Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Balasan
Lu Yansheng baru akan maju dan membuka pintu, tapi dua penjaga istana kembali datang dengan tiba-tiba di depannya.
Shutt
Shutt
"Kami pengawal Kaisar, majulah jika ingin melawan Kaisar!"
Lu Yansheng menggeretakkan giginya, dia tidak mungkin melawan Kaisar.
Lu Yansheng segera pergi ke kediaman jenderal. Setelah di ganti pakaian, dan minum sup herbal. Tetap saja Shen Meiren belum sadarkan diri dan tubuhnya juga menjadi sangat dingin.
"Mana tabibnya?" tanya Nyonya tua panik.
"Ibu, Mei Huarin tidak mau menyerahkan satu tabibnya..."
"Keterlaluan! kalau begitu cari di ibukota, cari saja tabib manapun, berapa pun bayarannya!" kata nyonya tua Wang yang begitu panik.
Sungguh ironi, di tempat lain. Cucunya juga sedang menggigil. Tapi, dia begitu khawatir pada cucu yang belum lahir. Sungguh benar-benar ironi.
Lu Yansheng dan Du Guanzhi segera pergi dari kediaman untuk mencari tabib. Hingga satu jam kemudian, mereka kembali membawa seorang tabib yang mau datang tapi dengan bayaran yang sangat mahal.
Sementara itu, sampai dini hari, Mei Huarin tidak tidur. Dia terus mengompres putrinya yang malah menjadi demam tinggi setelah menggigil. Namun setelah berkeringat banyak, di jam 3 pagi, Lu Yanzhi akhirnya bisa tertidur.
Para tabib juga belum berani tidur atau meninggalkan tempat itu sebelum Lu Yanzhi sadar dan sembuh, itu adalah perintah Kaisar.
"Nyonya, berisitirahat lah. Biar saya yang menunggui nona pertama!" Fu Mama datang dengan teh hangat untuk Mei Huarin.
"Tidak usah Fu Mama, Fu Mama saja yang beristirahat!"
Hingga pagi menjelang, Xueyao sudah bangun dan sudah lebih baik. Sementara Lu Yanzhi masuk tertidur.
"Nyonya" panggil Xueyao yang melihat Mei Huarin duduk di samping Lu Yanzhi.
Mei Huarin melihat Xueyao yang sudah mau turun dari tempat tidurnya. Mei Huarin segera mendekati pelayannya yang setia itu.
"Kamu butuh sesuatu?" tanya Mei Huarin yang menahan Xueyao agar tidak turun dari tempat tidur.
"Nyonya, maafkan aku. Aku tidak bisa melindungi nona muda pertama"
"Bukan salahmu Xueyao! aku lupa kalau di rumah ini sudah ada ular sekarang! jangan khawatir, ceritakan padaku apa yang terjadi!" kata Mei Huarin meminta kembali Xueyao duduk di atas tempat tidur yang nyaman itu.
"Nona muda pertama dan aku sore itu berada di taman, kami baru saja akan menyiram bunga yang ada di sana. Tapi wanita bermarga Shen itu datang dengan pelayannya, dia terus mengatakan kalau nona muda pertama harus bersiap pergi dari kediaman Jinxi. Dia akan minta jenderal mencarikan pemuda dari keluarga kaya untuk menikah dengan nona pertama. Dan mengatakan kalau setelah itu nyonya akan sendirian, dan dia dengan mudah menguasai kediaman jenderal. Wanita itu mengatakan jenderal lebih mencintainya. Maka dia akan membujuk jenderal untuk meninggalkan nyonya. Nona muda pertama tidak terima, dia hanya menunjuk ke arah wajah wanita itu. Mencoba memperingatkannya, tapi wanita itu malah menjatuhkan dirinya sendiri! para pelayannya langsung berteriak, jenderal dan nyonya tua datang, wanita itu pura-pura kesakitan dan menangis!"
Xueyao menjeda ucapannya. Dia terlihat sangat emosi.
"Nyonya, tuan jenderal dan nyonya tua sama sekali tidak mendengarkan penjelasan nona muda pertama. Jenderal memukul nona dan memanggil para pengawal untuk mengurung nona dan aku di gudang kayu. Beberapa saat kemudian, beberapa pengawal dari kediaman jenderal, datang dengan membawa ember air dingin, kami di siram terus menerus!"
Air mata Xueyao mengalir. Dia ingat bagaimana kasihannya nona muda pertamanya kemarin.
Mei Huarin menyeka air mata Xueyao dengan sapu tangannya. Sementara matanya juga berkaca-kaca.
"Jenderal memukul Yan'er?" tanya Mei Huarin.
Xueyao mengangguk dengan sedih.
"Iya Nyonya, dua kali sampai nona muda pertama jatuh ke tanah!"
Mei Huarin menghela nafas sangat dalam.
'Lu Yansheng! berani-beraninya kamu!'
Tangan Mei Huarin terkepal kuat.
**
Sementara itu, di kediaman jenderal. Shen Meiren juga sudah sadar. Jenderal dan nyonya tua sejak tadi sudah berada disana.
"Meiren..."
"Jenderal, anak kita. Bagaimana anak kita jenderal?" tanya Shen Meiren yang langsung memelas dan manja di depan jenderal.
"Anak kita selamat, tidak apa-apa. Kamu juga hanya demam. Bagus tidak ada yang serius!"
"Apa yang sebenarnya terjadi semalam?" tanya nyonya tua Wang.
"Semua ini salah Meiren, nyonya tua. Nyonya mungkin sangat kesal karena jenderal terus membela Meiren. Hingga nyonya memerintahkan seorang pengawal bayangan menjatuhkan Meiren ke kolam. Bahkan pengawal lain menghadang pelayan dan penjaga yang mau menyelamatkan Meiren. Kepala Meiren juga di tahan dengan kayu. Meiren nyaris tenggelam, jenderal. Meiren takut sekali!"
Wanita genit itu segera merangkul lengan jenderal.
"Mei Huarin, dia benar-benar keterlaluan!" kata nyonya tua.
"Kamu pasti ketakutan, apa masih ada yang sakit. Kamu istirahat saja, aku akan bicara dengan Mei Huarin. Kalau butuh apapun, katakan saja pada Fu Mama...!"
"Sejak kapan Fu Mama jadi pelayan di kediaman jenderal?"
Semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ketika mendengar suara Mei Huarin.
"Masih berani kamu datang kemari? belum puas kamu mencelakai Shen Meiren dan calon cucuku!" pekik Nyonya tua Wang.
Tapi Mei Huarin mengacuhkan nyonya tua Wang. Dia hanya ingin membalas apa yang sudah dilakukan Lu Yansheng pada putrinya.
Mei Huarin berdiri di depan Lu Yansheng yang masih duduk di samping Shen Meiren. Yang lengannya masih dijadikan oleh wanita genit itu sandaran, dan makin manja saja begitu melihat Mei Huarin datang.
"Jenderal, Meiren takut..."
Jenderal Lu menepuk punggung tangan Shen Meiren perlahan dan sangat lembut.
"Jangan takut, ada aku..."
Jenderal Lu belum selesai bicara ketika Mei Huarin sudah menyingsingkan lengan hanfu-nya dan mendekati Lu Yansheng.
Plakkk
"Nyonya..."
Plakkk
"Mei Huarin!" pekik Lu Yansheng.
Mei Huarin menurunkan lengan hanfu-nya lagi. Jenderal Lu yang marah, sampai melotot segera berdiri dan mengangkat tangannya ingin membalas. Tapi Mei Huarin segera menunjukkan lencana kebal hukum yang dia dapatkan dari Kaisar.
"Pukul kalau berani!" tantang Mei Huarin.
"Beraninya! kamu berani memukul suamimu! dasar istri durhaka!" pekik Nyonya tua Wang.
Shen Meiren yang melihat itu sampai melongo. Sedangkan Jenderal Lu Yansheng, rahangnya mengeras, seiring harga dirinya yang menjadi hancur di depan ibunya, Shen Meiren dan beberapa pelayan.
"Kamu pukul anakku dua kali, aku lakukan hal yang sama padamu! sampai kamu menyakiti anakku lagi...."
Tatapan Mei Huarin pada jenderal, benar-benar seperti seorang musuh terhadap musuhnya. Tak ada lagi tatapan seorang istri pada suaminya, atau seorang ibu pada ayah anaknya.
"Aku habisi kamu!" tunjuk Mei Huarin persis di depan wajah Lu Yansheng yang mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️