NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

meninggal dunia

Setelah dokter itu pergi, mereka pun masuk ke dalam untuk melihat kondisi bapak ku, mereka melihat bapak ku terbaring lemah tidak sadarkan diri dengan infusan di tanganya, lalu ibu ku mendekati bapak ku yg sakit itu, ibu ku membelai rambut bapak ku, dan tiba tiba saja ibu ku meneteskan air mata menatap wajah bapak ku, lalu asep dan istrinya  itu menyabarkan ibuku, sementara layla anak nya asep itu bertanya kepada ibu ku dengan polos nya bertanya ada apa dengan kakek, yaitu bapak ku.

" Nek, kakek kenapa nek.." tanya layla.

" Kakek lagi sakit sayangg, doain kakek ya biar cepet sembuh.." ucap ibu ku sambil menghapus air matanya itu, lalu elina mendekati bapaku yg sakit tidak sadarkan diri itu, ia menggengam lembut tangan bapak ku, dan mendoakan bapak ku agar cepat sembuh, mereka tersenyum melihat tingkah layla itu.

Dan sementara aku yg masih di sekolah, saat itu aku sedang belajar di ruangan kelas, saat itu aku tidak fokus belajar, aku terus saja ke kepikiran bapak ku, dan berharap bapak ku baik baik saja.

Saat aku sedang belajar, dengan samar samar aku mendengar suara memangil ku.

))).. Satria, pulang nak..(((

Lalu aku bertanya kepada dony, apakah dia mendengar apa yg aku dengar itu, namun ia tidak mendengar apa yg ku dengar itu.

Setelah pelajaran selesai, selepas pulang sekolah, aku berjalan dengan dony.

" Tadi loe kenapa telat masuk sekolah..? " Tanya dony.

" Tadi gue abis bawa bapak gue ke rumah sakit don..." Jawab ku, sambil berjalan denganya.

" Rumah sakit.? Emang bapak loe sakit kenapa sat..? " Tanya dony dengan penasaran.

" Gue juga gak tau sakit apaan, gue bingung, gue harus cari duit kemana ya buat biaya pengobatan bapak gue di rumah sakit.." ucap ku dengan resah.

" Gimana ya..? Gue kalau ada duit sih gue bantu sat, kalau soal uang, ya loe tah sendiri lah gue.." ucap dony.

" Apa gue jual motor gue aja ya.." aku.

" Ya elah, baru juga loe punya motor sat.." dony.

" Ya abis gak ada cara lain don, gue kayak nya harus jual motor gue, mau gimna lagi, yg penting bapak gue sembuh don, bapak gue jauh lebih penting dari motor.." ucap ku.

" Iya sih, tapi..yaudah teserah loe dah.." dony dengan bingung harus gimana.

" Don anter gue ke rumah yuk ngambil motor gue, gue mau jual sekarang..."  Ucap ku.

" Kalau emang udah gak ada cara lain, yaudah yuk gue anter.." ucap dony.

Lalu aku dan dia berjalan menuju parkiran untuk ngambil motornya dony, dan mengantarkan ku ke rumah untuk mengambil motor ku yg akan ku jual itu. Setelah itu dengan buru buru aku berangkat bersama dony.

Saat hendak aku berangkat, elina sama maya melihat ku dari kejauhan.

" Mereka mau pada kemana may.? Buru buru gitu..?.." tanya elina kepada maya yg di sampingnya.

" Gak tau...kayaknya ada urusan penting.." jawab maya sambil memperhatikan ku dan dony pergi.

Sementara aku dan dony saat di perjalanan, dony membawa motornya dengan kecepatan tinggi. sesampainya aku di depan rumah ku. Sejenak aku terdiam karena melihat banyak warga di depan rumah ku, lalu aku turun dari motornya dony dengan pandagan terus ke depan melihat banyak orang di rumah aku, aku terpaku diam, perasaan ku sungguh tidak enak hati.

" Sat kok banyak orang gituh di rumah loe..? " Tanya dony kepadaku dengan penasaran, sementara aku tidak menjawab atau menoleh kepada dony, pandangan ku terus tertuju pada rumah ku, lalu aku berjalan menghampiri rumah ku, dan masuk ke dalam rumah.

Saat di depan pintu, aku melihat bapak ku terbaring tak bernyawa sedang di bacakan doa oleh keluarga dan tetangga ku, betapa hancur persaanku saat itu, aku tidak percaya dengan apa yg ku lihat, tanpa ku sadari air mata ku terjatuh, lalu aku berjalan masuk rumah menghampiri jasad bapak ku, aku tak kuasa menahan tangis, aku memeluk jasad bapak ku dengan erat sambil menangis, aku menangis memanggil manggil bapak ku, dan meminta maaf kepada bapak ku yg sudah tidak bernyawa itu, lalu ibu dan kakak ku terus menyabarkan ku, pada saat itu aku kesal  kepada ibu ku, seharus nya aku ada di samping bapak ku untuk terakhir kali nya sebelum bapak ku pergi, namun ibu ku saat itu malah menyuruh untuk pergi sekolah, aku tak henti menangis, se akan tidak percaya dengan apa yg terjadi.

" Seharus nya satria ada di samping bapak mi untuk terakhir kalinya, tapi kenapa umi malah nyuruh satria pergi sekolah mi, sekarang bapak udah pergi mi, selamanya.." ucap ku sambil menangis kepada ibu ku. Sementara ibu ku hanya bisa diam dan menangis, kakak ku asep terus menyabarkan ku.

Setelah jasad bapak ku di makam kan, aku terdiam melihat ibu ku menaburkan bunga di kuburan bapak ku sambil menangis, dan sementara yg lain sudah pulang, saat itu yg tersisa hanya keluarga ku dan dony, dony berdiri di sebelah ku, lalu ia merangkul ku dan berkata kepada ku.

" Sabar ya sat, udah loe jangan sedih, sekarang bapak loe udah sembuh sat, untuk selamanya, kita doain semoga bapak loe tenang di sana,.."  ucap dony kepadaku.

Lalu air mata ku terjatuh lagi saat dony berkata seperti itu, aku menangis, dan dony pun merasakan apa yg kurasakan, ia pun meneteskan air mata turut berduka atas kepergian bapak ku, lalu dony langsung menghapus air matanya, dan menyabarkan ku lagi.

Waktu terus berjalan hari pun berganti, ke esokan harinya, hari itu aku tidak masuk sekolah.

sementara dony saat di sekolah, saat itu maya tidak melihat ku masuk sekolah, lalu maya dan elina menanyakan ku kepada dony, dony pun menceritakan kabar duka ku kepada mereka.

Sementara aku, saat itu aku sedang duduk terdiam sendirian di danau tempat biasa ku di sana, aku duduk terdiam dengan tatapan kosong membayangkan kenangan ku dengan bapak ku saat dulu, dan tak lama kemudian datang elina, maya, dan juga dony, dengan seragam sekolah yg masih mereka kenakan, lalu mereka berjalan menghampiri ku, lalu mereka duduk di samping ku, mereka turut berduka cita atas kepergian bapak ku, lalu elina memeluku menyabarkan ku dan mencoba menenangkan ku, kemudian maya dan dony merangkul ku.

Waktu terus berjalan, hari hari pun berganti semenjak kejadian itu, semenjak bapak ku meninggal, aku tidak pernah masuk sekolah lagi.

Sementara dony dan maya mereka merasa kesepian saat di dalam kelas, karena biasanya ada aku dengan mereka, sesekali dony dan maya menoleh ke arah bangku tempat biasa ku duduk di kelas itu.

Selepas pulang sekolah, sementara elina saat itu ia sedang berdiri di tempat biasa ia menunggu jemputan papahnya, sesekali ia menoleh ke arah biasa ku berada memperhatikanya, elina merasa kehilangan.

Meskipun begitu tapi aku tetap berkomunikasi lancar baik dengan elina, meski hanya melalu pesan dan telpon.

Waktu terus berjalan dan Hari hari berganti.

semenjak kepergian bapak ku, aku bisa di bilang berubah menjadi anak yg nakal, aku lebih banyak menghabiskan waktu ku bersama teman teman baru ku di jalanan.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!