NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: BENTURAN DUA JENIUS DAN HARGA SEBUAH KESOMBONGAN

​Su Tian berdiri dengan tangan di belakang punggung. Auranya yang berwarna emas murni membiaskan cahaya di dinding kristal, menciptakan ilusi seolah-olah ada matahari kecil yang terbit di kedalaman labirin. Di belakangnya, empat pengawal tingkat Spirit Severing Tahap Menengah mengunci setiap jalan keluar.

​"Ye Xuan, kau hanyalah kerikil di jalan menuju keagungan Klan Su," ujar Su Tian, suaranya tenang namun penuh penghinaan. "Menyerahlah. Jantung Naga itu bukan milik rakyat jelata sepertimu."

​Ye Xuan menyeka darah di sudut bibirnya. Meskipun energinya terkuras setelah melawan Naga Tulang, matanya justru berkilat dengan kegembiraan yang mengerikan.

​"Rakyat jelata?" Ye Xuan terkekeh, suara tawanya bergema di aula. "Su Tian, kau bicara seolah-olah darah emasmu itu murni. Padahal, kita berdua tahu bahwa kejayaan Klan Su dibangun di atas tumpukan mayat dan pengkhianatan terhadap keluargaku."

​[Ding! Peringatan Sistem!]

[Analisis Target: Su Tian.]

[Tingkat Kultivasi: Spirit Severing Tahap Puncak!]

[Peringatan: Lawan memiliki 'Garis Keturunan Matahari Surgawi'. Kecepatan regenerasi dan serangan apinya berada di level bencana!]

​"Mati!"

​Tanpa aba-aba, Su Tian melesat. Gerakannya begitu cepat hingga meninggalkan bayangan emas yang menghanguskan udara. Ia melayangkan pukulan telapak tangan yang dilapisi api putih—Telapak Matahari Penghancur.

​Ye Xuan tidak menghindar. Ia menghantamkan tinjunya yang dialiri energi Kekacauan.

​BOOOOOMM!!!

​Gelombang kejut menghancurkan sisa-sisa tulang naga di sekitar mereka. Ye Xuan terlempar mundur sepuluh langkah, kakinya meninggalkan parit di lantai batu. Tangannya terasa panas terbakar, namun luka itu segera menutup berkat regenerasi Tubuh Kaisar.

​"Hanya segini kekuatan 'Kaisar' yang dibangga-banggakan itu?" Su Tian mencibir. Ia memanggil pedang emasnya, Pedang Cahaya Suci, yang memancarkan tekanan suci yang luar biasa.

​"Qing'er, pinjamkan aku kekuatanmu lebih banyak!" Ye Xuan berteriak dalam hati.

​[Ding! Mengaktifkan Mode 'Resonansi Jiwa'!]

[Mengkonsumsi 10.000 Poin Sistem. Membuka Segel Pedang Penghancur Surga: 50%!]

​Pedang hitam di tangan Ye Xuan mulai mengeluarkan uap ungu yang sangat pekat. Bilahnya tidak lagi terlihat seperti benda mati, melainkan seperti lubang hitam yang haus akan cahaya.

​"Tebasan Kelima: Gerhana Abadi!"

​Ye Xuan menghilang dan muncul tepat di atas kepala Su Tian. Ia mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh. Su Tian mengangkat pedang emasnya untuk menangkis, namun ia terkejut saat menyadari bahwa cahaya emasnya mulai tersedot masuk ke dalam bilah pedang Ye Xuan.

​"Apa?! Kau bisa memakan cahayaku?!" Su Tian terbelalak.

​"Kekacauan adalah awal dari segalanya, termasuk cahayamu yang sombong itu!" Ye Xuan menekan pedangnya lebih keras.

​KRAKK!

​Lantai di bawah kaki Su Tian hancur. Ia terpaksa berlutut satu kaki karena beban luar biasa dari pedang Ye Xuan. Namun, sebagai jenius nomor satu, Su Tian tidak semudah itu dikalahkan. Ia meledakkan esensi darahnya, menciptakan ledakan api emas yang memaksa Ye Xuan mundur.

​"Kau memaksaku menggunakan ini, bajingan!" Su Tian berteriak. Di dahinya muncul simbol matahari yang bersinar terang. "Mata Ketiga Surgawi: Penghakiman Dewa!"

​Sebuah sinar cahaya putih yang sangat murni ditembakkan dari dahi Su Tian. Sinar ini mampu menembus apa pun dan menghancurkan jiwa secara permanen.

​[Ding! BAHAYA TINGKAT TINGGI!]

[Sistem melakukan manuver darurat!]

​Ye Xuan tidak sempat menghindar. Di saat kritis, ia mengangkat Jantung Naga Bumi yang masih dipegangnya sebagai perisai spontan.

​SHIIIIINGGG!

​Sinar cahaya itu menghantam kristal merah tersebut. Bukannya hancur, Jantung Naga itu justru menyerap serangan Su Tian dan memantulkannya kembali dengan kekuatan dua kali lipat, namun dalam bentuk energi bumi yang liar.

​BOOM!

​Su Tian dan para pengawalnya terpelanting oleh ledakan energi mereka sendiri. Ruangan itu mulai runtuh.

​"Xuan'er, sekarang! Kita harus pergi!" teriak Mo Ran sambil menarik lengan Ye Xuan.

​Ye Xuan menatap Su Tian yang terkubur di bawah reruntuhan kristal. Ia ingin menghabisinya sekarang, namun ia tahu tubuhnya sudah mencapai batasnya. Jika ia memaksakan diri, ia tidak akan bisa membawa Jantung Naga itu ke Grandmaster Yin.

​"Nikmatilah kekalahan pertamamu, Su Tian," bisik Ye Xuan dingin.

​Dengan bantuan Mo Ran, Ye Xuan menggunakan teknik Langkah Cahaya Surgawi yang baru ia dapatkan untuk melesat keluar dari labirin sebelum seluruh langit-langit runtuh.

​Beberapa jam kemudian, di markas Klan Bayangan Perak.

​Ye Xuan masuk dengan tubuh penuh luka, namun tangannya memegang Jantung Naga Bumi yang kini berdenyut dengan energi yang jauh lebih kuat setelah menyerap serangan Su Tian.

​Grandmaster Yin berdiri dari singgasananya, matanya yang pucat bergetar melihat benda itu. "Kau... kau benar-benar membawanya."

​"Janji adalah janji," Ye Xuan melemparkan jantung itu ke arah Yin. "Sekarang, penuhi bagianmu. Aku ingin pasukan bayanganmu siap bergerak dalam tiga hari. Kita akan menyerbu Penjara Sembilan Kesengsaraan."

​Grandmaster Yin memegang jantung itu, dan seketika energi kehidupan mulai mengalir kembali ke tubuhnya yang kurus. Rambut putihnya perlahan berubah menjadi hitam, dan auranya melonjak drastis hingga mencapai tingkat Spirit Severing Tahap Puncak.

​"Klan Bayangan Perak..." Yin berteriak, suaranya kini menggelegar memenuhi gua. "Asah belati kalian! Malam ini kita berpesta, dan tiga hari lagi... kita akan mandi darah para penjaga Klan Su!"

​[Ding! Misi Berhasil!]

[Memperoleh Loyalitas Klan Bayangan Perak.]

[Hadiah: Peta Rahasia Jalur Bawah Tanah Penjara Sembilan Kesengsaraan.]

​Ye Xuan duduk bersila, memejamkan mata untuk memulihkan diri. Di dalam pikirannya, ia hanya melihat satu bayangan: wajah ibunya yang sedang menderita.

​"Ibu... tunggu aku. Sedikit lagi."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!