NovelToon NovelToon
Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Ichigatsu

Avara hanya staf administrasi biasa di perusahaan finance yang terbiasa bekerja lembur.
Pada satu hari seperti biasa dia lembur seorang diri, lelah dan mengantuk. Saat terbangun, bukannya berada di kantor, dia justru bertransmigrasi ke dunia iblis. Menjadi satu-satunya sosok manusia di sana, Avara harus dicurigai dan hampir mendapat hukuman mati. Namun berkat kemampuannya mengolah data, dia berhasil selamat!
Kini hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan administrasi di istana iblis, dan semata-mata bekerja untuk Raja Iblis Fulqentius yang terkenal keji, dingin, dan misterius.
Bisakah Avara bertahan hidup di dunia yang sama sekali asing baginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichigatsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 - Arsip Jiwa Nasional

Berkaca pada kejadian tempo hari, Avara memutuskan untuk berkoordinasi dengan Fulqentius guna mencari pencegahan terhadap kasus serupa di kemudian hari. Dengan memanfaatkan Segel Identitas Mana yang sudah dibuat sebelumnya, dia bermaksud untuk melakukan transparansi pada banyak hal seperti logistik, inventaris, dan bahkan penggajian.

"Jelaskan," perintah Fulqentius.

Sistem yang dimaksud Avara tidak bermaksud untuk mengawasi semua iblis, tapi memastikan hak tiap warga, meningkatkan distribusi logistik, memberikan gaji tepat waktu, mencegah laporan palsu, dan mempermudah bantuan darurat.

“Jika seseorang tidak tercatat, dia tidak akan menerima apa pun. Jadi kita catat semua orang—bukan untuk mengontrol, tapi untuk melindungi," ujar Avara.

Dengan kata lain tidak akan ada prajurit hantu atau staf fiktif yang bisa mengajukan klaim karena mereka tidak tercatat dalam sistem.

Melalui segel identitas juga, dapat ditambahkan rincian tentang pekerjaan dan jabatan seorang iblis. Di sana akan tercatat iblis yang bersangkutan bekerja di mana, sebagai apa, siapa atasan langsungnya, dan deskripsi tugasnya.

"Kelak Anda bisa meminta Lunaria, 'Tampilkan semua pegawai gudang Ibu Kota'," tunjuk Avara pada cincin kristal sang raja iblis.

Fulqentius mengelus cincin berwarna biru itu pelan.

"Dan yang paling penting," tukas Avara. "Melalui SIM, seseorang juga akan tercatat telah melakukan transaksi apapun. Setiap transaksi pengambilan barang, pengiriman barang, dan penerimaan barang semuanya tercatat dalam sistem. Jadi tidak ada lagi logistik yang hilang sejumlah sekian, karena nantinya akan tercatat bahwa Lord X atau Duke Y mengambil sekian karung pukul sekian."

Fulqentius menyandarkan punggungnya, menautkan tatapan hanya pada Avara di hadapannya. Dia jelas tertarik.

Lebih lanjut, Avara menambahkan, "Jadi, di tiap tempat nanti, akan ada papan kecil untuk melakukan scan SIM." Avara menodongkan kartu imajinatif seolah itu adalah segel identitas, lalu menempelkannya pada papan yang juga sama-sama imajinatif. "Lalu, ting. Semuanya akan terekam ke dalam sistem."

Fulqentius ingin tahu apa itu scan, tapi menahan diri. "Jadi kita bahkan bisa tahu siapa saja yang masuk istana dan siapa saja yang sudah keluar?"

Avara mengangkat alis, teringat pada teknologi di dunianya. Dia mengangguk bersemangat. "Betul, Your Majesty. Itu juga bisa dilakukan."

Fulqentius mengangguk-angguk, puas. "Kalau begitu, laksanakan."

"Ya, My Lord."

"Apa nama untuk sistemmu ini?"

Avara membuka mulut—

...****************...

"Arsip Jiwa Nasional?" tanya Oxron, Fulton, dan Gaiyus serempak.

Avara mengangguk. "Bisa dibilang ini proyek tambahan untuk SIM."

"Jadi kau semakin menambahkan banyak fungsi ke dalamnya," gumam Fulton.

"Kau tidak pernah kehabisan ide ya," cetus Gaiyus.

"Semuanya demi kerajaan iblis, kawan-kawan." seloroh Avara.

Oxron menghela napas. "Kau tahu kalau ini pekerjaan yang berat, kan."

"Aku tahu, dan aku suka itu." Avara mengangkat bahu. "Aku sudah meminta semua data yang dibutuhkan dari raja iblis, jadi aku tinggal menginputnya dalam sistem. Aku minta tolong pada kalian untuk membuatkan papan terminal yang akan diletakkan di banyak tempat."

"Papan terminal?"

"Ya, untuk melakukan scan SIM."

"Apa itu scan?"

Avara kembali menyadari bahwa dia tidak bisa seenaknya menggunakan istilah-istilah dari dunia asalnya. "Pemindaian, maksudku. Jadi sejenis artefak baru."

"Kau benar-benar suka memberi kami pekerjaan," keluh Oxron sambil terkekeh. "Kau berhutang banyak penjelasan pada kami soal ide barumu ini."

...****************...

Pada akhirnya Avara menghabiskan berjam-jam yang panjang untuk membicarakan masalah sistem Arsip Jiwa Nasional ini bersama tim IT-nya. Dia mengemukakan latar belakang hingga lahirnya gagasan untuk menciptakan keteraturan di dunia yang kini dia huni.

Hanya satu hal yang tidak dia beritahukan pada mereka; bahwa sistem itu juga merupakan database iblis yang memuat catatan kekuatan, kelemahan, dan kebiasaan para iblis, hingga tingkat loyalitasnya pada raja iblis.

Ini termasuk rahasia yang hanya dia, Fulqentius, dan para Archdemon ketahui.

Bersama Azelion dan Archdemon Pertahanan Navarro, Avara mengadakan pertemuan diam-diam, yang tentu saja sudah mendapat izin dari sang raja iblis.

"Senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Penyihir Arsip," sapa Navarro.

Tubuh tinggi besar Navarro awalnya mengintimidasi Avara yang mau tak mau membandingkannya dengan Fulqentius, tapi raut wajah hangatnya yang kebapakan justru membuat dirinya luluh dengan mudah. Tanduk Navarro tergolong besar, tumbuh melingkar di sisi kepalanya yang dilingkupi rambut putih, hampir menutup sepenuhnya telinga di kiri-kanan; membuat Avara bertanya-tanya tidakkah terasa berat memiliki tanduk sebesar itu.

"Sepertinya dia terpukau oleh penampilanmu, Lord Navarro," seloroh Azelion, tersenyum anggun.

Gelagapan, Avara melambai-lambaikan tangannya, mengingkari pernyataan itu. "Mohon maaf atas sikap saya yang lancang, Lord Navarro."

Navarro tertawa kencang. Cukup kencang hingga harus dihentikan Azelion yang mengingatkannya bahwa pertemuan mereka adalah rahasia.

"Aku yang bersalah karena mungkin menakutimu.. Avara," katanya seolah mengeja. "Mari kita kerjakan proyek hebatmu kali ini."

Maka Avara duduk semeja dengan mereka berdua, meminta data apapun yang dia butuhkan untuk diinput dalam sistem, dan menanyakan apapun yang dapat membantunya mengisi semua hal yang dia inginkan.

Navarro mengaku sangat terbantu jika Avara sudah selesai mengerjakan Arsip Jiwa Nasional dan memberinya data tentang catatan kekuatan maupun kelemahan tiap iblis, yang diharapkan akan membantunya dalam merencanakan komposisi prajurit. Sementara Azelion merasa terbantu berkat gagasan-gagasan Avara yang tak ada habisnya, yang semuanya sangat mendukung keberlangsungan bidang arsip dan administrasi.

"Saya pikir dengan data yang sudah dikumpulkan, kita bisa menyusun jadwal piket atau patroli yang lebih efisien," ujar Avara.

Navarro tercengang. "Itu ide yang cemerlang."

"Kau sudah membuat iblis tua ini terlalu senang, Avara," seloroh Azelion.

"Saya juga senang jika bisa membantu."

Navarro saling bertukar lirikan dengan Azelion.

"Kau sudah terbiasa tinggal di sini?"

Avara memandang Azelion, meraba maksud iblis wanita itu hanya dari raut wajahnya. Sedikit ragu, dia menjawab, "Kesibukan membuat saya tidak menyadari apakah saya sudah terbiasa atau belum. Tapi yang pasti, saya sudah tidak terlalu merasa asing di sini."

"Dan kau sendiri yang menciptakan kesibukan itu," tawa Navarro.

Semburat muncul di pipi Avara. Mungkin dirinya harus segera menghentikan ide-ide yang lahir dari kepalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!