NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Tidak Meminta Bayaran?

Kedua tangannya tertumpu pada meja, tubuhnya sedikit membungkuk untuk menatap jelas wanita di depannya. Senyuman yang entah apa artinya, dia pun tidak mengerti kenapa seolah senang dengan pertemuan tidak sengaja ini.

"Bagaimana kabarmu setelah pergi begitu saja pagi itu? Apa kau tidak mau uangku?"

Viona terdiam, melipat bibirnya untuk memikirkan jawaban apa yang harus dia ucapkan pada Bayu. "Em, Pak Bayu mau bertemu dengan Pak Hermawan? Apa sudah membuat janji sebelumnya?"

Bayu tersenyum saat melihat Viona yang sengaja untuk mengalihkan pembicaraan mereka. Belum sempat dia menjawab, Viona sudah berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu ruangan Presdir yang hanya berjarak beberapa meter saja dari meja kerjanya.

"Silahkan Pak, sepertinya Pak Hermawan sudah menunggu"

Bayu berjalan ke dekatnya, mendekatkan wajahnya ke telinga Viona. "Meski kau tidak ingin uangku atas malam itu, aku tidak peduli. Tapi apapun rencanamu, aku tidak akan pernah mau bertanggung jawab. Kau tahu jika aku pria yang tidak pernah ingin terikat dengan siapapun! Jadi, jika itu rencanamu, hentikan mulai sekarang!"

Tubuh Viona menegang, hembusan napas Bayu terasa nyata dan hangat di daun telinganya. Sama persis dengan apa yang dia rasakan malam itu.

Bayu tersenyum, dia membenarkan jasnya, memegang gagang pintu dan menatap Viona dengan mengangkat satu alisnya. Lalu masuk ke dalam ruangan Presdir.

Viona kembali ke meja kerjanya, hembusan napasnya tiba-tiba terasa berat. Setelah malam itu, dia tidak pernah berniat untuk bertemu lagi dengan Bayu. Sebenarnya Viona hanya memanfaatkan Bayu agar dia bisa membalaskan rasa sakitnya di khianati oleh suami dan temannya sendiri. Namun, dunia begitu sempit hingga Viona malah bertemu dengan Bayu disini sekarang.

"Tenang Viona, kamu tidak perlu gugup. Sudah jelas dia bilang untuk tidak meminta pertanggungjawaban apapun, lagian aku tidak akan meminta pertanggungjawaban apapun"

Viona kembali bekerja, fokus pada beberapa berkas dan email yang masuk dengan sesekali menatap ke arah pintu ruangan yang tertutup, memikirkan apa yang sedang terjadi di dalam sana.

Viona menatap kalender di meja kerjanya, tiba-tiba merasa kenapa dia belum datang bulan, melihat tanggal bulan ini yang sudah terlewat satu minggu dari waktu seharusnya dia datang bulan.

"Apa karena aku terlalu stres ya sampai mengganggu hormon menstruasi"

Meski sempat kepikiran, tapi akhirnya Viona mengabaikannya. Dia kembali fokus pada pekerjaan, sampai pintu ruangan Atasannya terbuka, Viona mulai tidak fokus pada pekerjaan meski sudah niat untuk tidak peduli pada kehadirannya, tapi matanya seolah mengkhianati, dia malah menatapnya dengan lekat.

"Jika kau berubah pikiran dan meminta bayaran padaku, katakan saja. Aku akan membayarmu dua kali lipat, karena malam itu kau sangat memuaskan" ucap Bayu dengan satu alis terangkat menggoda.

Viona tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya yang tiba-tiba terasa panas. Mengingat malam itu, dia juga sadar kenapa dirinya begitu liar. Tidak seperti Viona yang biasanya, apa mungkin karena sakit hati di khianati membuatnya ingin menunjukan jika sebenarnya dia bisa lebih baik dari Tari.

Bayu berlalu sambil tersenyum, wajah memerah Viona barusan membuatnya merasa lucu. "Dia cuek dan dingin seperti itu, tapi kenapa bisa naik ke atas ranjangku? Haha.. Apa melihatku membuatnya sangat tidak tahan"

Bayu beberapa kali tersenyum, dia mengeluarkan gantungan kunci di saku jasnya. Tersenyum melihatnya. "Tadinya aku ingin mengembalikan ini, tapi sepertinya tidak sekarang"

Dia masuk ke dalam lift, kali ini ada perasaan yang sulit di jelaskan. Tiba-tiba dia senang menggoda seorang wanita yang pernah tidur dengannya. Padahal sebelumnya dia tidak pernah mengingat wajah wanita yang sudah memuaskannya. Bayu lebih ke tidak peduli pada mereka semua. Karena setelah dia membayar, maka semuanya selesai. Tidak ada lagi keterikatan diantara mereka.

*

Viona menjatuhkan kepalanya di atas meja dengan kedua tangan yang di lipat sebagai tumpuan. Hembusan napas panjang tidak cukup membuatnya lega setelah pertemuan tadi. Dadanya yang berdebar masih sulit dikendalikan.

"Kenapa bisa aku bertemu lagi dengannya? Padahal aku berniat untuk tidak bertemu lagi dengannya. Aku ingin melupakan semuanya"

Termasuk tentang masa lalu yang dia pendam selama ini. Melupakan apa yang pernah terjadi. "Tidak Viona, kamu harus fokus pada pekerjaanmu dan kehidupanmu yang sekarang. Tidak perlu memikirkan dia akan datang lagi kesini atau tidak. Kalaupun bertemu lagi, kamu bisa berpura-pura tidak kenal"

Viona menghembuskan napas panjang, lalu berdiri dengan membawa berkas di atas meja. Membawanya ke ruangan Pak Hermawan. Setelah mengetuk pintu, dia masuk ke dalam ruangan Presdir.

"Ini berkas yang harus Bapak tanda tangani"

"Baik"

Viona mengangguk pelan, dia sudah bersiap untuk melangkah pergi keluar dari ruangan itu, tapi suara Pak Hermawan menghentikannya.

"Viona, tolong atur jadwal saya untuk bertemu dengan Tuan Bayu lagi"

Viona memejamkan matanya, merasa tugas ini sangat berat untuknya. Jika dia yang mengatur pertemuan atasannya ini, maka dia yang harus menghubungi Bayu secara langsung.

"Maaf Pak, untuk urusan apa ya?"

"Saya sedang mengurus pemindahan harta untuk anak-anak saya, jadi tolong kamu hubungi lagi Tuan Bayu untuk bisa bertemu lagi dengan saya"

Viona tersenyum sedikit di paksakan kali ini. Meski dia enggan melakukannya, tapi Pak Hermawan adalah atasannya dan dia harus menuruti semua perintahnya.

"Baik Pak"

Setelah keluar dari ruangan, Viona menghembuskan napas panjang untuk ke sekian kalinya hari ini. Sudah berniat untuk tidak peduli dengan pria itu lagi, tapi malah dia harus menghubunginya sekarang.

"Tidak papa Vio, ini masalah pekerjaan dan seharusnya dia juga profesional jika tentang pekerjaan"

Viona kembali ke meja kerjanya, membuka daftar kontak rekan bisnis Pak Hermawan dan tentunya nomor Asisten Bayu tertera disana. Segera Viona menghubunginya.

"Hallo, selamat siang. Saya Viona, sekretaris Pak Hermawan, beliau meminta saya untuk bisa menentukan jadwal Pak Bayu agar bisa bertemu dengan beliau. Sekiranya kapan Pak Bayu ada waktu?"

Di seberang sana, Ranti sang asisten pribadi Bayu hampir tertawa kencang jika dia tidak menahannya. Menutup mulutnya kuat dengan tangannya sendiri.

"Ekhem, ah iya, nanti akan saya sesuaikan dan saya akan kabari kamu lagi"

"Baik, terima kasih"

"Iya"

Setelah menutup telepon, Ranti benar-benar tertawa kencang. Menoleh pada Bayu yang duduk di kursi belakang. Membuat Bayu meliriknya tajam penuh tanya.

"Ada apa kau tertawa seperti orang gila"

"Haha, barusan ada seseorang yang menelepon dan meminta waktu Pak Bayu untuk bisa bertemu dengan atasannya. Haha.. Sejauh ini baru kali ini aku mendengar orang lain memanggilmu, Pak wahai Tuan Muda"

Bayu mendelik kesal, Ranti memang asisten pribadinya, tapi sebenarnya dia adalah teman masa kecilnya hingga diantara mereka tidak kaku meski punya hubungan atasan dan bawahan.

"Siapa yang menghubungimu itu?"

"Namanya Viona, sekretaris Pak Hermawan"

Bayu langsung menegakkan tubuhnya, wajahnya berubah serius. "Kau tidak boleh menghubunginya tentang waktu luangku tanpa berbicara denganku dulu"

"Hah?" Ranti menoleh ke belakang, menatap Bayu dengan bingung. "Kenapa? Biasanya 'kan semua pertemuan aku yang atur"

Bayu tersenyum penuh arti dengan satu alis terangkat tanpa menjawab apapun.

Ranti langsung bergidik ngeri. "Semoga dia bukan wanita malang yang terlibat denganmu ya"

Bersambung

jangan pada nabung bab ya gengs..

1
Tika Rostika
iya pengacara hebat , banyak duit bukan nya mencari tahu kebenaran nya eh malah terus main cewe byr an. 😠
Oma Gavin
sudah 2 tahun saja usia velia berlalu dan bayu tidak pernah tau segoblok itukah bayu katanya pengacara hebat tapi tidak ada niat buat menyelidiki viona bila dia dulunya curiga bukan viona yg menyebarkan rumor tsb
Sarinah Quinn
pria yang menyukai viona selalu di ganggu dua bersaudara Raisa dan Raline, sebelum nya Rendy sekarang Bayu klop deh dua bersaudara, semoga author memberikan jodoh terbaik buat viona tanpa drama di sakiti dulu .
di tunggu up nya thor 🙏
Soraya
lanjut thor
Soraya
semangat Vio
Nna Nna 💖
thor panggilannya knp ga dibedakan antara pengasuh dgn viona.
nnt panggil pengasuh bu Aminah, panggil viona, ibu.
Dew666
🥰🥰🥰🥰
Sarbina Sarbina
lanjuttt
Oma Gavin
raline juga kayak perempuan ngga laku aja sudah tau trade record nya bayu seperti apa kalau pun kamu sedikit berhasil mendapatkan bayu juga ngga bakalan mau menikah dgn kamu
MamDeyh
Dia yg nolak dia yg kek cacing kepanasan 😒..
falea sezi
lanjut ne laki. pengen di sleding kayaknya
Soraya
lanjut
Nessa
kerjaan siapa sih penasaran
Angga Gati
selamat vio atas kelahiran putrinya😍😍
Dew666
👄👄👄👄
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak plese
Sarinah Quinn
semoga cepat up lagi 🙏
winpar
siapa y kira2 yg buat hoax?
MamDeyh
Eh Bayu awas kau kalo satu hari kelak dtg ke Vio dan mengemis kata maaf... Dasar teh celup 😒
Oma Gavin
kamu akan nangis darah bayi saat tau kebenarannya snak viona adalah darah daging mu tapi mulut lemes mu sudah menghancurkan harga diri viona
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!