kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
putus sekolah, dan candaan sang kekasih
Saat malam hari sehabis main dengan teman teman ku. aku pulang ke rumah mengendarai vespa ku.
sesampainya di rumah, aku melihat rumah sangat begitu sepi, tak ku rasakan kehangatan seperti dulu lagi. lalu aku mengetuk pintu dan memanggil ibu ku. _tok tok tok.. Mi, mi..._ dan tak lama kemudian ibu ku membukakan pintu.
Ibu menatapku dengan cemas. " Kemana saja kamu nak...? " Tanya ibu ku.
" Abis maen sama temen mi.." jawabku datar sambil berjalan masuk rumah.
" Satria tunggu. duduk dulu sebentar, ibu mau bicara sama kamu..." Ucap ibu serius. Lalu aku menghentikan langkah kaki ku, aku penasaran apa yang ingin ibu ku katakan kepadaku. aku pun duduk, dan ibu pun duduk di dekatku.
" Nak besok kamu sekolah lagi ya nak.." ucap ibu dengan lembut.
aku terdiam saat ibu ku berkata seperti itu.
" Biaya dari mana mi kalau satria sekolah lagi.." jawabku dengan tatapan kosong wajah datar.
" Kamu jangan pikirkan itu, sekarang umi sudah kerja nak jadi ART. umi bisa pulang tiap hari, dan umi rasa penghasilan umi cukup buat biaya kamu sekolah.." ucap ibu ku merayu agar aku mau masuk sekolah lagi. aku tersenyum dan teringat dengan kata kata bapak ku dulu, yang selalu menyuruh ku untuk rajin sekolah.
" Maaf mi satria gak bisa, satria lebih baik putus sekolah mi, satria mau berhenti sekolah aja.." jawabku. lalu aku berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar ku.
ibu terdiam menatap ku berjalan masuk kamar. Ibu kecawa kepadaku mendengar keputusanku itu, yang memilih untuk putus sekolah. dengan perasaan sedih, kecewa, ibu ku menundukan kepalanya.
Saat di dalam kamar aku duduk merenung, aku ingin sekolah kembali, namun di sisi lain aku bingung biaya dari mana untuk sekolah. bahkan saat itu aku dan ibu, untuk makan sehari hari pun terkadang tidak ada, aku merasa berantakan sejak di tinggalkan oleh bapak. aku mencoba meyakinkan dengan apa keputusan ku itu.
Tidak lama kemudian HP ku berdering menerima pesan dari elina, lagi lagi elina menanyakan mengapa aku tidak pernah lagi masuk sekolah, entah aku harus memberi alasan apa. aku pun membiarkan pesanya itu dan tidak membalasnya.
*ke esokan harinya*
ibu ku sedang besiap siap berangkat kerja. sementara aku masih tertidur. lalu ibu ku berjalan keluar rumah, setelah menutup pintu rumah, saat akan berjalan berangkat kerja, ia melihat kursi di depan rumah ku dimana biasanya bapak duduk sambil menikmati kopi di kursi itu, ibuku membayangkan bapak duduk di kursi itu. ibu ku tersenyum, dan kemudian ibu ku berjalan pergi berangkat kerja.
Saat hari telah senja. saat itu aku sedang memancing ikan di danau sendirian, sambil menunggu pancingan ku di sambar ikan, aku terdiam memikirkan bagaimana nasib hidup ku nanti. tiba tiba saja ada yang menutupi mataku dengan tangan dari belakang. Tangan itu sangat halus, lembut, wangi. lalu orang itu berkata.
" Tebak siapa hayohhhh?...!! " Ucap nya, aku mengenal suara itu.
" Orangnya imut, cantik, namanya elina...!!" Ucapku, lalu ia melepaskan tanganya dari wajah ku.
" Kok kamu tau kangg...? " Tanya elina heran.
" Ya tau lah, masa iya aku gak kenal suara pacar sendiri.." ucap ku, aku tersenyum kepadanya.
" Hehe, iya ya..!!!, kamu sendirian aja kang..? " Ucap elina sambil duduk di sampingku.
" Iya, kok kamu tau aku ada di sini...? " Tanyaku heran.
" Tau dong..!!!" ucap elina pandanganya ke danau.
" Tau dari mana..? " Aku heran.
" Dari radar cinta, hehe.." elina tersenyum menoleh ke arah ku.
" Bisa aja kamu..!!! "
" Kenapa kamu gak bales chat aku semalam hah..." Tanya elina dengan kesal sambil mencubit pinggang ku..
" Aduh duh sakit lin..iya maaf, ketiduran aku samalem lin.." aku.
" Bohong, bilang aja kalau udah gak peduli sama aku.." ucap dia dengan manja nya.
" Masa iya aku gak peduli sama kamu lin.." aku.
" Jawab pertanyaan aku kang, kenapa kamu gak pernah mau masuk sekolah lagi.. " tanya elina kepadaku. sejenak aku terdiam saat elina bertanya seperti itu kepada ku.
" Lin udah dong,,, jangan nanya itu mulu.." ucap ku resah.
" Ya makanya jawab dulu.." ucap elina.
Sebenarnya aku tidak mau menjelaskan alasan ku tidak mau sekolah lagi, namun elina terus saja memaksa dan mempertanyakan itu dari hari hari yang lalu.
" Bukanya aku gak mau sekolah lagi lin, tapi aku bingung harus gimana lin,? aku gak punya biaya untuk sekolah.." ucap ku dengan perasaan malu dan gelisah. sejenak elina terdiam saat aku berkata seperti itu.
" aku kesepian gak ada kamu di sekolah kang. Kang kamu sekolah lagi ya... aku bisa bantu kamu kok kang.." ucap elina merayu ku.
" Bantu apa..? Bantu buat biaya buat aku sekolah, di mana harga diri aku lin kalau gituh.." ucap ku sambil tersenyum tipis, Elina terdiam saat aku berkata seperti itu. " maaf ya kalau kamu cuma dapetin cowok orang susah kayak aku, maaf kalau kamu merasa gak seberuntung cewek lain di luar sana.." ucap ku, Lalu tiba tiba elina memeluk erat lenganku dan bersandar bi bahuku, lalu ia berkata.
" Kamu jangan ngomong gituh dong kang, justru aku merasa paling beruntung dari yang lain, karena dimiliki kamu.." ucap elina memelukku.
" Bisa ajah kamu lin, emang apa sih yang kamu harapkan dari aku..? " Tanya ku sambil menatap pelampung pancinganku.
" Kesetiaan, cinta dan ketulusan kamu.." jawabnya beruntun. sejenak aku terdiam saat dia berkata seperti itu kepadaku, lalu ia tersenyum menatap wajahku, aku pun tersenyum menatapnya.
" Bisa aja kamu, anak siapa si ini hah..!!! " Ucap ku sambil mencubit pipi elina dengan gemas.
" Aww,,,, sakit tau..!!!" elina kesakitan, lalu ia memukul pundak ku dengan kesal. aku menertawainya. Dan setelah itu tiba tiba elina melihat pelampung pancingan ku bergerak, ia memberi tau ku, lalu dengan cepat aku menarik pancingan ku itu, dengan girang elina mencoba merebut pancingan dari tangan ku. " Kang mana sini aku aja kang, aku mau nyobainn.." ucap elina sambil mencoba merebut pacingan di tangan ku.
" Yaudah nih, hati hati awas lepas ya..!!" aku memberikan pancingan itu kepada elina, dan tiba tiba saja ikan itu berontak melawan tarikan elina.
" Kang gimana ini, ikan nya ngamuk..!!" ucap elina dengan girang, panik dan takut ikanya lepas, sementara aku ketawa melihat nya.
" Udah gak papah, tarik terus lin.." ucap ku, sambil menyemangatinya.
Dan hingga akhirnya elina berhasil mendapatkan ikan itu. ikan itu cukup besar, bahkan aku pun belum pernah mendapatkan ikan sebesar yang elina dapatkan itu sebelumnya. sesampainya ikan di permukaan, aku mencoba menangkap ikan itu dengan tanganku, elina sangat senang sekali, ia sangat girang melihat ikan hasil memancingnya itu. saat aku mencoba menankap ikan itu, saat sudah dalam genggaman tangan ku, tiba tiba ikan itu berontak melompat dan terlepas kembali ke danau, _byurr_ikan locat ke air. aku hanya bisa terdiam cenga melihat ikan itu lepas dari tangan ku, dan sementara elina pun terdiam cenga saat melihat ikan itu loncat ke air.
" Ahhh kamu mahhhhh, kok di lepasinn sihh ahh, ahh aku gak mau tau ah, tangkep lagi, kamu mahhh aku udah capek capek tau dapetinya, ah kamu mahhh..! Kesel aku ah" ucap elina bertingkah kesal manja seperti anak kecil, aku tertawa melihatnya.
" Iya iya, maaf, entar aku ganti deh, entar kita beli aja di pasar ya,,!!!." ucapku sambil mencandai mengetawainya.
*waktu terus berjalan hari hari berganti*