NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

Kelopak mata Bella berkedut ketika cahaya matahari masuk menembus kaca mobil. Dia bergerak pelan dan menyentuh kepalanya yang menyisakan rasa pusing pengaruh obat semalam.

Saat membuka mata dengan sempurna, dia terperanjat mendapati tubuhnya yang berada di atas pangkuan Fahri, bahkan pipinya masih menempel di dada mantan suaminya itu.

"Fahri???" batin Bella kebingungan.

Setelah nyawanya benar-benar terkumpul, Bella mematut wajah Fahri yang masih terlelap dengan perasaan tidak menentu, hatinya terenyuh namun sadar akan posisinya saat ini.

Mungkin Bella lupa atas apa yang terjadi antara dia dan Fahri semalam, namun dia tidak bisa melupakan apa yang dilakukan Andre terhadapnya, mungkin saja Andre sudah berhasil menjamah tubuhnya.

Dalam pemikirannya yang belum stabil, Bella mencoba menerka-nerka, berusaha mengingat kembali beberapa kejadian yang dia lupakan namun tidak berhasil.

Pelan-pelan, Bella merangkak turun dari pangkuan Fahri lalu merapikan mantel yang masih menutupi sebagian tubuhnya, beberapa tanda merah di bagian dadanya nampak begitu jelas, membuatnya tersenyum putus asa.

Bella terdiam beberapa detik, air matanya menggenang, dia merasa malu, ternyata tubuhnya sudah kotor.

Sebelum turun dari mobil, dia mendelik ke arah Fahri yang masih tertidur pulas, dia benar-benar malu.

"Terima kasih, aku harap kedepannya kita berdua tidak akan pernah bertemu lagi." tangan Bella bergerak hendak mengelus pipi Fahri namun urung mengingat kejadian semalam, tangan kotor itu tidak layak menyentuh mantan suaminya yang berharga.

"Selamat tinggal," batin Bella sebelum akhirnya turun dari mobil.

Setelah menutup pintu perlahan, Bella berbalik badan dan terkesiap mendapati Reza yang sudah berdiri di hadapannya. Dia gelagapan, wajahnya memucat.

"Bu Bella sudah bangun?" sapa Reza dengan sopan.

"Hmm..." Bella mengangguk kecil, dia merasa malu, Reza pasti sudah tau apa yang terjadi dengannya semalam.

"Anu, semalam..." ucapan Reza terhenti ketika Bella mengangkat tangan, dia tidak ingin membahas kejadian memalukan tersebut.

"Tolong sampaikan ucapan terima kasih ku padanya, apapun yang terjadi setelah ini, jangan lagi datang dan membantuku!"

Setelah mengatakan semua itu, Bella melangkah pergi begitu saja, Reza hanya terpaku di tempatnya berdiri sembari mematut punggung Bella yang semakin menjauh dari pandangannya.

"Huft... Dunia ini memang kejam," keluh Reza sembari menggeleng-gelengkan kepala, dia benar-benar iba melihat kehidupan Bella yang begitu berantakan. Sudah betul wanita itu bersama Fahri, akan tetapi sang majikan malah menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Kini apa hendak dikata, perceraian sudah terjadi, sulit mengembalikan keadaan seperti semula, terlebih setelah apa yang terjadi tadi malam. Reza paham betul bagaimana perasaan Bella, selain malu wanita itu pasti merasa kotor di hadapan Fahri.

"Hem..."

Dalam lamunannya, Reza terperanjat menyadari Fahri yang sudah turun dari mobil dan berdiri di hadapannya, Fahri tampak gelisah dengan kepala menoleh kesana kemari mencari keberadaan Bella.

Tanpa mengulur waktu, Reza menyampaikan semua pesan Bella tadi kepada Fahri, dia ikut prihatin, Bella benar-benar pergi dan memutus hubungan dengan majikannya itu.

Mendengar pernyataan Reza, sudut bibir Fahri melengkung membentuk senyuman sumbang, senyum yang nampak begitu dipaksakan. Apa yang dia pikirkan? Jelas Bella tidak ingin lagi bertemu dirinya.

Sepanjang perjalanan pulang, Fahri hanya diam dengan tatapan kosong mematut jalanan yang dilalui, kejadian semalam masih terasa sangat nyata, dia terlihat menggigit bibir beberapa kali, bibir yang tadi malam dia serahkan sepenuhnya pada Bella.

Ya, dia sadar aksi Bella semalam hanya hasrat sesaat karena terpengaruh obat terlarang. Mana mungkin Bella mau menyentuhnya dalam keadaan sadar, buktinya selama dua tahun menikah tidak ada yang terjadi diantara mereka, hubungan keduanya hanya sekedar transaksi tanpa melibatkan perasaan sedikitpun.

Sesampainya di rumah, Fahri langsung masuk ke kamar, melepas pakaian yang sudah basah dengan keringat dan berjalan ke kamar mandi. Dia berdiri di bawah shower, membiarkan tubuh proporsionalnya diguyur air dingin untuk menjinakkan pikiran.

Usai membersihkan diri, Fahri melingkari handuk di pinggang, berdiri di depan cermin mematut wajahnya dengan seksama. Entah apa yang terlintas di kepalanya saat ini sehingga tertegun cukup lama.

Dalam pemikirannya yang entah kemana, ponsel yang tergeletak di kasur berdering, Fahri tersadar dan lekas menyambarnya.

"Ya, ada apa?" tanya Fahri dari balik telepon yang sudah tersambung.

Seketika rahang Fahri mengeras, sorot matanya nampak tajam usai mendengar penjelasan Reza yang menurutnya sedikit ambigu. Segera Fahri memutus sambungan telepon tersebut dan mengenakan pakaian lalu meninggalkan rumah terburu-buru.

Di tempat lain, seorang pria tergeletak di tanah bersimbah darah, Reza beserta orang-orang kepercayaannya berdiri mengelilingi pria yang sudah sekarat tersebut, sesekali pukulan keras mendarat di tubuhnya yang sudah tidak berdaya.

Beberapa menit berselang, Fahri tiba di tempat itu, wajahnya yang maskulin menunjukkan sisi lain dari dirinya, dia berjalan dengan langkah tegap dan pasti, tatapannya nampak tajam membunuh, derap langkah kakinya terdengar berirama, terlihat gagah dan berwibawa.

"Selamat datang," ujar Reza.

"Malam, Bos." sapa beberapa pria berseragam hitam serentak sembari membungkukkan badan.

Fahri kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan untuknya, kedua tangannya melebar, kakinya menyilang, pandangan matanya menatap lurus ke arah seorang pria yang meringkuk kesakitan di tanah.

"Bagaimana ini, Bos? Sudah seperti ini tapi belum juga buka mulut." Rangga salah satu ketua gank terpilih nampak kesal karena sampai detik ini tawanan mereka yang bernama Andre hanya bungkam meski sudah bertubi-tubi menerima siksaan.

"Tidak mau bicara? Kalau begitu habisi saja!" perintah Fahri dengan nada tegas dan datar.

Sebenarnya Fahri sudah lama meninggalkan dunia hitam yang saat ini terpaksa dia hidupkan, sayang Andre sudah menyentuh batas terakhirnya.

Fahri benar-benar murka, tangannya mengepal kuat mengingat kejadian semalam.

Ketika Rangga dan rekan-rekannya mendekat hendak menghabisi pria laknat itu, Fahri bangkit dari duduknya, mengibaskan tangan sebagai kode agar orang-orangnya segera mundur. Merekapun menyebar memberi ruang untuk sang pemegang tahta.

Sebelum melakukan aksinya, Fahri berputar-putar mengelilingi Andre sambil berbicara panjang lebar.

Jika Andre merasa memiliki kekuasaan, Fahri lebih berkuasa dari dirinya. Jika Andre terlalu bangga atas kekayaannya, Fahri bahkan lebih kaya darinya. Andre salah besar karena telah membangunkan macam yang sudah tertidur begitu lama.

Tek...

Rangga memantik korek di hadapan Fahri, kepulan asap mengepul menutupi sosok lain yang selama ini tidak terlihat.

Di mata luar, Fahri hanya seorang pengusaha muda pewaris perusahaan ternama. Akan tetapi dia bukan sekedar pengusaha biasa, bisnisnya tersebar dimana-mana, kekuasaan mutlak ada di tangannya.

Beberapa tahun ke belakang, Fahri sengaja hengkang dari dunia yang sudah dia tekuni semenjak remaja, semua itu dia lakukan tidak lain demi sang kakek yang kini sudah berpulang.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!