsitektur bata merah yang tenang di kawasan Lincoln Park. Olivier membayar ongkos perjalanan, lalu melangkah keluar memenuhi paru-parunya dengan udara malam Chicago yang dingin.

Ia berjalan menyusuri lobi, naik menggunakan lift menuju lantai empat, tempat perlindungan terkecilnya berada.

Begitu tiba di depan pintu unit nomor 412, Olivier menarik napas panjang. Ia sengaja menepuk-nepuk pipinya yang terasa kaku, memaksa gurat kelelahan dan kecemasan dari wajahnya menyingkir, digantikan oleh senyuman hangat seorang ibu yang siap menyambut putrinya.

Klik.

Pintu terbuka. Aroma harum dari kue gandum yang baru dipanggang langsung menyambut indra penciumannya, seketika memberikan rasa damai yang tidak pernah ia dapatkan di dalam koridor rumah sakit.

"Mommy!"

Sebuah seruan ceria terdengar dari arah meja makan. Nora Amelie, putri kecilnya yang berusia hampir sepuluh tahun, langsung melompat dari kursinya. Ia berlari kecil mendekati Olivier, mengenakan piyama bermotif awan dengan rambut cokelat gelap bergelombangnya yang dikuncir kuda. Nora langsung melingkarkan lengan kecilnya di pinggang Olivier, memeluk ibunya dengan erat.

Olivier berlutut, membalas pelukan hangat itu dengan seluruh sisa tenaganya. Ia memejamkan mata, menghirup aroma lavender dan bedak bayi yang menguar dari tubuh Nora—satu-satunya penawar racun bagi jiwanya yang hampir retak.

"Kau belum tidur, Sayang? Ini sudah hampir jam sembilan malam," ucap Olivier lembut sembari mengusap punggung Nora, lalu mengepalkan tangan untuk menuntun putrinya kembali ke ruang tengah.

Nora mendongak, menampilkan sepasang mata bulatnya yang sangat jernih dan cerdas. "Aku sengaja menunggu Mommy pulang. Nenek Martha membuatkan kue gandum hangat sebelum dia pulang ke flatnya tadi sore. Aku menyisakan tiga potong besar untuk Mommy di bawah tudung saji."

"Terima kasih, anak pintar. Tapi Mommy ingin membersihkan diri dulu, ya?" Olivier mencubit hidung mungil Nora dengan gemas.

Saat Olivier bangkit berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian, pandangan mata Nora bergerak mengikuti langkah ibunya.

Sebagai anak yang memiliki kepekaan luar biasa dan kecerdasan di atas rata-rata anak seusianya, Nora bisa menangkap ada sesuatu yang berbeda dari cara berjalan dan helaan napas ibunya malam ini. Ada beban yang lebih berat yang sedang disembunyikan Olivier di balik senyumannya.

Sepuluh menit kemudian, Olivier keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos longgar dan celana tidur kasual.

Rambutnya yang basah dibiarkan tergerai di bahu. Ia berjalan ke dapur, menuangkan segelas air putih hangat, lalu duduk di sofa ruang tengah di samping Nora yang kembali membuka buku ensiklopedia biologinya.

Nora menutup buku tebal itu dengan pelan. Ia menggeser tubuhnya mendekat, lalu meletakkan kepalanya di atas pangkuan Olivier, membiarkan jemari ibunya bergerak menyisir rambut kuncir kudanya.

"Mommy," panggil Nora lirih, matanya menatap langit-langit apartemen.

"Ya, Sayang?"

"Apa rumah sakit sekarang menjadi tempat yang sangat menakutkan?" tanya Nora tiba-tiba.

Gerakan tangan Olivier di rambut Nora mendadak terhenti sesaat. Ia menunduk, menatap wajah putrinya dengan dahi berkerut halus. "Mengapa kau bertanya seperti itu, sayang?"

Nora membalikkan tubuhnya miring, menatap Olivier lurus-lurus. "Karena sejak dua hari lalu, setiap kali Mommy pulang dari rumah sakit, tatapan mata Mommy selalu kelihatan... jauh. Seperti Mommy sedang memikirkan tempat lain, atau sedang memikirkan orang jahat yang membuat Mommy tidak nyaman. Apa pasien VIP yang Mommy ceritakan kemarin itu sangat menyebalkan?"

Olivier tertegun. Ia tidak menyangka bahwa ketegangan yang ia sembunyikan rapat-rapat masih bisa terbaca dengan begitu jelas oleh putri kecilnya.

Hatinya berdenyut ngilu. Nora tidak boleh tahu bahwa pria "menyebalkan" yang mengusik ketenangannya di rumah sakit itu adalah pria yang memiliki hubungan darah murni dengannya—pria yang menjadi alasan mengapa Nora terlahir ke dunia ini tanpa pernah merasakan pelukan seorang ayah.

Olivier tersenyum tipis, mengusap pipi lembut Nora dengan ibu jarinya. "Tidak ada orang jahat di rumah sakit, Nora. Pasien itu... dia hanya sedikit keras kepala dan suka berbicara sembarangan. Mommy hanya lelah karena jadwal operasi yang padat akhir-akhir ini. Kau tidak perlu khawatir, ya?"

Nora terdiam selama beberapa saat, mempelajari ekspresi wajah ibunya sebelum akhirnya mengangguk pelan.

"Kalau ada orang yang membuat Mommy sedih, beri tahu aku ya, Mom. Aku akan belajar lebih giat lagi agar bisa cepat besar dan menjadi dokter yang lebih hebat dari semua orang di Stone Hospital, jadi tidak akan ada yang bisa memerintah Mommy lagi."

Olivier terkekeh, kali ini sebuah tawa tulus yang murni keluar dari bibirnya. Ia mengecup kening Nora dengan penuh rasa syukur.

"Mommy tahu kau pasti bisa, Sayang. Sekarang, ayo gosok gigimu dan pergi tidur. Besok kau harus bangun pagi untuk kelas sains, bukan?"

"Aye, aye, Kapten!" Nora memberikan kecupan singkat di pipi Olivier sebelum melompat turun dari sofa dan berlari kecil menuju kamar mandinya dengan riang.

Menatap punggung putrinya yang menghilang di balik pintu, senyuman di wajah Olivier perlahan memudar, digantikan oleh embusan napas panjang yang sarat akan kecemasan.

Ia menyandarkan kepalanya ke bantalan sofa, menatap lurus ke arah dinding apartemennya yang dipenuhi oleh foto-foto tumbuh kembang Nora sejak bayi hingga sekarang.

Kecerdasan Nora, cara bicaranya yang tegas namun tenang, dan binar fokus di matanya... semakin hari semakin mengingatkan Olivier pada sosok King Stone di masa-masa awal mereka bersama di high school.

Itu adalah sebuah fakta genetika yang tidak bisa ia sangkal, sebuah benang merah yang mengalir di dalam darah putrinya.

"Aku harus menyelesaikannya," bisik Olivier pada keheningan ruangan.

Ia tidak bisa membiarkan situasi ini berlarut-larut. Keputusan King untuk membeberkan masa lalu mereka di depan Mommy Emmeline adalah sinyal bahaya mutlak.

Jika klan Stone mulai menyelidiki kehidupannya selama sepuluh tahun terakhir ini di Baltimore, maka keberadaan Nora pasti akan terendus.

Dan Olivier tahu betul, klan stone tidak akan pernah membiarkan seorang anak berdarah murni Stone hidup bebas di luar kendali mereka.

Besok pagi, saat ia kembali ke rumah sakit untuk shift barunya, Olivier bertekad untuk menghadapi King Stone sekali lagi—bukan sebagai dokter yang rapuh seperti sore tadi, melainkan sebagai seorang ibu yang akan melakukan apa pun demi melindungi hak hidup dan kedamaian putri tunggalnya.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngapain sih Lynne Freya ngalangin jalan King buat ngenalin Nora pada Orang tuanya harusnya kalian sebagai menantu paling muda di keliarga itu ngehargai King sebagai Kaka ipar dan Tetua di rumah itu bukan ngejegal dengan melontarkan kalimat² yang kurang pantas di depan anak² lecil... rasanya gimana ya... kayak kurang sopan banget.
harusnya dahulukan dulu King ketemu Kyle sama Emme setelah mereka selesai bicara penting baru kalian komentarin.😤
maaf ya Thor karna Aku komen gini.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
malah sibuk berdebat di depan anak kecil.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya terkuak juga.
O ya mungkin maksudnya "Mencuri sebagian diriku bukan sebagai diriku" ya Thor.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm ternyata lagi adu tak tik nih... tapi masa keluarga Stone ga bisa nyari tau tentang Olivier yang sudah mempunyai Nora.. padahal mereka Orang paling berpengaruh di banding dokter Ricard dan Olivier.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kan cemas juga Liv.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
biarlah King dan keluarga Stone tau kalau Nora ada Liv, karna biar seburuk apapun King dulu padamu tapi Dia ayahnya dan suatu saat juga bakal ketemu karna takdir terutama takdir yang di buat oleh Author.🤣✌️
capek juga kalau harus di sembunyikan...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Semungut King... sudah dapet lampu ijo dari sang Ratu.🤭🤭🤭
tinggal cari tau lebih lagi tentang Oliv biar Kamu bisa berjuang lebih gesit lagi kalau tau sudah memiliki Putri kecil yang cantik dan pintar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ayo King berjuang buat dapat maaf Oliv dan Nora yang tanpa kamu tau sudah kamu abaikan .
berjuanglah untuk menolak perjodohan keinginan Oma mu dan mengubur keinginan plus mengorbankan lagi keinginamu dan menyakiti Oliv lagi..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah mending gitu bersikap sedikit santai ngadepin King, Liv biar kamu ga tambah stress... biar Dia ga semakin curiga juga kalau ada Nora di antara kalian, bicara dan menjawab seperlunya saja.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baguslah kamu berani lawan Evelyn karna sudah pasti tuh Perempuan yang bakal di jodohin juga dengan King meskipun Kamu ga pedili mau mereka jadian apa ngga tapi buktikan kalau Kamu memang sudah benar² melupakan King dan ga mencintainya lagi dengan bersikap biasa saja ga dengan harus terus marah² tiap bicara dengan King, Liv... itu sama saja menunjukan banget kelemahanmu.
jadi kalau memang masih ada sedikit cinta bicarakan saja kalau King ngajak bicara.✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Terlalu munafik kalau kamu bilang bahwa Kamu sudah ga mencintai King lagi Olivier karna kalau di lihat dara cara mu bicara saja sudah kelihatan benci mu ga sepenuhnya benar² benci, tapi karna kamu masih ada rasa sama King.😁
kalau beneran benci sampe cinta ga bersisa, kamu akan bersikan lebih dingin tanpa harus terus marah² berlebihan Liv.🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kyle ini aneh, masa Anak harus terus ngikutin kebiasaan kolot Ibu mu... harusnya kamu bela Anakmu bukan malah memaksanya juga karna kamu juga tau gimana dulu rasanya saat kehidupanmu di atur ibumu dengan perjodohan sampe kamu memilih Emme dan kabur bertahun² demi menghindari kemauan Ibu mu dan menentangnya.

O ya Thor kalau perpisahan King dengan Olivier 10th berarti Nora baru Usia 9th lebih dong bukan 10th kan... maaf kalau salah ngitung.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
si Oma ternyata masih saja kolot memaksakan kemauannya buat jodohin King... di kirain sudah benar² beru ah sejak Kyle dengan Emme terus King jadi PalyBoy.... laahh ini mah malah masih ga ngerti juga kenapa tuh Cucunya berubah jadi berontak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
King kelakuanmu lebih parah dari Adik²mu ternyata, kalau Kend sama Kael cukup dengan 1orang dan resmi jadi istri mereka sedangkan Kamu.... ga tau deh apa cuma Olivier yang Kamu tiduri atau ada yang lain lagi.
Rosdianah 🌷: Gimna kak🤭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuuhhh.... Anaknya si playboy King kah.🤔🤭
Waaahh bener² perlu di Sunat lagi tuh si King, pantes Olivier dingin dan jutek banget... ga taunya kesalahan King fatal banget.. setelah buat orang hamil se enaknya maen perempuan segitu banyaknya.
Rosdianah 🌷: wkwkkw Mau digampar dia kak🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Selamat berjuang King... bakal terus jadi bulan²an kedua adik mu tar kalau era kebucinamu datang juga.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Olivier terlalu angkuh, tapi wajar sih buat ngadepin si PlayBoy King yang dulu suka mainin perempuan demi berontak sama Oma nya dengan alasan ga mau di jodohkan.😁😁😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hadir lagi di ceita si sulung King playboy karatan Thor.☝️🤣
Rosdianah 🌷: hahaha Hallo kak🥰 happy reading ya kak🥳
total 1 replies
Emily
wah ternyata Oliver bermain taktik juga keren El jgn sampe menye menye macam cerita di novel lain
Rosdianah 🌷: hehe tenang kak🤭
total 1 replies
Emily
aduh king pasti banyak juga bibit mu tersebar di antara ratusan perempuan lain secara kan playboy+penjahat kelamin..jgn sampe Martinez balikan sama penjahat kelamin
Rosdianah 🌷: tenang kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!