Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. DGA (Demon Global Army)
Saintes Earque tersenyum sinis dengan bahu terangkat. "Percuma saja, sebanyak apapun jumlah kalian tidak akan bisa mengalahkan ku"
Alisa memegang pedang besarnya tertuju pada Saintes Earque. "Terserah kau bicara apa, karena kau tidak tahu apa yang sedang kau hadapi"
"Habisi dia!" Alisa bergerak secepat ledakan, menghantam Saintes dengan ujung pedangnya.
Bugh!, Saintes Earque terhempas ke dalam gedung. Tapi dengan cepat Saintes bergerak membelakangi Alisa tepatnya ke arah Zahra.
"Aku akan selesaikan kalian terlebih dahulu!" Saintes Earque tertawa gila. "Bola kegelapan!" Saintes Earque melempar bola kegelapan sebesar basket pada Zahra.
Zahra terkejut namun Zahra mengibas tombaknya ke depan. "Lautan api!" Zahra beharap itu dapat menepisnya.
Namun bola kegelapan itu menembus lautan api lalu meledak, tapi akar Flower menghalangi dampak ledakan itu mengenai Zahra.
"Terimakasih Flower" Zahra menarik nafas lega.
Flower tersenyum. "Bukan masalah"
Reyhan menancapkan pedangnya ke tanah. "Kita tidak bisa diam saja disini, semuanya lompat sekarang!"
Semuanya mengangguk lalu melompat ke atas bersamaan, Alisa merasakan aliran petir di pedanh Reyhan lalu melapisi dirinya dengan perisai air.
"Ledakan petir!"
Siutzz!, Saintes Earque yang telat reflkes tersetrum listrik dari Reyhan. "Sial aku tak bisa bergerak!"
Reyhan terkekeh lalu mencabut pedangnya lalu memberi tebasan petir.
Saintes Earque dengan cepat memegang energi itu dengan tangan kosong.
Zahra tersentak tapi dengan cepat dia menambahkan serangan. "Lautan api!"
"Aku ikut!" Zeke berlari lalu melompat ke atas. "Tornado!"
Daniel berlari ke depan lalu membidik Saintes Earque. "Triple fire!"
Dom! Dom! Dom!, 3x peluru di tembakan sebesar peluru sniper membantu serangan.
Michael memberi serangan terakhir. "Rasakan ini! Cakram serigala!"
Serangan cakar 2x menambah daya serangan dan dorongan membuat Saintes Earque kewalahan.
"Sial-
Bom!!, ledakan itu begitu besar sampai membuat warga di sekitar sekolah terbangun.
Tapi karena tidak ada pengaman sama sekali, mereka datang dan berkumpul untuk membuat video.
Alisa mendecakkan lidahnya. "Andai saja ada Tentara DGA"
"Apa kau memanggil kamu nona?" Dari atas helikopter hitam berdatangan dari arah Timur.
Reyhan, Zahra dan Flower tidak tahu apa itu DGA. Tapi Paylor maju dengan tenang. "Ada DGA disini kita bisa bertarung dengan bebas tanpa khawatir dengan warga luar"
"Maaf, tapi apa itu DGA?" Tanya Reyhan.
"DGA atau Demon Global Army adalah organsiasi militer besar lebih besar dari Exorcist dan di urus oleh CIA, MSS China, ASIS Australia, BIN (ndonesia, RAW India, DGSE Prancis, dan ISI Pakistan" jelas Daniel merasa semangat.
Alisa berkata agar keras pada letnan yang baru saja tiba. "Kalian terlambat! Cepat bantu kami melawan iblis! Ini adalah iblis level 11!"
Letnan yang datang terkejut lalu puluhan tentara memegang senapan serbu segera turun dan membentuk barikade serta menghapus video ponsel mereka yang di video.
"Ah! Jangan lupakan keberadaan ku!" Teriak Saintes Earque dengan marah sampai energinya keluar dan membuat kerusakan parah di sekitarnya.
Alisa terkejut dan dia melindungi tubuhnya dengan kedua tangan, namun energi itu meledak hingga membuatnya terhempas.
"Ibu!" Teriak Reyhan.
"Kau tidak akan bisa mengkhawatirkan orang lain ketika kau dalam bahaya, nak!" Saintes Earque memegang kepalanya lalu menendang sampai menabrak mobil tentara DGA di luar sana.
"Akh!" Para warga yang menolak pergi langsung pergi ketakutan setelah melihat Reyhan dan iblis itu.
"Semua unit ke posisi!" Perintah Letnan dengan tegas.
Begitu Saintes Earque terlihat, tembakan khusus berupa peluru warna biru yang dapat melukai iblis.
Saintes Earque berteriak marah dan hendak pergi namun kedua kakinya di tarik akar Flower kembali ke sekolah.
"Ledakan kegelapan! Petir kegelapan!" Saintes Earque menyerang dengan gila-gilaan.
"Akh!"
"Ahh!"
Daniel, Michael, dan Paylor yang memiliki kemampuan lebih kuat menghindari dengan baik.
"Peluru api! Triple fire!" Balas Daniel.
"Auman serigala!" Balas Michael dari darat.
"Gerakan assasin" Paylor bergerak tak terlihat.
Pupil Saintes Earque membaca gerakan kekuatan itu. "Lemah!" Saintes Earque bergerak cepat lalu memegang leher Daniel dam membantingnya ke tanah.
Tidak hanya itu saja, Michael menjadi sasaran tinju berulang kali Saintes Earque sampai Michael jatuh ke tanah.
Paylor hendak menyerang punggung Saintes Earque namun pisau Paylor justru patah.
Mata nya terbelakak tak percaya, mata Saintes Earque yang semerah darah menatap Paylor dengan bengis.
"Hora!" Saintes menendangnya dengan keras sampai menembus bangunan.
Letnan DGA merinding karena iblis level 11 dapat menyelesaikan banyak Exorcist dalam sekejap.
"Belum selesai! Masih ada aku! Tebasan petir!" Reyhan terus maju meski zirahnya retak.
Saintes Earque memegang serangan itu lalu memutar nya balik ke pada Reyhan.
"Tuan!" Asuna menarik Reyhan ke tanah lalu keduanya bergerak bersamaan bersama budak-budaknya yang lain.
"Sistem, keadaan darurat. Ubah rencanaku, semua iblis yang aku bunuh jadikan budak! Dia benar-benar berbahaya"
[Tidak perlu tuan, karena ibu anda bisa mengalahkan nya"
"Apa-
Belum apa-apa, Reyhan melihat siulet gerakan yang sangat cepat melebihi Asuna.
Jika di perlambat Reyhan akan melihat ibunya yang memancarkan sinar biru cerah dengan mata biru.
Bom!, Alisa mencengkeram leher Saintes Earque dengan kuat.
Saking kuatnya ledakan gelombang itu, Reyhan, Asuna dan lainnya terdorong mundur.
Reyhan memerhatikan perubahan signifikan pada fisik ibunya dengan cemas. "Apa itu ibuku?"
Asuna mendesis. "Dia sepetinya kerasukan roh, mungkin nyonya memiliki roh"
"Roh?"
"Ya, roh. Roh air" jelas Asuna.
Alisa tanpa banyak bicara melempar Saintes Earque ke atas langit. "Naga air!"
Dari dalam tanah, 3 sosok naga air melesat dan menelan Saintes Earque sebelum jatuh ke tanah.
"Uhuk!" Saintes Earque hendak bangun namun Alisa tidak akan biarkan itu terjadi.
Alisa menyerang sekali lagi dengan kakinya. "Pusaran air!" Tubuh Saintes Earque di gulung seperti di dalam mesin cuci.
Saintes Earque berteriak dari dalam air. "Petir kegelapan!" Karena dia panik, petir itu muncul banyak dan menyambar banyak tempat.
Reyhan dan Asuna serta budaknya yang lain bekerja sama untuk membawa Exorcist yang terluka mundur ke tentara DGA.
Setelah selesai Reyhan hendak maju namun di hentikan Letnan DGA. "Berhenti, kau mau kemana?" Alisnya berkerut.
"Mau kemana katamu? Tentu saja menolong ibuku!" Reyhan melompat masuk ke pertarungan.
"Gawat, jika anak itu terlibat pertarungan bukankah akan berbahaya?" Ucap Daniel dengan memegangi tangannya yang terluka.
Asuna mendengus. "Apapun yang terjadi, kami akan ikuti tuan kami" Asuna melepas kan energinya lalu bergerak.
Budak-budak yang lainnya bergerak juga untuk menyusul.
Zahra mendesis melihat pemandangan kesetiaan itu. "Dari mana Reyhan dapat bawahan loyal seperti itu?"
....
Ziitsss! Aura petir menyambar datang dari arah belakang Saintes Earque.
Saintes Earque meledakan energinya sampai kubah air pecah, dengan cepat Saintes Earque memegang bilah tebasan itu dan melemparnya pada Alisa.
Alisa tersentak dan dengan cepat menepisnya dengan tangan kosong. "Reyhan jangan mengacau!"
Reyhan terkejut dan berdiri diam. "Tapi ibu, aku ingin membantu-
"Reyhan!" Tegas Alisa. "Tolong, iblis level 11 bukanlah lawan mu"
Reyhan menghela nafas. "Baiklah aku mengerti ibu" Reyhan hanya mundur beberapa langkah saja bersama Asuna dan budaknya.
Alisa dengan lega melanjutkan pertarungan yang menggetarkan sekitar.
Tentara DGA sudah banyak berdatangan dan Exorcist dari pemula sampai Senior melawan Gate yang harus tertutup.
Ketua divisi Asia Paylor dilaporkan masih terletak di tanah jadi Daniel, Zahra, Flower, Michael bergerak untuk menutup Gate.
....
Pertarungan yang terjadi selama 5 jam belum berhenti sampai pagi hari jam 7, wartawan yang berkumpul bertanya-tanya apa yang terjadi.
Namun tidak ada jawaban membuat warga sekitar kesal karena di ungsikan tanpa sebab. Apalagi ada keributan tentang tentara berpakaian hitam yang aneh bermunculan.
....
Alisa melihat matahari sudah terbit dia pun menggeram. "Sudah waktunya aku selesaikan"
Saintes Earque berdiri dengan terengah-engah dan tubuh terluka parah. "Coba sajalh!" Namun tangannya gemetar karena takut.
"Sial aku baru saja bangun kenapa aku begitu sial bertemu orang sehebat dia"
Alisa menyatukan kedua tangannya, matanya menajam dan mengeluarkan energi biru yang dahsyat.
Alisa menarik nafas tipis di mulutnya lalu Alisa bergerak membentuk simbol air dengan gerakan kakinya.
"Roh air" ucapnya pelan.
Lalu sosok Elena bentuk rohnya yang begitu besar muncul. "Iblis kecil, apa kau siap mati?"
Saintes Earque meneguk air ludahnya dengan berat. "K-kalau begitu aku juga akan menggunakan teknik terkuatku!"
Saintes Earque memejamkan matanya dan melihat dengan mata di dahinya. "Letupan darah!" Sinar seperti nafas merah darah melesat.
Tangan kanan Alisa ke depan, seolah mengikuti tangan roh juga ke depan.
"Ombak air"
Bush!, ombak air 4 meter melahap serangan Saintes Earque dan membuatnya terhempas.
Seolah belum cukup, Alisa memegang pedang air dan rohnya memegang pedang air juga.
Dom!, Alisa melesat menyusul Saintes Earque pergi. Begitu Alisa mendapatkan sasarannya, dia dengan cepat menebas tubuhnya.
Siuhh, Alisa mendarat di tanah dengan sempurna dan rohnya hilang masuk ke tubuh Alisa.
Saintes Earque jatuh dengan tak percaya. "A-aku begitu sial, kenapa aku malah bertemu orang sekuat dirinya" ucapnya sebelum retak dan berubah jadi abu.
Alisa melihat Saintes Earque yang kalah dengan lega, Alisa jatuh berlutut ke tanah dengan pedang menopangnya. "Aku sudah lama tidak memakai banyak energi saat bertarung"
Hal itu membuat Alisa menjadi lemah dan pingsan, tapi tentara DGA datang dan memberikan bantuan medis sebelum dibawa rumah sakit.
...
Sedangkan di depan Gate, Reyhan dan lainnya menatap Gate yang mengeluarkan sengatan listrik seperti tak stabil.
"Kita harus hancurkan segera sebelum semuanya terlambat" Zahra berkata dengan serius.
"Aku setuju" angguk Reyhan.
"Ada satu cara untuk menyelesaikan semuanya agar Gate level 8 ini hancur. Kita kombinasi kan serangan seperti sebelum nya" jelas Daniel.
"Baiklah, kita lakukan" Reyhan menebas petir satu kali.
Lalu di susul Zahra dengan lautan api, lalu Flower dengan hantaman akar.
Michael memberikan serangan cakaran 2x kemudian Daniel membidik dan memberikan serangan triple fire.
Setelah itu serangan masuk ke dalam Gate dan Gate menjadi tak stabil. Sebelum hancur dan meledak.
Reyhan dan lainnya tersenyum lega karena mengira semuanya sudah berakhir.
Reyhan berjalan ke sebelah dimana sekolah sudah hancur lebur menyisakan beberapa bangunan saja.
"Siapa sangka sekolah akan sehancur ini" hela nafas Reyhan.
Zahra menatap matahari yang menyinari bekas medan pertempuran. "Ini pertama kalinya kau mengalami pertempuran Gate bukan?"
Reyhan mengangguk, Daniel menepuk bahu Reyhan. "Itu berat, pertama kali kau harus melawan iblis level 11"
Reyhan tersenyum lalu terkejut. "Tunggu dulu, anda kepala sekolah ini kan?"
"Hahaa ya memang kenapa?" Daniel tertawa terbahak-bahak karena Reyhan tertawa.
Namun berbeda dengan Reyhan yang eskpresi nya murung. "Apa anda tidak marah karena Devan mati?"
"Tidak, aku sama sekali tidak marah" Daniel menghela nafas. "Aku tidak peduli apa yang anak itu pilih tapi sepertinya dia juga salah paham jadi aku tidak bisa apa-apa"
Beberapa saat kemudian, tim Tentara DGA datang menyusul untuk membawa mereka ke rumah sakit untuk di rawat.
Letnan DGA yang ada disana menyatakan jika kejadian Gate level 8 telah di urus dan kejadian ini akan sulit di rahasiakan.
Tapi ASIS Australia yang berkemampuan elit tentang intelejen langsung menghapus video yang di rekam oleh semua wartawan dan di media sosial.
Guna untuk tidak menyebabkan gelombang kepanikan yang meluas. Jaid hal itu perlu di rahasiakan.
.....