NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Jika dia punya perusahaan besar, musuh-musuhnya pasti akan berpikir dua kali sebelum menggunakan taktik kotor.

Suara mekanis sistem tiba-tiba berbunyi sangat nyaring di dalam kepala Arga.

Ding.

"Host telah berhasil menangkis serangan mental pertama dari pihak musuh," ucap suara sistem dengan nada datar.

"Sistem menilai Host membutuhkan sebuah entitas bisnis legal untuk memuluskan penyamaran aset gaib."

Sebuah layar biru transparan muncul memproyeksikan peta kota Jakarta tepat di sebelah kemudi mobil Arga.

Titik merah berkedip kali ini berada di sebuah area danau buatan di kawasan Epicentrum Rasuna Said.

"Misi Utama baru telah tersedia untuk Host jalankan," lapor sistem memunculkan barisan teks baru.

Arga membaca teks misi itu sambil tetap fokus memperhatikan jalan raya di depannya.

Misi Utama: Pancing sebuah Brankas Logam Berkarat dari dasar danau buatan Epicentrum pada malam hari.

Hadiah: Surat Izin Usaha Perdagangan Resmi, Akta Pendirian Perusahaan Antik, dan Tambahan Seribu Poin Sistem.

Mata Arga langsung berbinar terang membaca deretan hadiah yang ditawarkan oleh sistem kali ini.

Hadiah ini bukan sekadar uang tunai atau barang gaib, melainkan legalitas bisnis yang sangat dia butuhkan.

Sistem benar-benar membaca jalan pikirannya dan memberikan solusi yang paling tepat sasaran.

"Gue terima misi utamanya Sistem," ucap Arga mantap dalam hati tanpa ragu sedikit pun.

"Misi diterima, batas waktu penyelesaian adalah sebelum matahari terbit esok hari," balas sistem mengunci persetujuan.

Arga melirik jam di dasbor mobilnya yang menunjukkan pukul dua siang.

Dia masih punya banyak waktu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri sebelum menuju ke kawasan Epicentrum nanti malam.

Arga memutuskan untuk pulang ke kosnya terlebih dahulu untuk mengisi perut dan merapikan peralatannya.

Perjalanan pulang ke kos terasa sangat cepat karena suasana hatinya sedang sangat bagus.

Sesampainya di pelataran kos, Mas Yanto sedang asyik mencuci motor di dekat pos keamanan.

"Siang Mas Arga, udah balik aja dari urusan bisnisnya," sapa Mas Yanto sambil mematikan keran air.

"Siang Mas Yanto, iya nih urusannya udah kelar lebih cepat dari perkiraan," jawab Arga memarkirkan mobilnya.

Arga mengambil tas pancingnya dari jok belakang dan berjalan menuju lorong kamarnya.

Masuk ke dalam kamar, Arga meletakkan tasnya dan merebahkan diri sejenak di atas kasur.

Dia mulai membayangkan bentuk toko barang antik seperti apa yang akan dia dirikan nanti.

Toko itu akan menjadi kedok yang sempurna untuk menjual barang-barang aneh hasil pancingannya dengan harga tidak masuk akal.

Orang-orang kaya di Jakarta sangat menyukai barang antik yang memiliki nilai sejarah atau mistis.

Jika dia bisa memonopoli pasar barang gaib ini, kekayaannya akan melonjak tanpa ada yang menaruh curiga.

Arga memejamkan matanya mencoba tidur siang untuk mengumpulkan tenaga demi misi malam nanti.

Waktu berlalu dengan cepat dan langit Jakarta mulai berubah warna menjadi gelap gulita.

Arga terbangun saat alarm ponselnya berbunyi pada pukul delapan malam tepat.

Dia segera mandi air hangat dan mengganti pakaiannya dengan jaket hitam tebal bertudung.

Cuaca malam ini sepertinya sedikit mendung dan angin berhembus cukup kencang.

Arga mengambil tas pancingnya dan berjalan mengendap-endap turun ke area parkir.

Dia tidak ingin Mas Yanto melihatnya keluar malam-malam membawa tas panjang lagi.

Beruntung Mas Yanto sedang menonton televisi di dalam pos sehingga Arga bisa menyelinap masuk ke mobil tanpa ketahuan.

Arga memacu mobil SUV hitamnya membelah keramaian lalu lintas malam hari.

Kawasan Epicentrum Rasuna Said di malam hari biasanya masih ramai oleh para pekerja kantoran yang lembur.

Namun area danau buatannya cenderung sepi karena minimnya penerangan di beberapa sudut jalan setapak.

Tiga puluh menit kemudian, Arga memarkirkan mobilnya di sebuah area parkir luar yang tidak terlalu jauh dari danau.

Dia turun dari mobil dan memakai tudung jaketnya untuk menutupi sebagian wajahnya.

Arga berjalan kaki menyusuri trotoar menuju arah danau buatan yang airnya terlihat sangat gelap.

Layar peta sistem di matanya terus memandu arah langkah kakinya menuju sebuah titik spesifik.

Titik itu berada di bawah sebuah jembatan lengkung kecil yang menghubungkan dua sisi taman danau.

Tempat itu sangat strategis karena terhalang oleh bayangan jembatan sehingga tidak mudah terlihat dari jalan raya utama.

Arga meletakkan tasnya di atas rumput dan mulai merakit joran karbonnya dalam diam.

Hanya terdengar suara gesekan angin malam dan desiran air danau yang menabrak tepian beton.

"Sistem, apa gue butuh umpan khusus buat narik brankas karatan ini?" tanya Arga meminta petunjuk.

"Host dapat menggunakan Cacing Tanah Biasa yang dicampur dengan lima puluh Poin Sistem untuk memperkuat daya tarik kail," saran sistem.

"Lakukan sekarang, potong poin gue lima puluh," perintah Arga setuju.

Sebuah cahaya keemasan tiba-tiba menyelimuti umpan cacing tanah di ujung kail Arga.

Umpan itu kini memancarkan aroma gaib yang tidak bisa dicium oleh manusia namun sangat menarik bagi benda pusaka.

Arga melangkah mendekati bibir danau dan mengayunkan jorannya ke arah bawah bayangan jembatan.

Swosh.

Kail bercahaya emas itu meluncur membelah kegelapan malam.

Plup.

Air danau memercik pelan saat kail itu tenggelam perlahan ke dasarnya yang dipenuhi lumpur.

Arga berjongkok di balik semak-semak kecil sambil memegang gagang joran dengan kedua tangan.

Malam ini dia harus sangat berhati-hati karena ada petugas keamanan kawasan yang rutin berpatroli keliling taman.

Belum genap lima menit berlalu, tiba-tiba ujung joran Arga melengkung dengan sangat kasar ke arah air.

Tarikan kali ini luar biasa berat sampai membuat kedua tumit Arga terseret maju beberapa sentimeter di atas tanah.

"Tangkapan berhasil mengait, Host harus menariknya sekarang sebelum kail putus," peringat sistem dengan suara mendesak.

Arga mengertakkan giginya dan mengerahkan seluruh kekuatan fisik hasil peningkatannya ke kedua lengannya.

Otot bisepnya menonjol keras di balik jaket hitam saat dia memutar tuas penggulung benang sedikit demi sedikit.

Benda di dasar danau itu seolah tertanam kuat di dalam lumpur dan menolak untuk ditarik ke atas.

Arga mengambil napas dalam-dalam dan menarik gagang jorannya ke atas secara mengejutkan dalam satu hentakan kuat.

Srak.

Terdengar suara lumpur tebal yang terkoyak paksa dari dalam dasar danau tersebut.

Benang pancing Arga menegang hingga batas maksimalnya mengeluarkan suara dengungan yang mengerikan.

Sebuah kotak logam berukuran sebesar televisi tabung melesat keluar dari dalam air danau yang keruh.

Air lumpur memercik ke mana-mana saat kotak logam berat itu mendarat menghantam tanah berumput di dekat kaki Arga.

Bruk.

Arga terengah-engah melepaskan jorannya dan menatap kotak logam yang berlumuran lumpur hitam itu.

Tiba-tiba sorot lampu senter yang sangat terang menyapu area taman dari arah jalan setapak tidak jauh dari posisinya.

"Hei, siapa yang ada di bawah jembatan itu?" teriak suara petugas patroli kawasan dengan lantang.

Jantung Arga berdegup kencang karena dia hampir saja tertangkap basah melakukan aktivitas mencurigakan di area terlarang.

1
Kasma Wati
💪💪💪💪💪
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
Kasma Wati
👍👍👍👍👍
Marthen
preman pasar kelas kampungan yg nyasar 😄😄😄
cynth
Mancing lele di selokan aja malunya nembus layar, apa lagi ini. Astaga...
Gege
nasahhh... ceritanya enteng..ngalir.. menyajikan hiburan bacaan yang bikin candu...
Momen'to
mimpi basah author 😹
Magane
menunggu sistem kurir mbg
Yofu
kok bisa kepikiran sih/Sweat/
Yofu
mancing mania mantap🗿
Dhewa Shaied
crazy up thorr.. imajinasinya gak ngotak 💪💪💪 😍😍😍😍
Yuliana Tunru
syuuuka bgt hari.ini crezy up thorrr 💪💪 up ..arga waktu x cari wanita special ya jgn sampe dpt tipe rina 😄😄😄
dhani satria
tomatkah?
dhani satria: owhhhhh.....,crazy up...,mantap ceritanya
total 2 replies
dhani satria
taline panjang bgt ya 3000 meter
Gege
berat bener cerita sistem bertema mancing ini..pikir ceritanya ringan, Nemu ikan dikembangkan hasilin duit milyaran, hidup enak wanita banyak.. sampe ratusan episode...🤣🤭
Yui: makasih idenya, habis konflik ini lah bisa diterapin /Smile/
total 1 replies
dhani satria
aquamen....
dhani satria
tongkat zeus
Yui: Poseidon lebih tepatnya/Facepalm/
total 1 replies
dhani satria
CEO WIJAYA ni
Yuliana Tunru
nalasan yg setimpal 😄😄
dhani satria
hahahhahhaha.....,lha gemblung yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!