NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

.

Mereka semua baru saja selesai menghabiskan sarapan ketika seorang pelayan datang mendekat.

“Maaf, Tuan, Nona. Asisten Kevin sudah menunggu di depan,” ucapnya sopan sambil sedikit menunduk.

Putri yang baru saja menghabiskan air putih di gelasnya meletakkan gelas itu perlahan, mengambil tisu, mengusap sudut bibirnya, lalu menoleh ke arah Dirga.

“Ayah,” panggilnya tenang. “Perusahaan Ayah kan sejalan dengan sekolah Bu Manda? Sekalian saja Bu Manda ikut mobil Ayah, ya?”

Dirga yang baru saja membersihkan mulutnya menoleh cepat. Pria itu menatap Putri dengan ekspresi yang jelas tidak suka.

“Kenapa harus sama Ayah?” tanyanya sengit. “Ada banyak sopir di rumah!” Nada kesalnya begitu kentara. Jelas sekali ia keberatan mengantar Amanda.

Putri mengambil nafas dalam mencoba bersabar. Entah bagaimana caranya membuat ayahnya itu bisa akur dengan Bu Manda.. Padahal Bu Manda sudah mencoba bersikap baik, bahkan merendahkan diri untuk melayani ayahnya saat makan bersama tadi.

“Ya karena Ayah searah dengan Bu Manda" ucapnya santai. dan sialnya kata-kata itu masuk akal.

Amanda yang duduk di sampingnya menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak usah, Putri,” tolak nya. “Ibu bisa naik taksi.”

SRAKKK!

Dirga mendorong kursinya ke belakang dengan kasar setelah membanting tisu di atas piring, hingga menimbulkan suara keras yang membuat semua orang tersentak.

“Ayah sibuk,” ucapnya singkat lalu berdiri dan melangkah pergi.

Amanda menatap ke arah Putri dengan raut tak enak hati. “Tuh kan…” ucapnya pelan.

Namun, Putri justru berdiri dengan wajah santai, seolah sudah menduga reaksi itu.

“Gak papa, Bu. Ayo,” ajaknya ringan sambil menarik tangan Amanda.

“Tidak usah, Putri. Ibu bisa berangkat sendiri…” Amanda mencoba menahan, tapi Putri tetap tak mau dibantah.

“Gak boleh,” sahut Putri tegas. “Bu Manda gak usah takut sama Ayah. Ayah itu memang seperti itu, tapi sebenarnya baik, kok.”

Amanda hanya bisa pasrah saat tangannya diseret keluar. “Baik apanya,” gumamnya dalam hati. Mana mungkin dia mencela Dirga di depan Putri? Karena bagi Putri, Dirga adalah tokoh idola.

Di halaman depan, mobil hitam mewah sudah terparkir rapi. Kevin berdiri dengan sikap profesional, lalu menunduk singkat saat Dirga mendekat.

“Selamat pagi, Tuan,” ucapnya lalu dengan sigap membuka pintu mobil bagian belakang untuk Dirga.

Dirga masuk ke dalam mobil tanpa suara, lalu duduk bersandar.

“Tunggu!”

Asisten Kevin yang baru saja hendak menutup pintu menoleh saat mendengar seruan dari Putri.

“Selamat pagi, Nona,” sapa Kevin sambil menundukkan sedikit kepalanya. Tangannya yang hendak menutup pintu terhenti.

Putri mempercepat langkahnya, menarik Amanda yang setengah terseret di belakangnya.

“Putri, tidak usah... ” ucap Amanda panik. “Ibu mau naik taksi saja.”

Namun Putri tak menggubris. “Ayo, Bu," ucapnya lalu mendorong punggung Amanda agar segera naik ke dalam mobil dan segera menutup pintu.

Asisten Kevin yang tidak paham apa yang sedang terjadi hanya menatap dengan mulut terbuka lebar. “Seorang wanita asing berani duduk di samping Tuan Dirga? Semoga saja anggota tubuh wanita ini nanti tidak ada yang hilang.”

Amanda menelan ludahnya ketika menyadari dirinya duduk berdampingan dengan Dirga. Jarak yang terlalu dekat hingga ia bisa merasakan aura dingin pria di sampingnya tanpa perlu menoleh.

Udara dalam mobil terasa sesak. Mesin AC seakan kehilangan fungsi.

Sementara Dirga sama sekali tidak bergerak. Rahangnya mengeras, dengan menyilangkan dua tangan di depan dada, pria itu memalingkan wajah menatap ke luar jendela.

Putri menunduk sedikit, menatap ke dalam mobil dengan senyum puas. “Ingat ya, Yah! Ayah harus mengantar Bu Manda dengan aman sampai sekolah!"ucapnya tegas seakan yang diperintah bukanlah ayahnya.

Dirga hanya mendengus tanpa menjawab.

“Hati-hati bawa mobilnya, ya, Uncle Kevin,” pesan Putri sambil tersenyum manis.

“Tentu, Nona,” jawab Kevin lalu segera membuka pintu kemudi.

Mesin menyala, dan mobil melaju perlahan meninggalkan halaman rumah. Di dalamnya, dua orang yang sama-sama keras kepala terjebak dalam satu ruang sempit, tanpa bisa kabur ke mana pun.

*

*

*

Mobil melaju stabil membelah jalan pagi yang mulai ramai. Namun, suasana di dalamnya jauh dari kata tenang.

“Apa tidak bisa sekali saja tidak merepotkan orang?” suara Dirga Wijaya terdengar ketus, memecah keheningan. "Guna-guna apa yang sebenarnya kau berikan pada putriku?!"

Amanda yang sejak tadi menahan diri langsung menoleh cepat dan menatap tajam ke arah Dirga.

“Heh, duda gila! Kamu pikir aku mau satu mobil sama kamu?” balas Amanda sengit. “Dan guna-guna? Seperti kamu barang langka saja!”

Di kursi depan, mata Kevin terbelalak lebar. Berani-beraninya wanita ini memaki tuan Dirga. Apa dia sudah bosan hidup? Tapi, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Kenapa Tuan Dirga tidak murka?

“Perawan tua sialan!”

“Duda gila mulut setan!”

“Ini benar-benar gila!” batin Asisten Kevin. “Ada yang berani memaki Tuan Dirga dan mulutnya tetap utuh. Apa ini keajaiban dunia?”

Mata Asisten Kevin tak berhenti melirik spion. Dua orang yang saling tatap penuh permusuhan, saling mengejek, dan saling memaki. Hingga matanya yang awas mulai menyipit. perdebatan itu terlihat lucu. Terdengar seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar.

“Berhenti!” seru Dirga tiba-tiba.

Kevin mengernyit. “Maaf, Tuan?”

“Aku bilang berhenti!” seru Dirga lagi dengan suara lebih tegas.

Tanpa berani membantah, Kevin perlahan meminggirkan mobil ke tepi jalan. Suara mesin masih menyala ketika keheningan kembali terjadi.

“Keluar,” ucap Dirga dingin, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Amanda.

Amanda mendengus kesal. Lagi-lagi seperti itu. Entah sudah keberapa kalinya pria ini menyuruhnya turun seenaknya. Namun seperti biasa, ia tidak ragu. “Oke. Siapa takut?” sahutnya menantang. Tangannya langsung bergerak hendak membuka pintu mobil.

Rahang Dirga mengeras karena sikap Amanda yang tak pernah takut padanya. Kali ini dia tidak akan mengejar Amanda dan menyuruh Amanda kembali ke mobil.

Tapi…

Tiba-tiba mata Putri yang melotot tajam berkelebat di depan matanya.

Srak!

Dirga mencengkeram pergelangan tangan Amanda dengan kasar, menariknya kuat hingga tubuh wanita itu terhuyung ke arahnya.

“Ah…!”

Amanda memekik saat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan…

Buk!

Tubuhnya membentur dada bidang Dirga dan secara refleks mengalungkan sebelah tangannya yang tidak di cengkeram pada leher Dirga.

Tubuh Amanda membeku, nafasnya tertahan. Aliran darah di tubuhnya serasa tersumbat. Waktu seakan berhenti.

Begitu juga Dirga. Rahang yang semula mengeras mengendur tanpa syarat. Wajah yang nyaris tanpa jarak, bahkan hidung keduanya bersentuhan.

Amanda bisa merasakan detak jantung pria itu, atau mungkin detaknya sendiri yang terlalu keras.

Sementara Dirga, yang tadi dipenuhi amarah, mendadak terdiam. Tangannya masih menggenggam pergelangan Amanda. Ada sepersekian detik di mana tatapan mereka bertemu langsung tanpa penghalang.

Asisten Kevin yang spontan menoleh terbelalak. Pria itu bahkan ikut menahan nafas. Menutup mata dengan sebelah tangan yang jari-jarinya merenggang.

Apakah ini adegan drama yang sering di tonton istrinya? Lihat wajah dua orang itu yang sama-sama merah!

Namun hanya sesaat, ketika kesadaran keduanya kembali. Dirga langsung melepaskan tangan Amanda seolah tersadar.

Amanda yang masih syok langsung mundur, kembali duduk bersandar dengan dada berdebar kencang. Antara marah dan sesuatu yang tidak ia pahami.

“Apa tidak bisa bersikap lembut sedikit saja?” ucap Dirga dingin, meski nadanya sedikit berubah.

“Lembut? Padamu? Memangnya kamu siapaku?”

Rahang Dirga kembali mengeras. Amanda benar-benar bukan wanita yang bisa diatur.

“Aku calon suamimu, kalau kamu lupa?” Dirga menyeringai licik.

“Kamu yang mau. Aku tidak!”

“Sudah cukup.” Nada suara Dirga kembali tegas. Pria itu kembali menatap lurus ke depan.

“Jalan!”

“Baik, Tuan.”

Mobil kembali melaju. Namun, suasana di dalamnya berubah. Ada sesuatu yang menggantung di antara mereka. Sesuatu yang bahkan mereka sendiri belum menyadarinya..

1
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mengikat*
vj'z tri
cintaku padamu tak kan berubah walau di telan waktu, biarlah kan ku simpan dalam hati /Shy//Shy//Shy/🎉🎉🎉🎉
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ahayyyy💃💃💃💃
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!