NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 - PERTENGKARAN KECIL

"Gak percaya ya udah. Liat nanti."

Tara kesal pada bastian yang terus berdebat kalau itu baru feeling tara, bisa jadi salah. Tara langsung menyudahi makannya.

"Kak, saya duluan ya." Tara pamit pada Nando san Vita.

"Mau kemana Ta?" tanya nando, sok akrab. Bastian langsung melotot memperhatikan sikap Nando pada Tara.

"Mau pulang, sebel sama orang disamping aku tuh." Tara melirik Bastian. Cemberutnya Tara saja bikin Nando gemas.

"Lah, aku kenapa Ta? aku ada salah gitu?" Bastian gak sadar, dengan tak percaya pada feeling tara, yang membuat tara sebal padanya, kebingungan.

"Gak usah diperpanjang. Aku mau pulang sendiri. Aku mau pamit sama mama dulu."

Sikap tara berubah hampir tiga ratus delapan puluh derajat, dari yang di rumah, hampir sepatah kata pun tak pernah berbicara dengan Bastian, ini? ngambek, cemberut, manja, crewet. Tapi Bastian menyukai itu. Entah kenapa tak risih dengan sikat tara. Hanya saja tak mau memperlihatkan secara terang-terangan kalau dia suka dengan sikap-sikap tara padanya. Bastian tak ingin memberi harapan lebih.

"Ma, tara mau pulang duluan ya. Mama udah mau pulang gak? kalau belum tara cari taxi aja."

Tara menghampiri mamanya yang masih sibuk dengan teman-temannya, bahkan setelah makan siang bersama pun mereka masih betah ngobrol.

"Kok naik taxi. Pulang aja sama bastian." Mama bastian berdiri kaget mendengar ucapan menantunya, tadi masih baik-baik saja, ini kenapa tiba-tiba tara gak mau sama bastian.

"gak ma. Mas tian nyebelin. Tara pulang sendiri aja ahh, atau sama mobil mama, tapi kalau mama belum mau pulang, tara naik taxi aja."

Tara menarik mamanya sedikit menjauh, takut didengar temen-temen mamanya, gak enak. Tapi tetap saja, mereka mendengarnya.

"Ta, pulang sama aku aja. Aku bawa mobil kok." Bastian mendekati tara, ingin membujuk tara.

"Gak usah. Aku bilang aku mau naik taxi, aku pulang sendiri. Jangan deket-deket." Tara menepis tangan bastian yang meraih tangannya.

"Diapain bas. Wanita hamil itu sensitif, kamu apaain tadi?" kata salah satu teman mama bastian, yang gemas dengan pertengkaran kecil mereka.

"Gak diapa-apain, tan. Bastian juga bingung, kenapa ngambek gini." bastian membela diri hal yang malah membuat tara kesal. Gak percaya sama dia, ngapain perduli sama dia. Dasar cowok.

"minta maaf bas, bujukin. Masak kamu tega suruh istri hamil muda pulang sendiri. Kamu sih, pasti ada yang salah deh."

"kamu nyinggung hati tara, ya?"

"tadi masih romantis loh kita liat dari sini."

Tara hanya diam mendengarkan kata-kata teman-teman sang mama mertua. Dasar cowok gak peka.

"Mama, udah. Tara capek, tara mau pulang. Tara udah gak pusing kok. Tara bisa jaga diri. Bisa pulang sendiri, tara janji bakalan baik-baik aja." Tara menyudahi perdebatan mereka. Tara pergi begitu saja keluar cafe.

"Jeng, aku udahan ya. Tara gak bakalan mau dibujuk bastian. Pasti nih anak bikin ulah."

Mama bastian pamit pada teman-temannya. Masih sempat memukul bastian yang bengong melihat sikap Tara yang berubah ngambek tiba-tiba.

"susulin. Keburu dapet taxi tau gak. Hah!"

dug...

lagi, mama bastian memukul bastian dengan tas brandednya. Bastian langsung lari dan menyusul tara. Bastian gak nyusul, karena tara itu kalau udah marah sama dia gak akan mempan dibujuk dia. Harus ada orang yang lain yang menengahi mereka. Terakhir kali di hotel itu, cuma mamanya yang bisa bujuk tara bertahan sampai hari ini.

"Ta, eh.." bastian menahan tara yang berjalan cepat. Tara sudah memesan taxi online. Sudah ada didepan cafe. Tapi bastian malah berhasil menahannya.

"Pak jalan, gak jadi maaf." Bastian mengeluarkan kartunya untuk membayar uang ganti rugi suoir taxi online. "hubungi nomer disitu aja pak, sebagai uang ganti rugi. Tolong pergi." kata bastian tanpa meminta persetujuan dari tara yang memesan taxinya. Taxinya jalan begitu saja.

"Mas, apa-apaan sih. Kok taxinya disuruh pergi. Tara mau naik taxi, gak mau satu mobil sama mas tian " tara kembali mencoba menepis tangan kekar bastian.

"Eh, bilang dulu. Kamu kenapa? kenapa ngambek? apa yang salah sama ucapakan aku?" tanya bastian terpaksa menahan tangan tara dengan erat.

"Pulang sama mama, yuk." mama bastian datang dan menengahi keduanya. Bastian langsung melepaskan tangan tara yang menangis menatapnya. Matanya merah berkaca-kaca.

"ta, sakit ta. Aku genggam terlalu kenceng ya tangan kamu." tanya bastian baru tersadar, ketika sejak tadi tara mencoba melepaskan genggaman erat tangan bastian.

"Eughh... kamu dasar!" Mama bastian seakan mewakili tara dan memukul bastian dengan tasnya lagi.

"Ma, itu tas branded mama berat loh. Mama pukul bastian pakai itu tas udah dua kali loh na. Sakit ma." Bastian tak kalah mengeluh dan memasang muka sakitnya.

Tara yang melihatnya sedikit luluh, kasian pada bastian. Tara menggandeng tangan mama bastian, bersembunyi dibelakang tubuh mama bastian. Menahan tangan mama bastian untuk memukul bastian lagi.

"aku ikut mobil mas tian. Tapi sama mama."

Kata tara menghentikan pertengkaran mama mertuanya dan suaminya itu. Mereka langsung ke mobil bastian. Kebetulan setiap kali arisan, mama bastian juga akan menyuruh supirnya pulang. Jadi ini tak perlu memanggil supirnya untuk jemput. Mama bastian bergandengan dengan Tara dan masuk ke mobil bastian. Sepanjang jalan bastian hanya melirik tara yang bersandar dipundak mamanya, memeluk lengan mamanya dan matanya yang masih memerah dan berkaca-kaca.

bastian mengatur kaca spion didepannya. Bukan untuk melihat jalanan dibelakangnya, tapi untuk melihat keadaan wanitanya dibelakang sana dengan sang mama. Bastian tak tega melihat mata tara berkaca-kaca, rasanya hatinya tersayat.

"Ta, aku minta maaf. Aku salah dibagian mana tadi? aku beneran gak maksud, aku minta maaf." Bastian tak bisa menahan bibirnya untuk mengucapkan maaf kepada Tara.

"Sayang, tuh suami kamu minta maaf. Mau dimaafin gak?" Tanya mama bastian membelai puncak kepala tara yang bersandar padanya.

"Loh, gak mau dimaafin katanya bas. Geleng dia. Haha... sukurinn..." mamanya malah ketawa liat tara geleng kepala. Lucu aja, baru kali ini mama bastian merasa sangat bahagia, setelah memiliki tara. Mama bastian bertekad akan membuat keduanya dekat, gak boleh pisah sampai bayinya lahir.

"ta, kok gitu. Ya udah gak usah maafin aku, tapi berhenti nangis. Aku gak tega tau liat kamu gitu." Bujuk bastian pada tara, bastian khawatir liat taranya yang biasanya senyum ceria, ini menangis dan diam.

"Gak mau. Lagian mas bastian, ngapain gak percaya sama feeling tara, feeling orang hamil kan kuat ya ma. Tadi temen mama juga bilang udah ngisi kok, temen mama bilang baru sembilan minggu, belum keliatan perutnya, cuma kenceng. Katanya itu udah tanda-tandanya kok gitu. Tapi mas tian malah gak percaya sama Tara, ma. Tara yakin udah ada adeknya kok diperut tara." Tara menangis sambil menjelaskan. Juga mengusap perutnya.

"Ada yang bilang temen mama? sampai sentuh perut tara?" mama bastian yang tadi tak melihat, dan tak ada yang cerita apapun kembali bertanya, seakan gak percaya.

"iya ma, tadi temen mama ada yang sentuh perut tara tiba-tiba. Tadi pagi juga kram lagi, ma. Cuma gak sakit sih, tapi kayak keceng banget aja ma. Tapi mas tian, tara bilangin di cafe gak percaya. Tara kan sedih ma."

"Nah tuh, salah kamu tuh gak percaya sama istri yang lagi hamil." Mama bastian menoyor bastian dari belakang.

"mama, lagi nyetir nih. Gak bisa banget gak mukul anaknya." Bastian mengusap belakang kepala bekas toyoran mamanya.

"Jadi beneran ya ma, udah hamil tara?" tanya bastian, bahagia didepan sana. Mama bastian sih gak yakin. Tapi temennya itu ada yang emang pengalaman gitu, bisa tau orang hamil apa enggak. Cuma untuk memastikan, harus ke dokter.

"Besok coba cek deh ke tante kinta." ujar sang mama pada keduanya. Tara hanya diam sepanjang jalan, menangis dan menatap bastian, yang sesekali bertemu pandang dengan Tara lewat spion kacanya.

-

ekhemmm...

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!