NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Happy reading<<<<<<<<

 

"Ck, main nyempil nyempil aja Lo Anjelin." ujar Emina.

"Sorry Bedak Emina." jawab Anjelina. Karena mereka berdua ini layaknya tom and jerry duka adu mulut.

"Kalau apa apa kabari kita ya. Gue tau Lo kuat." ujar Wardah membuka mulut akhirnya dia menatap Imlie dengan tatapan senduh.

"Jika waktunya udah pas. Gue bakal bawah Lo pergi jauh dari kepahitan di keluarga Lo ini Li." batin Wardah.

"Assalamualaikum." salam Imlie.

"Waalaikumsalam." jawab beberapa orang yang berada di ruang keluarga.

"Hah? Om, Tante, Bang Bian?" kaget Imlie.

"Dek." ujar Abian berdiri merentangkan tangannya, Imlie dengan cepat berlari dan memeluk Kaka sepupu laki lakinya itu.

Grep

"Lili kangen banget sama Abang." ujar Imlie.

Degh

Alvian yang mendengar itu mendongak, ini baru pertama kalinya lagi dia mendengar berbicara dengan menyebutnya namanya seperti itu. Setelah kejadian beberapa tahun yang lalu dan Alvian melarang Imlie berbicara seperti itu. Dan hari ini dia mendengarnya tapi bukan untuknya melainkan untuk sepupu laki lakinya.

"Hehehe... Abang juga kangen banget sama Adek kecil Abang yang cantik ini.... Ini Abang punya sesuatu buat Lili.. Tada, bunga Lili untuk Lili cantik." ujar Abian. Dan Lili tersenyum bahagia.

"Suka nggak?" tanya Abian.

"Sukaaaa banget, tapi lebih suka lihat Kakak ada di sini.. Heheeh." ujar Imlie dan lagi lagi Abian membawa Adik sepupunya itu ke dalam pelukannya. Ya, dia tau apa yang terjadi dengan Imlie yaitu di benci seluruh keluarga.

Untuk itu dia sebaik mungkin menjadi sandaran untuk gadis rapuh ini. Karena memang Abian tidak mempunyai seorang Adik karena dia anak tunggal.

"Tapi, kenapa mukanya pucat, hmm? Sakit?" tanya Abian menatap wajah Adiknya.

"Eh? Nggak kok Bang. Biasa tadi nonton film horor jadi kaget gitu Bang terus mukanya pucat deh." celoteh Imlie. Ini yang dia inginkan perhatian seorang Abang.

Alvian hanya menatap itu entah kena apa dia tak suka.

"Ck." batin Alvian.

"Udah kangen kangennnya sama Abang Bian nih. Sama Tante dan Om nggak nih?" tanya Pak Cakra Papanya Abian Omnya Imlie Adik dari Pak Mahen.

"Kangeeeen banget. Lili juga kangen banget sama Om dan Tante." ujar Imlie kemudian Om Cakra memeluk ponakan yang sudah di anggap sebagai anaknya ini kemudian di ikuti dengan Tante Citra yang memeluk Sayang gadis rapuh ini.

"Tante dan Om juga kangen sama Lili." ujar Tante Citra dan mengecup kedua pipi ponakannya ini.

"Lili Saaayang banget sama kalian." ujar Lili lagi tidak bisa mengontrak kebahagiaannya.

"Manja banget sih." ujar Abian mencubit gemas pipi sepupunya ini dan Imlie tertawa pelan.

"Ck, tadi aja sikapnya Bang Abian dingin sama Gue. Setelah Imlie datang mukanya langsung cerah." batin Lolita kesal.

"Ehem, sudah selesai drama dramanya?" tanya Pak Mahen yang sejak tadi panas sendiri melihat drama kangen kangenan itu. Tadi Pak Mahen dan Buk Melani sempat terdiam karena akhirnya panggilan Lili itu terdengar lagi.

Panggilan yang sangat manis yang dulu pernah mereka pakai untuk memanggil Imlie juga.

"Eh?" kaget Imlie dan menunduk.

"Yasudah, Lili ganti baju ya.. Nanti keluar sama Om, Tante dan Bang Abian ya." ujar Tante Citra.

"Siap Tante.... Ma, Pa, Aku izin ya....."

"Terserah." ujar kedua orang tuanya dingin.

"Ck, gitu amat Kak sama anak sendiri. Awas Lo nanti nyesal. Masih belum juga melupakan masa lalu? Lagian dulu Lili masih kecil dan dia juga nggak tau semua itu akan terjadi.. Ingat! Semua sudah takdir Allah, jangan membuat Allah murkah dengan kalian yang tidak menerima takdirnya dengan membenci putrinya sendiri." ujar Om Cakra yang memang kalau bicara apa adanya saja.

"DIAM, tau apa Kamu Cakra. Jangan ikut campur urusan Saya. Kami berhak membenci anak sialan ini.. Karena jika bukan karena dia keluarga Saya tidak akan sehancur ini.. Dia pembawa sial di dalam keluarga ini..dia hanyalah anak sialan. Dan jangan harap Saya akan kembali seperti dulu dengan menyayanginya karena itu adalah kesalah besar. Dengan menyayangi anak nggak tau diri ini." marah Pak Mahen dan semua orang berdiri.

"Kalau gitu kenapa kalian melahirkannya kalu ujungnya akan seperti ini Kak." marah Pak Cakra lagi. Muak dengan pemikiran kuno Kakaknya ini.

"Dan itulah satu satunya kesalahan yang saya perbuat dalam hidup Saya. Yaitu melahirkannya dengan selamat ke dunia ini. Andai saja Saya tau dia penyebab hancurnya keluarga Saya. Mungkin sudah Saya bunuh saat dia lahir. Atau sudah Saya gugurkan kandungan Saya." ujar Buk Melani.

Degh

Imlie yang menunduk langsung mengangkat wajahnya dan tatapannya beradu dengan tatapan wanita yang melahirkannya.

"Ya Allah." lirih Imlie dalam hati.

"Ck, kalian berpendidikan. Tapi, pikiran kalian sangat kuno... Kalau gitu kenapa nggak kalian melepaskannya saja hah? Saya sanggip untuk merawatnya dan pergi dengannya dari keluarga ini." ujar Tante Citra yang mengangkat suara.

"Citra jangan ikut campur Kamu." ujar Buk Melani karena Citra adalah adik kandungnya yang menikah dengan Adik dari suaminya ini.

"Mbak, Aku tidak akan ikut campur kalau situasinya tidak seperti ini. Kalau kalian tidak membutuhkan Lili biarkan kami yang menjaganya, berikan hak asuhnya pada Kami." ujar Tante Citra.

"Jangan mimpi kalian, karena Saya tidak akan melepaskan anak sialan ini..dia harus tinggal di sini dan menanggung semua dosanya." ujar Pak Mahen.

"Ck, Kak..Kamu bukan Tuhan yang berhak menghakimi dosa manusia Kak.. Aku semakin tidak habis pikir seorang Mahen Candrawinata pengusaha besar masih percaya dengan takhayul seperti ini, ingat Kak kesialan itu tak ada. Itu hanyalah sebuah cobaan yang di berikan Allah. Jadi jangan salah mengartikannya dengan mempercayai takhayul dan lain sebagainya." ujar Om Cakra.

Sedangkan Imlie sudah tidak bisa menahan sesak lagi sesuatu yang selalu timba timba kambuh langsung menyerangnya. Dengan cepat Imlie berlari ke kamarnya dengan menepuk dadanya.

"DEK." teriak Abian dan berlari mengikuti Imlie yang sudah berada di tangga atas.

Brak

Imlie dengan cepat menutup pintu dan menguncinya.

"DEk, buka.. Ini Abang, jangan melakukan hal yang tidak tidak Dek." teriak Abian mengendor pintu. Bisa dia dengar suara tangisan menyayat hati dari adik sepupunya itu.

"DEK BUKA YA." bujuk Abian lagi.

"Hiks.. Sakit Bang Sakiitt.." lirih Imlie yang dapat di dengar Abian.

"Yasudah buka pintunya Dek. Ada Abang, Om, dan Tante.. Adek nggak sendiri." bujuk Abian lagi. Sedangkan Alvian baru saja sampai di lantai atas.

"Ck, drama." ujar Alvian menatap Abian yang menggedor gedor pintu Adiknya itu.

"Sialan.. Lo jadi Abang nggak guna banget ya? Sebenci itu Lo sama Adek Lo hah? Nggak punya hati Lo sama keluarga Lo. Seharusnya Lili yang sial karena di takdirkan untuk berada di keluarga Lo. Gadis baik baik seperti dia nggak cocok menjadi bagian keluarga dan Adik Lo Alvian Candrawinata."

Bugh

Bentak Abian dan di akhiri dengan satu pukulan di wajahnya Alvian.

"Sialan, terus dia pantasnya jadi bagian keluarga dan Adik Lo. Gitu iya hah? Ck, serendah inikah keluarga Lo. Demi mempunyai Adik dan anak perempuan sehingga keluarga Lo mati matian ingin membawa Adik Gue, hah?" bentak balik Alvian.

"Hahahaha Adik? Sejak kapan Lo anggap Lili Adik hah? Mulut busuk Lo itu nggak cocok untuk menyebutnya sebagai Adik Lo setelah apa yang Lo dan keluarga Lo perbuat untuk gadis tak bersalah kaya dia." marah balik Abian.

"Ingat!! Suatu saat nanti Lo dan keluarga Lo bakal nyesel dengan perbuatan kalian ini." ujar Abian dan Alvian terdiam.

"Abang, Abang nggak kenapa napa kan?" tanya Lolita yang baru saja naik ke lantai atas.

"Ya, Dek." jawab Alvian.

"Ck, Adek Kakak sama saja kelakuannya." gumam Abian dan kembali menuju kamarnya Imlie dan memanggil gadis itu. Tapi, nihil tak ada suara membuat Abian khawatir bukan main.

"DEK, KAMU BAIK BAIK AJA KAN? LILI JANGAN BERBUAT YANG TIDAK TIDAK DEK." teriak Abian sedangkan di dalam kamar mandi Imlie sedang tertawa puas. Melihat pergelangannya yang mengeluarkan banyak darah, inilah Imlie dia akan bahagia dan sesak di dadanya akan hilang setelah melukai pergelangan tangannya.

"Hahahahaha." tawanya di iringi dengan tangisan.

"Mama menyesal melahirkan Gue, Hahahaha.." tawa yang mengandung tangisan itu sungguh sangat kacau. Memori Imlie merekam jelas perkataan sang Ibu. Sekarang Imlie memeluk lututnya di bawah guyuran air. Dia kacau sangat kacau.

Kini Imlie kembali menyayat pergelangan tangannya sehingga tangan yang bekas lukanya masih kering itu kembali terluka. Darah segar merembes keluar dari pergelangan tangannya.

"Hahahhaha." lagi lagi Imlie kembali tertawa.

Sedangkan di luar semua keluarga sudah berada di depan kamarnya Imlie.

"Berani sekalih Kamu"

"Baiklah! Tapi, jika terjadi sesuatu sama Adik Aku Om. Aku tidak akan tinggal diam Om." ujar Abian.

"Itu urusan keluarga Saya Cakra. Dan Abi Kamu pergilah biar Om yang akan mengurus Imlie." ujar Pak Mahen tanpa mau di bantah.

"Tapi Kak. Aku juga ingin melihat keadaan ponakanku." ujar Om Cakra.

"Kalian boleh pergi, biar nanti Kami yang mengurus anak itu sendiri. Cakra bawah keluarga mu dari sini." ujar Pak Mahen.

 

Sudah Saya bunuh saat dia lahir. Atau sudah Saya gugurkan kandungan Saya." ujar Buk Melani.

Degh

Imlie yang menunduk langsung mengangkat wajahnya dan tatapannya beradu dengan tatapan wanita yang melahirkannya.

"Ya Allah." lirih Imlie dalam hati.

"Ck, kalian berpendidikan. Tapi, pikiran kalian sangat kuno... Kalau gitu kenapa nggak kalian melepaskannya saja hah? Saya sanggip untuk merawatnya dan pergi dengannya dari keluarga ini." ujar Tante Citra yang mengangkat suara.

"Citra jangan ikut campur Kamu." ujar Buk Melani karena Citra adalah adik kandungnya yang menikah dengan Adik dari suaminya ini.

"Mbak, Aku tidak akan ikut campur kalau situasinya tidak seperti ini. Kalau kalian tidak membutuhkan Lili biarkan kami yang menjaganya, berikan hak asuhnya pada Kami." ujar Tante Citra.

"Jangan mimpi kalian, karena Saya tidak akan melepaskan anak sialan ini..dia harus tinggal di sini dan menanggung semua dosanya." ujar Pak Mahen.

"Ck, Kak..Kamu bukan Tuhan yang berhak menghakimi dosa manusia Kak.. Aku semakin tidak habis pikir seorang Mahen Candrawinata pengusaha besar masih percaya dengan takhayul seperti ini, ingat Kak kesialan itu tak ada. Itu hanyalah sebuah cobaan yang di berikan Allah. Jadi jangan salah mengartikannya dengan mempercayai takhayul dan lain sebagainya." ujar Om Cakra.

Sedangkan Imlie sudah tidak bisa menahan sesak lagi sesuatu yang selalu timba timba kambuh langsung menyerangnya. Dengan cepat Imlie berlari ke kamarnya dengan menepuk dadanya.

"DEK." teriak Abian dan berlari mengikuti Imlie yang sudah berada di tangga atas.

Brak

Imlie dengan cepat menutup pintu dan menguncinya.

"DEk, buka.. Ini Abang, jangan melakukan hal yang tidak tidak Dek." teriak Abian mengendor pintu. Bisa dia dengar suara tangisan menyayat hati dari adik sepupunya itu.

"DEK BUKA YA." bujuk Abian lagi.

"Hiks.. Sakit Bang Sakiitt.." lirih Imlie yang dapat di dengar Abian.

"Yasudah buka pintunya Dek. Ada Abang, Om, dan Tante.. Adek nggak sendiri." bujuk Abian lagi. Sedangkan Alvian baru saja sampai di lantai atas.

"Ck, drama." ujar Alvian menatap Abian yang menggedor gedor pintu Adiknya itu.

"Sialan.. Lo jadi Abang nggak guna banget ya? Sebenci itu Lo sama Adek Lo hah? Nggak punya hati Lo sama keluarga Lo. Seharusnya Lili yang sial karena di takdirkan untuk berada di keluarga Lo. Gadis baik baik seperti dia nggak cocok menjadi bagian keluarga dan Adik Lo Alvian Candrawinata."

Bugh

Bentak Abian dan di akhiri dengan satu pukulan di wajahnya Alvian.

"Sialan, terus dia pantasnya jadi bagian keluarga dan Adik Lo. Gitu iya hah? Ck, serendah inikah keluarga Lo. Demi mempunyai Adik dan anak perempuan sehingga keluarga Lo mati matian ingin membawa Adik Gue, hah?" bentak balik Alvian.

"Hahahaha Adik? Sejak kapan Lo anggap Lili Adik hah? Mulut busuk Lo itu nggak cocok untuk menyebutnya sebagai Adik Lo setelah apa yang Lo dan keluarga Lo perbuat untuk gadis tak bersalah kaya dia." marah balik Abian.

"Ingat!! Suatu saat nanti Lo dan keluarga Lo bakal nyesel dengan perbuatan kalian ini." ujar Abian dan Alvian terdiam.

"Abang, Abang nggak kenapa napa kan?" tanya Lolita yang baru saja naik ke lantai atas.

"Ya, Dek." jawab Alvian.

"Ck, Adek Kakak sama saja kelakuannya." gumam Abian dan kembali menuju kamarnya Imlie dan memanggil gadis itu. Tapi, nihil tak ada suara membuat Abian khawatir bukan main.

"DEK, KAMU BAIK BAIK AJA KAN? LILI JANGAN BERBUAT YANG TIDAK TIDAK DEK." teriak Abian sedangkan di dalam kamar mandi Imlie sedang tertawa puas. Melihat pergelangannya yang mengeluarkan banyak darah, inilah Imlie dia akan bahagia dan sesak di dadanya akan hilang setelah melukai pergelangan tangannya.

"Hahahahaha." tawanya di iringi dengan tangisan.

"Mama menyesal melahirkan Gue, Hahahaha.." tawa yang mengandung tangisan itu sungguh sangat kacau. Memori Imlie merekam jelas perkataan sang Ibu. Sekarang Imlie memeluk lututnya di bawah guyuran air. Dia kacau sangat kacau.

Kini Imlie kembali menyayat pergelangan tangannya sehingga tangan yang bekas lukanya masih kering itu kembali terluka. Darah segar merembes keluar dari pergelangan tangannya.

"Hahahhaha." lagi lagi Imlie kembali tertawa.

Sedangkan di luar semua keluarga sudah berada di depan kamarnya Imlie.

"Berani sekalih Kamu"

"Baiklah! Tapi, jika terjadi sesuatu sama Adik Aku Om. Aku tidak akan tinggal diam Om." ujar Abian.

"Itu urusan keluarga Saya Cakra. Dan Abi Kamu pergilah biar Om yang akan mengurus Imlie." ujar Pak Mahen tanpa mau di bantah.

"Tapi Kak. Aku juga ingin melihat keadaan ponakanku." ujar Om Cakra.

"Kalian boleh pergi, biar nanti Kami yang mengurus anak itu sendiri. Cakra bawah keluarga mu dari sini." ujar Pak Mahen.

Mengancam Om Mu Abian. Saya tau apa yang harus Saya lakukan." ujar Pak Mahen dan dengan terpaksa Om Cakra dengan keluarganya pergi. Mereka tidak bisa berbuat apa apa karena keluarganya Imlie lah yang memiliki hak penuh terhadap gadis itu.

"Kita pergi, biarkan dia." ujar Buk Melani pada anak dan suaminya kemudian mereka bubar. Setelah melihat keluarganya Om Cakra pergi.

Sedangkan Alvian masih terdiam di tempat dia berjalan ke arah pintu kamarnya Imlie. Dan menempelkan suaranya mencoba dengar apa yang terjadi di dalam.

Tapi nihil tak ada suara apapun.

"Sialan, apa yang gadis itu perbuat di dalam?" batin Alvian kesal dan menendang pintu kamar Imlie.

"Hiks..hiks...." Imlie masih terus menangis dan memeluk tubuhnya sendiri.

Tak lama terdengar suara kamar mandi yang di buka dan seseorang yang membuka pintu kamar mandi itu langsung masuk dan membawa Imlie ke dalam pelukannya memeluk memberi kehangatan pada gadis itu.

 

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!